NovelToon NovelToon
Perjuangan Ucup

Perjuangan Ucup

Status: tamat
Genre:Mengubah Takdir / Kehidupan di Sekolah/Kampus / Tamat
Popularitas:90.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mentary

⚠️Warning! Dilarang Boom Like

Muhammad Yusuf biasa di panggil Ucup, mahasiswa Universitas S di kota Pekanbaru. Ucup kuliah jurusan peternakan, dia berkuliah sambil berjualan.

Ucup yang memiliki hobi memasak akhirnya memutuskan untuk berjualan. Ucup berjualan Tela-Tela di Jl.Panam setiap malam harinya.

Bagaimana Perjuangan Ucup Kuliah sambil Berjualan Tela-Tela?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mentary, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menabrak

"Aku sedang membisiki hatiku tenanglah, hujan tak selamanya deras, matahari tak selamanya terik dan langit tak selamanya biru. Sebab di dunia ini tidak ada yang abadi, semuanya akan berlalu seiring berjalannya waktu."

"Sahabat aku ibu," jawab Ucup.

" Gustaf dan Feri ya Ucup?" tanya ibu.

"Iya ibu." Ucup berjalan ke arah dapur.

"Ucup mau kemana?" tanya ayah.

"Dapur, mau buat kopi untuk mereka berdua," kata Ucup.

"Ucup tunggu dulu." Ayah yang berdiri dari tempat duduknya sambil memegang sebuah gelas yang kosong.

"Iya ayah." Ucup berhenti berjalan lalu membalikan badan, dia berjalan mendekat ke arah ayah.

"Bawakan ini sekalian ke dapur Ucup." Ayah memberikan sebuah gelas kosong kepada Ucup.

"Baiklah ayah." Ucup mengambil sebuah gelas dari tangan ayah lalu Ucup membalikan badannya, dia berjalan ke arah dapur.

Setelah Ucup pergi meninggalkan ayah dan ibu yang masih berada di ruangan keluarga. Sesampai Ucup di dapur lalu dia meletakan gelas yang kotor ke westafel. Ucup mengambil panci yang berada di kompor lalu mengisinya dengan air dispenser.

Setelah selesai membuat dua gelas kopi Ucup membawa ke dua gelas kopi tersebut. Ucup melewati ruangan keluarga tetapi ayah ibu sudah tidak ada sana. Ucup melihat televisi masih menyala lalu dia berjalan ke arah televisi. Ucup menekan tombol off pada televisi tersebut sehingga televisi tersebut tidak menyala.

Ucup yang sudah sampai di teras rumah lalu meletakan ke dua gelas kopi di atas meja. Ucup lalu duduk kembali di atas kursinya yang tadi.

"Ucup nih kopi gak temanya?" Gustaf yang melihat ke arah meja.

"Emang temanya kopi apa?" tanya Ucup.

"Kayak gorengan, roti, kue," jawab Gustaf.

"Setahu aku temannya kopi itu ini." Ucup mengambil sebungkus rokok dari atas meja lalu menunjukan kepada Gustaf dan Feri.

" Hahaha, benar juga tuh Ucup." Feri sependapat ama Ucup bahwa temannya kopi yang paling cocok itu rokok, makanya dia tertawa sambil melihat ke arah Ucup.

"Kalau di pikir-pikir yang Ucup katakan emang benar. Paling enak itu ngerokok sambil di temanin segelas kopi," kata Gustaf.

"Nih kopi boleh di minumkan Ucup?" Feri yang melihat ke arah gelas yang berisi kopi di atas meja.

"Ya boleh lah, aku buat emang untuk di minum ama kalian berdua," kata Ucup.

"Mantul mah kopi buatan Ucup." Feri yang mengambil sebuah gelas yang berisi kopi dari meja lalu meminumnya.

"Kopi buatan Ucup emang enak, Ucup udah bisa buka warung kopi di jamin bakal ramai." Gustaf mengambil sebuah gelas dari atas meja lalu meminum kopi tersebut.

"Ya enaklah karena gratis coba bayar pasti gak enak. Aku gak ada niat buat warung kopi lagian warung kopi di Pekanbaru sudah banyak," kata Ucup.

"Gak kok, emang kopi buatan Ucup itu enak," kata Gustaf.

"Soalnya rasa di lidah aku udah pas takaran kopi buatan si Ucup," kata Feri.

"Asik dong kalian touring," kata Ucup.

"Asik sih tapi gak lengkap karena Ucup gak mau ikut." Feri yang meletakkan gelas ke atas meja.

"Iya, kenapa Ucup gak mau ikut waktu kami ajak?" tanya Gustaf.

"Aku gak ada uang lagian. Selain itu aku harus membantu ke dua orang tua aku di kebun," kata Ucup.

"Kalau soal uang Ucup kan bisa ngomong ama aku. Ucup butuh berapa?" Feri yang dengan sengaja berbicara seperti itu kepada Ucup.

"Gak usah Fer, aku gak mau ngerepotin kalian berdua," kata Ucup.

"Kita ini kan sahabat, jadi jangan pernah merasa takut untuk merepotkan kita berdua Ucup," kata Gustaf.

"Tapi kalau masalah uang aku masih bisa usaha sendiri tidak mau ngerepotin kalian berdua," kata Ucup.

"Baiklah kalau itu maunya Ucup." Gustaf yang menghargai perkataan Ucup.

Seminggu Kemudian......

Pagi ini seperti biasa Ucup mengantarkan Zai ke sekolah setelah itu Ucup berangkat ke kampusnya. Ucup mengendarai motor ke arah kampus nya, saat perjalanan menuju ke arah kampusnya Ucup terjebak macet di jalan.

