NovelToon NovelToon
Devil Beside You

Devil Beside You

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Perjodohan / Mafia / Tamat
Popularitas:429.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Christ

Jika biasanya seseorang dijodohkan dengan orang berbeda levelnya, maka berbeda dengan Seorang pewaris Dari Keluarga Kingston. Aorion kingston di Jodohkan dengan seorang wanita yang jati dirinya disembunyikan, namun wanita tersebut adalah seorang Anak dari Triliuner di London. Alona Queen Hanzel.
Keduanya di jodohkan karna ikatan persahabatan antara keluarga Kingston dan Hanzel.
Dapatkan keduanya menerima perjodohan ini..? hubungan yang dipenuhi dengan begitu banyak intrik dan juga pertumpahan darah.
Ataukah masing-masing dari mereka memiliki takdir yang lain..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak bisa menolak

...ENJOY...

.......

.......

.......

.......

"Lilie, kau sudah memikirkan apa yang ku katakan waktu itu? Aku akan pergi besok, apa kau akan pergi bersamaku?" Tanya Aorion memastikan rencana keberangkatannya bersama Queen.

"Sepertinya aku akan menyusul saja Rion. Sampaikan pada Jessy aku akan pergi di hari berikutnya. Masih ada pekerjaan yang harus ku selesaikan disini." sahut Queen, mengingat pekerjaannya memang tak bisa di tinggalkan.

Saat ini, Aorion sedang berada di Hotel milik Queen. Ia ingin mengantarkan wanitanya pulang setelah selesai bekerja, sekaligus ingin memastikan apakah besok mereka akan pergi bersama atau rencananya harus berubah.

Besok adalah jadwal kunjungan rutin Aorion ke London, di sana ia harus mengurus pekerjaan di Hotel pusat. Karena Aorion tahu bahwa Abraham Hanzel ada di London, dan sejak mereka bertunangan Queen tidak pernah lagi pergi kesana.

Tidak ada salahnya juga jika Queen meluangkan waktunya beberapa hari untuk pergi bersama Aorion. Tapi kini wanita itu mengatakan bahwa ia ingin pergi sendiri di hari berikutnya, sementara sebaliknya, Aorion menginginkan mereka pergi bersama. Keduanya memang selalu bertentangan.

Aorion pun memutar otak, dan memikirkan satu ide yang bagus, menurutnya;

"Kalau begitu, kita akan tetap pergi bersama. Aku akan menunggu mu menyelesaikan pekerjaan mu terlebih dahulu, setelahnya kita akan berangkat ke London.'' putus Aorion, meralat rencananya dalam seketika.

Queen menghentikan kegiatan tulis menulis tangannya; lalu menatap Aorion. "Bagaimana dengan pekerjaan mu ?"

"Aku bisa menundanya." sahut Aorion cepat.

"Apakah itu akan baik-baik saja?" Queen menatap ragu.

"Itu tidak masalah, lagi pula aku bosnya." kata Aorion, percaya diri.

Queen menggeleng, "Terserah kau saja."

"Baiklah. Kalau begitu kita akan pergi bersama." Aorion tersenyum senang. Kali ini Queen tidak menolaknya.

Queen terpaku saat melihat Aorion yang terus tersenyum. "Apa kau sesenang itu karena aku pergi dengan mu?" 😏Tanya Queen dengan nada sinis seperti biasa. Nada bicara yang sudah familiar bagi seorang Aorion Kingston..

Buru-buru Aorion mengubah raut wajahnya, "Tidak Juga, biasa saja."

"Kalau begitu pulang lah..!" usir Queen.

"Apa aku sekarang sedang di usir?" 😒

"tidak! Jangan salah sangka, aku sedang meminta padamu!" 😶ucapnya, yang memang terdengar seperti pengusiran bagi Aorion.

