NovelToon NovelToon
Badai Masa Lalu

Badai Masa Lalu

Status: tamat
Genre:Poligami / CEO / Model / Pelakor / Romansa / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:57.1k
Nilai: 5
Nama Author: StarMaker

Pernikahan Keyla dan Edwin yang didasari oleh perjodohan terasa dingin sejak awal. Namun, waktu telah perlahan menumbuhkan benih-benih cinta di hati Edwin. Tepat saat Keyla merasa pernikahan mereka mulai membaik, badai datang dari masa lalu.

Seorang wanita dari masa lalu Edwin, cinta pertamanya, kembali muncul. Kehadirannya yang tak terduga seketika menggoyahkan hati Edwin yang tadinya sudah mulai mencintai Keyla. Edwin, yang masih menyimpan sisa-sisa perasaan, mulai bimbang antara janji pernikahan dan nostalgia.

Di sisi lain, Keyla tengah berjuang meraih impiannya di dunia modeling, sebuah profesi yang tidak disukai dan dianggap tabu oleh Edwin. Keputusan Keyla untuk tetap mengejar karier ini semakin memperkeruh rumah tangga mereka, membuat Edwin merasa tidak dihargai.

Keyla kini berada di ujung tanduk. Ia harus berjuang mempertahankan suaminya dari bayangan masa lalu yang memikat, sambil berusaha membuktikan bahwa pilihannya sebagai seorang model tidak akan menghancurkan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon StarMaker, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab14

Keyla mendengus kesal, tatapannya mengarah kepada Edwin yang fokus dengan laptonya. Sejak perempuan tadi keluar Edwin kembali diam tanpa menghiraukan keberadaannya.

"Kamu nggak liat baju kamu nggak pantes di pakek ke kantor," ucap Edwin akhirnya menatap Keyla.

Keyla tersenyum dalam hati ternyata Edwin marah beneran. Itu artinya rencananya berhasil. Memang dari awal ia memakai baju kurang bahan kekantor agar Edwin marah. Bisa di bilang saat ini Keyla sedang caper pada suaminya.

"Pantes kok," jawab Keyla membuat Edwin menghela nafasnya lesu.

"Ed," panggil Keyla lirih. Edwin meliriknya sebentar kemudian fokus kembali dengan laptopnya.

Keyla yang merasa dihiraukan akhirnya memilih berdiri dan tanpa permisi menutup laptop Edwin.

"Kamu nggak liat, aku lagi sibuk," ucap Edwin sinis.

"Sumpah kamu menyebalkan Ed, selama tiga hari gak pernah chat buat nyuruh pulang sekarang ketemu malah gini," ujar Keyla dengan nada tinggi. Ia kesal pada Edwin yang mengabaikannya.

"Sejak kapan kamu berani meninggikan suara saat bicara dengan suami mu?" Tegur Edwin seraya berdiri di hadapan Keyla.

Keyla sedikit terkesiap saat menatap mata Edwin yang berubah menjadi tajam. Sepertinya cowok itu marah besar karena Keyla sudah berani melanggar aturannya untuk tidak berbicara dengan nada tinggi kepada suaminya.

"aku minta maaf ," ucap Keyla. Ia salah karena berbicara dengan nada tinggi kepada Edwin. Jelas Edwin tidak menyukai perempuan yang berbicara seperti itu. Makanya Keyla di tuntut untuk berbicara lemah lembut dengan lawan bicaranya dengan siapapun itu.

"Terserah," jawab Edwin seraya berjalan keluar ruangannya tapi sebelum itu terjadi Keyla terlebih dahulu menahan tangannya.

"Edwiinn," rengek Keyla seraya menatap Edwin dengan pupy eyesnya. Jurus yang sangat ampuh untuk meredam emosi Edwin. Namun, tidak ampuh untuk membuat Edwin mencintainya.

Edwin menghembuskan nafasnya dan duduk di sofa disusul Keyla yang mengikuti nya.

"Mau kamu apa?" tanya Edwin.

Keyla tersenyum dan dengan semangat 45 dia berkata, "Kita baikan,"

"Oke," jawab Edwin singkat.

Keyla yang tidak puas dengan jawaban Edwin, ia mendengus kesal. Bukannya di jawab pakai kata-kata romantis atau apapun itu, ini cuma bilang 'oke'.

"Kamu marah?" tanya Keyla menatap Edwin.

"Menurut kamu," kata Edwin tanpa melihat Keyla.

"kamu marah dan aku sekali lagi minta maaf," ucap Keyla sedikit mendekatkan duduknya dengan Edwin.

"Nggak usah dibahas kita makan sekarang" ajak Edwin.

"Aku udah makan," kata Keyla menolak untuk pergi makan.

"Ya sudah temenin aku makan," ajak Edwin minta di temani untuk makan. Dengan senang hati Keyla mengangguk menurut.

Tidak lama suara pintu di ketuk kemudian Edwin membukakan pintu dan mengambil sesuatu dari orang yang baru saja ia temui.

Edwin membuka plastik putih berisi makanan yang sebelumnya ia delivery sebelum Keyla datang.

