NovelToon NovelToon
Bukan Salahku Merebut Mertuamu

Bukan Salahku Merebut Mertuamu

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Terlarang / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / POV Pelakor / Tamat
Popularitas:353.3k
Nilai: 4.8
Nama Author: Ridz

Alesha sudah menabung untuk pernikahannya bersama dengan Kekasihnya, Devano, tapi semua itu harus batal saat kekasihnya, Devano malah menikahi wanita lain yang merupakan sahabat Alesha.

Sakit hati, Alesha bertemu dengan Bossnya, Ion, yang ternyata merupakan Ayah dari Sahabat Alesha sekaligus Mertua Devano.

Ion memiliki masalah pernikahan yang sama dengan istrinya yang membuat hubungan diantara keduanya semakin dekat dan dimanfaatkan Alesha, untuk balas dendam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14. [POV: Alesha] Terlalu Hipokrit

CERITA BARU!

LEBIH SERU!

Sebelum kalian lanjut membaca Novel ini, Author ingin mengabarkan kalau mulai bagian semua POV akan beralih ke POVnya Alesha dan Ion jadi kadang gantian gitu yah.

Selamat membaca.

[POV: Alesha]

Aku tidak benar-benar mengerti ada perasaan apa saat bersama Pak Ion, pada jam makan siang tadi, kami berdua makan bersama yang membuat Nisa mungkin merasa kesal, karena aku sempat melirik wajahnya yang tampak ditekuk.

"Sudah selesai, makannya? Kalau sudah kamu siap-siap yah, sebentar lagi kita akan berangkat," Pak Ion berdiri dari duduknya kemudian berjalan meninggalkanku yang juga duduk.

Aku menganggukkan kepalaku, kemudian ikut berdiri, aku memilih berjalan menuju ruangan ku sendiri untuk mempersiapkan berkas-berkas yang akan kami bawa nanti.

Disaat aku sedang membereskan berkas-berkas yang mungkin penting, tiba-tiba pintu ruanganku dibuka oleh seseorang yang membuatku mengangkat kepala menatap sosok tersebut.

Sosok wanita yang sudah lumayan Tua itu masuk kedalam dengan wajah yang tidak bersahabat.

Plak!

Sebuah Tamparan mendarat ke wajahku yang membuatku terdiam, berusaha mencerna apa yang terjadi, dia masuk ke dalam ruangan ini dan menamparku begitu saja.

"Dasar, Pelakor!"

Pelakor? Aku menatap wanita tersebut, sampai tak lama kemudian Nisa juga masuk ke dalam ruangan ini yang membuat aku semakin heran.

"Maksud, Ibu, apa yah? Pelakor? Siapa yang Pelakor?" tanyaku berusaha memastikan apa yang terjadi.

"Pake nanya lagi! Kamulah yang Pelakor, kamu mau ngerebut Papa aku kan?" jawab Nisa yang membuatku mendelik.

Wah! Ada apa ini?

"Ini Mama aku, dia istri Papa aku, kamu sengaja kan mesra-mesraan sama Papa aku disini, aku udah foto dan ngirim ke Mama aku, kamu gabisa ngelak lagi! Sadar diri Dong Pelakor!" teriak Nisa yang memancing perhatian dari luar karena memang ruanganku ini terletak di dalam ruangan Divisi yang bekerja secara independen.

"Pelakor? Saya maksudnya?" jawabku berusaha menjelaskan keadaan. *Wah! Hipokrit sekali yah?"

"Gausah ngelak deh Sha! Enak yah main sama Boss sendiri, pake dukun yah!?" Nisa mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan fotoku saat Pak Ion tadi membersihkan bibirku.

"Ck! Permainan kamera!" gumamku pelan. "Lebih baik kalian berdua pergi dari sini, tidak sopan masuk ke dalam ruangan Presiden Direktur, terutama Anda! Anda tidak punya kepentingan apa-apa disini!"

"Hei! Saya istrinya Darion! Kepala Perusahaan disini! Vina Andriani!" Oke namanya Vina, aku baru tahu kalau ini istrinya Pak Ion.

Aku tersenyum, kemudian kembali duduk. "Lantas urusannya dengan saya apa?"

"Berani yah kamu!"

"Keluar! Atau saya panggil satpam, kamu Nisa, keluar atau saya pecat kamu, ingat Divisi kamu sekarang naungan saya, saya bisa memecat kamu secara sepihak karena itu sudah menjadi wewenang saya!"

Setelah mengucapkan itu, aku kembali fokus mempersiapkan berkas, sedangkan Nisa terdiam tampaknya dia sedikit takut.

"Dasar Pelakor! Kamu benar-benar gak tahu diri yah!" ujar Vina yang membuatku menghela napas panjang.

Aku meraih ponsel khusus yang dipakai untuk menghubungi keamanan kantor, aku memanggil satpam untuk membawa Mbak Vina pergi dari sini.

"Keluar Terhormat atau saya bisa panggil Satpam, Mbak," jawabku yang membuat Mbak Vina mendelik.

Tampaknya dia bersikeras, akhirnya dua orang satpam masuk ke ruanganku dan membawa pergi Mbak Vina.

Jelas Mbak Vina memberontak saat dibawa pergi yang semakin menarik perhatian orang-orang disini, aku tidak peduli.

Aku mengambil surat peringatan, dan menempelkannya ke dada Nisa, yang mwmbuat Nisa sedikit terdorong ke belakang.

"Ini Peringatan pertama, besok saya bisa pecat kamu, Nisa," bisikkan pelan.

TBC

1
Rahmawati Amma
iiihhhh😱😱🤮🤮
mama yogi
⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰🫰
Lilik Juhariah
hilal mu bang ion
Lilik Juhariah
emaknya somplak
Ratna Ningsih
ko ceritanya gini banget kenapa soal atm yg di ambil depano ga diminta waktu nikah depano
Ratna Ningsih
ko ada yah wanita yg oon banget kenapa atm di kasih ke pacar kn bagus di pake nikah
Nurmiati Aruan
astaga devano
Nurmiati Aruan
emaknya dah gemblung ya
Nurmiati Aruan
AQ mampir dulu kak othor
Safa Almira
suka
Puji Rahayu
q kok penisirin yo...bc nm panjang dreantama darion adinata ki ank e sopo ngunu lho...
bc judul crita karyamu yg opo to judule sih thor. ..mpe bingung.
kyk gk asing nama iki lhoo
Puji Rahayu
mksdnya folos apa bego sih???
tp krn mungkin yg nm nya folos ma bego tuh beda tipis x yeee...😄😄😄
Puji Rahayu
jodohmu pak...😄😄😄
Sri Puryani
gk nyambung hp blm dibw sama videoin 😱
Sri Puryani
kenapa gk kembali lwt jln yg td ya ..
Sri Puryani
minta aja atmnya
Merryatti
Luar biasa
Mujiati Qu
wah wah makin seru nih atok alesha semangat aq dukung😁😁😁
Nurlaila Hasan
k
kimiatie
kenapa vina masih sana..bukan sudah jatuh talak..maaf ya saya kurang faham😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!