"Kalau begitu, aku tidak akan pulang !" 😉

"Kalau kau tidak ingin pulang kau bisa menginap disini. Fasilitas Hotel kami sangat memadai untuk menyambut mu malam ini." usul Queen, asal.

"Bersama mu?"

"Tentu saja tidak!"

"Kalau begitu aku akan disini saja menunggumu. Lalu kita pulang bersama.'' putus Aorion lagi. 😊

"Apa kaki mu masih kuat berdiri, di sana ada sofa, kau bisa duduk di sana!" tunjuk Queen.

"Ahh,, ternyata tunangan ku sangat pengertian" 😘 Aorion tersenyum.

"Hotel kami tidak menyediakan asuransi untuk Kaki Keram!" 😒

Ya ampun,, ternyata wanita ini memang tidak mau mengalah, bahkan kepadaku, yang adalah tunangan nya sendiri.

Sambil mendengus, Aorion pun mengambil tempat dan duduk di sofa. Ia tidak melakukan apapun, hanya memandangi Queen dalam diam.

...❄️❄️...

...Beberapa jam kemudian.....

Setelah semua pekerjaannya benar-benar selesai, Queen merapikan berkas-berkas yang berhamburan di atas meja.

Sesekali Queen juga melihat ke arah Aorion yang kini tengah terlelap di atas sofa. "Apa dia lelah?" gumam Queen, masih di kursinya.

Tak lama setelah itu, pintu ruangan Queen terbuka.

''Kita pulang sekarang?" ajak David, yang menyadari bahwa waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam.

"Kau pulanglah terlebih dahulu aku akan tinggal disini.-Lagi pula Aorion sudah tertidur." kata Queen menunjuk ke arah sofa memberitahu keberadaan Aorion pada sahabatnya itu.

David terlihat berpikir sejenak, lalu kembali berkata;

"Apa tidak sebaiknya kita bangunkan saja? mungkin dia merasa tidak nyaman tidur di sana." ujar David, yang jelas merasa tak suka pada Aorion. Namun sebisa mungkin ia berusaha agar tidak menunjukkannya di depan Queen..

"Tidak usah, sepertinya dia kelelahan." cegah Queen, mengibaskan tangannya, bersikap acuh seperti biasa.

"Tapi Queen,-

"Sudahlah Dav, tidak apa-apa. Lagipula dia tunangan ku."

Deg....

Apa arti laki-laki itu bagimu Queen? saat ini kau bahkan mengakuinya sebagai tunangan mu? secepat ini..? batin David bersuara.

"Dav.. Hei, Apa yang kau pikirkan, tidak akan terjadi apa-apa. Percaya padaku, Aku akan pulang setelah Aorion bangun. Jika tidak pun, kita punya ratusan kamar di sini, bukan?" Queen meyakinkan David.

"Baiklah, kalau begitu aku juga akan tetap berada di ruanganku." turut David berbalik kembali ke tempatnya dengan wajah yang terlihat kaku.

Meskipun David tahu Queen akan baik-baik saja di ruangan itu, namun David tak bisa meninggalkan wanita yang disukainya begitu saja, terlebih lagi jika Queen bersama dengan Aorion. Tidak akan David biarkan.

Setelah kepergian David, Queen juga merasa lelah. Namun ia memilih untuk memastikan bahwa Aorion tidur dengan nyaman di sofanya. Setidaknya itulah yang bisa Queen lakukan.

Setelah yakin Aorion tertidur pulas, Queen pun mengakses pintu rahasia untuk masuk ke dalam ruang pribadinya.

Ruangan yang menyediakan semua yang di butuhkan oleh Queen. Meskipun saat itu sudah hampir tengah malam, Queen tetap memilih untuk mandi dan membersihkan dirinya.

Tidak nyaman tidur dengan tubuh yang terasa lengket, dan wajah yang masih di lapisi make up.

Tiga puluh menit kemudian, Queen sudah membungkus rambutnya, dan mengenakan pakaian tidur. Ia sangat lelah, dan juga butuh istirahat.

