NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Ciara

Mengejar Cinta Ciara

Status: tamat
Genre:Duda / Cerai / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Tamat
Popularitas:526.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Navizaa

Ciara pergi ke luar kota untuk meninggalkan luka, meninggalkan orang-orang yang telah menyakitinya. Mungkin bagi mereka, Ciara memang bodoh, tapi setelah kehilangan hal paling berharga membuat wanita itu kuat.

Namun, Ciara tidak bisa tenang ketika persembunyiannya ditemukan oleh Arkan dan Jihan. Dua orang yang telah membuat luka dihatinya.

Akankah Ciara mampu menghadapi Arkan yang nyatanya tidak ingin melepaskan begitu saja.

Sedangkan Jihan juga memohon padanya agar merelakan Arkan untuknya.

"Aku tidak bisa kembali pada orang yang telah menorehkan luka terdalam di hatiku!!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Navizaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 14

Happy Reading.

Ciara menatap ponselnya dengan gelisah, dia mengirim pesan pada sang Mama untuk menanyakan keberadaan Arkan, apakah pria itu masih dirumahnya atau sudah pergi.

Ciara sudah menghabiskan segelas kopi hitam dan 4 gorengan tempe mendoan. Dia ingin segera pulang untuk membersihkan diri.

Huh, kenapa juga Arkan pergi mencari sampai ke Bali. Bukannya pria itu sudah ikhlas melepaskan dirinya? Ciara membatin.

Menatap kosong jalanan sampai membuat Firman berdecih dengan wanita yang sudah dikenalnya lama itu.

"Mbak Cia, bengong mulu, entar kesambet loh!" Firman menyenggol lengan Ciara agar wanita itu sadar.

"Eh, siapa yang bengong," Ciara menegakkan tubuh. "Aku tuh lagi mikir mau nyari kerjaan, tapi nggak tau mau kerja apa, dulu aku kuliah di jurusan teknik informatika, tapi karena nikah jadi lupa, udah nggak bisa apa-apa lagi sekarang!" Ciara menopang wajahnya dengan kedua tangan.

"Ngapain juga kerja? Udah ada suami yang nyariin buat kebutuhan kamu, suami kamu kan kaya, kamu juga anak orang kaya, lah mau kerja apa lagi, tinggal menikmati hidup dan jadi ibu rumah tangga yang baik," jawab Firman sambil melayani pembeli.

Ciara menghela nafas, awalnya dia juga berpikir seperti itu, berpikir ketika sudah menikah dia tidak membutuhkan pekerjaan karena hanya ingin menjadi istri dan ibu yang baik. Tetapi ternyata semuanya hanya khayalan dia yang begitu tinggi, tidak ada pernikahan impian yang dia dambaan bersama Arkan.

Pria yang dia cintai sejak dulu, sejak jaman kuliah. Dia mengira jika Arkan memang tidak ingin pacaran karena selama itu dia tidak pernah melihat Arkan dekat dengan wanita manapun.

Arkan hanya berkumpul dengan nya dan juga Jihan. Ciara tidak pernah menyangka jika ternyata Arkan dan Jihan adalah sepasang kekasih?

Dan yang lebih Ciara sesali yaitu kenapa mereka tidak pernah mengatakan berita sebesar itu padanya. Kenapa mereka menyembunyikan kedekatan mereka di belakang Ciara.

Sungguh kalau saja Ciara tahu jika yang dicintai Arkan adalah Jihan, maka Ciara tidak akan pernah menerima lamaran Arkan waktu itu.

Ting!

Satu pesan masuk.

Ciara melihat sang Mama mengirim pesan padanya.

[ Arkan sudah pamitan barusan, dia juga langsung pergi, tadi Mama yakinin dia kalau kamu benar-benar tidak ada disini ]

Ciara tersenyum membaca pasan dari sang Mama, sepertinya setelah ini dia harus pergi dari Bali secepat mungkin agar tidak bisa ditemukan oleh Arkan.

Ciara tidak mau jika hidupnya masih terbayang-bayang mantan suaminya itu.

Sedangkan Arkan kembali ke hotel tempat dia menginap. Pria itu menjatuhkan tubuhnya di atas ranjang, masih setengah tidak percaya jika Mantan istrinya itu tidak ada di Bali.

"Apa kamu sudah tidak ingin bertemu denganku lagi, sayang," gumam Arkan sambil menatap foto Ciara di layar ponsel.

Foto pernikahan mereka, di dalam sana Arkan bisa melihat senyum Ciara yang begitu lebar. Wanita itu memakai kebaya pengantin modern dan terlihat begitu cantik.

Arkan tersenyum menatap foto mantan istrinya itu, kemungkinan dia beralih menatap foto dirinya yang juga tengah tersenyum tetapi tidak lebar.