Edwin melonggarkan dasinya dan menggulung lengan bajunya sampai kesiku.

Edwin memakan makanannya dengan diam sedangkan Keyla hanya menscrol-scrol hp nya melihat berita terbaru dari dunia modelling.

Keyla melirik Edwin yang tengah menyendokkan makanan kemulutnya. Sepertinya Keyla harus menarik perkataannya jika dia tidak lapar.

"Suapin," ucap Keyla dengan suara manja meminta Edwin menyuapinya.

Edwin menghentikan gerakannya dan menatap Keyla sebentar, detik kemudian Edwin menyuapi Keyla tanpa bertanya apapun.

"Udah?" tanya Edwin setelah menyuapi Keyla.

"Lagi," jawab Keyla. Ia masih lapar dan tentu ia tidak ingin melewatkan kesempatan langka ini. Di suapi oleh suami tercintanya.

"Katanya nggak laper," ujar Edwin terdengar meledek.

"Sekarang laper," sahut Keyla lagi-lagi ia berbicara dengan suara manjanya.

Edwin mengangguk dan pada akhirnya Edwin memakan makannya berdua dengan Keyla.

°°°

"Sekarang aku tanya alasan kamu pergi dari rumah kenapa?" tanya Edwin setelah selesai makan. Ia menghadap Keyla dan menatap matanya Keyla.

Keyla di tatap seperti itu jadi salah tingkah lantas menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Ya gak papah," jawab Keyla.

"Itu bukan jawaban Key," ucap Edwin.

"Ya kamu nggak ngerasa gituh, udah buat aku marah," ungkap Keyla seraya melipat tangannya di dada lalu menyanandarkan punggungnya di sandaran sofa.

Kesal?

Jelas Keyla kesal pada Edwin yang tidak peka terhadap perasaannya.

"Kenapa? Karena aku tidur di ruangan kerja," ujar Edwin.

"Itu tau," jawab Keyla. Sebelum Edwin kembali bersuara dengan cepat Keyla berbicara lagi, "Jangan tanya lagi aku mau tidur bentar," lalu Keyla menyenderkan kepalanya di bahu Edwin.

Edwin sedikit terkejut saat tangan Keyla tanpa permisi memeluknya dari samping. Tidak lama kemudian terdengar dengkuran halus dari Keyla.

Edwin tersenyum melihat Keyla yang sudah tertidur dengan posisi yang bisa di bilang tidak nyaman. Tapi Keyla tertidur pulas di bahunya Edwin. Nyaman! Itulah yang di rasakan seluruh wanita ketika tertidur di bahu suaminya. Iya apa iya?

Edwin melepaskan tangan Keyla dan membenarkan posisinya agar tertidur di sofa. Edwin menyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Keyla. Mengusap lembut kepalanya.

"I Miss you Key," ucap Edwin seraya mengecup singkat kening Keyla.

Setelah itu Edwin beranjak ke mejanya dan meneruskan pekerjaan yang sempat tertunda tadi.

°°°

Sudah dua jam Keyla tertidur di sofa, Edwin juga sudah selesai dengan pekerjaannya.

Drrttt drrttt

Keyla yang merasa sakunya bergetar akhirnya mengambil hpnya dan mengangkat panggilannya meskipun matanya tetap tertutup.

"Apa sih aku masih tidur," kata Keyla mengganti posisinya menjadi duduk, sesekali tangannya mengucek mata.

"Key kamu lama banget sih, buruan ambil motor kamu. Aku mau pergi" ucap Hana di sebrang sana.

"Iya-iya Hana bentar lagi motornya aku ambil," ucap Keyla.

"kalau lama aku buang"

"Serah buang aja lagian yang punya Edwin bukan aku" jawab Keyla.

"Ehm," Edwin berdehem seraya menatap Keyla.

Keyla tersenyum tanpa dosa membalas deheman Edwin.

"Buruan ah, aku tutup telponnya"

"Hmmmm iya Han"

Setelah itu sambungan telepon tertutup lalu Keyla merapikan rambutnya yang berantakan.

"Ed aku ke resto Hana mau ambil motor kamu," ijin Keyla masih tetap dengan aktivitasnya.

"Enggak!" Larang Edwin.

"Lhoh kenapa?" Tanya Keyla bingung.

"Kamu cewe dan aku nggak ngebolehin kamu naik motor," ucap Edwin memberi tahu alasannya melarang Keyla.

"Nggak Hana, nggak Raka, nggak kamu semua sama bilang kayak gitu," ucap Keyla mendumel kesal.

"Siapa Raka?" Tanya Edwin dengan tatapan menyelidik.

"Sahabat aku," jawab Keyla.

"Really?" Tanya Edwin memastikan.

"Iyaa Ed, udah ah aku mau ngambil motor kamu," ucap Keyla ingin beranjak dari sofa.

"Kamu naik mobil aku," ujar Edwin menyuruhnya naik mobil.

"Engga mau, enakan naik motor," tolak Keyla lebih nyaman dengan motor di banding mobil. Itung-itung bernostalgia untuk menghilangkan rindunya dengan masa-masa remajanya.

