NovelToon NovelToon
Rahim Impian

Rahim Impian

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cerai / Romansa / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:107.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ismi Kawai

Sepuluh tahun menikah, bukanlah waktu yang singkat untuk mendambakan buah hati.
Keysha Geraldine, seorang wanita yang frustasi karena memiliki suami bersikap dingin. Tak peduli dengan keinginannya dan tidak mau berusaha untuk memiliki keturunan. Hingga akhirnya, Keysha Geraldine memutuskan cara lain untuk memiliki buah hati. Cara apakah yang dilakukan Keysha hingga dirinya dinyatakan positif hamil? Apakah sikap suaminya itu berubah lebih baik ketika mengetahui sang istri tengah mengandung?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ismi Kawai, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mimpi Indah

(Pov Haris)

Aku benar-benar memuntahkannya, mengeluarkan kembali pil biru yang sudah dijejalkan Diana di mulutku. Kalau aku harus menyetubuhi istriku, itu harus berdasarkan kemauan dan kesadaran diri, bukan paksaan seperti ini. Jika begini, seolah-olah aku adalah gigolo yang selalu dituntut untuk memuaskan para pelanggan yang sudah membayar.

Begitulah kira-kira perasaanku ketika Diana terus-menerus minta supaya kami lebih sering melakukan hubungan suami istri.

Aku bukan tidak mau, bahkan aku merindukan saat-saat dulu kami bergumul dengan panas seperti awal-awal menikah.

Namun, entah ke mana semua rasa itu. Diana sekarang sudah berubah seiring dengan pencapaian kariernya yang menjulang. Menjadi notaris ternama itu memang impiannya sejak dulu. Aku berusaha mendukungnya mati-matian, mengorbankan egoku yang ingin melanjutkan kuliah S2 demi dia.

Sekarang istriku sudah menapaki tangga tertinggi sesuai yang ia mau, ironisnya hal itu mengubahku menjadi sosok seperti laki-laki kerdil di hadapannya. Diana memang tidak secara terang-terangan merendahkan pekerjaanku. Namun, dari bahasa tubuhnya, Diana sering bersikap seolah-olah aku ini tidak pantas mendampinginya.

Tanpa sadar, Diana sering menceritakan kehebatan kawan-kawannya sesama notaris yang sudah menempuh pendidikan magister, hingga akhirnya berhasil mendirikan perusahaan sendiri.

Sementara aku, masih menjadi budak korporat karena ingin memuaskan ambisinya.

Dia tidak punya waktu untuk hamil saat itu, dia sendiri yang meminta untuk menunda kehamilan demi karier cemerlang impiannya.

Aku hanya bisa menuruti kemauannya, yang penting dia bahagia. Sekarang setelah semua impian itu berhasil ia genggam, Diana mulai gelisah mendengar suara-suara sumbang di luar sana.

Diana resah dan siapa lagi korbannya kalau bukan aku?

Aku yang sekarang sudah kehilangan jati diri dan harga diri di hadapannya.

***

Aku sedang menunggu di kafe tempat pertemuan dengan Keysha, gadis sederhana yang tampak manis dan tanpa cela di hadapanku.

Masih ada waktu dua puluh menit lagi. Tiba-tiba ponselku bergetar, ada panggilan masuk dari Diana. Dengan malas aku mengangkatnya.

[Kamu lagi di mana, Sayang?]

“Di mana lagi kalau bukan di kantor?” jawabku ketus.

[Bisa tidak kita makan siang bareng?]

“Sekarang?”

[Iya, sekarang. Ada beberapa klien yang ingin bertemu. Aku ingin memberikan citra positif untuk mereka. Aku rasa makan siang bersama itu bagus, supaya ke depannya urusan pekerjaan lebih lancar.]

Lagi-lagi aku yang diperalat Diana untuk melancarkan pekerjaannya.

“Maaf, aku juga sedang ada klien, sebentar lagi kami ada janji makan siang, jadi aku tidak bisa menemani kamu.”

[Selalu begini. Kamu memang tidak bisa diandelin, ya, Haris? Tinggal batalkan saja janji di sana lalu kamu susul aku sekarang.]

Ucapan Diana membuatku tidak berselera mendengarkan. Segera aku tutup telepon sebelum ia selesai bicara.

Aku harus menyimpan dalam-dalam luka ini, luka akibat dilecehkan istriku sendiri.

Terkadang aku berpikir, apakah dia bisa menjadi ibu yang baik jika benar kelak kami dipercayakan untuk memiliki anak? Sedangkan waktunya habis tersisa untuk pekerjaan. Dia pulang ke rumah sudah dalam keadaan lelah dan sering marah-marah. Diana sangat berbeda dengan Keysha.

