Pitung yang merupakan Wibu garis keras sedang menonton Anime baru di Bioskop, tiba-tiba tersedak Popcorn saat pemutaran film baru dimulai.
Pitung tewas tanpa ada penonton yang mengetahuinya dan jiwanya bertransmigrasi ke tubuh Raja Iblis yang sedang sekarat.
“Eh... kenapa Aku menjadi Raja Iblis Zagralaas!” Pitung berteriak histeris.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bang Regar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Level Dua Puluh
“Apakah tuan Zagralaas masih sanggup melanjutkan misi ini?” Netla Durand khawatir Pitung mengalami trauma mental setelah membunuh Goblin.
Pitung tersenyum. "Kita harus melanjutkan misi ini dan tolong jangan bantu aku kecuali dalam keadaan terdesak!” sahutnya sembari menggenggam erat gagang Pedang Hell Of Darkness.
Jeritan histeris dari Goblin tadi telah menarik perhatian kawanan Goblin yang tidak jauh dari mereka.
Goblin dengan Pedang Pendek ditangannya lebih dulu muncul dari balik perkebunan Tebu, ekspresi wajahnya menampakkan kemarahan karena rekan-rekannya telah dibunuh oleh Dua Petualang Manusia.
Netla Durand bersembunyi di dalam gubuk milik Petani agar kehadirannya tidak disadari oleh Goblin Level Dua Puluh tersebut. Jika dirinya menampakkan diri maka Goblin itu akan melarikan diri karena Levelnya saat ini adalah Level Tiga Puluh Lima.
“Sini kau ijo lumut brengsekkkkkk!” umpat Pitung mengejar Goblin tersebut.
“Dasar Manusia lemah, aku akan membunuhmu!” sahut Goblin dengan bahasa yang tidak dimengerti oleh Pitung.
Pedang Pendek Goblin mengeluarkan aura Pedang berwarna hitam pekat yang merupakan Mana Iblis, hal yang sama juga muncul di bilah Pedang Hell Of Darkness.
“Kesatria Sihir Elemen Kegelapan?” Goblin itu terkejut ada Manusia yang memiliki Elemen Sihir yang sama dengan kalangan Iblis maupun Beast atau monster.
“Serbuk Kematian!” teriak Pitung saat jarak antara dirinya dengan Goblin hanya satu langkah lagi.
Goblin itu tidak berusaha untuk menghindar karena Level Pitung hanya Kesatria Sihir Level 14 saja, yang berarti dirinya tidak akan terluka oleh serangan Pitung.
Namun, tiba-tiba Goblin itu berhenti mengayunkan Pedang Pendek miliknya dan segera menyeka matanya yang terasa sangat perih oleh bubuk cabai yang dilemparkan oleh Pitung.
“Ternyata Manusia sialan ini melakukan serangan curang! Itu bukanlah Sihir,” gerutu Goblin.
Pedang Hell Of Darkness mendarat di leher Goblin, kemudian kepalanya menggelinding di permukaan tanah dengan mata terbelalak karena tidak menyangka bilah Pedang milik Pitung dapat menebas lehernya.
Dua Puluhan Goblin muncul dari balik perkebunan Tebu, mereka langsung mengumpat dengan kata-kata kasar karena Pitung telah membunuh rekan-rekan mereka.
Jumlah mereka terlalu banyak, Pitung tidak akan sanggup melawan mereka. Dia menoleh ke arah Gubuk milik Petani Kentang.
“Bantu aku melukai mereka, Netla!” seru Pitung sembari memasang kuda-kuda beladiri dan menggenggam erat gagang Pedang Hell Of Darkness.
“Baik tuan Zagralaas!” sahut Netla Durand.
Suara Netla Durand membuat para Goblin menoleh ke arah Gubuk dan sudut bibir mereka menyeringai jahat karena tujuan mereka menyerang daerah manusia adalah untuk menculik para wanita, kemudian memperkosanya agar keturunan mereka semakin banyak dan tentunya untuk menyalurkan has.rat se.k.sual mereka yang tinggi.
