NovelToon NovelToon
Asmara Gadis Mafia × Ketua OSIS

Asmara Gadis Mafia × Ketua OSIS

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Ketos / Mafia / Tamat
Popularitas:8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Rara Tania

Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!

Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Camilla Volmerd!

Halley duduk di salah satu bangku di depan supermarket. Ia menaruh tas ranselnya di atas meja. Ia sedang menikmati ice cream untuk menenangkan pikirannya. Untung saja Papa Harchan tidak memblokir kartu kredit milik Halley, jadi sampai nanti pun Halley akan tetap bertahan hidup. Membeli apapun uangnya tak akan habis, namanya juga unlimited.

Untungnya sejak lama Halley sudah diajarkan keluarganya tentang penggunaan kartu itu. Meski pun terkesan berlebihan karena dia masih seorang anak kecil, tapi orangtuanya tetap mengajarinya. Biasanya tanpa bantuan Pak Agus sang supir, atau pembantunya, ia tak bisa menggunakan kartu itu karena masih di bawah umur. Tapi untung lah penjaga kasir supermarket itu berbaik hati memperbolehkannya.

Ia terus menikmati ice cream rasa cokelat itu, kesukaannya. Tetapi bukannya tenang, ia malah semakin tidak tenang. Ia memikirkan nasib keluarganya yang kini berada di tangan Vera dan Caitlin.

Tunggu, kenapa Halley malah memikirkan keluarga yang telah mengusirnya? Tapi itukan hanya kesalahpahaman. Tidak, tidak. Mereka tetaplah salah karena sudah mempercayai dua nenek lampir.

"Oke, sepertinya aku harus berubah." Guman Halley.

Setelah menghabiskan ice creamnya, Halley memejamkan matanya, istirahat. Entah sudah berapa ratus meter ia berlari tadi, yang jelas bagi Halley itu sangat jauh.

Seseorang menepuk pundak Halley, membuat Halley membuka matanya dan menoleh ke orang tersebut. "Ya?" Tanyanya dingin.

"Maaf, Dik. Tidak boleh tidur di sini. Ehm,.. Apa kau tidak punya rumah?" Tanya pria itu melirik ke tas ransel Halley.

Halley hanya menundukkan kepalanya, tidak menjawab. Pria itu mengerti, pasti Halley tidak punya rumah.

"Apa kau mau tinggal bersama paman?" Tawar pria itu. Berarti dia orang yang baik. Tapi tidak bagi Halley, ia sudah berjaga-jaga, ia sudah tak mudah lagi mempercayai omongan orang semenjak ditipu oleh Caitlin dan Vera.

"Saya tidak semudah itu untuk diculik!" Kata Halley dingin, ia tetap waspada meskipun keadaan di depan supermarket itu ramai.

Pria itu mengerti, pasti Halley diam sejak tadi karena takut diculik. "Paman bukan orang jahat, Paman pemilik supermarket ini, kenalkan nama Paman Jevar Volmerd. Kau bisa memanggil saya, Paman Jevar. Apa kau mau tinggal bersama Paman saja? Daripada tidur di sini?" Tawar pria yang bernama Jevar itu.

Mendengar nama 'Volmerd', Halley kembali merinding. Itu kan marga yang ada pada nama Caitlin. Artinya, orang ini..

Halley langsung bersujud di kaki Jevar, "Ampuni saya Paman. Saya tidak punya salah apa-apa. Tolong jangan sakiti saya." Kata Halley dengan suara serak, ia menangis. Takut diapa-apakan oleh Jevar, karena pikirnya orang itu adalah ayah Caitlin. Artinya, sama jahatnya dengan Caitlin.

Seketika Halley menjadi tontonan di depan supermarket itu. "Astaga, berdiri nak. Paman tidak mungkin menyakiti dirimu." Jevar memegang kedua bahu Halley yang gemetar itu, dan membantunya berdiri.

"Saya tidak punya salah, Paman. Tolong jangan sakiti saya.." Kata Halley sambil terisak.

Perkataan Halley sedari tadi membuat Jevar mengernyitkan dahinya. "Paman tidak mengerti, apa maksudmu, Nak. Tapi melihat kondisimu seperti ini, lebih baik kau ikut ke rumah Paman. Ceritakan masalahmu, siapa tau Paman bisa bantu. Yang jelas Paman bukan orang jahat."

Setelah dibujuk berulangkali, akhirnya Halley mau mengikuti Jevar ke rumahnya menggunakan mobil mahal. Pasti Jevar orang kaya, pikir Halley.

***

"Harchan, seharusnya kau tidak mengusir Halley. Bagaimanapun juga dia tetap anakmu. Dunia luar sangat berbahaya, Harchan. Apalagi untuk anak seusia Halley. Bagaimana jika nanti--" Perkataan Vera terputus.