Perempuan itu beberapa waktu lalu bertanya, apakah dia bisa menjadi guru TK? Dia sudah memasukkan lamaran online di sebuah lembaga kursus ternama. Tanpa sadar, Keysha bercerita bahwa dia pernah menjadi guru TK.

Itulah kenapa aku melihat Keysha sangat berbeda, seperti ada sifat keibuan yang secara alami muncul. Ternyata itu alasannya, dia pernah menjadi guru TK. Perlahan-lahan, terlintas bayangan Keysha sedang dikelilingi anak-anak kecil karena dia seorang guru.

Lalu di waktu lain, muncul bayangan Keysha sedang menggandeng anak kecil yang cantik. Gadis cilik cantik itu anaknya dan Keysha menggamit lenganku. Aku berada di sampingnya. Ah, itu khayalan terindah yang pernah aku rajut di dalam benak.

Lamunanku buyar saat melihat seraut wajah manis yang sejak tadi aku bayangkan, muncul di depan pintu kaca. Perempuan itu sangat anggun. Baru kali ini aku melihat Keisya berpenampilan seperti wanita berkelas, memakai gaun dengan warna yang tidak mencolok, tetapi justru menonjolkan kecantikannya.

Baru kali ini juga kulihat Keysha juga memakai riasan make-up yang tidak terlalu tebal, tetapi membuat wajahnya lebih segar. Dasarnya dia memang sudah cantik, jadi saat memakai make-up tipis-tipis seperti itu, justru membuatnya lebih bersinar.

“Hai, Key! Ayo masuk,” ucapku sembari membimbing tangannya, lalu menarik kursi untuk ia duduk. Keysha memandangku dengan pandangan yang sulit kuartikan. Pandangan itu seperti sebuah ungkapan rasa terima kasih tidak terhingga, padahal aku tidak melakukan apa-apa, hanya mengambilkan kursi. Satu hal yang tidak perlu dibanggakan.

“Aku kira kamu tidak jadi datang,” ucapku saat kami sudah duduk berhadapan

“Justru aku yang merasa tidak enak, takutnya kamu tidak ada waktu karena sibuk kerja.”

“Kalau aku yang ajak, itu artinya aku sudah mengatur semua jadwal pekerjaan dan bisa keluar kantor. Makanya, kamu tidak perlu khawatir, Key. Jangan merasa bersalah karena aku yang mau mengajakmu bertemu.”

“Baiklah kalau begitu, aku jadi lebih tenang. Maksudku tidak ngerasa bersalah lagi.”

“Memangnya selama ini ada yang menyalahkan kamu?”

Keysha terlihat gugup mendengar pertanyaanku. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengan rumah tangganya. Apakah selama ini dia selalu disalahkan oleh suaminya? Atau bahkan dia sendiri yang selalu merasa kurang dan salah? Namun, saat melihat tatapannya tidak nyaman, aku memutuskan untuk mengalihkan pembicaraan.

“Aku sudah memesan menu yang paling spesial di kafe ini. Aku pingin mencoba semuanya, jadi tugasmu sekarang bantu aku menghabiskannya.”

Keysha tersenyum sangat manis. Senyuman yang beberapa waktu belakangan ini selalu menari-nari dan melekat erat di benakku. Senyuman polos perempuan rapuh. Seperti kuncup bunga yang mekar, tetapi malu-malu. Kini kuncup bunga itu telah mekar sempurna di hadapanku. Aku senang menjadi satu-satunya orang yang menikmati pemandangan indah ini.

Kami sibuk menikmati menu makan siang dengan obrolan ringan. Keysha sering tergelak saat aku menggodanya. Aku selalu suka melihat semburat merah di pipinya yang putih. Tawanya begitu lepas, seolah-olah beban batinnya terangkat.

“Jangan ngeliatin aku kayak gitu, Haris. Aku jadi malu.”

Berkali-kali kami bertemu pandang dan pada akhirnya Keysha menyerah. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangan dan itu membuatku gemas.

"Jangan menutupi kecantikanmu, Key. Itu terlalu indah untuk kamu tutupi. Meskipun kamu berusaha begitu keras, tapi pancarannya tetap menyilaukan,” ucapku sedikit menggombal. Padahal aku tidak bermaksud membual, memang begitulah kenyataannya. Di mataku, Keysha seperti peri cantik yang tidak bosan-bosan aku pandangi.

“Habis ini kita jalan-jalan sebentar, ya.”

“Memangnya kamu tidak telat lagi masuk kantor?”

