NovelToon NovelToon
The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]

The Indigo [ Breathing In Two Realms 2 ]

Status: tamat
Genre:Misteri / Horor / Supernatural / Tamat
Popularitas:793k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nur Idhafi

The indigo(revisi)✔️

Karena kemampuan yang dimilikinya, Airin sering mengalami kejadian aneh di luar nalar orang normal. Karena itu ayahnya memutuskan untuk memindahkan Airin ke Yayasan Rumah Batin, Yaitu yayasan khusus untuk anak-anak yang memiliki kemampuan yang sama sepertinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Idhafi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter.14 Salah tingkah

“Pagi anak-anak!” Sapa wali kelas kepada kami.

Dia datang setelah beberapa menit setelah kami masuk ke dalam kelas.

“Pagi Bu,” jawab kami dengan kompak.

Kemudian Ibu wali kelas duduk di bangkunya. “Bagimana kabar kalian hari ini anak-anak?” tanya Ibu wali kelas kepada kami sambil mengeluarkan peralatan untuk mengajar dari dalam tasnya.

“Baik Bu!” kami kembali menjawab dengan kompak.

Ibu wali kelas itu benar-benar sibuk atau dia benar-benar sombong. Dia tidak sedikitpun melihat ke arah kami semenjak dia masuk ke dalam kelas.

“Nah! Pagi hari ini sangat istimewa karena kita kedatangan teman baru, dia adalah murid pindahan dari kota,” Ibu wali kelas itu menatapku dan dia juga tersenyum kepadaku.

Baru saja aku mengatakan sesuatu tentang Ibu itu yang terlihat sombong karena dia tidak melihat ke arahku sejak tadi. Aku malah merasa bersalah karena telah menduga-duga kalau Ibu itu adalah guru yang sombong.

Senyuman yang diberikan Ibu wali kelas itu sangat tulus dan senyumannya mengeluarkan aura yang baik sehingga membuatku tersenyum kembali kepadanya.

Ibu wali kelas itu memperkenalkan diriku sebagai murid baru di kelas X A ini.

“Kepada Airin Kanyasara dipersilahkan untuk maju dan memperkenalkan diri di depan,” Ibu wali kelas menyuruh maju ke depan untuk memperkenalkan diriku kepada murid murid yang ada di kelas X A ini.

Aku merespon Ibu wali kelas dengan mengangukkan kepala, lalu aku pun maju ke depan untuk memperkenalkan diri kepada murid-murid yang ada di ruangan kelas X A ini.

“Boleh saya mulai Bu?” tanyaku terlebih dahulu kepada Ibu wali kelas setelah maju ke depan dan hendak memperkenalkan diriku kepada mereka.

“Silahkan,” jawab Ibu wali kelas itu dengan ramah.

Kemudian aku menghadapkan pandanganku ke arah mereka, para murid-murid di kelas X A. Aku mengambil napas dalam-dalam dan melepaskannya dengan perlahan. Itu kulakukan agar tidak gugup pada saat aku memperkenalkan diri nanti.

“Hallo selamat pagi teman-teman,” aku menyapa mereka untuk memulai perkenalan diri.

“Pagi!” jawab mereka dengan meriah seakan mereka menyambut kedatanganku.

“Bagaimana kabar kalian hari ini? Sangat menyenangkan bagi saya bisa berada di sekolah ini. Nama saya adalah Airin Kanyasara. Kalian bisa memanggilku Airin,” aku melanjutkan untuk memperkenalkan diriku kepada mereka.

“Aku berasal dari Jakarta, dan aku tinggal di yayasan Rumah Batin untuk saat ini. Aku lahir pada tanggal 03 Maret 2003. Jadi sekarang aku berusia 16 tahun. Aku pindahan dari sekolah negeri di Jakarta dan aku di pindahkan ke sekolah ini karena aku penasaran dengan kehidupan mandiri, maka dari itu aku memutuskan untuk pindah ke yayasan Rumah Batin dan sekolah di sini. Menyukai kegiatan bermain piano dan hangout. Jadi jika siapapun di antara teman-teman ada yang memiliki hobi yang sama denganku, mungkin kita mungkin bisa berteman dengan sangat baik. Aku benar-benar ingin menjadi seorang pengacara yang hebat jadi aku bisa pulang ke tempat asalku dan memberi keadilan yang layak bagi orang-orang yang tertindas di sana,” mereka pun bertepuk tangan setelah mendengar cita-citaku.

“Baiklah Airin! Perkenalkan nama Ibu adalah Sindy Kurniawan, kamu bisa memanggil saya Ibu Sindy,” Ibu wali kelas itu memperkenalkan dirinya kepadaku. “Senang bisa bertemu denganmu Rin! Sekarang silahkan untuk duduk kembali ke bangkumu,” Ibu Sindy pun akhirnya mempersiapkan diriku untuk kembali duduk di bangku.

“Baik Bu,” jawabku dengan singkat lalu berjalan kembali menuju ke tempat dudukku.

“Beri tepuk tangan yang meriah untuk Airin!” seru Bu Sindy kepada teman teman.

Pok pok pok.

Mereka bertepuk tangan untukku sehingga membuatku salah tingkah dan juga membuat pipiku menjadi merah

Bersambung

1
Alshaya_2604
seru banget ceritanya
Alshaya_2604
hmm novel terfavorit nih
Siti Arbainah
dari awala baca kya familiar bgt trus lanjut baca smpai bwah ehh ternyta udh pernah baca novel ini😅, biarpun udh brpa tahun tpi ttap ingat alur cerita nya
Maria Lina
heran dimana"swlalu ada bulyan aneh🥰🥰
Risa Lestari
aduhh pusing bacanya
Nurhalimah Al Dwii Pratama
gx bisa sma varel
Nurhalimah Al Dwii Pratama
tp sayank varel,bagus,bima,alex friska,kelya udh mati.
Nurhalimah Al Dwii Pratama
wah serem
Nurhalimah Al Dwii Pratama
kok varel mati si huftt harusnya jgan dlu kan kan varel suka sma arini
Nurhalimah Al Dwii Pratama
huftt bagas mati duluan emnk brpa korban si kan ada 20ank yayasna kan liburan membawa bencana....kasian yg gx tau apa" jd korban
Nurhalimah Al Dwii Pratama
knpa yg lain gx d ajak bagas,varel,rania dll Amara dll sembunyi d besmen
Nurhalimah Al Dwii Pratama
tucch kan temen'y jd korban
Nurhalimah Al Dwii Pratama
brarti si aki pengabdi iblis dia pengen mati tenang jd k jiwa sri dasar sri bododh
Nurhalimah Al Dwii Pratama
anaknya si mbok si
Nurhalimah Al Dwii Pratama
crita d buku diare ka amara
Nurhalimah Al Dwii Pratama
kemna bagas
Nurhalimah Al Dwii Pratama
semoga bagas gx mati ya bagas kan suka sma spa tdi kan dia cemburu si kinar apa spa dekat sma vero apa vito
Nurhalimah Al Dwii Pratama
siapa ya tom aba bela
Nurhalimah Al Dwii Pratama
serem
Nurhalimah Al Dwii Pratama
cary gara" si d bilang jangan trus si Keysa sma Keyla gmna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!