NovelToon NovelToon
Istri Arogan Milik Dokter

Istri Arogan Milik Dokter

Status: tamat
Genre:Cintapertama / CEO / Cinta Seiring Waktu / Dokter / Tamat
Popularitas:510.7k
Nilai: 5
Nama Author: Maciba

Dewa Bagas Darka seorang dokter umum yang memiliki perbedaan status sosial dengan istrinya.

Dwyne Juliete Bradley seorang wanita cantik, memiliki jabatan tinggi di perusahaan keluarganya tidak serta merta menerima Dewa sebagai suaminya apalagi status sosial keduanya terlampau jauh.

Hari-hari yang dijalani Dewa sangat sulit apalagi istrinya selalu bersikap arogan.

Baca kisah lengkapnya di Novel Istri Arogan Milik Dokter

IG maciba_18

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maciba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14 - Berusaha

BAB 14

BRAK

Sontak Dewa dan Dayana menoleh ke arah pintu yang baru saja tertutup dengan keras, seketika Dewa berdiri hendak menjelaskan pada Dwyne jika ia hanya menolong Dayana. Namun Dayana menarik tangan suami adik sepupunya itu.

“Dokter”, lirih Dayana, matanya berkaca-kaca memikirkan Dewa meninggalkannya begitu saja rasanya membuat perih di hatinya. “Lukaku, tolong obati lebih dulu. Bukankah seorang dokter telah disumpah untuk.......”

“Baiklah, cepat duduk di sana”, Dewa masuk kamar dan mengambil salep untuk mengobati memar di kaki dan tangan Dayana.

“Aw, sakit”

“Tahan, kau ini bagaimana”, omel Dewa.

“Ck, apa aku harus memberi mereka ruangan khusus di sini?”, gumam Dwyne melihat keduanya. Apalagi tangan Dayana berpegangan pada bahu suaminya. “Ck, dasar murahan”. Ia pun berjalan santai melewati kedua orang itu, tanpa bertanya apa yang terjadi ataupun menoleh.

Dewa melihat istrinya menuruni tangga, kemudian meninggalkan Dayana yang telah selesai diobati.

“Dwyne tunggu”

“Aku bisa jelaskan”

Wanita cantik nan angkuh itu melirik malas pada suaminya, seakan mengejek pada Dewa, ia kembali mengeluarkan kata-kata  yang menusuk bagai belati tepat di jantung Dewa.

“Ah, aku akan minta papa siapkan ruangan untuk kalian berdua”

“Dwyne ini tidak seperti apa yang kamu pikirkan, Dayana terjatuh dan terluka”, Dewa memberi alasan yang memang benar adanya.

“JANGAN SENTUH AKU, kau itu memang menjijikan, dasar pria tidak tahu diri”, seru Dwyne berjalan meninggalkan suaminya yang tiba-tiba bergeming.

Dari atas sana Dayana menyaksikan sepasang suami istri itu bertengkar bahkan adik sepupunya menepis kasar tangan Dewa yang memegang Dwyne. Berjalan tertatih Dayana turun menghampiri Dokter Dewa, sungguh ia tidak ingin adik dan seniornya itu bertengkar.

“Dokter, maaf aku...... aku tidak bermaksud”

“Tidak apa Dayana,sebaiknya kamu istirahat”, Dayana tahu persis jika pria dihadapannya sedang terluka mendengar kalimat dari bibir Dwyne. “Ehem”, Dewa menetralkan suasana hatinya, ia pun mencari Dwyne di ruang keluarga tapi tak menemukannya, Dewa terus berjalan mengitari seisi rumah, taman belakang pun tak luput dari perhatiannya yang menajamkan mata melihat istrinya namun hanya ada Mama Nayla di taman itu. Akhirnya Dewa melihat Dwyne di mini bar sedang minum satu gelas jus sembari menelepon.

“Hah, berapa lama?”, ucap istrinya malas.

“Baiklah, siapkan saja berkas dan keperluan lainnya”

Dewa ikut duduk di samping istrinya yang fokus pada gelas dan ponselnya, ia menunggu Dwyne selesai bicara dengan seseorang di sana yang sudah pasti orang itu ialah Asisten D, karena mendengar kata-kata dan nada perintah begitu ketara dari mulut istrinya.

“ADA APA?”, tanya Dwyne tidak suka, ia semakin ingin menjaga jarak dengan suaminya ini.

“Dwyne, apa pekerjaanmu sudah selesai?”, tanya Dewa yang membingkai wajahnya dengan senyum manis.

“Belum”

“Bagaimana kalau nanti sore kita pergi menonton film?”

“Tidak mau”

Hanya jawaban singkat yang Dewa terima, ia pun bingung bagaimana cara meraih hati seorang wanita karena sebelumnya tak pernah memiliki hubungan apapun dengan perempuan lain, seluruh hidup Dewa hanya belajar dan belajar untuk meraih cita-citanya, apalagi ia dituntut mempertahankan prestasi jika tidak beasiswanya akan dicabut begitu saja. Baru pertama kali memiliki hubungan dengan lawan jenis dan langsung menikah, maka Dewa kesulitan memahami bagaimana membujuk wanita yang sedang merajuk atau meluluhkan hati keras Dwyne.

“Kita makan malam di luar, menikmati suasana malam, bagaimana?”

“Ck, Dewa aku itu sibuk, kalau kamu mau nonton film di rumah ini ada bioskop mini, kau tinggal memilih film apa saja yang ingin kau lihat. Aku tidak suka keramaian, paham ! “, Dwyne menghabiskan jus mangga miliknya dan kembali lagi ke ruang kerja untuk memeriksa berkas kerja sama serta laporan peluncuran produk baru perusahaan.

