mohon bijak 21+
cerita sederhana, tentang cinta yang butuh perjuangan, tentang wanita yang harus memilih antara cinta dan suaminya.
apa dia akan memilih cinta yang dia idamkan atau memilih cinta suaminya yang sudah bnyak memberinya luka, atau dia memilih jalan lain dari keduanya?
ini akan ada dua versi cerita, yang pertama Dila dan Andri, dan cerita kedua ada Diana dan Rusdy...
jadi simak ya gaes... karena ini tentang PIL yang di miliki oleh para wanita, meski tidak semua🤫🤫🤫
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
marah tapi diam.
Ridwan dan sari terdiam, mereka masih terkejut melihat istri dari Hendra yang begitu cantik dan terawat.
bahkan sari tak ada apa-apa di bandingkan dengan Dila, "besok habis kamu, lihat saja Hendra bahkan tak berkutik di depan istrinya yang lebih cantik dan seksi darimu," ledek Ridwan yang langsung pergi dari bengkel.
Hendra pergi dengan motor matic milik Dila, dan segera meninggalkan bengkel itu untuk menghindari kekacauan.
Dila tetap memeluk Hendra, "apa kamu ingin beli sesuatu dek?"
"tak ada mas, lebih baik kita pulang," jawab Dila dingin.
Hendra pun menghela nafas, karena ini pasti panjang terlebih terlihat jika Dila begitu diam selama di atas motor.
sesampainya di kos, telihat beberapa ibu-ibu sedang duduk bergosip, Dila pun menyapa dengan sopan.
"malam ibu-ibu," sapa Dila.
"malam mbak Dila, nanti kesini yuk, kita lho bahas tentang acara setiap Minggu di kos ini,Krena mbak Dila orang baru jadi mbak Dila harus ikut juga," kata Bu as.
"iya Bu, tapi saya melayani suami saya dulu ya," kata Dila yang masih bisa tersenyum.
tapi saat masuk kedalam kos Dila langsung merubah raut wajahnya menjadi dingin.
Dila tetap menyiapkan makan malam untuk Hendra, dan menyiapkan semua kebutuhan Hendra.
Dila mengambil uang dan keluar dari kamar kosnya, Hendra tak mengira jika istrinya itu begitu dingin saat marah seperti ini.
Hendra pun hanya bisa menghela nafas dan nanti akan mencoba menjelaskan pada istrinya.
Dila sudah berkumpul dengan para ibu, ternyata ada pengajian setiap Minggu sore, dan akan mengudang seorang ustadz untuk memberikan beberapa ceramah.
Dila begitu senang karena kos tempat suaminya ini begitu baik dalam hubungan bertetangga.
Dila pun memberikan usul dan Dila dan Bu Tantri dapat bagian konsumsi untuk Minggu ini.
Dila pun mengangguk, dan Bu Tantri akan membimbing Dila tentang bagaimana kebiasaan yang di lakukan dalam pengajian.
setelah selesai bermusyawarah Dila pun pamit, dan dia melihat Hendra yang sedang bermain ponsel.
Dila segera masuk ke kamar mandi dan keluar dengan menggerai rambut panjangnya.
"dek bisakah kamu memijat ku, tiba-tiba tubuhku begitu pegal," kata Hendra
Dila pun mengambil hand body untuk memijat Hendra, Dila tetap tak membuka mulutnya.
"dek tolong jangan marah, kami hanya berteman, dan satu sering seperti itu pada semua pria," kata Hendra.
tapi Dila tak menjawab, tapi Hendra merasakan jika pijatan dari Dila makin sakit di tubuhnya.
"sayang jangan marah, aku memang bajingan dulu, dan sering menggoda wanita, tapi itu sebelum menikah, dan sekarang aku sudah bertobat,"
"tapi jika aku yang melakukannya pada pria lain, apa mas tak keberatan," ketus Dila.
"aku akan membunuh pria itu karena berani menyentuh mu," kata Hendra keceplosan.
"terus menurut mas aku bisa melihat suamiku bisa begitu asik dengan wanita lain, kamu menyebalkan mas, aku tak suka melihat suamiku begitu dekat dengan wanita,"
"maafkan aku, jangan marah ya, aku janji aku akan menjauh dari sari," terang Hendra yang berbalik badan.
otomatis Dila sudah jatuh ke pelukan hendra, bahkan Hendra langsung mencium dengan buas.
tapi Dila merasa jika Hendra kadang hanya menjadikannya pelampiasan nafsu ya saja.
malam itu, Hendra kembali keluar tapi kini dia di jemput Ridwan dan beralasan ada pekerjaan penting.
Dila sempat keluar dengan piyama, dan Ridwan kaget meliht sosok Dil yang makin cantik saat tidak berjilbab.
"tidurlah tidak perlu menunggu, aku bawa kunci dan nanti kalau pulang ku belikan martabak telur ya, aku cuma sebentar kok," kata Hendra mencium kening Dila.
"baiklah hati-hati ya mas," jawab Dila.
Dila pun tiduran di kamar kos cukup lama karena tak tau mau apa, tak lama ternyata dia di masukkan grup WhatsApp.
Dila pun begitu senang setidaknya kini dia punya teman di kota baru, ada grup kosan dan juga grup perusahaan.
Dila pun menamai setiap nomor ponsel yang ada di grup, tapi saat melihat status dari Vivi.
Dila tersenyum karena gadis itu sedang berada di kafe, tapi yang mengejutkan dia sempat melihat Hendra yang datang dan cipika-cipiki dengan seorang wanita.
Dila pun kembali negatif thinking pada suaminya itu, kemudian Dila ingat bagaimana dulu Andri yang begitu posesif.
Dila pun tanpa sadar melihat Instagram dan juga Facebook dari Andri.
semua status pri itu sedang kecewa dan galau, dan sepuh foto membuat Dila menangis karena meliht tangan pria itu begitu banyak luka.
"apa derita yang aku berikan begitu banyak, maafkan aku mas..."
dia pun menangis dan tanpa sadar tertidur, sedang Hendra di kafe bertemu dengan Tante dari Ridwan.
mereka memang terbiasa cipika-cipiki, karena dulu Ridwan dan Hendra mendapatkan pekerjaan dengan bantuan Tante itu.
mereka pun berbincang dan tak lama Andi datang dan langsung duduk di samping Tante itu, karena dia adalah kekasih dari Andi.
"sayang aku cemburu kmu datang duluan dan bersama dua pri sialan ini terutama Hendra,"
"apa sih, kita hanya mengenang masa lalu saja, lagi pul aku lebih menyukaimu di banding Hendra," jawab Tante itu.
"memang kenapa, Hendra ganteng dan badannya bagus," kata Andi.
"tapi dia buruk dalam memuaskan wanita di ranjang, meski tubuhnya bagus, dia sering melupakan kepuasan pasangannya, saat pasangannya tidak protes," terang wanita yang sudah setengah baya itu.
Andi dan Ridwan pun tertawa, merkwa tak mengira jika Hendra seperti itu tapi begitu banyak wanit yang suka dengan Hendra.
"tapi wanita yang suka dengannya begitu banyak," kata Ridwan.
"Karen tampangnya bukan keahlian ranjangnya," jawab Tante itu.
sukses
semangat
mksh
udah tahan nafas nih bacanya dr tadiiii
hamil gak yaa dia???
tp klo fatin uda lupa ingat.an bkalan susah.
mending mahi sam husna ajj.
kasian husna nya sdah tdak perawan di tnggl calon nya meninggal