NovelToon NovelToon
Metalmorfosis

Metalmorfosis

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / Romansa / Tamat
Popularitas:86.6k
Nilai: 5
Nama Author: PiEl

Buat kalian yang bukan favorit di keluarga, semangat, ya.. Kalian hebat sudah berhasil menebalkan hati sampai detik ini.

🍁🍁🍁🍁🍁

Dibanding-bandingkankan dengan orang lain, itu sudah jadi hal umum.
tapi bagaimana jika kamu dibandingkan dengan adikmu sendiri?

Seperti halnya yang dialami oleh Zinnia Nashira.

Dia muak karna terus menerus menjadi pembanding dengan Navya, adiknya. Jadi ia melarikan diri dengan pemberontakan.

Sementara Ren, masih betah melajang bahkan saat umurnya sudah menginjak kepala tiga.

Namun pertemuannya dengan Zinnia mampu membuat hari-hari Ren lebih menyenangkan.

"kak Ren! Pacaran yuk, kak."

*****
Apakah Ren akan menetapkan pilihannya kepada Zinnia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PiEl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14. Ternyata Sesulit Itu Menemukan Ketulusan.

Ren segera masuk ke dalam rumah. Ia bahkan tidak melihat Esta yang sedang menonton tv di ruang keluarga bersama dengan suaminya. Keduanya langsung menoleh kepada Ren yang baru saja naik ke anak tangga pertama.

“Udah pulang, Nak?” Tanya Esta mengejutkan Ren. Pria itu menghentikan langkah dan menoleh.

“Loh? Mama sama Papa kapan pulang?” Tanya Ren heran. Karna mereka tidak memberitahu Ren kalau akan pulang hari ini.

“Pulang tadi siang. Kenapa mukamu merah gitu, Nak?”

Ren gelagapan mendapat pertanyaan itu. Ia meraba pipinya dengan canggung.

“Ma, Pa. Ren mau mandi dulu, ya. Udah gerah banget ini. Hari ini banyak kerja di luar.” Pamit Ren yang kemudian langsung berlari ke kamarnya yang ada di lantai 2.

Esta dan Rai saling tatap. Heran dengan sikap Ren yang aneh. Karna biasanya, putra sulungnya  itu akan menyalami mereka lebih dulu ketika pulang.

“Kenapa anakmu, Mas?”

“Ehhmm.. Kalau di lihat-lihat, kayaknya dia......” Rai tak kunjung melanjutkan kalimatnya. Sehingga mendapat cubitan di pinggang dari istrinya. “Aduh!”

“Di tanya juga, malah bercanda.” Dengus Esta.

“Hehehehehe. Ya gimana aku tau, sayang? Tanya langsung sama anaknya.”

Cup.

Rai malah mengecup pipi istrinya. Hal itu sangat ampuh untuk menghilangkan kekesalan Esta.

Sesampainya di kamar, Ren langsung menuju ke kamar mandi. Tujuannya adalah untuk mendinginkan tubuhnya dengan air dingin.

“Hufhhh.” Ujarnya menghela nafas lega saat guyuran air membasahi kepala dan tubuhnya.

Sepanjang mandi, Ren terus teringat dengan kelakuan luar biasa dari Zinnia. Selama ini ia selalu betemu dengan para gadis yang menjaga kenggunan mereka saat di depannya. Para gadis yang selalu menjaga sikap, setidaknya saat bertemu dengannya. Terlebih setelah mereka mengetahui identitas dan latar belakangnya,

Tapi Zinnia, sama sekali tidak peduli dengan istilah anggun. Gadis itu hanya menjadi dirinya sendiri bahkan saat bertemu dan berdekatan dengan Ren. Tidak menampik, Ren lumayan tertarik dengan tingkah polahnya.

Setelah berhasil mendinginkan sel-sel libido dalam dirinya, Ren segera keluar dan mengganti pakaian. Kemudian turun ke lantai bawah dan bergabung dengan ayah dan ibunya.

Ren menyalami ayah dan ibunya karna tadi ia tidak sempat melakukannya. Kemudian ia menjatuhkan tubuhnya di sofa terpisah di sana.