"Diamlah, Vera! Halley tidak selemah itu, aku yakin ia pasti masih bertahan hidup di sana. Pasti Halley membawa kartu kredit unlimited kan. Lagian kalau Halley mati pun aku tidak peduli, nyawa orangtuaku dan Zherra artinya sudah terbayar olehnya." Ketus Harchan. Mood-nya sedang tidak baik.

"Baiklah, terserah kau saja. Tapi daripada seperti ini terus, kondisimu bisa turun, Harchan. Aku tidak mau kau kenapa-napa." Kata Vera, sok baik!!! "Hah, mana mungkin anak kecil seperti Halley bisa bertahan hidup dengan kartu itu. Mana mungkin dia bisa memakainya. Aneh sekali." Batin Vera, wanita itu nampaknya tak tahu jika Halley sudah diajarkan mengenai hal itu.

Mood Harchan sedikit membaik, "Baiklah, ayo, James ayo kita nonton film bersama saja untuk mengalihkan pikiran." Mereka berempat berjalan ke ruang bioskop kecil di rumah itu.

"Harchan benar-benar polos, aku beruntung sekali bisa di sini.." Batin Vera dan Caitlin.

"Bahkan jasad Zherra saja aku tidak bisa melihatnya, mungkinkah tubuhnya sudah diolah di organ pencernaan buaya yang memakannya?" Batin Harchan, ia tidak tenang sedari tadi memikirkan jasad Zherra yang katanya dibuang di danau buaya itu.

***

"Ini rumah, Paman." Kata Jevar sambil membuka pintu rumahnya yang bertingkat 3 itu, besar sekali.

"Kenapa pulang cepat, sayang?" Seorang wanita mencium pipi Jevar.

"Wah.. Siapa ini, cantik sekali.." Wanita itu mengelus kedua pipi Halley.

"Nak, ini istri Paman. Ayo masuk dulu.." Jevar dan istrinya membawa masuk Halley ke dalam ruang tamu.

"Apa ada masalah nak? Ayo ceritakan.." Tanya Jevar lalu menyeruput kopi yang baru saja disediakan pelayan.

"Ngomong-ngomong siapa namamu, Nak." Tanya istri Jevar.

"Alleryna Halley Renaga.."

"Kau anaknya Tuan Harchan?" Tanya Jevar kaget, pasalnya ia mengenal nama yang terkenal itu di dunia bisnis.

Halley menundukkan kepalanya, "Aku diusir.." Dengan wajah yang sangat menyedihkan.

Dua kata yang baru saja diucapkan Halley membuat Jevar dan istrinya kaget setengah mati. "Kau ini bicara apa nak...?"

Halley menarik napas dalam, kemudian ia menceritakan dari awal, tapi tidak menyebutkan nama Caitlin dan Vera.

Jevar dan istrinya semakin terkejut dengan cerita Halley yang terjadi belum lama ini. "Apa Tuan Harchan setega itu, nak.." Istrinya Jevar memegang kedua tangan Halley dan mengusapnya lembut.

"Papa lebih mempercayai dua nenek lampir itu, bahkan aku sudah tak lagi dianggap anaknya." Ia mengusap air matanya yang kian menderas itu.

Jevar pun mendekati Halley, "Bisa Halley beritahu siapa yang Halley maksud dua nenek lampir itu?"

"Namanya Vera, anaknya Caitlin Volmerd. Oleh karena itu, saat mendengar nama Paman, Halley ketakutan tadi. Halley takut Paman akan melakukan hal yang sama.." Kata Halley jujur.

Jevar dan istrinya membulatkan matanya, ia kenal dengan dua orang itu. "Jevar..." Kata istrinya.

"Hufft.. Paman akan jelaskan. Jadi, Vera itu mantan istri Paman, 5 bulan setelah pernikahan kami bercerai karena orang itu selalu meminta uang mingguan yang berlebihan, sangat banyak, tidak wajar. Mungkin kata orang jaman sekarang, Vera bisa dikatakan perempuan matre. Kemungkinan besarnya dia melakukan itu semua karena ingin mengambil kekayaan keluargamu, Halley." Kata Jevar panjang lebar.

Halley menatap Jevar dalam-dalam, tidak ada kebohongan pada matanya, ia mempercayainya. Ia mengerti.

"Halley, apa kau mau menyelamatkan keluargamu dari dua nenek lampir itu?" Kata Istri Jevar menyemangati.

"Tidak mau. Halley membenci mereka. Biarkan mereka merasakan apa yang Halley rasakan nanti. Tolong Paman dan Bibi jangan katakan siapapun soal Halley." Pinta Halley.

"Baiklah jika itu maumu, nak. Kau baik. Ah, sampai lupa. Kenalkan Bibi bernama Eva, Cevana." Kata Eva tersenyum manis pada Halley. Halley membalas senyuman itu.

