NovelToon NovelToon
Love And Scandal

Love And Scandal

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Terlarang / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:174k
Nilai: 5
Nama Author: Nicegirl

Mendapati suaminya bercinta dengan adik kembarnya hingga hamil seolah belum cukup membuat Rana menderita, hingga Mamanya meminta Rana untuk berbagi suami dengan adik kembarnya itu, Rania. Karena merasa dirinya ikut andil menjadi penyebab perselingkuhan itu, Rana pun harus mengikhlaskan suaminya menikahi Rania, meski hatinya luar biasa hancur dan kecewa. Belum lagi sikap Rangga yang semakin lama semakin mengabaikan keberadaan Rana, demi Rania yang sedang mengandung anaknya.



Hadirnya sosok Ananta yang selalu menghibur dan membesarkan hatinya, membuat Rana sadar akan rumah tangganya yang mulai tidak sehat lagi. Rana pun menjadi bimbang, antara berpisah dengan Rangga dan kembali pada mantan kekasihnya itu, atau tetap mempertahankan rumah tangganya dan membuat Rania pergi dari kehidupan mereka?
Follow IG @si_nicegirl

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nicegirl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Bisa Tanpamu

Seperti biasa, sebelum tidur Rana membersihkan dirinya terlebih dahulu, semua ia lakukan demi tetap terlihat segar dan wangi di dekat suaminya.

Namun saat ia akan membasuh wajahnya, ia baru teringat kalau mulai malam ini, Rangga tidur di kamar mereka bersama dengan Rania. Sementara Rana, harus tidur seorang diri di kamar tamu. Niatnya ingin membersihkan diri pun seketika menjadi kendor. Tapi pada akhirnya ia tetap memutuskan untuk terus melakukan rutinitas malamnya itu, karena ia telah terbiasa juga melakukannya.

Selesai membersihkan diri, dengan handuk kecil untuk mengeringkan wajahnya, Rana melangkah pelan ke tempat tidurnya. Ia melempar asal handuk kecilnya sebelum menyibak selimut untuk menyelinap masuk ke dalamnya.

Namun rasa kantuk belum juga mengunjunginya. Kedua matanya masih terasa segar, atau karena saat itu kepalanya sedang dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan yang sangat mengganggunya. Terutama pertanyaan tentang sedang apa Rangga dan Rania saat ini?

Apakah Rania tidur memeluk Rangga? Atau sebaliknya Rangga yang memeluk Rania?

Serta pertanyaan lainnya yang membuatnya sukar untuk memejamkan kedua matanya. Hingga bunyi ketukan pintu kamarnya menyadarkan Rana dari lamunannya.

Ia kembali menyibak selimutnya sebelum turun dari tempat tidurnya untuk melihat siapa yang mengetuk pintunya itu dengan sangat pelan. Dan kedua matanya membola saat Rangga lah yang berada di depan kamarnya,

"Mas, kenapa kamu ke sini? Bagaimana dengan Rania?" tanyanya.

Rangga melirik kanan dan kirinya sebelum melangkah masuk ke dalam kamar. Tingkahnya seolah hendak masuk ke dalam kamar selingkuhannya saja alih-alih kamar istrinya sendiri.

"Mas, kenapa kamu ke sini?" tanya Rania lagi setelah mengunci pintu kamarnya.

"Aku tidak bisa tidur tanpa kamu, Beb. Aku mau tidur di sini," jawab Rangga.

"Mas, bagaimana dengan Rania?"

"Rania sudah tidur. Kamu tenang saja."

"Ya tapi, Mas. Bagaimana kalau Rania bangun? Dia pasti akan mencarimu. Dan siapa yang akan membantunya kalau Rania mau ke kamar kecil?"

Rangga meletakkan kedua tangannya di bahu Rana, ingin sekali ia mengguncang bahu istrinya itu karena masih saja bersikap seolah hatinya tidak terluka.

"Aku tahu hatimu sakit saat mendengar keinginan Rania di ruang makan tadi, Beb. Jangan berpura-pura tegar, lebih baik kita akhiri saja sandiwara kita sampai di sini."

"Tidak bisa, Mas. Rania masih labil, masih besar kemungkinan dia mengakhiri hidupnya sendiri. Mengtalnya belum kuat, Mas."

"Lalu bagaimana denganmu? Apa mentalmu lebih kuat darinya?"

Ya, mentalnya lebih kuat dari Rania. Karena sejak kecil ia telah terbiasa dengan ketidakadilan yang ia dapatkan dari mama Tian. Tapi tentu saja ia tidak akan membahas masalah itu dengan Rangga malam ini.

"Mas, fokuslah pada kesembuhan Rania. Supaya kita dapat mengakhiri semua ini lebih cepat. Apa kamu tidak mau masalah ini cepat selesai?"

"Aku tidak tega melihatmu seperti tadi, Beb. Hal itu sangat menyakiti hatiku. Setiap kali aku menyentuh Rania, hatiku menjerit menolaknya. Aku ingin membopongmu alih-alih adikmu itu. Aku tidak bisa melakukannya, Beb."

"Sabar, Mas. Semua pasti akan cepat berlalu. Sekarang kembalilah, sebelum Rania terbangun."

"Rania sudah minum obat tidur yang diresepkan untuknya, jadi dalam delapan jam ini Rania tidak akan bangun, yang berarti ... " Rangga melirik jam tangannya,

"Jam empat pagi nanti Rania baru bangun. Dan sebelum jam empat aku akan kembali lagi ke kamar itu, bagaimana?"

"Jadi, sebelum jam empat kamu akan tidur di sini?" tanya Rania.

