NovelToon NovelToon
Gadis Lampu Merah

Gadis Lampu Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Anak Yatim Piatu
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Guspitria Kamal

Kemiskinan membuatnya harus menikah dengan putra seorang konglomerat kaya raya. Jika menolak, maka dia akan masuk penjara. Sementara dia harus menghidupi dua adik angkatnya yang masih sekolah. Pasrah adalah jalan satu-satunya yang bisa dia ambil. Gadis adalah wanita pekerja keras. Sehari-hari dia bekerja di lampu merah dekat tempat tinggalnya. Mulai dari mengamen hingga menjual tisu dia lakukan demi sesuap nasi. Nasib malang tidak hanya sampai di situ. Gadis yang malang harus dihadapakan dengan suami yang tidak mencintainya bahkan sangat membencinya. Namun Gadis tidak mudah ditindas. Gadis yang pemberani, menghadapi semua rintangan rumah tangganya dengan caranya sendiri. Mampukah Gadis menghadapi cobaannya? Mampukah Gadis merubah nasibnya? Ikuti kisahnya.



Jangan lupa intip karya aku sebelumnya ya 🙏🙏👍😁 " Tuan Muda Yang Hilang" , Makasih 🙏🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Guspitria Kamal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tenggelam

Sesuai rencana, pagi ini Gilang dan Gadis akan pindah ke rumah baru mereka. Rumah minimalis dua lantai dengan empat kamar. Dua kamar lantai atas dan dua kamar lantai bawah. Satu kamar ART yang berdekatan dengan dapur di lantai bawah. Halaman depan yang tidak terlalu besar, tapi halaman belakang cukup luas. Ada taman tempat berrsantai dan di lengkapi dengan satu kolam renang ukuran sedang dengan gazebo tepat dipinggir kolamnya.

''Jaga mantu Papa baik-baik. Jangan pernah kamu sakiti Gadis. Jika sampai itu terjadi, maka kamu tidak akan pernah bisa bertemu lagi dengannya. Mengerti kamu.'' Gilang hanya bisa mengangguk menjawab penuturan Papanya itu.

'' Gadis, jangan takut ya sama anak manja ini. Kalau dia gigit kamu, gigit dia balik. Papa akan selalu bersamamu.'' Tuan An meraih Gadis dan memeluk Gadis dengan wajah sendu. Entah mengapa berat bagi Tuan An untuk berpisah dengan menantunya itu. Yang jelas Tuan An takut jika terjadi sesuatu dengan Gadis.

Walaupun demikian, Tuan An dan Joe sudah menyuruh beberapa orang untuk terus mengawasi Gadis dan Gilang. Sejak awal Gilang sudah menolak untuk ada pelayan dan pengawal di rumah barunya. Seakan tau gelagat Papanya, akhirnya Tuan An terpaksa menyetujui karena Gadis juga menolak akan hal itu.

'' Papa tenang aja, Gadis bisa jaga diri baik-baik. Lagian Gadis tinggal sama suami Gadis. Gilang pasti jagain Gadis, iya kan sayang?'' Gadis mengalungkan tangan ke lengan Gilang.

'' I---iya sayang, tentu saja. Jadi Papa ga usah kuwatir, kami akan baik-baik saja.'' Gilang menambahkan.

Setelah pamit-pamitan Gilang dan Gadis langsung menuju rumah yang akan mereka tempati bersama. Sesuai alamat, sampailah mereka di sebuah rumah bercat putih abu-abu berlantai dua. Rumah minimalis yang sangat cocok untuk pengantin baru.

'' Wah selera Papa memang bagus.'' Ucap Gadis menatap kagum rumah barunya.

'' Ck, norak.'' Gilang berjalan melewati Gadis yang masih menatap rumah merek itu dengan wajah berbinar.

'' Iiigggghh, dasar sendal jepit.'' Gadis memeletkan lidahnya.