“Dewi Cahaya Yang Maha Kuasa Pemilik Segalanya, Hamba-Mu ini Meminjam Sihir Kayu: Sihir Tanaman Merambat!”
Suara Netla Durand terdengar merapalkan mantera Sihir, tanaman merambat kemudian menjalar ke arah kumpulan Goblin yang langsung berusaha menghindar dengan menebas tanaman merambat itu.
“Gadis manusia itu sepertinya Penyihir Level tinggi!” keluh salah satu Goblin karena tidak dapat memotong tanaman merambat tersebut, kakinya kemudian terlilit dan ujung tanaman merambat memasuki lubang telinganya sehingga ia menjerit kesakitan.
Pitung mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka Netla Durand akan melakukan serangan sangat kejam begitu. Serangan seperti ini biasanya dilakukan oleh seorang Villain atau tokoh jahat dalam film atau novel.
“Ah, kenapa aku harus kasihan pada mereka? Toh, aku ini adalah Villain yang diburu oleh Pahlawan Nistenia,” pikir Pitung sembari mulai menebas leher para Goblin itu dengan Pedang Hell Of Darkness.
Jeritan histeris dari Goblin-Goblin itu terus mengundang perhatian Goblin-Goblin lain dan mereka pun menjadi pendulang Poin Demon King System bagi Pitung.
Tak lupa setelah membunuh Goblin-Goblin itu, Pitung menyimpan senjata-senjata mereka ke dalam Tas Sihir miliknya. Untung saja ia memiliki beberapa Tas Sihir dari rampasan bandit gunung dan Tas Sihir milik Bos Bandit memiliki ukuran yang cukup besar.
Pitung juga membedah dada dari Goblin-Goblin itu untuk mengambil Kristal Sihirnya, karena Kristal Sihir itu dapat dijual serta diserap untuk meningkatkan Levelnya.
Matahari hampir tenggelam dan Pitung hanya bertarung melawan kawanan Goblin di Kebun Kentang yang kini hancur berantakan itu saja. Dia juga sudah kelelahan walaupun Panel Demon King System muncul melaporkan hadiah Poin dan peningkatan Levelnya.
Pitung tidak memperhatikan Panel Demon King System itu, ia hanya akan mengatakan lakukan undian bila Poinnya sudah cukup untuk melakukan undian. Namun, hasilnya tidak ada Jackpot dan hanya ada peningkatan Level saja.
“Apakah tinggal di sini aman?” tanya Pitung khawatir disergap oleh Goblin Level tinggi saat mereka terlelap tidur nanti malam.
“Berikan aku Sepuluh Kristal Beast dari Goblin-Goblin itu, maka aku akan membuat Perisai Sihir sehingga keberadaan kita tidak akan disadari oleh mereka!” sahut Netla Durand sembari menjulurkan tangannya.
“Banyak sekali!” sahut Pitung dengan enggan menyerahkan Sepuluh Kristal Beast yang susah payah ia kumpulkan itu karena tidak semua Goblin Level Dua Puluh itu memiliki Kristal Beast.
“Kalau tuan Zagralaas ingin Kristal Beast maka kita hanya perlu memasuki Labirin, Kristal Beast yang ini hanya kualitas rendah dan harganya sangat murah dan biasanya digunakan sebagai bahan bakar Lentera saja!” kata Netla Durand sembari mulai menggambar lingkaran Sihir menggunakan darah Goblin dan Kristal Beast itu.
“Ah, ternyata aku hanya mengumpulkan barang murahan sejak tadi!” gerutu Pitung——karena butuh waktu lama untuk mengumpulkan Kristal Beast itu, ia harus membedah dada Goblin-Goblin itu satu persatu. “Ya, wes lah... setidaknya aku sudah mencapai Level 20 dan memiliki cadangan Mana sebesar 300,” pikirnya.