21+
Untuk mencintaimu adalah HAL YANG MUDAH tetapi untuk mendapatkan cintamu adalah HAL YANG PALING SULIT untuk aku lakukan"
-Kanaya Almira
"Aku tidak akan pernah memperlakukanmu sebaik itu, bahkan untuk menyakiti atau menyiksamu saja aku sanggup"
-Rendy Saputra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Venita Ven-Ven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 14
Aku meninggalkan kak Rendy diruang tamu dan langsung masuk kedalam kamarku. Aku menangis sejadi-jadinya, rasanya aku ingin mengakhiri penderitaan ini. Ku ambil selimut dan kembali ke ruang tamu.
Tubuh yang begitu gagah dan kekar terbaring di sofa empuk nan nyaman. Ku hampiri ia dan menyelimutinya, aku pun duduk disampingnya dan menatap dalam wajahnya.
"Akankah aku bisa melepaskan mu, kak ...??!! " ujar ku pelan dan gemetar.
Kak Rendy yang sedang mabuk terus menerus memanggil nama Shella. Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku dan menahan air mata ini agar tidak tumpah.
Mana ada seorang istri yang rela mendengar bahkan menyaksikan suaminya bersama wanita lain.
Hatinya hancur seperti pecahan kaca, walaupun kamu bisa memperbaikinya tapi kamu masih bisa melihat retakannya.
"Jika aku sanggup memperlakukanmu seperti kau memperlakukanku, mungkin kau akan membenciku.
Ada yang lebih menyakitiku dari sekedar hati yang patah yaitu, ketika mencintaimu sampai kini namun tidak bisa memilikimu. " ucapku lirih diikuti air mata yang sudah mengalir dengan derasnya.
Sang surya mulai menyebarkan cahayanya, aku yang terbangun karena sinar mentari yang masuk dari sela gorden yang menutupi ruangan. Ku alihkan pandanganku pada sosok yang masih terbaring dengan nyenyak nya tanpa menghiraukan apapun.
Ku langkahkan kakiku menuju kamar mandi dan membersihkan diriku. Setelah selesai aku pun langsung membuang semua makanan yang ku buat kemarin, kecuali kue ulang tahun. Aku pun langsung memasak makanan yang membuat seseorang mengernyitkan dahinya, mencoba untuk bangun karena terganggu oleh aroma masakan.
Dia menatapku lekat, melihat ke arah badannya yang masih tertutup selimut tebal dan nyaman. Aku pun menghampirinya dan memberikan semangkuk sup penghilang mabuk. Dia pun meminum sup itu dan langsung pergi tanpa sepatah katapun.
Aku pun melanjutkan masak yang sempat tertunda, dan memanggil kak Rendy untuk sarapan. Hari ini aku memutuskan untuk home schooling, aku ingin fokus dengan rumah tanggaku dan sekolahku. Sementara itu kak Rendy mulai menuruni tangga menuju ruang makan, saat ini aku sedang membersihkan seisi apartemen.
"Hey .... " panggil kak Rendy yang mengagetkanku. Aku pun langsung membalikkan tubuhku dan menunjuk diriku sendiri.
"Iya, memangnya siapa lagi yang tinggal disini. Temani aku makan, aku gak biasa makan sendiri ... " ucapnya sambil memalingkan wajah tampannya.
Aku pun bergegas menghampiri kak Rendy yang sedang duduk tenang menyuapkan makanan ke mulutnya. Aku duduk didepan kak Rendy dan mengisi piringku dengan masakan yang ku buat. Ini pertama kalinya aku sarapan dengan suamiku sendiri, rasanya aku ingin menghentikan waktu dan tetap seperti ini.
"Tuhan .. Andai dia mencintaiku pasti aku akan bahagia ... " ucapku dalam hati.
Seperti biasa selesai makan dia pergi ke kantor, sebelum dia keluar dari pintu aku mengulurkan tanganku dan meraih tangan kanannya.
"Aku ingin mencium tanganmu, ini adalah bakti ku sebagai istrimu kak .... " ucapku sambil meraih dan mencium tangannya.
Sontak aku kaget karena tidak ada perlawanan darinya, aku pun langsung melepaskannya dan menundukkan kepalaku. Kak Rendy pun pergi meninggalkanku sendiri, hari ini adalah hari yang sangat membahagiakan untukku.
Aku kembali membersihkan rumah dengan suasana hati yang gembira, andai Shella tidak akan muncul lagi.
Aku berjanji pada diriku sendiri, selama Shella tidak ada aku akan membuat suamiku mencintaiku secara perlahan.
---------
Hari ini aku memasak makan siang untuk kak Rendy, sungguh nikmat yang luar biasa yang patut aku syukuri.
Sekitar 30 menit aku memasak dan menyiapkan semuanya, aku keluar dari apartemen dan memesan taksi online. Tak butuh waktu lama taksi yang ku pesan sudah datang, aku berniat akan pergi ke kantornya.
Setelah sampai aku langsung masuk dan menaiki lift menuju ruangannya. Jantungku berdebar sangat cepat, aku tidak tahu akan seperti apa ekspresinya. Pintu lift pun terbuka dan aku pun menghampiri meja sekretarisnya.
"Apa pak Rendy ada di ruangannya ... ??!! " tanyaku pada sekretarisnya.
"Bos sedang rapat nona, kalau boleh saya tahu anda siapa dan apa sudah membuat janji bertemu ...??!! " tanya sekretaris itu.
"Saya adiknya ... " jawabku singkat.
"Oh nona adiknya, maafkan saya non saya tidak tahu. Anda bisa menunggu didalam ruangan pak Rendy ... " ucapnya sambil berdiri dengan suara yang gemetar.
Aku pun langsung masuk kedalam ruangan kak Rendy dan duduk di sofa dekat jendela. 1 jam aku menunggu tapi kak Rendy belum muncul juga, 2 jam, 3 jam, 4 jam aku menunggunya sampai akhirnya aku tertidur di ruangannya.
masih bingung dengan kata² 'Kanaya langsung naik ke kamarku dan membersihkan tubuh ku' ? "ku" nya itu siapa?
ini cuman saran & kritik aja ya, bukan menjatuhkan..
sukses trs kak.
Fyi? aku bisa nemu tulisan kamu karena masuk Beranda di rekomendasi pilihan Editor. Itu udan clue banget artinya wajib di lanjut, kan?!
Ayo semangat Kakak Author🥰