NovelToon NovelToon
Tujuh Tahun Pernikahan

Tujuh Tahun Pernikahan

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Tamat
Popularitas:563.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Aryani_aza

Tujuh tahun telah bersama dalam satu atap, tidak membuat pengorbanan dan cinta suci yang Nadira miliki akan berakhir bahagia.

Nyatanya, pria yang dia cintai dengan seluruh jiwa dan raganya tega bermain perempuan di belakangnya. Bukan hanya itu saja, Nadira terus mendapatkan tekanan dan diskriminasi dari mertuanya sendiri karna sampai saat ini belum memiliki bayi.

Namun ... yang tidak bisa di percaya oleh Nadira, jika sang suami bermain api dengan seseorang yang sangat dia kenal baik.

Kini Nadira harus kehilangan dua rumah dalam satu waktu, dan bertahan hidup dengan waras cinta pertamanya. Mampukah Nadira hidup bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aryani_aza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 : Bertemu anak kecil.

Tujuh tahun pernikahan.

...🍀🍀🍀...

''Ahhhh ...'' Nadira berteriak sekuat tenaga di area danau, ia melepaskan rasa sakit di hatinya dengan berteriak sekuat yang dia bisa agar sesak yang ada di dalam hatinya merasa berkurang.

Nadira mengingat di mana pertama kali ia berjumpa dengan suaminya, kenangan selama tujuh tahun pernikahan dan semasa mereka berpacaran masih terbayang di benak Nadira.

Edgar adalah cinta pertamanya sewaktu sma, dia tidak pernah jatuh cinta pada lelaki mana pun selain Edgar dan sekarang cinta pertamanya sudah mengkhianati dirinya. Membuat Nadira kehilangan separuh jiwanya yang selama ini selalu melekat dalam hati dan raganya, mungkin dulu ia bisa tegar saat kedua Orangtuanya pergi meninggalkan dirinya karna masih ada Edgar memenani dirinya.

Tapi sekarang, orang yang selalu menemani dirinya dalam suka mau pun duka malah memberikan luka yang teramat dalam dan mungkin tidak akan pernah ia lupakan di seumur hidupnya.

DHUK.

Nadira berlutut lemas meratapi hidupnya yang malang, ''Tidak Nadira, kau jangan lemah hanya karna seorang laki-laki ... Hiks,'' Tetap saja airmata sialan nya terus menetes tanpa bisa di komando.

''Tante ... kenapa kau menangis?'' Tanya seseorang dari arah belakang.

Nadira menoleh dan terkejut melihat jika di belakangnya ada gadis kecil yang sangat cantik dan imut, Nadira segera menghapus air matanya dan tersenyum.

''Tidak, siapa yang menangis ... Tante hanya kelilipan.''

Gadis kecil yang baru berusia enam tahun itu mengerutkan keningnya, ''Apa Tante masih kelilipan? Sini, biar Ruby tiup mata Tante. Kata Papah, kalau kelilipan harus di tiup supaya debunya hilang.'' Ucapnya dengan nada lucu.

Ruby kecil menghampiri Naidra lalu memegang pipinya dan menipu mata Nadira secara perlahan, membuat hati Nadira menghangat kala tangan kecil menyentuh pipinya.

'Ya Allah ... perasaan apa ini? Beginikah rasanya jika aku memiliki anak?'

''Apakah mata Tante sekarang sudah sembuh?''

Nadira tersenyum dan mengangguk, ''Wah ... Ruby sangat hebat bisa menyembuhkan mata Tante.''

Terlihat Ruby kecil tersenyum bahagia.

''Eh, di mana kedua Orangtua mu, Nak? Kenapa jalan-jalan sendirian.''

''Tadi Ruby bersama Suster, tapi suster sedang membelikan Ruby eskrim. Suster menyuruh Ruby untuk menunggu disini.'' Jawabnya dengan lucu, membuat Nadira gemas dan mencubit halus pipi Ruby.

''Siapa nama mu. Nak?''

''Ruby Tante.''

