NovelToon NovelToon
First Love Rubi Salman

First Love Rubi Salman

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Hamil di luar nikah / Dikelilingi wanita cantik / Tamat
Popularitas:59.6k
Nilai: 5
Nama Author: fania Mikaila AzZahrah

Pertemuan dalam keadaan yang tidak biasa membuat keduanya memiliki hubungan hingga bertahun-tahun lamanya.

Tapi karena adanya ambisi dan keegoisan untuk balas dendam membuat ia memilih jalan pintas untuk memanfaatkan keadaan yang terbuka lebar di hadapannya.

Tapi gadis itu harus hamil di luar nikah hingga menghancurkan masa depannya dan membuat seluruh keluarganya dikucilkan dari Lingkungan serta kehidupan keluarganya, sedangkan pria itu menghilang hingga bertahun-tahun lamanya.

Fariz dan bundanya menjadi penyemangat hidupnya hingga bangkit dari keterpurukannya dan memulai kehidupan baru bersama seorang gadis kecil yang imut dengan pipi chubby yang sudah empat tahun lebih menemaninya.

Menjadi single parent diusianya yang masih muda dan tanpa ada ikatan pernikahan menjadi polemik tersendiri yang dihadapinya dan harus berpindah-pindah tempat demi psikis buah hatinya.

Makassar menjadi kota pelabuhan terakhir mereka untuk memulai hidup baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fania Mikaila AzZahrah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 14

Rubi pingsan setelah berbicara seperti itu. Tangan sang pria reflek menahan kepalanya. Air matanya terus menetes membasahi pipinya walaupun Rubi sudah tidak sadarkan diri.

"Hey!!! apa yang terjadi padamu, ayo bangun," ucapnya yang berusaha membangunkan Rubi dengan menepuk-nepuk pipinya.

"Apa yang terjadi padanya, aku masih ingat dengan jelas waktu itu Fariz membonceng adiknya jadi aku yakin kalau gadis berhijab ini adalah adik satu-satunya yang dimiliki oleh Fariz, tapi apa yang terjadi padanya kenapa bisa ia berada di pinggiran pantai Jimbaran Bali?" Batinnya Pria itu.

Pria itu tidak banyak pikir lagi segera menggendong tubuhnya Rubi ke dalam mobilnya. Pria itu takut jika terjadi sesuatu diakibatkan oleh tabrakan tadi. Pintu tertutup rapat dengan suara yang cukup keras karena tergesa-gesa menutup mobilnya. Walaupun dalam hatinya ada rasa amarah dan dendam yang tiba-tiba datang dalam hati dan pikirannya.

Mobil itu segera melesat meninggalkan tempat tersebut. Sesekali pria itu menoleh ke belakang untuk mengecek kondisi seorang gadis yang tidak sengaja dia menabrak. Matanya tertutup, tapi mulutnya merintih, meringis seperti seseorang yang menahan kesakitan saja.

"Apa jangan-jangan ada seseorang yang meminumkan obat pe rang sang padanya karena jika dilihat dari kondisinya tidak salah pasti ia sudah terpengaruh obat," Gumamnya Pria itu.

Tubuhnya bergerak ke sana kemari hingga ia terjatuh ke lantai mobil. Pria itu yang melihat Rubi terjatuh segera menambah laju kecepatan mobilnya. Dia pun kebingungan tidak tahu harus membawa gadis remaja yang tidak dikenalnya ke mana.

Saya sebaiknya amankan gadis ini di dalam hotel bintang lima itu karena tidak mungkin saya bawa pulang ke rumah, itu sangat tidak mungkin pasti ummi akan marah dan tentunya akan menimbulkan masalah besar nantinya," Cicitnya.

Hingga sudut ekor mata elangnya melihat ada bangunan hotel yang berdiri kokoh tidak jauh dari sana. Mobil itu terparkir sembarangan di depan lobby hotel. Setelah mematikan mesin mobilnya, dia bergegas membuka pintu mobilnya dan menggendong tubuhnya Rubi.

Security yang melihat kejadian tersebut segera berjalan ke arah mereka. Pria itu memberikan kode kepada Security serta melempar kunci mobilnya. Security cepat tanggap dan mengerti apa yang diinginkan oleh pria itu.

"Maaf istriku kurang fit disebabkan mabuk perjalanan, jadi kami terpaksa menginap di hotel ini, aku khawatir jika melanjutkan perjalanan jauh akan berdampak semakin memperburuk keadaannya," jelasnya Pria itu sambil menyodorkan beberapa lembar uang kedalam saku bajunya security itu.

"Silahkan Pak, tolong berikan kunci untuk bapak ini," pintanya Pak security ke hadapan resepsionis hotel.

Pria itu membuka jasnya lalu menutupi sebagian tubuhnya Rubi yang saat itu hanya berpakaian tidak rapi lagi, pakaiannya sudah acak-acakan hingga sebagian tubuhnya sudah terekspos keluar. Tanpa banyak bicara, dia hanya memberikan kartu kredit berwarna hitam ke hadapan kasir dan resepsionis hotel.

