NovelToon NovelToon
Supreme God Emperor

Supreme God Emperor

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Reinkarnasi / Perperangan / Mengubah Takdir
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: desimawarni

Liu Chen, dari bumi mati dibunuh oleh mantan sahabat nya. Namun dia malah hidup kembali di dunia lain yang disebut Dunia Kultivator, tapi ia juga memiliki kehidupan lebih buruk. Tetapi semuanya berubah setelah bertemu dengan Naga tua yang membantunya menjadi Kultivator.

Semenjak itu, ia bertekad menjadi kuat dan mencari keberadaan orang tuanya.
...

Simak dan Ikuti petualangan Liu Chen di dunia Kultivator untuk menjadi entensi tertinggi!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon desimawarni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 07. Xu Yang

Bugh…

Bugh…

“Bocah sialan! Apa kau masih tak ingat peringatanku, tokoh pil obat tuanku tidak pernah sudi menerima bocah miskin dan bau sepertimu. Jika tidak ingin mati lebih baik kau pergi bajingan!” Teriak seorang pengawal tampak sangat marah dan menatap jijik ke arah bocah laki-laki yang sudah tergeletak tak jauh di depannya.

Bocah laki-laki dengan pakaian kumal itu tampak meringis bahkan pipi kusamnya sudah basah oleh air matanya, sementara orang-orang sekitar sama sekali tidak peduli bahkan ikut-ikutan menghina bocah tersebut. Sudah hampir setiap hari bocah itu mengemis disana meminta obat tapi hanya berakhir mendapatkan cacian, makian dan berakhir dihajar habis-habisan oleh pengawal tersebut.

“Haiss… sebenarnya darimana keberanian bocah itu, sudah sering kali diusir bahkan dihajar habis-habisan masih saja datang. Benar-benar cari mati” Ucap seorang pemuda yang menatap sedikit kasihan dengan nasib bocah malang tersebut. Sementara, Liu Chen yang kebetulan berdiri tak terlalu jauh dengan pemuda itu mengerutkan keningnya. Entah kenapa ia merasa tidak terima saat mendengar nya, apalagi ia melihat dengan jelas bagaimana pengawal itu memukul bocah kurus tersebut. Jika diperhatikan bocah itu masih berusia sekitar delapan tahunan, masih terlalu kecil.

Grrr…

Mo Juju mengeram kecil yang mana membuat Liu Chen terkekeh.

“Baiklah, Ju'er tenang saja nanti akan ayah urus” mata bulat Mo Juju terus menatap kearah bocah laki-laki tadi yang terlihat mulai menjauh dengan berjalan terseok-seok. Liu Chen hanya menatap datar sebelum mengalihkan pandangannya ke arah toko obat tersebut.

“Toko obat, kira-kira obat tingkat apa saja yang dijualnya” Liu Chen tersenyum dingin. Seperti nya tak lama lagi ia akan membuat kehebohan di kota tersebut. Namun, sebelum itu ia harus mencari keberadaan bocah tadi, bukan tanpa alasan ia melakukannya semua nya karena permintaan Mo Juju entah hanya karena kasihan atau ada hal lain yang membuat Mo Juju ingin membantu bocah tersebut.

Setelah cukup lama akhirnya Liu Chen menemukan bocah tadi yang berjalan masuk kedalam rumah kecil yang bisa dikatakan gubuk kecil. Liu Chen menggeleng pelan melihat tempat tinggal bocah tersebut. Tak ingin membuang waktu ia langsung menghampiri nya dan mulai berkata.

“adik kecil apa kau butuh bantuan?” Ucap Liu Chen langsung ke intinya. Bocah laki-laki itu terlihat sangat terkejut saat melihat orang asing telah berdiri di belakangnya.

“Ah tuan, ada perlu apa tuan sampai rela memasuki gubuk kecilku ini” Bocah laki-laki itu membungkuk sopan namun disatu sisi ia merasa ketakutan dan waspada melihat orang asing mendatangi nya.

Melihat ketakutan bocah tersebut, Liu Chen hanya tersenyum tipis. “Tidak perlu takut adik kecil. Aku sama sekali tidak memiliki niat buruk padamu. Kedatangan ku hanya ingin menawarkan bantuan kecil padamu. Bagaimana apa kau butuh bantuanku?!” Ucap Liu Chen dengan tenang.

“M-maksud t-tuan?!” Bocah laki-laki itu terkejut namun ia tidak akan percaya begitu saja karena tidak biasanya ada seorang yang begitu baik hati ingin membantu dirinya, selama ini orang-orang yang ia temui tidak pernah mengatakan hal tersebut malahan saat melihat dirinya saja mereka sudah jijik, wajar saja ia tidak percaya begitu saja saat ada orang asing menawarkan bantuan secara tiba-tiba.