Karena ada kecelakaan lalu lintas hingga menyebabkan jalan raya tersebut menjadi macet. Ucup melihat ke arah jam yang tangan yang melingkar di pergelangan tangan yang sebelah kiri. Ucup yang merasa takut terlambat mencoba menyalip ke arah kanan agar motornya bisa melaju ke arah kampus S.

Akhinya Ucup bisa melewati jalanan yang macet dengan membutuhkan waktu sekitar kira-kira 45 menit. Ucup terus saja melajukan motornya ke arah jalan raya menuju kampus sehingga dia sampai di depan gerbang kampus.

Ucup melajukan motornya masuk ke dalam kampus lalu dia memakirkan motornya di parkiran mahasiswa. Setelah itu Ucup melepaskan helemnya, dia menggantung helemnya di motor.

Ucup turun dari motor lalu dia berjalan ke arah kelasnya. Saat berjalan menuju ke arah kelas Ucup merasa ingin buang air kecil Ucup buru- buru berjalan ke arah toilet laki-laki yang ada di kampus.

Sesampainya di depan pintu toilet laki-laki, Ucup berjalan masuk ke dalam toilet tersebut. Untuk saja suasana toilet sepi sehingga dia tidak perlu mengantri untuk bisa buang air kecil di closed yang ada di dalam toilet laki-laki.

Setelah selesai buang air kecil Ucup mencuci tangannya mengunakan air kran yang ada di westafel yang ada di toilet laki-laki tersebut. Ucup berjalan keluar dari toilet laki-laki tersebut.

Saat berjalan tiba-tiba ponsel Ucup berbunyi lalu dia mengeluarkan ponsel yang berada di saku celananya. Ucup melihat ke arah ponsel ternyata ada chat dari sahabat.

📩"Ucup di mana?"

📩"Kampus."

📩"Aku juga di kampus nih, posisi kamu di mana?"

📩"Baru keluar dari toilet."

📩"Nagapain pagi udah ke toilet?"

📩"Biasa ngisi absen."

📩"Woi kalau ngisi absen itu ke kelas bukan ke toilet laki-laki."

Ucup yang dari tadi berjalan sambil membalas chat dari Gustaf di menyadari kalau ada seorang yang juga sedang berjalan ke arahnya.

Brak......Brak

Ucup yang tidak sengaja menabrak seseorang.

"Maaf ya aku gak sengaja." Ucup yang mengangkat wajarnya melihat ke arah seorang tersebut.

"Gak perlu minta maaf aku juga salah, kalau gitu aku pergi dulu." Seorang tersebut berjalan.

"Eh tunggu dulu, kamu mau kemana?" Ucup melihat ke arah seorang tersebut yang berjalan melewati Ucup.

"Mau ke kelas." Berhenti berjalan lalu membalikan badan melihat ke arah Ucup.

"Disana tidak ada kelas, kamu mahasiswa baru jurusan apa?" tanya Ucup.

"Ekonomi, tapi tadi kata mereka kelas aku di sini."

"Kamu di kerjain, di sini itu arah toilet cowok," kata Ucup.

"Apa kamu bisa menujukan dimana letak kelas aku?"

...~ Bersambung ~...

1
Mamath Ziad Malik
ternyata teusan Dindut pacarku ya ooh jadinya dinda sama fikri ya .terus kenapa Dindut pacarku blm tamatya blm.up lagi
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Fiqrie dan Dinda yg di sini itu beda ama tokoh di novel DinDut
Sabar ya Kak
Ry lagi nulis dulu
total 1 replies
Mamath Ziad Malik
jangan selalu ketukar ka namanya tuh
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Maaf Kk
total 1 replies
Mamath Ziad Malik
lihat nasi bungkusnya hadiingat dulu waktu kerja dikompeksi jadi kangendeh masa masa dikompeksidulu bisa makan bareng teman teman
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Jadi Flashback ya Kk
Kalau novel Ucup itu memang kisah nyata yg Ry angkat
total 1 replies
Mamath Ziad Malik
romantis kali ucup
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Iya Kk
Babang Ucup yg di Real memang kyk gitu
total 1 replies
Mamath Ziad Malik
kaya zai deh yg dipegang tangannya
Mamath Ziad Malik
pasti dibawa zai motornya
Mamath Ziad Malik
melupakan uang jajan kali ayah ibu
Mamath Ziad Malik
jadi ini terusannya Dindut itu pacarkuya ka .dinda nya jadi kurus dan makin cantikya .tapi novel Dindut itu pacarku blm up lagi ka masih saya tunggu
Mamath Ziad Malik: ooh begitu kirain soalnya nama tokohnya banyak yg samanka sorry
total 2 replies
Usmi Usmi
Ucup nama kucing' ku yg jagoan sering berantem 🤭
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Kalau begitu salam ya buat Ucup Kk Usmi
Makasih Kk Usmi
total 1 replies
Kreasi Rizky
iya bener
Kreasi Rizky
Ucup kawan aku, hello my friend who are you
Rahma AR
keren Ry
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Novel baru udh Ry hapus
Mau tamatkan Novel PaMud dulu
total 3 replies
Ka'Unna
aku mampir kakak🥰
Senajudifa
akhirx bs bc sampe tamat jg
🟢🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY🐌: Makasih Kk
total 1 replies
Senajudifa
ngga bs ketebak ganteng semua ry
Senajudifa
ayo cup aku mendukungmu
Senajudifa
nggak usah pake penaaaram hana
Senajudifa
kasihanx ucup
Senajudifa
oalah cup...
Senajudifa
jujur ya aqila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!