"Kau jangan menangis lagi ya, Nak. Sekarang kami keluargamu, anggap kami keluargamu, keluargamu hanya kami, okay?" Eva memeluk Halley. Jevar tersenyum, ia setuju jika Halley menjadi bagian dari keluarganya. Ia ikut memeluk Halley.

"Terimakasih, Bibi. Mau menerima Halley. Keluarga Halley hanya keluarga Paman dan Bibi, bukan yang lain." Tegas Halley dengan penekanan. Ia memantapkan pilihannya, aku bukan keluarga Renaga, aku keluarga Volmerd.

"Kau keren sekali, Halley!" Eva tersenyum manis sekali.

"Ehm. Kita cari nama yang bagus untukmu, Halley. Apa kau mau nama baru untuk menjadi bagian dari keluarga Volmerd?" Kata Jevar sambil mengangkat telapak tangan kanannya.

Halley tersenyum, ia melakukan high five dengan Jevar, "Tentu saja Paman!" Ia tersenyum semangat.

"Selamat datang di keluarga kami, Nona Camilla Volmerd!"

"Nama yang bagus, Paman!" Kata Halley semangat. Ralat, kita ganti ya. Halley sudah mengubah identitasnya. Camilla. Camilla Volmerd.

"Tidak ada Paman atau Bibi. Sekarang Camilla anak kami, keluarga kami. Panggil kami Mama dan Papa. Okey, Camilla?" Kata Eva.

"Tentu, Ma. Pa." Camilla tersenyum senang.

***

"Ma, sekarang keluarga Renaga sudah ada di tangan kita!" Kata Caitlin semangat.

"Iya, sayang. Apa kau mau mengganti namamu? Sekarang nama Volmerd sudah tak ada lagi hubungannya dengan kita, lupakan orang itu." Kata Vera semangat.

"Tentu saja Mama!"

"Okey! Caitlin sayang! Nanti Mama akan urus nama identitas mu di sekolah.." Kata Vera sambil mengelus pipi Caitlin lembut.

"Ngomong-ngomong bagaimana kabar Paman Jevar." Tanya Caitlin, sejak bercerai Vera mengajari Caitlin memanggil papanya itu dengan sebutan Paman.

"Tidak usah urusi pamanmu itu, Caitlin. Sekarang kita sudah punya Harchan dan James, okey?" Caitlin mengangguk.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Jangan lupa like dan komennya kak ☺️ Kalau punya banyak poin juga sekalian vote dong novel ini. Klik favorit kalau suka!

1
Renjani Soraya
pertnyaan ny emng msih muat tuh sepatu thor.. author mah kadang" ya wkwkw
Shinta Dewiana
nyesal apanya nenek lampir hidup dgn penuh kemewahan...ya aaa...br minta maaf gitu langsung luluh...iyaaa...kurang greget deh ..
Shinta Dewiana
baguslah 2 nenek lampir tu emang pantas mati
Shinta Dewiana
hedeh gampang banget maafin..enggak seru....
Shinta Dewiana
welly kasihan banget lo..salah sendiri dulunya enggak serius..skrang terlambat deh..
Shinta Dewiana
dua nenek lampir masih senang aja hidupnya.
Shinta Dewiana
mafia kok lengah..asisten jg oon
Shinta Dewiana
huh siapa juga enggak emosi tiba2 nenek lampir datang main jambak aja....ya pasti hrs di balaslah
Shinta Dewiana
helley alias cammelia ..terlalu buang buang waktu bukannya balas dendam sm 2 si mak lampir...hedeh
Shinta Dewiana
halley ceroboh...tdk merekam semua biar ada bukti..
Shinta Dewiana
halley oon bisa nya surat ancaman tu di simpan doang..
Shinta Dewiana
duh...bener2 geregetan ini....huh athor hatiku di aduk aduk ini
Shinta Dewiana
gerammmmnyaaaa
Shinta Dewiana
his mulai deh oon nya..
Qaisaa Nazarudin
Maaf ya Thor di bab ceritanya JAMES dan HARCHAN terpaksa aku skip bacanya, Aku masih sakit hati dan marah atas perlakuan mereka ke Halley dan mamanya, Aku gak bisa terima sampai sekarang..
Qaisaa Nazarudin
Aman Kina,Santai aja,Tuh bocah cuman preman doang,Tapi Welly seorang Mafia,Bukan tandingan tuh bocah..
Qaisaa Nazarudin
Kenapa gak di vedioin saat digilir, hantar rakaman nya ke Harcan, biar dia liat sendiri istri nya di gilir2 wkwkwkwkk
Qaisaa Nazarudin
Bheeuuhh gila..
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku yg pantas utk Cam adalah Welly, Wellybyg selalu ada saat suka dan dukanya Cam, Saat susah dan Senang nya Cam, Aku gak rela aja Cam sama Justin gitu,
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃
Qaisaa Nazarudin
Ini baru puas hati aku,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!