Arkan saat itu belum tahu perasaan nya untuk Ciara, karena sewaktu menikah, yang Arkan ingat hanyalah ingin membuat Jihan cemburu dan menangis.

"Mungkin karena saat itu niatku menikahimu tidak tulus, sekarang aku sudah mendapatkan karmanya, sayang! Sekarang aku yang tidak bisa hidup tanpa kamu, aku tidak ingin hal lain lagi Ciara, aku ingin hatimu luluh kembali untukku!"

Arkan menyeka air mata disudut matanya yang sebagian sudah menetes. Sungguh Arkan begitu rapuh jika mengingat kembali bagaimana wajah mantan istrinya yang menatapnya dengan tatapan kecewa.

'Maaf karena telah membohonginya mu Ciara!'

***

Jihan berjalan masuk ke ruangan kerja Johan, disana Johan tengah berkutat dengan berkas-berkas yang ada di atas mejanya.

Jihan mendengus kesal, pria itu sama seperti Miko dan Arkan, mengabaikan nya begitu saja.

Jihan menarik kursi didepan Johan dan langsung duduk di sana. Johan masih belum mau mengangkat wajahnya karena dia tahu siapa yang datang untuk mencarinya tanpa permisi itu.

"Apa ini caranya lu menyambut tamu?" tanya Jihan kesal karena diabaikan oleh Johan.

"Apa ini caranya bertamu sopan, masuk seenaknya tanpa permisi? Gue masih kerja tidak ada waktu untuk ladenin lu!" jawab Johan kali ini mengangkat wajahnya untuk menatap Jihan.

Jihan bersedekap dada dan menatap wajah Johan dengan tatapan tajam. "Gue udah ngabarin kalau gue ingin bertemu, sebenarnya kalian ini kenapa sih? Miko nggak balas pesan gue, lo juga!! Dan Arkan tiba-tiba tidak bisa dihubungi, sepertinya dia pergi dan tidak ada di Jakarta!" Jihan mengelus perutnya yang kini berusia 9 bulan. Hpl nya beberapa hari lagi dan Arkan semakin menghindarinya.

Setelah Ciara minta cerai, Arkan sudah tidak peduli lagi dengannya, tapi tidak masalah selama Jihan masih bisa bertemu dengan Arkan. Tapi sepertinya pria itu sudah tidak ada di apartemennya beberapa hari ini.

"Dari mana lu tau kalau Arkan pergi?" Johan memicingkan matanya menatap wanita cantik dihadapan nya saat ini.

Johan memang mengakui jika Jihan memang cantik, wajahnya berbentuk oval dengan hidup mancung, bibir tipis kecil dan mata yang besar.

Tidak salah jika Arkan dulu sempat tergila-gila pada Jihan. Sebagai laki-laki dia juga merasa jika Jihan memiliki daya tarik tersendiri.

"Gue sekarang tinggal di gedung apartemen yang Arkan tinggali, gue tinggal di atas unitnya!"

Johan geleng-geleng kepala melihat kelakuan Jihan.

'Dasar wanita tidak tahu malu!'

Bersambung.

1
Sulati Cus
tamat nya ngegantung
pipi gemoy
akhir yang buruk buat Doni n Jihan 😑🌹
pipi gemoy
byk typo Thor
pipi gemoy
saudara Arkan beda ibu
pipi gemoy
Johan suka bener 😁🌹
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
setelah tamat lapak ortunya Ciara
baru bab 1 sudah esmosi sama si suami BoTol😜👻
Yuni Harti
sabar Ciara ...
Yuni Harti
mampir thor
Yus Nita
syukuriinn...
katma gak pernah sslah alamat.
crpast atsu lambat dia akan datang menghamoiri
Yus Nita
jalang oh kalang..
bakal ayah meetua pun di embat juga! dan kau Doni, memang orang tua tak ber moteal..
Yus Nita
mampos kau jalang., kena usir kan.
dan fi sini yg pantas di salah kan adalah Doni ayah mu, yg serakah dan gila harta itu.
Yus Nita
siluman jalang...
hadeccchhh...
Yus Nita
syukuriin...
rasa in lo siluman rubah 😀😀😀
Yus Nita
syukuriin...
rasa in lo siluman rubah 😀😀😀
Yus Nita
mams lo Arkan, menolong anak orang lain, malah memvunnuh anak mu sendiri. makn ruch penyesalan
Yus Nita
nasib mu lah Ciara bego, udah tau suami srlinfkuh masih aja mau pura2 gak tahu.
ygakgir ny menyakiti diri sendiri
Yus Nita
cintalo bilang, tapi gak bisa leoas dari nasa lalu 😃😃😃
3sna
masih bnyak typo n salah kata
3sna
lha mo bw aja pake nanya,bukannya buru dibantuin
Rita Juwita
bagus thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!