Putri Rayden Bradley satu ini seorang workaholic sama seperti papanya, bahkan tak jarang Dwyne pulang larut malam hanya untuk lembur dan mendedikasikan diri untuk mengembangkan perusahaan. Namun setelah menikah Mama Nayla memberi aturan jika seorang istri dilarang pulang malam, Dwyne harus ada di rumah sebelum Dewa datang. Tentu Papa Rayden menyetujui usulan sang istri, dan ia akan memotong gaji anaknya jika lembur. Mau tidak mau, terpaksa Dwyne menurut dari pada gajinya menjadi korban hanya karena seorang Dewa.

Dewa hanya duduk diam memandang lurus pada gelas dan botol-botol berisi minuman di depannya, akhir pekan yang cukup menguras tenaga. Sedangkan siang nanti ia harus ke klinik untuk membuka praktiknya.

Dwyne melihat ke arah taman dimana Dayana duduk manis memperhatikan mamanya yang sedang merawat tanaman hias milik Oma Anggi. Dwyne tertawa miris, “Sepertinya dia ingin sekali menjadi anak kandung mama dan papa”, Dwyne mengingat bagaimana Papa Rayden memberi fasilitas pendidikan sama dengan ketiga anaknya, membiayai sekolah Dayana. Dari mulai taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga menengah pertama ketiganya selalu bersekolah ditempat sama. Hanya menengah atas saja yang berbeda, Dariel dan Dwyne melanjutkan studi di negeri asal Opa Gerry, tinggal bersama Oma Anggi dan Opa Dave, begitupun dengan Denna adik bungsu mereka yang sangat menempel pada Oma Anggi, sampai Nayla dan Rayden mengizinkan Denna tinggal bersama kakek neneknya. Pantas saja Nayla begitu menyayangi Dayana karena selama tiga anaknya ikut kakek neneknya, hanya Dayana yang menemaninya di rumah luas ini.

Tetapi Dwyne tahu persis Papa Ray tidak pernah mengizinkan Dayana ikut mengurusi perusahaannya. Terbukti pria blasteran tampan itu melatih kedua anaknya untuk siap memegang kendali bisnis keluarga, Dwyne harus belajar keras untuk memimpin G&B Pharmacy, sedangkan Dariel harus bisa mengembangkan bisnis kuliner dan perhotelan milik papanya, serta menjadi dewan pengawas di GB Hospital.

“Tidak akan bisa kau mengambil posisi ku di rumah ini Dayana”, gumam Dwyne, dahulu ia sangat menyayangi kakak sepupunya itu tetapi beberapa bulan belakangan, Dwyne merasa muak melihat Dayana.

Dwyne duduk di kursi kebesarannya, memakai kacamata dan fokus pada layar laptop di depannya sembari memeriksa berkas di tangannya. Wanita yang menjadi andalan Papa Rayden dalam dunia pemasaran, karena Dwyne begitu mahir melakukan negosiasi dan mendapatkan kerja sama dengan begitu mudah.

Tok Tok

“Masuklah”

Dewa masuk ruangan kerja yang dipenuhi buku-buku dan duduk di depan istrinya, “Dwyne, siang ini aku akan Ke Depok dan Bogor untuk praktik, apa kamu mau ikut?”, tak kenal menyerah Dewa berusaha, karena hanya dengan memiliki waktu berdua ia yakin bisa mendapatkan hati istrinya yang sekeras batu.

“Ck, dokter yang cukup gigih”, gumam Dwyne, “Kau tidak lihat ini”, menunjukkan tumpukan map dengan dagunya serta sorot mata tajam pada Dewa.

“Baiklah, kalau begitu aku pamit, karena jalanan di akhir pekan pasti macet”, Dewa menggeser kursi dan berdiri,  “Jika kamu berubah pikiran, hubungi saja aku. Kita pergi makan malam bersama di luar”, suara lembut Dewa mengalihkan perhatian Dwyne.

“Jangan berharap lebih”, sahutnya sembari menatap suaminya diambang pintu.

Tbc

 

 

1
chaaa
makanya Dwyne lo punya suami ganteng, jgn dianggurin. ada yg suka sama suami lo. hati2 aja.
chaaa
lo jg istri gak tau diri Dwyne. menerima hak, tp gak melakukan kewajiban lo sbg istri ke Dewa.
chaaa
uang.. harta.. itu terus yg ada di otak si Dwyne ini. org kaya tp sifatnya 👎👎 ok lo emang kaya, cantik. tp yg lebih dr lo pastinya ada di dunia ini. jadi gausah terlalu sombong!
chaaa
kurang ajar ya istrinya
Woro Wardani
Luar biasa
nacl di Goodnovel: makasih ya Kak 🙏
total 1 replies
Sulastrie Herlina
kenapa nama denver enggk pake nama terahir dewa,, malah nama terahir dwyne,,,
Efrida
tunggu2 doang dr td....huhhhh terlanjur dah sampe sini bc 😅😅
Efrida
jd laki bego bgt, sok baik
Efrida
paling benci org laki sok baik embel2 krn dokter
Efrida
jd laki goblok bgt
Efrida
mamposss
Efrida
yg cwe arogan yg cwo sok baik. gk bs jga perasaan istri tau tuh cwe demen sm dia
Efrida
udah tau rasanya gas trsssss
Efrida
biarin aja jd sampah dia klu diperkosa.
Efrida
biar sana perkosa aja sok bgt
Efrida
lm2 eneg jg gw sm wadon satu ini
Efrida
jgn terll lama konflik ini say krn cm gini2 doang,supaya pembaca tdk hilang minat ya,,, sori cm masukan aja sih
Efrida
ini dayana otaknya kmn ya....duhhh
Efrida
ngomong mak lwt mulut 😄
Efrida
pst mkn manisan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!