Alretta Gabriella Louse seorang gadis remaja berusia 16 tahun.
Afriel Agatha Manthorous seorang CEO muda sukses berusia 26 tahun.
Mereka dipertemukan karena hal sepele yang tidak begitu penting namun setelahnya membuat mereka saling terikat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha silviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
14
Haii readers kita lanjut part berikutnya ya semoga kalian sukaa 🤗 oh iya jangan lupa vote, komen dan like nya ya.. 😇
Maaf kalo ada typo-typo nya😌
Love you all 😘
Happy reading ❤️
###
"Om ngapain kesini"pekik alretta tertahan setelah mendapati afriel duduk di samping nya.
"Kamu sudah menjadi tanggung jawab saya dan mulai sekarang saya adalah wali kamu" ucap afriel riang.
Seketika Alretta langsung membulatkan mata nya.
Setelah semua selesai Alretta dan afriel pun keluar di ikuti dengan Amel dan orang tua nya.
Ya memang itu kesalahan amel, ia mengakui nya dan terpaksa meminta maaf pada alretta.
Karena ini adalah waktu istirahat jadi semua mata tertuju ke arah afriel, pekikan siswi siswi membuat alretta tak nyaman juga hati nya terasa risih dan tak rela jika afriel berpaling dari nya.
Hah tunggu dulu seharusnya alretta tidak merasa kan hal itu bukan?
Untuk apa dia merasa seperti itu, atau jangan jangan... Dia sudah mencintai afriel?
Lain hal nya dengan afriel meskipun dia tau tapi dia menghiraukan itu pandangan nya terus tertuju pada alretta tak sedikit pun ia merubah arah nya.
"Sudahlah sana pulang kau membuat ku tak nyaman" sahut alretta membuat afriel terkekeh.
"Kamu yang gak nyaman atau kamu memang cemburu mendengar jeritan para siswi itu?" ucap afriel menggoda alretta.
"Sudahlah sana pergi!" seru alretta.
"Kamu juga akan ikut dengan saya al" ucap afriel kemudian membuat alretta membulat kan mata nya.
"Kau tak lihat aku masih sekolah?" balas alretta sarkas.
"Ya saya tau tapi saya sudah meminta izin pada guru mu untuk membawa mu pergi" ucap afriel sembari mengembangkan senyum nya.
"Kau!!! Arghhhh sudahlah tunggu disini aku akan mengambil tas ku" ucap alretta.
"Tidak usah ayo pergi sekarang" ucap afriel sembari menggenggam tangan alretta.
"Tas ku bagaimana?" tanya alretta sembari sedikit berteriak karena kini langkah nya sudah menuju gerbang.
"Nana yang akan membawakan nya" ucap afriel.
***
Di sepanjang perjalanan alretta tak henti nya bertanya kita akan kemana? Kau akan membawa ku kemana? Ini sudah sangat jauh kau akan menculik ku?
Pertanyaan itu terus terlontar hingga afriel jengah lalu menepikan mobil sport nya dan segera membungkam bibir alretta dengan bibir milik nya.
Pun alretta entah kenapa ia tidak memberontak hingga pangutan itu terus berlanjut dan membuat mereka semakin memanas.
Setelah itu afriel langsung menghentikan nya karena ia tidak mau kelepasan.
Alretta yang merasa malu hanya menunduk dan merutuki diri nya sendiri.
"Jangan banyak bertanya jika kamu tidak mau berakhir di ranjang bersama saya" ucap afriel dingin namun sedikit menyunggingkan senyum nya.
Ia tau alretta tidak melihat nya namun melihat gelagat alretta membuat nya terkekeh karena alretta sangat lucu jika berada di posisi seperti itu.
Benar saja alretta tidak banyak bicara lagi ia hanya mengalihkan pandangan nya kesamping dan melihat jalanan yang sedikit lenggang karena ini jam kerja.
Sesampai nya di tempat tujuan afriel memarkirkan mobil nya di basement lalu mengajak alretta keluar.
"Aku masih memakai seragam sekolah om" ucap alretta bingung nanti jika tiba tiba ada satpol pp menangkap nya karena mengira ia bolos bagaimana.
"Kita akan membeli baju untuk mu nanti" balas afriel lalu meraih tangan alretta ke dalam genggaman nya.
Alretta hanya menurut saja, mengikuti langkah afriel ke dalam mall. Lalu mereka berjalan ke arah butik.