Sejujurnya ia senang sekali dengan keputusan suaminya itu. Dengan demikian ia tidak akan khawatir lagi kalau Rangga dan Rania akan melakukan hubungan itu, atau hanya sekedar berpelukan di atas tempat tidur. Jika sudah jam empat, Rangga akan mulai bersiap-siap untuk berangkat ke kantornya. Mereka memang terbiasa bangun jam empat pagi.

"Ya, apa kamu keberatan? Tapi meskipun kamu keberatan aku akan tetap memaksa tidur di sini!" tegas Rangga.

Rana segera memeluk erat suaminya itu,

"Tentu saja aku tidak akan keberatan, Mas. Justru aku senang sekali karena tidak harus tidur sendirian dengan pikiran yang melayang kemana-mana."

"Pasti berpikiran negatif tentang aku," tebak Rangga.

"Istri mana yang tidak akan curiga saat suaminya tidur di kamar yang sama dengan wanita lain, meski wanita itu adalah adiknya sendiri, Mas."

"Kalau begitu, mari kita akhiri semua ini. Biar kamu tenang dan aku senang."

"Mas ... "

Rangga membungkam mulut Rana dengan mulutnya. Daripada ia menghabiskan malam dengan berdebat, lebih baik ia melakukan hal yang sudah sewajarnya dilakukan sepasang suami istri. Siapa tahu dengan demikian pikiran Rana akan terbuka dan segera mengakhiri sandiwara itu.

Rasanya aneh melihat wanita lain yang berada di dalam kamarnya alih-alih istrinya sendiri, meskipun wajah mereka terlihat sama.

Rana tidak protes sama sekali saat Rangga menurunkan pakaian tidurnya, hingga pakaian itu menumpuk di pergelangan kakinya. Ia begitu menikmati waktu yang ia habiskan dengan istrinya seperti ini, melakukan aktifitas yang akan sama-sama membawa mereka ke jurang kenikmatan.

Sampai akhirnya setelah tidak ada lagi yang tersisa di tubuh istrinya itu, Rangga segera membopongnya ala bridal, lalu merebahkannya di atas tempat tidur dan segera mengungkung istrinya itu di bawahnya.

"Aku mau melakukan ini setiap malam denganmu, Beb."

"Bukankah kita memang selalu melakukannya setiap malam, Mas? Ya, kecuali saat aku sedang halangan."

"Maksud aku, meski kita sedang bersandiwara, aku mau tetap melakukannya denganmu. Jadi, jangan kunci pintu kamar ini sebelum aku datang," pintanya.

"Oh, aku mengerti. Iya, aku akan melakukannya."

Rana mengerang pelan saat milik Rangga sudah memenuhi miliknya, lalu bergerak di dalamnya. Awalnya pelan, namun lama kelamaan menjadi cepat dan dalam, yang mampu menggetarkan seluruh tubuh Rana dengan gairahnya yang menggila. Sampai akhirnya mereka terkulai lemah setelah melewati puncak dari gelombang kenikmatan yang sangat memabukkan itu.

"Tidurlah, aku akan terus memelukmu seperti ini," bisik Rangga yang memeluk Rana dari belakang.

Karena terlalu lelah, Rana hanya membalasnya dengan anggukan kepalanya saja, sebelum akhirnya terlelap dan terbuai di alam mimpinya.

Hingga alarm berbunyi pukul setengah empat, barulah Rangga pindah ke kamar yang ia tempati bersama Rania. Rangga membuka pelan pintu kamar itu, sepelan ia menutupnya kembali agar tidak membangunkan Rania.

Setelah memastikan Rania masih terlelap, Rangga pun bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ia akan memastikan telah siap dengan pakaian kerjanya sebelum Rania terbangun, agar ia memiliki alibi kuat untuk segera berangkat ke kantor dan tidak menghabiskan waktu yang lama bersama dengan adik iparnya itu.

Sepertinya Rania serius dengan ucapannya yang ingin segera memiliki momongan itu. Karena sebelum minum obat tidur, Rania sempat meminta Rangga untuk melakukan hubungan intim, yang jelas saja Rangga tolak dengan bermacam alasan. Dan pastinya, Rangga tidak akan menceritakannya pada Rana, karena tidak mau membuat istrinya itu khawatir dan menambah beban pikirannya.

1
Nia Rahmi
upp lg thor🙏
Nuryanto Yanto
lanjut kak 💪
Nuryanto Yanto
lanjut up kak
Yusi Lestari
akhirnya ketahuan juga perbuatan bejat rangga dan rania.ngapain kamu mikirin emakmu lha wong emakmu udah tahu semua
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
uppppppp
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
rangga rania klian akan sengsara
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kasian kmu rana😭😭😭😭😭 smua pda nyakitin kmu termasuk mama mu
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
duhhhh ananta ago rebut lgi milikkk mu dri rangga
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
kan kan kthuan kan😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
berharap rana balik lagi krmh nya dgn bgitu kthuan
♨ˢᶜ⏤͟͟͞͞RL𝖎𝖓𝖆 𝕯𝖆𝖓𝖎𝖊𝖑🧢
gila kmu rangga aku sumpahin klian hancur se hancur nya nanti😭😭😭😭😭😭😭😭
raa
yey.. ketahuan...
Nia Rahmi
gak usah deh mikirin mama gila kamu itu,dialh biang semua kesengsaraanmu
Yusi Lestari
aku kok gak yakin kalau rangga dan rania bakal ketahuan kayaknya ini masih dibuat rahasia sama author
Nia Rahmi
benci banget dgn mereka bertiga ini...thor kasi karma yg setimpal ya sama rania rangga dan mama tian..mereka ini pengkhianat dan gak punya hati
raa
ketauan gk nih..
anggel
cerai ajah lki model gitu
Wasni
Hah sedih aq bacanya😭😭
falea sezi
males bertele. tele
Wasni
Kpn update lg kk??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!