NovelToon NovelToon
Cintaku Terhalang Tahta

Cintaku Terhalang Tahta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Romansa
Popularitas:20.8k
Nilai: 5
Nama Author: Lisa Zifara

Bertahan sekuat batu karang.
Menyala seperti mentari di bentangan
langit samudera.
Tegas tak patah arah.
Seperti itulah harapan.
Harapanku yang sampai kini belum surut ataupun musnah.
Dan ku upayakan tak akan pernah punah.
Kegagalan bukan alasan untuk rapuh,
apalagi menyerah.


***

Emilia–siswi SMK yang memiliki banyak impian. Meskipun dia emosional dan sedikit susah diatur, tetapi impiannya begitu mulia. Dia ingin bisa membangun rumah singgah untuk anak-anak yang tidak bisa sekolah karena kendala biaya.

Namun ia sendiri sering kehilangan rasa percaya dirinya, setiap kali orangtua dan keluarganya meremehkan mimpinya.

Kehadiran Bripda Yofan, mampu mengubah segalanya. Dia yang menjadi support sistem dan pengayom terbaik Emilia. Namun cinta keduanya terhalang oleh restu, saat hubungan mereka sudah berjalan cukup lama.

Lalu, bagaimana upaya Yofan dalam menghadapi rintangan hubungannya?

***
Edit cover by Canva dan Pictart.
Foto sudah mendapat izin.

IG @lisazifara2015

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa Zifara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelukan Terakhir

"Ngapain lu, masih temui Emilia? Masih kurang puas lu, nyakitin sahabat gue, ha!"

"Saya ke sini cuman mau minta maaf. Kamu jangan salah paham, Dek."

"Alah … bulsyit. Basi. Kagak ada gunanya lu minta maaf sama sahabat gue. Emilia gak butuh maaf dari lu. Dia hanya butuh ketegasan lu, sebagai cowok. Gue tegesin sama lu, ya. Kalau elu kagak serius sama cewek, ya jangan lu pacarin, dong!"

"Niko, udah, Nik. Stop! Kamu ini apa-apaan, sih!" teriak Emilia.

"Manda, minta tolong ambilin P3 ya," ujar Emilia.

Manda menganggukkan kepalanya dan berlari masuk–mengambil obat untuk mengobati luka memar di wajah Yofan, akibat pukulan maut dari sahabatnya–Niko.

"Kamu ini nggak tahu apa-apa, jangan asal main pukul aja. Lagian jadi orang bar–bar banget sih," tegur Feni.

Manda kembali dengan membawa kotak obat yang dipesan oleh Emilia dan gadis malang itu pun segera mengobati Yofan di dalam rumah. Dia juga meminta maaf atas perbuatan Niko–sahabatnya. Namun Yofan hanya tersenyum dan dia sudah bisa memahami perasaan Niko, sebagai sahabatnya Emilia.

"Aku udah maafin Mas Yofan dan aku sudah bisa ikhlas. Aku dan Mas Yofan memilih untuk menjadi adik kakak saja. jadi tolong, Nik …, sikap kamu jangan seperti itu." Emilia menggerutu sambil mengompres Yofan.

Yofan terkejut dengan perkataan Emilia. Dia meminta Emilia untuk mengatakannya sekali lagi, sebagai kepastian bahwa apa yang dia dengar tidak lah salah dan bukan mimpi. Mereka berdua saling berpelukan dengan tangis yang tak lagi bisa mereka tahan.

Feni dan Manda pun ikut menangis melihat Emilia dan Yofan. Kisah cinta mereka sangat memilukan, namun juga mengharukan. Kali ini, hati Adam juga berhasil luluh dengan kisah Emilia. Matanya turut berkaca-kaca, namun berusaha ia tahan sebisa mungkin agar tidak menangis.

Adam tidak pernah menyangka, Emilia bisa setegar itu menjalani hidupnya. Pasalnya, dari kecil Emilia kurang bahagia dan dia bisa bahagia saat Yofan datang. Namun kini kebahagiaannya direnggut oleh Adelia.

Ckrek. Ckrek. Entah berapa kali jepretan foto yang telah Feni lakukan. Dia memang sangat hobi mengabadikan segala moment. Sebab baginya, waktu tak dapat diulang kembali. Begitu pula dengan moment Emilia dan Yofan hari ini.

Feni masih berharap mereka bisa kembali bersatu dan hidup bahagia. Lagi-lagi Feni mendengar ucapan cinta dari Emilia dan Yofan yang entah sudah berapa kali mereka katakan.

"Saya janji, akan selalu bahagiakan kamu meskipun saya sudah menikah. Saya juga minta tolong, agar kamu tetap menjadi Emilia yang ceria seperti dulu. Tetap semangat sekolahnya dan raih mimpimu," ujar Yofan sembari menghapus air mata Emilia, setelah melepas pelukannya.

"Aku janji, Mas. Btw … tiga bulan lagi aku ada diklat di Gayungan Kota Pahlawan. Doakan lancar ya, Mas." Emilia menutup kotak obat dan memberikannya ke Manda.

"Ya, Sayang. Pasti saya doakan. Pokoknya, selamanya kamu tetap ada didalam doa saya."

"Ehm. Walau begitu … pesan gue tetep hati-hati, Mil. Mau gimanapun, dia tetep laki orang. Jangan sampai lu dikatain pelakor sama bininya. Masa depan lu harus cerah, jangan sampai butek cuma gara-gara lelaki yang kaga ngotak," sahut Niko.

Niko dari dulu memang tipe orang yang keras, arogan dan sulit melupakan sakit hatinya dengan orang lain. Namun meski begitu, dia sebenarnya adalah anak yang baik dan tidak suka dendam. Dia hanya butuh waktu untuk meredam emosinya dan itu butuh waktu yang cukup lama.

