NovelToon NovelToon
Terjerat Pesona Preman Insaf

Terjerat Pesona Preman Insaf

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Mafia / Cinta Terlarang / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Emma Shu

Bertubi-tubi, Aiza dihantam masalah yang mengaitkannya dengan sosok Akhmar, dia adalah pentolan preman. Rasanya gedeg sekali saat Aiza harus berada di kamar yang sama dengan preman itu hingga membuat kedua orang tuanya salah paham.
Bagaimana bisa Akhmar berada di kamarnya? Tapi di balik kebengisan Akhmar, dia selalu menjadi malaikat bagi Aiza.

Aiza dan Akhmar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14. Kodok

Wajar, wajah Akhmar yang memang sudah terlihat bengis, membuat lawan bicara menjadi gentar.  Dia memang jauh lebih muda dari supir jika diukur dari usia, tapi potensi menjadi penguasa sudah ia dapatkan dari segi fisik dan suaranya.

Akhmar turun dari motor dan naik ke angkot, matanya meneliti wajah-wajah di angkot, mayoritas penghuninya Bapak-bapak dan Ibu-ibu.  Mereka hanya diam menatap Akhmar yang celingukan.

Akhmar ingin memberi pelajaran pada supir angkot, namun melihat wajah- wajah tua yang menenteng keranjang hendak berbelanja ke pasar, Akhmar mengurungkan niatnya.

Motor Akhmar huyung ke samping sesaat setelah serempetan dengan sebuah angkot. Lalu tubuh Akhmar terpental dari motor akibat menabrak pohon di tepi jalan.

"****!" Akhmar menatap supir angkot kesal.

Supir Angkot membunyikan klakson.

"Jangan sembrono di jalan raya! Sembarangan aja!" pekik supir angkot marah. Ia tak mau memperpanjang masalah, lalu kembali menjalankan mobilnya.

"Woi, tunggu! Jangan kabur! Urusan kita belum selesai!" hardik Akhmar kemudian menunggangi motor dan mengejar angkot.

Angkot sudah di depan mata.  Ia menyalip dan menjajari angkot, mengegas- ngegas motor di sisi angkot.

Supir angkot dibuat kesal oleh ulahnya.  Akhmar juga menggedor- gedor kaca mobil dengan tangan kirinya.

Kesal, supir akhirnya menghentikan angkotnya.

“Woi, lu tadi yang salah, main kebut dan nyalip mobil gue sampe nyerempet begitu. Apa yang mau lu cari sekarang?  Cari mati lu?” bentak supir emosi, kepalanya melongok keluar melalui jendela.

“Diem lo!” Akhmar balas menghardik sangat keras.

Gertakan Akhmar yang lebih beringas membuat supir mati kutu, kalah gertak.

Wajar, wajah Akhmar yang memang sudah terlihat bengis, membuat lawan bicara menjadi gentar.  Dia memang jauh lebih muda dari supir jika diukur dari usia, tapi potensi menjadi penguasa sudah ia dapatkan dari segi fisik dan suaranya.

Akhmar turun dari motor dan naik ke angkot, matanya meneliti wajah-wajah di angkot, mayoritas penghuninya Bapak-bapak dan Ibu-ibu.  Mereka hanya diam menatap Akhmar yang celingukan.

Akhmar ingin memberi pelajaran pada supir angkot, namun melihat wajah- wajah tua yang menenteng keranjang hendak berbelanja ke pasar, Akhmar mengurungkan niatnya.

“Mas, saya buru- buru.  Apakah urusannya sudah selesai?” ujar salah seorang Bapak tua dengan sopan.

Bola mata Akhmar melirik ke Bapak tua itu kemudian turun.

“Dasar, anak muda nggak punya sopan santun.  Orang tuanya nggak becus ngurus anak,” lirih supir gedeg sekali.

“Apa lo bilang?”

Supir terkejut mendengar hardikan Akhmar yang kini berdiri di dekat pintu seberang kemudi.  Sepertinya Supir itu tadi bicara lirih, namun Akhmar menangkap ucapannya dengan jelas.  Tajam sekali pendengaran anak muda itu.

“Ah, kagak!” balas supir masih kesal.

Akhmar tidak berhenti sampai di situ, ia memukul-mukul pintu mobil hingga akhirnya terjadi adu mulut antara Akhmar dan supir.

Sebuah mobil elit berhenti tepat di belakang angkot mengingat arus jalan yang akan dilalui terhalang oleh angkot yang berhenti, ditambah lagi motor Akhmar yang teronggok sembarangan di tengah jalan, menambah sempit badan jalan.

Kaca bagian belakang mobil elit terbuka dan wajah paruh baya sosok lelaki berpenampilan alim menyembul keluar.

“Aduuuh… Ini ada apa ribut- ribut?” tanya lelaki paruh baya yang mengenakan kopiah putih di kepala.  Ia terlihat wibawa mengenakan sorban yang terlilit di dada serta baju koko putih yang membalut tubuhnya.

Akhmar melirik ke lelaki berpenampilan seperti ustad itu.

Bersambung

1
Cristiyan Wijaya
melowww jirrr
Teni Fajarwati
😂
Teni Fajarwati
😭😭😭
Teni Fajarwati
nah gitu,
Teni Fajarwati
emaknya terlalu kejam,walopun kecewa,
Teni Fajarwati
awal bab banyak typo,tapi semakin kesini semakin bagus,,,
Teni Fajarwati
akhmar bener2 parah
Teni Fajarwati
kayanya bapaknya aiza
Teni Fajarwati
🤣🤣🤣
Neus Assalma
ini novel knpa kata-kata nya byk yg di ulang, apakah kurang inspirasi thor
Linda Kustanty
owalahh gara2 kolor ijo to ampek d teriak.in maling😆😆
arzetti azra
Luar biasa
Susi Andriani
hadir
Riski
Lumayan
zevs
izin maraton thor
Mala Sia
Luar biasa
Suyatno Galih
menurut Ismail ustadz tukang kawin, masa ll akhmar buruk lha dirinya sendiri yg yg suka kawin demen janda pirang apa bkn bobrok namanya
Suyatno Galih
Thor itu ustadz abal abul kl ngomong dr mulut apa boret sih, dl azia di usir di bilang bkn anak nya lagi lha skrg di kt putri tersayang, n skrg Zahrah minggat dr perjodohan di blng bkn anak nya jg, udah srh cari janda pirang sj
Suyatno Galih
karapmu lah ikut sesek jd akhmar sm azia
Suyatno Galih
akhmar luka, pedih tp tak sepedih hatinya, tp jgn jd berandalan lagi ya mar, malu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!