“Kenapa? Apa kau tidak percaya dengan perkataanku adik kecil?!” Liu Chen kembali menatap bocah di depannya itu dengan tatapan lembut. Melihat tatapan yang tidak pernah ia dapatkan dari orang lain bocah itu mulai merasa bersalah.

“M-aaf tuan, bukannya aku tidak percaya hanya saja sangat tidak wajar tuan ingin memberikan bantuan secara cuma-cuma pada ku. Apa tuan tidak salah mengatakan nya?” jawab bocah itu dengan sangat sopan dan takut, takut pemuda di hadapannya itu mengamuk kemudian menghajarnya.

Liu Chen terkekeh sembari mengangkat sebelah tangannya, “tidak perlu merasa bersalah. Sekarang katakan obat apa yang kau butuhkan?” Liu Chen sengaja mengatakan nya karena ia bisa merasakan ada orang lain berada di dalam tapi aura kehidupan nya sangat lemah.

Bocah itu tampak terkejut, “t-tuan, apa tuan benar-benar ingin membantu. Jika benar aku Yang’er sangat berterimakasih kepada tuan karena sudah bersedia memberi bantuan orang miskin sepertiku” Bocah yang bernama Yang’er tersebut seketika berlutut dengan mata berkaca-kaca.

“Tidak perlu melakukan hal yang tak berguna, sekarang antarkan aku melihat seseorang yang ingin kau selamatkan itu” Ucap Liu Chen dengan tegas karena jika ia tidak mengatakan nya sudah dipastikan ada drama lagi akan dilakukan bocah tersebut.

Sekali lagi dia terkejut karena tidak menyangka Liu Chen mengetahuinya, namun saat melihat tatapan datar itu membuat ia ciut dan langsung saja membawa Liu Chen kesana karena ia sudah sepenuhnya percaya tidak seperti sebelumnya.

Sesampai didalam satu-satunya kamar disana, Liu Chen melihat seorang wanita paruh baya terbaring lemah, karena energi kehidupan nya yang sangat lemah membuat wanita itu terlihat semakin tua. Liu Chen menatap tajam wanita tersebut sebelum memeriksa pergelangan tangannya.

“Hm… ternyata dia juga seorang kultivator” gumam Liu Chen cukup terkejut, bahkan usia tulangnya saja telah berusia tiga ratus tahun. Lalu tatapannya beralih ke arah bagian leher wanita yang terlihat sudah berubah warna hitam. Liu Chen menghela nafas dan beralih menatap Yang'er.

“Jika perkiraan ku dia sudah cukup lama terkena racun, apa benar?”

Xu Yang mengangguk lemah saat mendengar pertanyaan Liu Chen tepat sasaran.

“T-tuan apa ibu bisa sembuh” Melihat tatapan Yang’er, Liu Chen hanya tersenyum, kasihan sekali bocah ini.

“Tentu” Yang’er tersenyum lebar saat mendengar nya, ia memiliki harapan untuk melihat ibunya kembali seperti semula.

Karena tidak ingin berlama-lama Liu Chen langsung saja mengeluarkan sebuah pil tapi tiba-tiba saja wanita itu bergerak dan berbicara dengan suara sangat lemah.

“J-jangan t-uan…”

“Oh… kau masih sadar ternyata” Liu Chen tak menyangka wanita itu masih bisa bertahan untuk tetap sadar. Sementara, Yang'er hanya bisa menangis melihat kondisi ibunya.

“T-tuan… j-jangan lakukan, a-ku tidak ingin hidup lebih lama lagi…” Ucap wanita itu lagi yang mana membuat Yang’er menggeleng mendengar perkataan ibunya.

“Buu… kamu harus sembuh. Jika ibu pergi aku tidak memiliki siapa-siapa lagi”

Wanita itu menggeleng, “M-maaf nak. Andai saja kamu mengetahui sebuah rahasia nak, mungkin kamu akan membenci ibu” Wanita itu menitikkan air mata saat mengingat nya dan menatap Yang'er penuh penyesalan.

“T-tuan jika aku pergi aku mohon padamu, tolong bawa Yang’er bersama mu” Liu Chen tidak bisa berkata-kata, tujuan nya ingin menyelamatkan malah melenceng sangat jauh. Ia tidak tahu apa yang terjadi dengan wanita itu tapi jika dilihat saat dia menatap Yang'er ia yakin wanita telah melakukan kesalahan besar.

“Yang'er sebenarnya nama aslimu Xu Yang, yang mana kau berasal dari klan Xu…”

Duarrr…

Bommmm…

Tiba-tiba saja terjadi serangan yang cukup kuat secara tiba-tiba yang mana membuat gubuk milik Yang'er hancur.

Sementara, Liu Chen terlebih dahulu menghindar dengan membawa Yang'er atau Xu Yang bersamanya.