Gadis mengikuti Gilang masuk dengan masing-masing menderet koper disatu tangannya. Untuk kali ini mereka hanya membawa sedikit pakaian, karena nanti-nanti juga bisa mereka jemput lagi.

'' Kamar Gue di sini, dan buat Lo terserah mau di mana. Di dapur menurut Gue lebih tepat.'' Ucap Gilang. Tanpa menunggu jawaban Gadis, Gilang masuk ke kamar yang dia pilih yaitu di lantai dua.

'' Ck, dasar laki songong. Kuwalat baru tau.'' Gadis memilih masuk ke dalam kamar yang satunya lagi. Berhadap-hadapan dengan kamar yang ditempati Gilang.

'' Aduuuuuh.'' Terdengar seperti sesuatu yang terbentur dari dalam kamar Gilang tepat saat Gadis membuka pintu kamarnya.

'' Hihihihihi..baru juga disumpahin, udah jadi aja. Hihihi..'' Gadis cekikikan sambil menutup pintu kamarnya.

Di dalam kamar terlihat Gilang memegang kepalanya yang tanpa sengaja terbentur ujung meja saat akan meraih ponselnya yang jatuh ke karpet dibawah meja.

'' Sial banget sih, baru juga sampai. Rumah ini memang ga bersahabat.''

Berlahan Gilang membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur king size yang sangat empuk. Jika dilihat, kamar yang ditempati Gilang adalah kamar utama. Karena selain ukuran kamar yang jumbo, kamar itu juga dilengkapi dengan walk in closet serta meja rias.

Hari ini adalah weekend, jadi memang waktu bagi Gilang untuk meregangkan otot dan pikirannya dari aktifitas melelahkan di kantor. Tak butuh waktu lama Gilang sudah pergi jauh ke alam mimpi.

Sedangkan di kamar sebelah, Gadis tengah merapikan pakaiannya di dalam lemari. Kamar yang bagi Gadis sangat kuas jika dibandingkan dengan kamar dikotrakannya dulu. Bahkan terlihat sangat mewah, kasur yang empuk dengan satu nakas di sampingnya, lemari yang besar, serta dilengkapi dengan kamar mandi di dalamnya.

Sama halnya dengan Gilang, kali ini giliran Gadis yang juga ikut masuk ke alam mimpi. Gadis tertidur setelah beberes sebentar.

Gadis terbangun tepat saat penunjuk waktu menunjukan pukul 1 siang. Pantas saja Gadis terbangun, perutnya sudah minta diisi rupanya. Setelah melaksanakan shalat Dzuhur, Gadis keluar menuju dapur.

Tuan An memang sudah menyuruh Joe untuk menyiapkan segala keperluan untuk mereka. Jadi saat pertam datang tidak perlu belanja untuk dapur lagi. Isi kulkas dan lemari di dapur sudah lenuh dengan stok sayur,daging dan bahan makanan.

Kali ini Gadis memasak tongseng sapi dan orak arik telur sayuran. Hanya dua menu, mengingat cacinng di perut Gadis sudah berdemo.

Baru saja Gadis selesau menata masakannya di meja makan, terlihat Gilang berjalan mendekat dengan wajah bantalnya. Hawa kelaparan tergambar jelas diwajah Gilang yang lemah dan lesu.

'' Makanlah, Gue udah masak.'' Tak peduli Gilang mendengar atau tidak, Gadis lebih dulu meraih nasi dan memasukan dua jenis masakannya itu ke dalam piringnya dan memakannya dengan lahap.

Jika Gilang mau jujur, aroma masakan Gadislah yang membuatnya terbangun dari tidur lelapnya. Selain rasa lapar yang juga datang bersamaan. Ada rasa gengsi dihati Gilang, tapi melihat masakan Gadis yang begitu menggiurkan dan rasa lapar yang makin mendesak membuatnya mempertebal mukanya dihadapan Gadis.

