NovelToon NovelToon
Nona Pengasuh Untuk Asta

Nona Pengasuh Untuk Asta

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa
Popularitas:152.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rini IR

Jual-beli harusnya barang, bukan manusia.

Dimalam Fasya menolak untuk berhubungan badan dengan kekasihnya.

Dia dijual.

Dilempar ke ranjang yang besar, pria tampan berbadan tinggi yang cukup berkharisma datang.

"Jika kau bisa menjadi pengasuh putra ku, maka aku akan membayar mu cukup tinggi."
- Shin

Bukan memuaskan hawa nafsu yang pria itu inginkan, tapi menjadi pengasuh anaknya? Kenapa harus Fasya?

Tapi ketika Fasya masuk ke rumah itu, dia menemukan banyak hal baru, fakta tentang siapa dirinya sesungguhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rini IR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Mau makan apa?

......................

Shin masuk ke dalam ruang kerjanya, walau ini sudah malam dia harus mengerjakan beberapa hal lagi. Begadang memang kesehariannya.

"Apa anda sudah menemukan chip anda yang hilang?" Tanya Liam yang sudah duduk di meja yang ada di dalam, di sebelah meja Shin. Soalnya Liam juga bagian dari gila kerjanya Shin.

"Belum, aku tidak menemukannya." Shin menghela napasnya, chipnya jatuh sekitar situ satu bulan yang lalu, dan Shin tidak ingin heboh dan mencari chip itu sendiri. Tapi sayang, sampai sekarang chip itu masih belum ditemukan.

Satu bulan terakhir, Shin yang membuat suara-suara dari dapur lama itu, dan dia tidak berniat menutup soal rumor hantu itu.

"Bagaimana dengan sekolah Tuan muda Asta, apa saya harus mencari sekolah lainnya?" Liam bertanya lagi, mengingat Asta keluar dari sekolahnya di hari pertamanya datang.

"Ya, cari yang bagus dan hebat, yang bisa mendidik Asta menjadi penerus sempurna." selain suka kerja, Shin juga menginginkan kesempurnaan. Dia lupa, kalau manusia itu tempatnya salah.

"Bagaimana dengan pengasuh Tuan Asta yang baru, apa saya harus memecatnya dan mengganti yang lain?" Liam bertanya ulang, soalnya biasanya tidak ada pengasuh yang tahan lebih dari satu Minggu.

"Dia bukan mata-mata, tidak masalah, sejauh ini dia yang paling lama bertahan di sisi Asta, biarkan saja dia. Dia cukup berpengaruh untuk Asta, tapi tetap awasi saja dia."

Shin duduk di kursi kehormatannya, dia menatap berkas-berkas yang berserakan, pikirannya terus menuju ke-arah Fasya dan perkataannya.

^^^Asta bukan anak yang nakal? Tidak mungkin, bocah itu selama ini sudah melakukan kenakalan yang tidak ada habisnya.^^^

Shin mengingat perkataan Fasya, dia bilang Asta terkadang tidak begitu nakal saat disisinya, tapi yang Shin tau kenakalan Asta itu luar biasa tidak bisa dihentikan.

Sejauh ini dia pengasuh yang paling lama bertahan ya? Ya, coba saja bertahan sampai akhir.

Wajah Fasya terbayang sempurna dikepala Shin, setidaknya Shin tidak perlu terlalu repot memikirkan pengasuh lagi.

......................

Fasya berdiri menatap sang bos kecil yang masih menutup matanya dengan sempurna. Hari sudah pagi, matahari sudah naik, tapi bos kecilnya masih tidur manis di kasurnya, tidak tega sih untuk Fasya membangunkannya. Dibangunkan juga gak ada bedanya, dia kan gak sekolah hari ini.

Gak pernah dapat kasih sayang ayahnya dari kecil ya? Dipikir-pikir hidup ku gak buruk-buruk banget dibandingkan anak ini. Walau kami miskin, minimal ayah tetep sayang sama aku sih.

Fasya masih ingat pembicaraan antara dirinya dan para pelayan yang lain di dapur belakang, dia yang sebelumnya tidak tau, jadi tau dengan sempurna. Mungkin sifat Asta yang keras kepala ini, adalah hasil dari Shin yang mendidiknya dengan uang tanpa kasih sayang.

Walau mereka nikah karna perjodohan dan gak ada sedikitpun cinta, tetap aja kan, Asta ini anak kandungnya Tuan Shin, jadi tetap harus sayang kan? Walau dia tidak mencintai ibunya, tetap Asta itu anak kandungnya, darah dagingnya, punya hati dan air mata, seenggaknya kan dia gak harus perlakuan Asta hanya sebagai sekedar penerus. Asta itu a-n-a-k nya!

Fasya jadi merasa sedikit iba pada tuan mudanya yang terlelap ini, hidup yang dia jalani tidak mudah, diusianya yang masih belia, dia sudah harus dituntut ini dan itu oleh sang ayah. Diusianya yang masih muda, dia dipaksa mengerti kepentingan orang dewasa.

"Apa liat-liat gitu?!" Asta menatap tajam ke arah Fasya.

Fasya jadi tau, sejak tadi ternyata tuan mudanya sudah bangun dan hanya pura-pura tertidur. Barangkali dia tidak nyaman karna hanya dilihat oleh Fasya, dan Fasya tidak pergi juga walau sudah melihat Asta terlelap.