Nadira tersenyum, ''Tante, adalah Tante Nadira. Rumah kamu di mana?''

''Rumah Ruby tidak di sini Tante, Ruby sama Papah sedang berkunjung ke rumah eyang ...''

Nadira mengangguk, lalu tak lama seseorang berteriak memanggil nama Ruby, yang tidak lain adalah susternya.

''Non Ruby, kirain main jauh.''

''Nggak kok, Ruby di sini sama Tante Nadira.''

Nadira dan suster saling pandang dan melempar senyum.

''Lain kali jangan di tinggal jauh yaa Mbak, takut hilang Ruby nya.''

Suster itu mengangguk. ''Iya Mbak, makasih ... kalau begitu saya pergi dulu. Ayo Non.''

Sang suster mengajak Ruby kecil pergi, Nadira melambaikan tangannya dan menatap tubuh kecil Ruby dengan nanar ... jika saja dia bisa memiliki keturunan, mungkin dia tidak akan sesepi ini.

Tak lama, ponsel Nadira berdering yang tidak lain adalah mertuanya yang menelpon. Awalnya Nadira enggan untuk menjawab, namun Ibu mertuanya ini terus terusan menelpon dirinya yang mana membuat Nadira mengalah dan menjawabnya.

(Iya bu.)

(Kamu di mana!) bentaknya dari sebrang telpon.

(Di jalan, ini mau pulang)

(Nggak usah pulang ke rumah! Ibu lagi di rumahsakit. Cepat kesini urusin Ibu.)

(Memangnya Ibu kenapa sampai bisa masuk rumahsakit?)

(Nggak usah banyak tanya kamu! Semua ini gara gara kamu, pokonya sekarang sini urusin saya!)

Nadira menghela nafasnya,(Memang Rima ke mana?)

TUT.

Sambungan telpon itu terputus dengan sepihak, membuat Nadira mencibiknya dengan kesal.

''Tenang Nadira, hanya butuh beberapa langkah lagi kamu bisa terbebas.'' Gumam Nadira, lalu melangkah pergi menuju ke rumah sakit.

...🍀🍀🍀...

...LIKE.KOMEN.VOTE ...

1
Lina Suwanti
ayo Nadira,,sdh cukup penderitaan yg kamu alami selama ini.....balas dgn cantik ibu mertua n adik iparmu
Ninik Srikatmini
awas looh diir.. nti bucin loh ma babang Rama😊
Ninik Srikatmini
hahaaaaa seru nih... 😆
Ninik Srikatmini
ga' nyangka trnyata nadira huewebat
Ninik Srikatmini
duuh suami luknut trnyata...
Ninik Srikatmini
hahaaaaa ibu2 klu dah ngumpul gitu deh
ovi
lnjut kk
Maggie Toth Lim
anak sepa la Nadira tu otak ngak cukup jadi perempuan.mau berlaki tapi otak nol
Maggie Toth Lim
aduhai ni lagi ada perempuan tolol tolak merdeka😁
murni l.toruan
Karma manisnya sama tidak dengan kurma..... hehehe Mumun mertua Dajjal tunggu kehancuran kalian
murni l.toruan
menantu itu bukan pembantu, Edgar punya gajikan.... buat gaji ART tidak mampu? Mak dan anaknya tidak punya otak
guntur 1609
masa Rama berbicara sma mamanya bilang kau... gak sopan banget
guntur 1609
kena tula kau kan. kebanyakan gelap celup sna sini
guntur 1609
dasar si rama
guntur 1609
sama ja kalian dua
guntur 1609
berubah apanya. tu ddh jadi penyakit yg gak bisa disembuhkan lagi. kalau emang si bodat Edgar berubah. pas sdh ketahuan yg pertama x pasti dia nyesal dan berubah. ni tfk
guntur 1609
dasar muka tembok. masih juga gak sdar
guntur 1609
enak ja kau bilang bodat
guntur 1609
mampus kau kan
guntur 1609
bagus tuh dira
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!