Gadis melirik dari ujung matanya, terlihat Gilang meraih piring dan mengisi piringnya dengan lauk dan sayuran. Gilang terlihat makan dengan lahap. Bahkan pakai tambah dua kali.

' Gila enak banget, hebat juga ni cewek kampung.' Batin Gilang sambil terus menyelesaikan makannya.

'Ck, gaya sok ga mau. Giliran makan, pake nambah-nambah. Dasar sok gengsi.' Batin Gadis.

Setelah selesai makan, kini Gadis memilih bersantai di gazebo pinggir kolam renang. Sedangkan Gilang langsung kembali ke kamarnya.

'' Wah airnya sejuk banget, jadi pengen nyebur. Dalam ga ya?'' Gadis menyeburkan dua kakinya ke dalam air kolam renang sambil duduk dipinggir gazebo.

'' Gimana kalo airnya dalam, bisa mati kecebur Gue.'' Gumam Gadis.

Saat tangan Gadis mencoba meraih air kolam, tiba-tiba Gadis kehilangan keseimbangan. Jarak air kolam ke lantai gazebo lumayan tinggi, air kolan hanya sampai mata kaki Gadis.

Byuuurr

Gadis tercebur ke dalam kolam, Gadis berusaha menggapai-gapai sesuatu yang bisa di pegang. Sekilas terlihat seperti Gadis tengah berenang ala bangau mandi manjah. Tapi sebenarnya Gadis berusaha kepalanya tetap di atas agar tidak kehilangan oksigen.

'' Tolong...aup, tolong aup.'' Kepala Gadis muncul dan tenggelam dan muncul lagi. Sedangkan tangan Gadis melambai-lambai ke atas.

Gilang tengah menelpon Bagas tepat di pinggir jendela kamarnya yang mengarah ke arah kolam renang. Awalnya Gilang cuek saat melihat Gadis seperti tengah berenang kegirangan. Gilang tetap melanjutkan teleponannya.

Tiba-tiba saat Gilang melihat ke arah Gadis, Gilang melihat lagi dengan seksama. Matanya melotot saat melihat tangan Gadis hilang turun masuk ke dalam air. Ternyata Gadis tenggelam ke dasar kolam.

'' Shiiiit.'' Gilang menjatuhkan ponselnya begitu saja. Dia berlari cepat menuruni anak tangga.

Tanpa aba-aba Gilang menyelam masuk ke dasar kolam, dan keluar dengan meraih pinggang Gadis yang sudah terkulai lemas.

'' Hai, Gadis bangun lah.'' Gilang menepuk-nepuk pipi Gadis setelah mebaringkan Gadis dipinggir kolam.

1
Muhammad Rizky
knp lama kelanjutan cerita novelnya
Raning Raning
bagus
Fitri Azura
up
Suci Dava
lanjut Thor, tetap semangat 💪
Fitri Azura: siap 👍, maksih suportnya 🙏🙏🥰
total 1 replies
Junaidah Ramdhani
up dong thorrr
nhe-nhe
thor kpn up lagiiiii aku suka sama cerita nya ❤
Rianoir⏳⃟⃝㉉
hai kakak Author, Rianoir di sini ...
Fitri Azura: say hai juga Othor Rianoir 🥰
total 1 replies
Fitri Azura
haihai sobat othor, biasakan like koment hadiah dan vote ya sebelum lanjut. Makacih, lopyu 😘🙏🥰
Syahrul
jangan lupa mampir ya kak
-radiant knight selalu menunggumu :)
Syahrul
jangan lupa mampir ya ke ceritaku!
-radiant knight
Fitri Azura
ok thor..saling berbagi like kita 👍🥰
Fitri Azura
siap thor, aku udah mampir 👍😁🙏
Fitri Azura
hallo sahabat othor, jangan lupa tinggalkan jejak ya. like koment favorit hadiah dan votenya ...makaci 🥰🙏🙏
Fitri Azura
siap thor 👍🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!