"Hari ini kita ngapain ya? Kan udah gak sekolah." Fasya menghela napasnya, dia duduk dipinggir kasur membelakangi Asta, berpikir apa yang dia akan lakukan bersama anak ini, setidaknya agar terlihat bekerja.

"Kenapa hari ini kau gak mengundurkan diri aja?" Asta memberi saran yang cukup masuk akal untuk dirinya.

"Benar." Jawab Fasya enteng.

Deg.

Sesak!

Sakit sekali rasanya, Asta tidak tau bahwa perasaannya akan se-sesak ini mendengar jawaban Fasya barusan. Perasaan sakit, kecewa, memenuhi seluruh sudut hati anak itu.

Hati kecilnya yang mungil kembali terluka. Asta juga heran, dia sendiri yang menginginkan Fasya pergi, dia yang meminta agar Fasya angkat kaki dari sini. Dia berlaku dingin dan nakal supaya Fasya pergi kan, tapi dirinya sendiri juga heran, kenapa saat Fasya sepakat untuk pergi hatinya malah semakin sakit.

Tangannya ingin menahan, bibirnya ingin bergerak, meminta dan memohon agar pengasuh yang satu ini tidak jadi pergi.

"Hari ini harusnya kita belajar berenang aja." Fasya tampak berpikir sebentar.

"Berenang? A-aku bilang kan kau harus pergi, tadi kau sepakat untuk pergi loh!"

"Iya benar, berenang bagus sih, cuma kalau berenang pagi-pagi juga kayaknya gak baik buat tuan muda, apalagi cuaca sekarang gak tentu kayak gini, bisa buat sakit."

Hah!

Asta tau sekarang.

Fasya sama sekali tidak mendengarkannya, Fasya hanya sibuk dengan pendapatnya sendiri, seolah tutup telinga soal pengusiran yang Asta katakan.

Aneh, tapi nyaman.

Menyebalkan tapi juga membuat tenang.

Hati yang tadi sesak, mendadak mendapat angin segar.

Hanya dalam sekejap, kepala Asta kembali tenang, hatinya damai, dan dia jadi bisa berpikir lebih jernih sekarang.

Tapi Asta juga masih belum tau, dia yakin dia ingin Fasya pergi dari sini secepatnya, tapi dia juga ragu, bagaimana jika Fasya benar-benar akan pergi? Mungkin Asta akan kembali kesepian?

"Aku gak mau berenang, aku mau makan sekarang." Asta duduk disebelah Fasya, menatap lemari hias yang sama yang Fasya tatap dari tadi.

"Mau makan apa?"

"Makan lumba-lumba."

Fasya refleks melirik bocah disebelahnya.

"Gak ada yang begitu, mending kita mikir anda mau sekolah dimana, masalahnya yang dimarahi Tuan Shin juga entar saya." Fasya menatap serius Asta, berharap bocah satu ini mendengar isi hatinya yang tulus.

"Gak ah males." Asta menolak dengan santai, mana dia peduli soal sekolah yang Shin katakan.

Brak!!!!

Suara pintu dibuka kasar, tampak seorang perempuan yang datang dengan wajah dingin dan datar, dia menatap benci ke arah Asta.

"Berani-beraninya kau tidak bersekolah hari ini! Beraninya kau keluar dan berbuat ulah di sekolah baru mu! Berani-beraninya kau mempermalukan nama Keluarga Cadivan!!"

Perempuan dengan garis wajah disekitar matanya, tampak agak tua tapi kelihatan masih sangat sehat.

"Nenek?"

Ah, Mendengar itu Fasya jadi tau siapa perempuan ini. Dia adalah ibu tiri Shin, yang tidak lain juga artinya neneknya Asta.

1
Pipit Aprilianti
thoor... lanjut dooongggg...
Kadek Bella
lanjut thoor
Berna Dheta
haduuuh ini di lanjut ga sih lama banget gak up
Arlin Gaisi
bagus juga
Arlin Gaisi
semangat terus lanjut
siti Hasanah
Kecewa
Nora♡~
Semangat terus thor... lanjuutt..
jenny
ayooo thor, dilanjutkan lagi kisahnya
kania_pesek
jangan lama2 up nya thorr
nunuy nurkasih
aku tunggu up nya tiap hari ya thor
Bunda ACha
walah Ed agen rahasia ternyata, baik apa jahat ya dia, ada di pihak siapa???
tiara
yang ditunggu akhirnya up juga, semangat up tiap hari thor
Elizabeth Zulfa
itu si Ed bkn mata2 musuh kn Thor....???
kania_pesek
hey Thor are you OK??? knpa up nya lama pedahal aku menunggu
Tyarr Tinambunan
akhirnya ya lanjut jga ini ceritanya.
makasih Thor
sehat slalu lah byar up sampai tamat.
aku suka ❤️👍
Park Kyung Na: semangat thor 💪
total 2 replies
Park Kyung Na
thor kok lama banget baru up?
padahal suka banget ceritanya
dapat notif tak kira up
ternyata 😌
Ratna Handajani
bdus tp lama up lgi
kania_pesek
lama amat Thor up nya😒😒
nunuy nurkasih
ya kirain up ......d tunggu ya thor kelanjutannya
kania_pesek
semangat Thor jangan lama2 up nya aku masih setia menunggu 😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!