NovelToon NovelToon
Dewa Tiga Dunia

Dewa Tiga Dunia

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Fantasi petualangan-Fantasi Timur / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:412.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aris pujiono

Dewa perdamaian yang membuat kesalahan karena mencintai sang anak kaisar langit di hukum bereinkarnasi ke bumi menjadi manusia. Dia harus melewati berbagi macam penderitaan yang ada di dunia. Dengan tanda dewa yang ada di keningnya memudahkan para dewa dan bangsa asyura untuk mencarinya. Dewa bumi yang mempunyai sikap welas asih menutupi tanda itu dengan kekuatannya. Sang dewa perdamaian pun bisa terlahir dengan selamat di alam manusia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris pujiono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Suara Seruling

Sedangkan Hai Xuan menggunakan ilmu sihir dengan menggerakan tangannya di belakang pinggang mendengar percakapan mereka bertiga.

"Kalau pendekar Astara belum ada tempat tinggal, menginap saja di sini. Sekte Lin'an akan senang sekali menerima tamu dari Negeri Sabit," ucap Gongfu.

Astara tersenyum, lalu mengangguk.

"Jiarong, antar pendekar Astara ke kamarnya."

"Baik Ayah." Jiarong mengantar Astara dan Bailin menuju kamar.

"Kalau butuh sesuatu panggil saja aku." Jiarong menutup pintu kamar.

Bailin melihat dekorasi kamar yang bagus. "Tinggal di sini lebih baik, dari pada harus tinggal di gua yang bau itu."

"Tapi kita harus jaga sikap, Bailin."

"Iya aku tau, tadi aku terlalu bersemangat saja.

Malam hari sehabis makan, Astara mendengar suara alunan seruling yang sangat indah.

"Bailin, siapa yang memainkan seruling di malam hari," ucap Astara.

"Seruling mana, aku tidak mendengarnya," jawab Bailin.

"Yakin kamu tidak mendengarnya?" tanya Astara.

"Mana ada suara seruling di tengah malam seperti ini," ucap Bailin meninggikan suaranya.

Astara pun keluar kamar.

"Astara kau mau kemana!?" panggil Bailin.

Astara berjalan menghampiri sumber suara, sampailah dia di belakang halaman rumah. Terlihat Jiarong sedang memainkan seruling.

"Nona Jiarong."

Jiarong menghentikan permainan serulingnya dia menoleh melihat Astara.

"Pendekar ikat kepala, kau mendengar aku bermain seruling," ucap Jiarong merasa heran.

"Bunyi serulingmu itu terdengar sampai di kamarku," jawab Astara.

Jiarong berjalan pelan mendekati Astara. "Selama ini tidak ada yang mendengar saat aku bermain seruling. Tapi, kamu mampu mendengarnya. Jiarong kagum dengan kungfu pendekar."

"Tidak usah begitu, Nona. Aku juga heran mengapa aku bisa nendengarkan bunyi seruling Nona Jiarong. Suaranya begitu lembut di hati hingga aku penasaran ingin mengetahui orang yang memainkannya," ucap Astara.

Jiarong dan Astara berjalan menuju gardu yang ada di tengah kolam. Mereka duduk sambil minum teh hangat pengusir hawa dingin. Astara terlihat malu saat berhadapan langsung dengan Jiarong.

"Pendekar ikat kepala kenapa wajahnya merah, apa pendekar kedinginan?" tanya Jiarong yang masih polos.

"Aku tidak apa-apa, hanya sedikit kurang enak badan saja," alasan Astara.

Hujan di turun membasahi sekte Lin'an. Astara dan Jiarong terjebak derasnya air yang turun. Jiarong kembali memainkan serulingnya, terdengar syahdu di hati Astara. Semakin mendengar seruling yang di mainkan Jiarong, Astara merasakan punya hubungan ikatan yang kuat di masa lalu.

Hujan pun reda, Jiarong membangunkan Astara dari lamunannya. "Pendekar, apa kau tertidur."

"Hah, tidak. Aku seperti berada di dunia yang lain saat Nona Jiarong memainkan seruling itu," ucap Astara.

Jiarong menundukan kepala, terlihat malu. "Pendekar pandai memuji."

"Nona Jiarong." Dari koridor rumah terlihat Hai Xuan sedang menatap memanggil Jiarong.

"Senior Hai Xuan."

"Kenapa ada pendekar Astara di sini, bukankah tidak baik kalau ada lelaki dan perempuan duduk bersama di tempat yang sepi," ucap Hai Xuan sambil melihat tangannya.

"Senior Hai Xuan, pendekar Astara datang ke sini karena tidak sengaja."

"Tidak sengaja?" Hay Xuan memicingkan mata. "Bisa jelaskan kepadaku jiarong."

Jiarong terlihat panik, dia harus menjawab dengan alasan yang masuk akal. "Tadi ..."

"Aku tadi ingin buang air kecil, lalu aku tidak sengaja bertemu dengan Nona Jiarong, karena hujan kami berteduh sejenak di sini," ucap Astara memotong pembicaraan Jiarong.

"Betul," sahut Jiarong.

Hai Xuan menghela napas. "Sekarang hujan sudah berhenti, kenapa tidak segera pergi dari tempat ini."

1
Raditya Vicky
Luar biasa
Nyamin Tolayuk
cerita gak masuk akal masa kaisar langit bisa di tipu oleh dewa dan itu Masi bawahannya... apa Thor gak tau kalau kaisar langit bisa melihat segalanya hahaha Thor goblok dewa bumi aja bisa melihat Dewa perang memiliki niat jahat kok Kaisar langit tidak hu bikin cerita yg bagus dikit dong Kaisar langit di kalahkan sama keroco apa Thor sering berkelahi sama anak SD waktu sudah SMA dan Thor kalah itu perbedaannya Thor Dewa perang Sama Kaisar Langit tapi Thor gak pake otak asal nulis aja hahahahaha
Iman Resmana
Luar biasa
Lusia
cerita yang bagus
MAWI
mantaaaaap thoooooooooooor
bakmi
semoga aja novel ini bisa tergantikan daripada novel xiao Chen,er
Karya Sujana
boooom
dua kristal
booom
Karya Sujana
baru satu keristal
booooom
Karya Sujana
menarik booooom
Karya Sujana
menarikkkk
booooom
Karya Sujana
booooooom
Karya Sujana
mampusss
boooom
Karya Sujana
hadir
booooom
Kamzay
Karya yang sungguh baik dan penuh fantasi dan imajinasi alam dewa...
Kamzay
Kak fantasi sex nya juga kadang diselipin dong biar gak jenuh
Joss
mantaap...
Tyara Lantobelo Simal
Selanjutnya
semangat
Mori Hanzell
tikus? haha
Lutfi Tanaba
cerita kok jadi ngawur begini....malas bacanya..
Lutfi Tanaba
ceritanya jadi aneh Thor,alam dewa tidak dapat dimasuki oleh yutang karena kultivasinya masih rendah malah tubuhnya tidak mampu menahan beban qi hingga meledak,hadeeeh gimana kok ceritanya jadi ngawur gini Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!