“Tidaakkk… ibuuuu…” Xu Yang menangis histeris saat melihat rumahnya telah hancur tapi bukan itu yang ia pikirkan tapi ibunya. Xu Yang yang masih syok seketika tidak sadarkan diri, Liu Chen mendesah kasar melihat kerapuhan bocah tersebut. Sebenarnya ia bisa saja menyelamatkan wanita itu, tapi dia menolak. Dan serangan itu sudah jelas ingin membunuh wanita itu dan Xu Yang.

“Sepertinya mereka bukan orang biasa karena serangan tadi cukup kuat untuk membunuh kultivator ranah kaisar bintang 6” gumam Liu Chen. Saat merasakan beberapa orang mendekat Liu Chen langsung pergi tak lupa memasukan Yang'er kedalam dunia jiwanya ditemani Mo Juju.

Setelah Liu Chen pergi terlihat tiga orang, satu pemuda dan dua pria paruh baya, “periksa apa mereka benar-benar mati oleh seranganku” perintah pemuda tersebut dengan angkuh.

“Baik tuan muda” mereka buru-buru melakukan perintah tersebut. Dan akhirnya mereka hanya menemukan mayat seorang wanita.

Pemuda yang dipanggil tuan muda tersebut mendegus saat mengetahui siapa wanita tersebut. “Cihh… wanita jalang, salahkan saja dirimu karena sudah berani menolak ayahku” Pemuda itu tertawa terbahak-bahak karena merasa dirinya sangat kuat karena berhasil membunuh kultivator diatas ranahnya.

“Lalu bagaimana dengan bocah miskin itu apa kalian tidak menemukan mayatnya”

“Maaf tuan muda, kami tidak menemukan selain mayat wanita ini” Jawab salah satu pria tersebut.

Pemuda itu terlihat tidak senang namun ia tidak bisa membantah karena apa yang dikatakan mereka benar.

“Sudahlah, buang mayat wanita jalang itu. Aku harus menemui ayah” perintah pemuda itu kemudian pergi.

Beberapa warga yang ternyata melihat kehancuran rumah milik Yang'er sama sekali tidak peduli apalagi saat mengetahui yang melakukan nya tuan muda Lou Pei tidak heran lagi. Siapa yang tidak kenal tuan muda Lou Pei, putra tertua Patriak klan Lou, orang terkuat di kota tersebut.

Liu Chen yang telah sampai di salah satu rumah makan tampak sangat menikmati makanan disana, biarpun tidak seenak masakan nya. Selain itu, ia juga menajamkan pendengarannya siapa tau ia mendapatkan informasi tentang bangsawan atau klan yang ia cari.

“Heii… apa kalian sudah dengar Patriak Lou Si akan mengadakan kompetisi untuk mencari pemuda-pemudi berbakat” ucap salah satu pemuda kepada kedua temannya.

“Tentu saja. Apa kalian akan ikut” Jawab salah satu teman nya.

“Kenapa tidak, ini adalah kesempatan kita menunjukkan kepada orang lain jika kita cukup kuat”

“Benar. Aku sudah sangat lama ingin menjadi salah satu murid di klan Lou”

Liu Chen yang mendengar pembicaraan mereka seketika menyeringai, ternyata tidak sia-sia ia makan disini.

“Klan Lou, tunggu kehancuran kalian”

BERSAMBUNG…

1
Glastor Roy
update dong torrr yg bayak
Azka Azki
ini gak ada lanjutannya apa ya???
Azka Azki
mana nih lanjutannya
Is Lubis Sh
perbyk update perhari 2 atau 3 bab, biar dpt byk lile, favorit, gift dan vote dari pembaca, tetap semangat berkarya
Pageran Lembayung Biru
masa mc nya arogan sekali thor,bahasanya juga terlalu ketus,gk cocok dengan gelarnya nanti sebagai calon penguasa..jd rada males bacanya lw bgini ch
Alfarizi: Tenang aja nanti sifatnya akan berubah menjadi lebih baik
total 1 replies
BTN
Wkwk MC nya tidak sadar diri, di kepret sama ekor naga modar Sia,,,
Eky Pratama
lanjut thor👍👍👍👍👍👍👍
D&H
Keren
Alan
Tingkatan ranah kultivasinya dong Thor....
G Wu
Loh" itu gak enak bangat dbca nya thor!!
Bahasa kekinian klo bisa dhilangkan , sesuai kn dengan latar jaman nya.
Alfarizi: Thanks sarannya
total 1 replies
Alan
Semangat Thor 💪💪💪💪💪
Alan
Mantabbbb Mo Liuchen 👍👍👍👍👍👍
Alan
Semangat 💪💪💪💪💪
Alan
Lanjuttttttt Thor.........
Alan
Semangat Thor 💪💪💪💪💪
Alfarizi: Thanks 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!