“Udah, kamu tidak perlu khawatir tentang kerjaanku. Pokoknya kamu harus ikut aku jalan-jalan sebentar.”

Kami turun dari mobil lalu berjalan mengitari taman kota, sampai akhirnya aku punya ide untuk membawanya ke sebuah pantai yang tidak terlalu jauh.

“Kamu suka pantai juga?” tanya Keysha.

Aku menganggukkan kepala sambil memasukkan kedua tangan ke dalam saku celana.

“Udaranya segar. Lihat langitnya sangat indah. Biru dan putih berpadu kontras sekali,” ucapku sambil mendongakkan kepala.

“Bentuknya tidak beraturan, tapi tetap indah dipandang.” Keysha bergumam sambil memandang gulungan awan putih di atas langit yang biru cerah.

“Keysha, aku ingin sekali pergi ke suatu tempat yang indah dan damai, di mana tidak ada satu orang pun yang mengenalku,” ucapku lirih.

Keysha seperti tidak percaya mendengarnya, perempuan itu segera berpaling ke arahku.

“Kalau ada tempat yang bisa menyembuhkan kesakitan dan membebaskan dari belenggu, aku juga mau ke sana,” balasnya pelan.

1
Emily
tukar pasangan wkwkwk
Emily
perempuan oon
Emily
Keysha juga salah dah tau mau pergi ya masak dulu beresin rumah masak iya pergi srharian
Ismi Kawai: dia lagi males kak ... mager
total 1 replies
Norlehaarsad Arsad995
anjing punya cerita
Ismi Kawai
iler kali yang netes
RahaYulia
kisah yg pnuh kesan tp cerita bahagianya cuma sedikit thor msh kurang byk😁😁😁
Ismi Kawai: iya ya... hahahah, biarin adja deh. yg bahagianya kamu bayangin sendri
total 1 replies
RahaYulia
ayolah haris,kmu pst pintar kan? pikirkan baik2 apa prnh sedikit saja cairanmu menetes dirahim diana bbrapa bln terakhir???
RahaYulia
kmu mnta dukungan bpk nya diana atuh ris biar cpt pisahnya ckckck....
Ismi Kawai: siap kk.. nanti dimintain
total 1 replies
RahaYulia
aku mh biasa aja klo pun emang haris ma diana tidur bareng krn status mrk msh sah, bda lg klo ma keisya meskipun sama2 pihak tersakiti tp tdk dibenarkan jg klo mrk mesra sblm wkt nya
tp aku sih yakin klo burung haris anteng2 aja walaupun diobok2 diana sedemikian rupa🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ismi Kawai: hahaha, anteng donk
total 1 replies
RahaYulia
senangnya pnya tmn yg saling pengertian saling dukung❤️
Ismi Kawai: iya donk...kaya kamu
total 1 replies
RahaYulia
mana ada haris mnyesal apalagi klo kmu mati. bikin syukuran gede2an yg ada😁🤣🤣
Ismi Kawai: jangan setega itu kak... hahaha
total 1 replies
RahaYulia
malah aku ikutan berdebar deg deg an
Ismi Kawai: ish... malah seneng km ya 🤣🤣🤣
total 1 replies
Surati
ceritanya sangat bagus, sangat suka sekali tidak berbelit2. Terima kasih thor, semangat dalam berkarya 💪🙏🏻
Ismi Kawai: sama2 kak... mksh dah mampir
total 1 replies
Annie Soe..
Tengkyu thor,
Aku suka tokoh2nya bukan ceo yg serba wow,,
ditunggu karya2 selanjutnya..
Ismi Kawai: mksh banyak untuk dukungannya
total 1 replies
kavena ayunda
karma buat andre
Ismi Kawai: betul kak, biar tau rasa
total 1 replies
Giben Nezar
ok
Ismi Kawai: ❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Vera TV
siapppp... tetap semangat kak ismi...
Ismi Kawai: ❤❤❤❤❤❤❤
total 1 replies
Erni Handayani
Wahh selamat yaa haris dan key

Juga buat othor semoga kehamilan ny sehat hingga melahirkan.
Lopee uu othor
Erni Handayani: Macama. Kak is,, 😘😘
total 2 replies
delis armelia
kasih Kesya hamil dulu,selamet kakak semoga bayinya sehat
Ismi Kawai: aamiin, mksh kak udah ikutin dr awal smp akhir. 🙏🙏🙏
total 1 replies
Giben Nezar
mau lanjut Keysha sampe hamil n melahirkan ya thor....bikin mereka ketemu sama andre n diana....bikin mereka nyesel....selamat ya thor sehat selalu
Ismi Kawai: mksh kak doanya... udah bahagia ya keysha dan harisnyaaa...
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!