“Udah makan, Nak?” Tanya Esta.

“Belum, Ma. Bentar lagi aja.” Jawabnya. “Gimana Ranu, Ma?”

“Adikmu udah nikah. Kemarin sore.” Ujar Rai.

“Hah? Serius?” Ren ternganga tidak percaya dengan ucapan ayahnya. Ia menoleh kepada ibunya dan Estapun menganggukkan kepalanya.

“Wahhhh. Parah. Kok bisa tiba-tiba langsung nikah begitu?”

“Ya karna Ranunya mau. Niat baik harus di segerakan. Kamu, Papa dengar semalam ngedate sama anaknya Pak Gubernur?” Tanya Rai dengan tatapan menggoda.

“Pasti kakek yang cerita.” Tebak Ren.

“Ya iyalah.”

“Apa itu berarti kita mau besanan sama Pak Gubernur, Mas?” Esta ikut menggoda putranya.

“Besan apaan, Ma? Orang cuman ketemu aja. Ren bahkan gak bisa ngobrol banyak sama dia.”

“Lah kenapa bisa?”

“Mama percaya gak, kalau kubilang dia ketemu sama aku tapi dia bawa pacarnya.” Jelas Ren.

“Hah?” Esta dan Rai kompak terkejut.

“Jadi dia udah punya pacar? Terus kenapa mau ketemu sama kamu?”

“Katanya cuma mau nurutin perintah Papanya. Gitu, Ma.”

“Hahahahahahaha. Nasib,, nasib. Gak jadi kita besanan sama Pak Gubernur, sayang.” Seloroh Rai.

“Lagian Kakek. Sibuk banget ngurusin jodoh orang. Udah kubilang gak usah ikut campur juga.” Dengus Ren kesal jika mengingat.

“Jangan keras-keras ngelawan sama Kakek ya, Nak. Selagi kamu bisa nurutin, turutin aja. Nanti kalau capek juga berhenti sendiri.” Nasihat Esta.

“Iya, Ma. Jadi, Ranu gak pake acara pesta segala, Ma?”

“Ada. Tapi nunggu istrinya selesai wisuda dulu.” Jawab Esta.

“Kita juga nanti bakalan ngunduh mantu. Saran Papa, biar gak malu keduluan adikmu, cepet cari gebetan biar ada yang di gandeng pas acara Ranu nanti.”

“Papa. Dikira jodoh bisa langsung jatuh dari langit...” Dengus Ren kesal karna terus digoda oleh papa dan mamanya.

“Hahahahaah.”

“Lagian punya pacar malah di mantanin melulu. Di halalin gitu.”

“Gak ada yang cocok, Pa. Mereka itu rata-rata bermuka dua. Lain didepanku, lain di belakangku. Baik cuma kalau ada maunya doang. Bosen sama cewek modelan begitu. Gak ada tulus-tulusnya sama sekali. Yang ada cuma kebanggan karna jadi pacar direktur utama FD Corp.” Keluh Ren.

“Resiko itu, Nak. Semoga kamu bisa dapet jodoh yang baik kayak Mama.” Puji Rai kepada istrinya.

“Amin...”

Ya, itulah salah satu kesulitan Ren sampai saat ini. Ia masih belum menemukan sosok wanita yang tulus apa adanya bahkan saat mengetahui siapa dirinya. Wanita yang hanya melihatnya sebagai Ren Kaba Prianggoro. Bukan sebagai direktur utama dan penerus perusahaan FD Corp.

Dan yang selama ini terjadi adalah, pacar-pacar Ren hanya fokus dengan status materinya saja.

Ternyata sesulit itu menemukan ketulusan.

“Udah malem, lho. Makan dulu sana. Jangan dibiasain telat makan. Udah kena sakit magh, baru tau.” Esta memperingatkan.

“Hhehe. Iya, Ma. Ren makan dulu ya, Ma, pa.”

Ren berjalan ke arah dapur untuk makan. Setelah membahas makan, tiba-tiba perutnya menjadi lapar. Ia baru ingat kalau tadi siang dia hanya makan bakso bersama dengan tim 2.

