Asran, Adalah lelaki tampan yang memiliki wajah hampir mirip dengan adik kandung Hana yang sudah lama meninggal dunia.
Demi untuk mengetahui latar belakang Asran, Hana berniat untuk mendekatinya dan mengenali nya lebih jauh..
Akan tetapi, Asran malah memberikan kekecewaan dan menggoreskan luka dihati Hana..
Apakah yang sudah dilakukan Asran hingga membuat kekecewaan dihati Hana?
Akankah Hana bisa memafkan Asran dan kembali mendekatinya? Atau Hana malah menerima Andra, seorang lelaki yang sudah lama menaruh hati kepada dirinya?
Dan bagaimanakah perjalanan kisah mereka selanjutnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mailiyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERBALIK RASA
Hana melangkah pelan menuju Ruang KIA. Hari ini ia datang agak telat ke Puskesmas. Sebab Malam tadi tidurnya gelisah, Hatinya tidak tenang, pikirannya bercabang-cabang. Semua itu karena rekaman suara yang didengarnya, suara yang dia yakini itu suaranya Asran. Lagi-lagi Hana tak menyangka kalau dia ternyata sejahat itu. Ingin rasanya Hana bertanya langsung kepada lelaki itu, tapi diurungkan niatnya karena percuma, persaannnya sudah terluka.
Setelah Hana sampai di ruang KIA, dia langsung menuju kursinya dengan wajah murung tanpa memandang 2 orang temannya yang sudah ada sedari tadi diruangan itu..
“Hai Han, kenapa? Kok Murung?” Tanya Tia yang mendapati wajah Hana yang murung dan diam saja saat masuk tanpa mengucapkan salam seperti biasanya.
“Ngak ada…” Jawab Hana langsung dengan nada rendah. Tia tak bertanya lagi akan tetapi dia yakin pasti ada sesuatu yang disembunyikan Hana.
Hana tampak mengambil sesuatu dari tasnya, kebetulan belum ada pasien pagi itu. Tia dan Lani pun sibuk dengan dunia maya mereka masing-masing. Hana juga mengikuti jejak mereka berdua. Tetiba Hana teringat WA Asran terakhir tadi malam tak dibalasnya, karena Hana sudah terlanjur sakit hati, tak ada lagi rasa semangat untuk membalas WAnya.
‘kak Hana, sudah tidur ya malam tadi? Kok ngak dibalas kak, di read aja WA Asran?’
Ternyata pagi ini Asran me-WAnya lagi. Hana bingung, tindakan apa yang harus dia lakukan.
Hana telah berbohong kepada kak Ria dimana ia telah mengiyakan untuk memblokir Asran dari pertemanan media sosialnya. Hana belum melakukan itu, entah kenapa Hana merasa tak sanggup untuk melakukannya, ngak sanggup ataukah tidak siap? Hana bingung, yang jelas dia tidak membalas WA Asran meskipun sudah dibuka dan direadnya…
‘Mana mungkin aku tertarik dengan cewek yang lebih tua, parah.. parah… hahahaha….’
Rekaman suara itu masih terniang-niang ditelinga Hana. Ketawa renyah Asranpun masih menari-nari di benaknya.
‘Sungguh menyesal aku sudah menyamakan dia dengan Reno….’ Ucap Hana dalam hati.
Tekad Hanapun sudah bulat. Dia akan menjauh. Akan menghilang dan melupakan semua tentang Asran..
***
“Kantin yuk Han,” Ajak Tia saat jam istiraht sudah tiba.
“Ayuk..” Jawab Hana.
Hana dan Tia berjalan keluar Puskesmas dan menuju kantin yang berada tepat diseberang jalan bagian depan Puskesmas.
“Oiya Hana, besok kalo ngak sibuk datang kerumah ya. Aku ada bikin acara sedikit, ulang tahun anakku yang pertama, Syafa.” Kata Tia. Kebtulan besok hari minggu dan Tia berencana mengadakan acara pesta anaknya.