"Keyla Deolinda!" Ucap Edwin sedikit menekan namanya.

"Iya-iya," jawab Keyla. Jika Edwin sudah menyebut nama lengkapnya artinya perintahnya tidak bisa di bantah.

"Terus motornya gimana?" Tanya  Keyla.

"Biar di ambil pak Toyo," ucap Edwin lantas Keyla mengangguk.

"Yaudah sekarang mana kunci mobilnya aku pengen pulang," ucap Keyla seraya mengadahkan tangannya di hadapan Edwin.

Bukannya memberikan kunci mobil, Edwin malah menepuk tangan Keyla.

"Aku yang nyetir Key! sekarang ayo pulang," ucap Edwin seraya menarik tangan Keyla.

Keyla tersenyum saat Edwin memegang tangannya yang sudah di penuhi jaring laba-laba kasat mata karena tidak pernah di gandeng.

"Ed boleh teriak nggak?" Tanya Keyla saking girangnya ingin berteriak sambil salto-salto.

"Haa," bingung Edwin.

"Iyaa teriak," ucap Keyla.

"Nggak usah aneh-aneh!" ucap Edwin, Keyla langsung memasang ekspresi jutek dan mendumel dalam hati. Tapi itu hanya sebentar karena Keyla mendaratkan kepalanya di bahu Edwin sambil tersenyum sambil menikmati momen langka ini.

•••

Keyla melemparkan tubuhnya ke kasur seraya berguling-guling tidak jelas sedangkan Edwin hanya melirik Keyla sekilas. Edwin melepaskan dasinya membuka kancing paling atasnya dan berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.

Keyla menghentikan kegiatannya berguling-guling di kasur. Panggilan alam sudah memanggilnya untuk segera ke toilet.

"Aish kebelet pipis," gerutu Keyla seraya beranjak dari kasur.

"Edwiiin cepetan aku kebelet pipis," teriak Keyla seraya mengetok pintu kamar mandi.

"Aku lagi mandi Key," balas Edwin dari dalam.

"Ed bodo amat aku kebelet, cepetan keluar nggak!!" Ucap Keyla sudah menghentak-hentakkan kakinya.

"Kamar mandi di bawah kan ada,"

"Noooo!" Keyla sudah tidak tahan mana mungkin ia ketoilet bawah yang ada ia pipis di celana.

"CK oke,"

Edwin membuka pintu kamar mandi, bukannya masuk Keyla malah menutup matanya karena  Edwin hanya menggunakan handuk di bagian bawahnya saja.

"Kenapa nggak pakek baju!!" Tanya Keyla masih menutup matanya.

Edwin menghela nafasnya.

"Aku kan lagi mandi Key!" Ucap Edwin memperjelas.

"Iya deh iya, serah," ucap keyla segera masuk dan menutup pintu kamar mandi.

Edwin menunggu Keyla di depan pintu kamar mandi. Tidak lama Keyla keluar.

Cklek.

"Udah," ucap Keyla tanpa melihat Edwin dan langsung berbaring di kasur.

Edwin mengedikkan bahunya dan masuk lagi ke kamar mandi.

"Ishhh Edwin sejak kapan badan kamu sebagus itu haaaa!" Kagum Keyla seraya menutup mukanya dengan bantal. Ia masih mengingat roti-roti sobek milik Edwin yang tercetak jelas di perutnya. Rasanya Keyla ingin menyentuhnya.

"Sialan mata aku udah nggak perawan lagi gara-gara roti sobek!"

1
Surati
bagus
wlychr
ceweknya tak tegas. 🤭
Inaina
🥰🤩🤩
Woro Wardani
😍😍😍
falea sezi
males np g Edwin aja yg mati skip g jelas
falea sezi
itu yg dlu di rasain keyla saat lu nikah ma kesya hahaha impas kan sakit g lu kapok
falea sezi
nah ngapain balik ma pembunuh dia penyebab lu stres
falea sezi
tolol mending ma raka lu tau suami mu bekas. jalang lu masih mau abis nikah g mungkin mereka gk tidur bareng oh goblok bgt lu keyy lu cm di jadiin serep doank tau gak Ban serep
falea sezi
cerai key hamil bisa cerai jangan bodoh kau
falea sezi
keyla nya np di buat bodoh
falea sezi
yg bisa Edwin g plg g di jelasin dia kemana jangan2 selingkuh ma kesya trs ketiduran
falea sezi
kn emank km goblok uda cerai urus anak sendiri bodoh
falea sezi
g mau hamil g usa buat tolol
falea sezi
cerai lah bodoh
Arayden_15
thor satuin Edwin dan keyla kembali
Arayden_15
thor ini ga ada lanjutannya kah?
Arayden_15
Edwin💔🥺
ballqiisty sirnawab .
🥺😭😭😭
Garang Anggriawan
Bang! Hayati gak bisa tidur nih gegara othor gantungin ceritanya :(
Drone Ground
Thor-nim, aku kepo banget sama lanjutannya, nih. Ditunggu crazy upnya!
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!