Ah, mengingat itu, otaknya dipaksa untuk teringat dengan Zinnia.

“Hufh.” Hela Ren.

“Kenapa, Den?” Tanya Mbak Sur, asisten rumah tangga keluarganya. “Gak selera kah sama menunya?” Mbak Sur sudah memasang wajah sedih.

“Hah? Enggak kok, Mbak. Bukan karna menunya. Tapi karna aku memang lagi capek.”

“Mbak buatin air jahe anget, mau?” Tawar mbak sur.

“Boleh.”

“Oke. Aden makan dulu. Abis makan nanti Mbak buatin jahe angetnya.”

Ren berusaha untuk mengusir bayangan Zinnia, si ayam cemani. Mengalihkan fikirannya kepada lidahnya untuk menikmati setiap rasa di mulutnya. Untung saja berhasil.

Selesai makan, Ren pamit kepada kedua orangtuanya untuk kembali ke kamar. Ia memegang gelas berisi minuman jahe hangat buatan Mbak Sur.

“Ma, Pa, Ren istirahat dulu ya.” Pamit Ren.

“Iya.”

“Oke.”

Sesampainya di kamar, Ren langsung menenggak habis minumannya. Itu biasa dia lakukan untuk membuat tubuhnya lebih rileks dan hangat. Sehingga ia bisa tidur nyenyak dan segar saat bangun esok hari.

Ren sudah siap di balik selimut. Sambil menunggu rasa kantuk datang, ia memilih untuk kembali melihat-lihat pekerjaannya lewat tablet. Namun lagi-lagi, fikirannya tak mau lepas dari Zinnia. Apalagi saat teringat dengan kejadian di dalam mobil. Perlahan, tubuhnya kembali meremang jika mengingat sensasinya.

“Gerry! Jangan bangun! Ngrepotin! Gerry! Tidur!” Ren memarahi Gerry yang tak bersalah.

Daripada harus kelabakan sendiri, Ren memilih untuk bermain game saja. Semoga kali ini ia benar-benar bisa mengalihkan fikirannya dari Zinnia. Si gadis ayam cemani dengan sejuta kejutan dengan tingkahnya.

1
Rahmaniar
suka banget cerita nya....banyak makna kehidupan dapat di ambil dari ceritanya
Rosy Putri
aku suka novel semua cerita nya lucu nya ada.. bhagia pasti.. yg penting menghibur..
Rosy Putri
jin jin...
Rosy Putri
si jin ada ada aja... 🤣🤣
Rosy Putri
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Y_이14
lucu banget ya Tuhan
Fina Fitriani
bagus... cerita nya,,selalu dan selalu menguras air mata dan berakhir happy ending.... aku suka.. lanjut ah.....
Titha
keren
Fitri Ani
Luar biasa
Jamilah Hidirmanto
aq tambah semangat bacanya
Jamilah Hidirmanto
/CoolGuy//Tongue//Chuckle/
Jamilah Hidirmanto
/Drool//Sleep//Joyful//Doubt//Scowl/
Ummu Faliha
Luar biasa
Zieya🖤
aku curiga sana si Burhan ..
Zieya🖤
Zinnia makhluk paling ajaib
😂😂😂😂
Zieya🖤
yang lagi cemburu
😂😂😂😂
Zieya🖤
kasian si Gerry😂😂😂😂
Dwi ratna
kk urutan novel klrga prianggoro si yg mn dlu ini, aq bca prima trz ksni?
Pucuk Labu🍁: 1.Semesta Rai.
2. My Handsome Rich Husband.
3. Metalmorfosis.
4. One Night Stand With My Ceacy Boss. (ini lanjutannya Metalmorfosis)
total 1 replies
Dwi ratna
enk bgd y jd org kya, mau apa tinggal bli tinggal tunjuk jg gk mikirin bsok ada uang gk y bt mkn....😔
Dwi ratna
nyesek deh, aq pernh dposisi itu jin
Dwi ratna: BanGeD pokoke
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!