“Ohya, Syafa ulang tahun ya…Udah berapa umurnya Tia? Lama tak jumpa…” Ucap Hana dengan antusias.
“Lima tahun Han, iya… semenjak aku sekolahkan di TK jadi jarang aku bawa ke Puskesmas. Kalau dulukan hampir tiap hari ku bawa karena ngak ada yang jaga…”
“InshaAllah ya Tika.. aku datang kalau ngak ada halangan…” Ujar Hana sambil tersenyum. Dan akhirnya mereka sampai dikantin.
Sesaat Hana melambatkan langkah kakinya, ketika ia melihat Dokter Andra ada dikantin itu juga sedang makan siang bersama… Rini, Gadis cantik sebagai penyuluh kesehatan di Puskesmas, yang dulu pernah juga melirik Asran dengan tatapan centilnya saat Vaksin di Polres. Yang Ujung-ujungnya mintak dikenalin dengan Asran.
Hana memperhatikan mereka yang tampak begitu dekat dan akrab. Bagaimana Rini yang leluasa bercerita dengan Dokter Andra yang terlihat senyum-senyum mendengar bualan Rini. Melihat pemandangan itu, entah kenapa ada getaran aneh yang mulai merasuki relung hatinya. Menyadari itu Hana langsung mengendalikan dirinya dan mengalihkan pikiran serta pandangannya dari mereka berdua.
Tapi, yang anehnya entah Dokter Andra tidak menyadari atas kedatangan Hana dan Tia… atau karena saking asyiknya mereka mengobrol, sehingga ia tidak sadar dengan keberadaan Hana dan Tia yang sudah duduk manis dikantin itu.
“Asyik sekali ngobrolnya…. Sampai ngak pandang-pandang kesini ya Rini….” Sindir Tia yang mendapati juniornya itu tak menyapanya atau sekedar basa-basi mengajaknya makan.
“eh, kakak…. Maaf, Rini tak Nampak… hehehe…” Katanya sambil cengar-cengir.
“Hhhmmm… ya lah tuuu….” Kata Tia lagi.
Hana hanya menunduk. Pura-pura tak melihat ketika Rini dan Andra berbalik arah memandang mereka berdua. Seharusnya Hana senang karena beberapa hari ini Dokter Andra tidak lagi mendekatinya, terakhir saat kejadian dbengkel itu, Hana merasa ada yang beda dengan sikap Dokter Andra. Dia seperti menghindar dari Hana. Tapi, baguslah…. Karena itukan yang Hana harapkan? Namun, kenapa hatinya tadi sedikit bergetar? Entahlah… Hana sunggguh tidak mengerti dengan persaannya sendiri.
“Kami duluan ya kak Tia, kak Hana…” Beberapa menit kemudian, Rinipun pamit ke mereka berdua dan disusul dengan Dokter Andra yang dibelakangnya. Dokter Andra tak mengucap sepatah katapun. Ia hanya senyum sambil menganggukkan kepalanya kearah mereka berdua.
“Iya Rini….” Hanya Tia yang menjawab, Hana masih diam sambil mengatur hatinya yang berkecamuk.
“Mau kemana mereka?” Tanya Tia ketika melihat Rini dan Dokter Andra berboncengan dan pergi meninggalkan Puskesmas. Hana yang awalnya tak memperhatikan mereka langsung melihat dan benar saja… dia menyaksikan dengan kedua matanya Dokter itu pergi berdua boncengan dengan Rini, Entah kemana. Lagi-lagi Hana berusaha menahan hatinya agar tidak bergetar lebih kencang lagi…
Bersambung...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu wajib searchnya pakek tanda kurung dan satu novel lagi judulnya Caraku Menemukanmu
ttp semangat membuat karya yg baru
sukses sll buat author
thanks
harus ttp tegas
apalagi Andra sdh bilang akan lepasin Hana klo hati Hana dh berubah
kayak nya Hana jg berat tu sama andra