"Iya, Pak. Mau bagaimanapun, Pak Yofan akan menjadi suami orang. Jangan sampai, hubungan kalian menyusahkan Emilia lagi," ujar Adam.

"Ya, saya mengerti. Saya pasti usahakan semuanya baik-baik saja dan Emilia tidak akan disakiti oleh siapapun. Kalian tenang saja dan mohon doanya, agar saya dan Emilia bisa melalui ujian ini," kata Yofan.

Pukul tiga Sore, Yofan berpamitan pulang. Namun sebelum pulang, dia sempat mengambil sesuatu dari jog motornya dan memberikannya ke Emilia. Tentu saja Emilia sangat bahagia, meskipun isi bungkusan kecil itu hanyalah sebatang coklat dan gelang sederhana.

Bagi Emilia, segala pemberian dari Yofan sangat berarti. Dia tersenyum dengan wajah sumringah dan mengulurkan tangnnya–meminta agar Yofan memakaikan gelang cantik itu ke tangannya.

"Ih, lucu banget …, gelangnya. Bagus nggak?" Dia memamerkannya ke Feni dan Manda.

"Bagus, kok. Sesuai sama kamu, mungil." Mereka semua tertawa, kecuali Niko.

"Makasih ya, Mas. Kamu selalu kasih aku kejutan," ujar Emilia.

"Saya yang terima kasih, karena kamu sudah memaafkan saya dan sudi menjadi adik asuh saya."

Emilia memeluk Yofan untuk terakhir kalinya dengan waktu yang cukup lama daripada biasanya. Mereka berdua tidak menyangka, hubungannya akan berakhir dalam waktu secepat itu. Tetapi Emilia berusaha untuk mengikhlaskan Yofan demi kebahagiaan nya dan ketenangan hati Emilia sendiri.

Yofan tiba di rumahnya tepat pukul 16.00 Sore, di mana dia menjumpai suatu pemandangan yang kurang indah baginya, saat tiba di rumah. Adelia sudah berada di rumahnya sejak setengah jam yang lalu. Wanita itu sedang asyik berbincang santai dengan Ilmi di teras rumah.

Seperti biasa, Ilmi selalu menegur Yofan dengan teguran yang kurang menyenangkan hati karena menduga adiknya tersebut pergi menemui Emilia–gadis yang sangat dia benci. Sehingga percekcokan antara Yofan dan Ilmi pun terjadi lagi untuk yang kesekian kalinya.

"Kalau iya memangnya kenapa?" tanya Yofan dengan memandangnya sinis.

"Berani sekali, kamu sama Mbak, Fan! Ingat ya, sebentar lagi pernikahan kamu. Tinggal menghitung hari. Mbak nggak mau dengar dan nggak mau tahu, kamu membatalkan pernikahan itu hanya demi perempuan pembawa sial itu."

"Jaga mulut kamu!" bentak Yofan, "Kamu tidak tahu apa-apa soal Emilia. Justru perempuan pembawa sial itu adalah dia!" imbuhnya sembari menunjuk Adelia.

Yofan pergi meninggalkan mereka di teras rumah. Dia naik ke lantai dua, menuju kamarnya untuk melanjutkan tugas yang belum selesai dari kantor. Sampai di depan kamar, matanya tertuju pada sebuah foto seorang wanita mengenakan gamis putih dan hijab putih.

Yofan lalu menghampiri foto tersebut dan mengambilnya. Dia menatap foto tersebut dengan tatapan yang penuh kesedihan. Foto itu adalah almarhumah mamanya.

"Andai mama masih disini. Yofan pasti bahagia, Mah. Yofan sangat mencintai Emilia. Dia adalah satu-satunya gadis yang bisa membuat Yofan bahagia, seperti saat masih bersama mama dulu. Tapi sekarang kebahagiaan Yofan telah dihancurkan oleh papa dan Ilmi. Andai mama bisa bangun dan membela Yofan untuk menggagalkan pernikahan Yofan dengan Adelia," ujarnya dalam hati.

Yofan membawa foto itu masuk kedalam kamarnya. Yofan sengaja menyandingkan foto mamanya dengan foto Emilia yang ada di meja kamarnya, lalu dia memotretnya untuk dijadikan sebuah story di akun sosial media miliknya.

***

Kalian adalah malaikat

tanpa sayap untukku

Cintaku pada kalian

selamanya takkan pudar

Sekalipun diri ini telah menua

Bahkan hingga tubuh ini

terkubur selamanya

By Yofan.

1
Diah Darmawati
nyeseggg😭
Varuna Padmavati: Waduh, kok bisa kak? 😅
total 1 replies
Anak emak
moga ajah kejahatan Adelia cepet ketauan yofan
Anak emak
bener kata Adam. Hati hati nanti di cap pelakor 😫 up lagi thor yang banyak
Anak emak
yofan raja gombal ya 🤣
Anak emak
Della cocok banget jadi adenya ilmi. kalo yofan g cocok
Anak emak
Ya ampuun. sumpah ngakak 🤣🤣 padahal tadi abis dibikin kesel ama ilmi n bokapnya. tp endingnya ngakak juga
Anak emak
lanjut thor. ceritanya seru
Anak emak
🤣 ya iya lah g dibawa rumahnya milll. Authornya ngajak becanda.
tp menurut we itu cuma gayanye emil aje.. padahal dia ngarep ama polisinya
Varuna Padmavati: Semoga menghibur ya, Kak ☺ salam kenal dan terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Merah Jambu
keren dan lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!