Setelah mendapatkan kunci, dia bergegas ke arah lift dibantu oleh beberapa ob sesuai arahan dari security. Wajahnya sudah panik melihat kondisi Rubi yang tidak berhenti menggigil, keringatnya semakin banyak yang menetes dari kening hingga ke seluruh wajahnya.

Rubi meracau tidak jelas, dia mengalungkan tangannya ke leher pria itu tapi, matanya masih setia terpejam. Ada Seorang office boy yang membantunya untuk membuka kunci pintu kamar Hotel yang dia pesan.

"Aku yakin gadis ini dalam kondisi pengaruh obat tapi kira-kira apa yang akan terjadi jika Fariz mengetahui adik kesayangannya dalam genggaman tanganku," cicitnya seraya tersenyum penuh maksud.

Pria itu membaringkan tubuh Rubi dengan pelan dan hati-hati. Tapi, kepalanya belum menyentuh bantal, ia menarik dasi pria itu. Hingga tubuh kekar pria itu terjatuh dan menindih tubuhnya. Hingga dada mereka saling berdempetan. Mata mereka saling beradu.

Walaupun Rubi yang masih memakai topeng, tapi pria itu yakin jika wajahnya Rubi sangat cantik hanya sepintas saja sudah tahu. Deru nafas mereka saling memburu satu sama lain. Rubi semakin menarik dasi pria itu. Hingga wajah mereka bertabrakan.

"Apa aku manfaatkan saja kesempatan dan peluang besar ini untuk menghancurkan Fariz saja, agar ia tahu gimana rasanya memiliki seorang saudara yang defresi berat hingga harus berakhir dirawat di rumah sakit," gumam pria itu yang tersenyum licik.

Hidung yang sama-sama mancung itu saling bergesekan. Kilatan cahaya kedua bola matanya Rubi menyiratkan, jika dirinya menginginkan hal lebih bersama pria yang menolongnya itu.

"Kakak, tolong aku… aahh panas!! Kenapa tubuhku terasa sangat panas," racaunya Rubi sembari membuka seluruh pakaiannya yang melekat pada tubuhnya hingga tak ada sehelai benang pun yang menutupi seluruh tubuhnya yang indah itu.

Si Pria dibuat terkesima dan tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Rubi di hadapan pria normal dan tidak pria asing yang sama sekali tidak dikenalnya karena dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Matanya melotot, Jakungnya naik turun hingga ia seperti orang yang kesulitan bernafas. Ia adalah pria dewasa yang normal jika dihadapkan pada kondisi yang seperti sekarang ini pasti akan ada sesuatu yang memberontak dari dalam.

"Bukan aku yang menginginkan hal ini tapi, kamu sendiri gadis kecil jadi bersiaplah dan persiapkan dirimu sebaik mungkin karena aku akan memenuhi permintaanmu saat ini," lirihnya pria itu.

Rubi menarik tangannya pria itu lalu memeluknya hingga Rubi merasakan sedikit rasa lega.

"Aku tidak sanggup lagi, aahhhhh!!" Pekiknya Rubi sambil menarik tubuhnya pria itu ke dalam pelukannya hingga keduanya terjatuh ke atas ranjang.

Pria itu tak lupa segera mengaktifkan alat perekam video di hpnya, dengan tangannya yang cukup panjang lalu menyimpan ke atas meja nakas sebelum ia menuntaskan keinginannya Rubi kala itu.

Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya terhadap First Love Rubi Salman dengan caranya:

Like Setiap babnya, Rate bintang lima, Favoritkan agar tetap mendapatkan notifikasi, Bagi gift poin atau koinnya dan klik iklannya juga yah kakak readers...

Makasih banyak all readers… I love you all..

1
Ranny
sudah 2 kali loh Thor Rubi di ganti jadi Raisa
Oira Akiem
next
Oira Akiem
lanjut
Rosa Linda
ceritanya bagus
Natasya
lanjutt
Umu Mustafidah
up lg ka
Nurul Sarahmah
ko blm ad up lg
kavena ayunda
karma buat salman jd orang bejattt rasain anakmu mati
bunda f2: mampir juga kak ke karyaku, maaf yang terlambat, ditunggu ya...
total 1 replies
Umu Mustafidah
karma buat salman tuh.istrinya jatuh trus anaknya ga selamat
bunda f2: mampir juga kak ke karyaku, maaf yang terlambat. ditunggu ya...
total 1 replies
Umu Mustafidah
ko blm up ka
GeGe Fani@🦩⃝ᶠ͢ᵌ™: insya Allah besok kak kalau gak sibuk ikut kampanye 🤭✌️
total 1 replies
Berlian Indah
Rubi semoga baik saja
Berlian Indah
semoga Rubi selamat pulangnya
MauLya 💟andi
jahat
Berlian Indah
lanjut😘😘
Andara bia
kucing hitam di kampungku juga ada yg percaya gituan
Arinda
semoga ditolong dengan orang yang tepat
Masitha Hamrud💗
lanjut cerutanya suka
Zaenab ali Said
bagaimana tidak sakit kalau sudah itu kamu saja yang terlalu lugu 🤭✌️
Karmila Kaa
Salman kah yang mengirim chat tersebut
Amaira Singkil
kalau Rubi hamil kasihan nasibnya Bagus kalau Salman bertanggung jawab
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!