Semua pegawai menunduk hormat pada afriel karena mereka tau afriel adalah orang yang berpengaruh di negara ini.
"Silahkan pak ada yang bisa kami bantu?" ucap salah seorang pelayan di sana.
"Kamu pilih saja baju untuk mengganti seragam mu, saya akan berbicara dengan pelayan ini" ucap afriel sembari menunjuk pelayan tadi.
Alretta mengangguk lalu pergi dari hadapan afriel.
Setelah kepergian alretta, afriel berbicara pada pelayan itu.
Seusai memilih baju nya alretta kembali ke tempat dimana tadi ia meninggalkan afriel.
"Aku memilih ini saja" ucap alretta lalu di iya kan oleh afriel.
"Sana ganti baju mu" suruh afriel.
***
Alretta bingung karena saat ini ia sedang memiting baju pengantin.
Apakah ia benar benar akan menikah? Ucapan itu terus terngiang di kepala nya.
"Ya sudah mbak yang itu saja" ucap afriel. Sebenarnya afriel sempat terpana dengan alretta.
Gaun nya sangat cocok di pakai oleh alretta, bahu yang terbuka, perut ramping dan bawahan yang mengembang dengan paduan warna putih membuat nya seperti melekat di kulit alretta.
"Baik tuan akan saya bungkus kan" ucap pelayan itu.
Setelah selesai mereka langsung ke toko perhiasan untuk membeli cincin.
"Pilih saja yang mana pun yang kamu suka" tutur afriel.
"Terserah ku?" tanya alretta memastikan.
Afriel hanya berdeham lalu menunggu alretta memilih kan cincin untuk mereka berdua.
Alretta memilah milah kira kira cincin mana yang ia suka.
Seketika ia menatap dua pasang cincin dengan tampilan sederhana namun memiliki satu buah berlian di masing masing sisinya, lalu ia menunjuk cincin itu dan memperlihat kan nya kepada afriel.
"Bagaimana?" tanya alretta memastikan.
"Tidak buruk" ucap afriel menyungging kan senyum nya.
Saat di coba oleh mereka pun sangat cocok.
"Mbak aku mau yang ini saja" ucap alretta pada salah satu pelayan di sana.
***
"Apa kau lelah?" tanya afriel.
Sekarang mereka sudah berada di rumah alretta. Setelah berbelanja perlengkapan yang akan di butuh kan nya menjelang resepsi pernikahan nya, ia pun mengantar kan alretta pulang.
"Menurut mu apa aku terlihat baik baik saja?" sarkas nya sembari menampil kan wajah lelah nya.
"Kau terlihat lelah sayang, istirahat lah aku akan membuat kan teh untuk mu" entah kenapa tiba tiba afriel memanggil nya sayang atau kah memang ia salah berbicara. Ya tentu saja itu perkataan itu tidak alretta utara kan itu hanya lah pertanyaan batin nya alretta.
Namun alretta tak menanggapi, ia sudah terlalu lelah dengan hari ini.
Setelah selesai membuat kan teh, afriel pun memberi kan nya pada alretta.
"Apa weekend ini kau sibuk?" tanya afriel hati hati.
"Tidak" jawab alretta kemudian melanjutkan meminum teh nya.
"Bagus lah kalau begitu, weekend nanti kita akan melakukan prewed" ucap afriel.
BYURRRRRRR
Seketika teh yang sudah masuk ke dalam mulut alretta pun keluar dengan tiba tiba.
"Uhukkkk" alretta terbatuk.
"Sayang apa kau baik baik saja? Pelan pelan kalau minum aku tidak akan meminta nya pada mu" ucap afriel panik.
"Apa kau bercanda?" ucap alretta menelisik.
"Apanya?" tanya afriel heran.
"Ucapan mu" pekik alretta.
"Apa aku salah berbicara?" tanya afriel lagi.
"Tidak ada" sahut alretta.
"Sudah lah sana pulang aku ingin tidur om, lelah sekali" ucap alretta menyuruh afriel pergi.
"Baiklah. Istirahat ya ingat besok aku akan menjemput mu" ucap afriel lalu mengecup kening alretta.
.
.
.
.
.
- Yeyyy kali ini aku bikin cerita panjang banget loh.. khusus buat para readers ku. makasih banyak ya 🤗 ayo dong like koment nya biar author nya semangat bikin nya 😚
bye bye see you next bab yaaa 😘 love you ❤️