"Astaga, aku lupa jika Aorion ada di luar." gumam Queen sambil menepuk jidatnya.

Dengan langkah pelan, Queen menuju ke lemari penyimpanan untuk mengambil sebuah selimut tebal, ia ingin memberikan itu pada Aorion.

''Kau benar-benar merepotkan!" Gerutu Queen. "Kau orang kaya, tapi begitu enggan menyewa kamar untuk satu malam. Dasar.'' lagi-lagi Queen bergumam kesal saat menyelimuti Aorion.

"Aahhk.'' Queen tiba-tiba memekik ketika sebuah tangan menarik tubuhnya hingga jatuh menimpa di atas tubuh laki-laki yang tadinya sedang tertidur.

''Aku menyukai wangi mu Lilie." Aorion mencium ceruk leher jenjang Queen dan menenggelamkan kepalanya disana. ''Apa dia mengigau?" gumam Queen.

"Wangi mu sangat menenangkan." bisiknya lagi, sambil terpejam. Fix, Aorion sedang bermimpi.

OMG..

Apa Aorion memimpikan dirinya? Wajah Queen merona.

Cukup lama Queen membiarkan Aorion memeluk dirinya, saat Queen ingin melepaskan tangan Aorion, pria itu justru memeluk Queen lebih erat.

 Sial. Aorion sedang mempermainkan dirinya.

"Rion Lepaskan, ini sungguh tidak nyaman." protes Queen yang mendapati Aorion sedang mengulum senyum.

"Sebentar lagi saja Lilie, aku sangat menyukai wangi mu." tolak Aorion.

Setelah cukup lama dengan posisi seperti itu,  Aorion pun melonggarkan pelukannya, hingga Queen dapat mendongak untuk menatap wajah pria itu.

"Apa kau akan tidur disini? tolong lepaskan aku, karena aku ingin tidur sekarang." Queen menarik diri , tapi tangan Rion dengan cepat merengkuhnya kembali.

"Apa itu artinya undangan?" Rion menyeringai.

"Apa maksudmu? Aku hanya mengatakan bahwa aku ingin tidur.'' Elak Queen dengan wajah merona.

"Aku menyukai kedekatan kita saat ini Lilie.'' Aorion menarik satu tangannya, dan meletakannya di bawah kepala sebagai alas. Hingga tatapan mereka bisa bertemu.

''Kau sangat cantik.- aroma mu juga sangat wangi di penciumanku, dan wajah mu yang merona. Aku menyukai semuanya.'' bisik Aorion.

''Jangan menggodaku, karena aku tidak akan tergoda.'' sahut Queen berusaha melepaskan diri.

''Sebentar saja Lilie. Apakah kau benar-benar tak bisa merasa nyaman bersama ku?" Aorion menyentak kembali hingga kepala Queen bertumpu di dadanya.

Queen mendengarkan degup jantung Aorion yang iramanya menjadi lebih cepat. Apa Aorion juga sedang berdebar? karena dirinya? benarkah?

Dengan sekali gerakan, Aorion mengubah posisi, hingga membuat Queen berbaring di sisinya.

''Aku tau ini terlalu terburu-buru. Tapi sungguh, aku sangat ingin menciummu.'' suara Aorion terdengar sayup.

Tanpa aba-aba ataupun sinyal peringatan, Aorion memajukan bibirnya ke arah bibir Queen dan menciumi Queen dengan begitu lembut.

Begitu lembutnya, hingga Queen juga menikmati setiap sesapan dan juga ******* yang berasal dari bibir Aorion.

Aorion melepaskan ciumannya sesaat, ia menatap Queen yang saat ini membalas tatapannya. ''Mulutmu sangat berbisa, tapi bibir mu begitu manis.'' Aorion tersenyum.

Tangannya membelai lembut punggung Queen, mendatangkan segelenjar rasa nikmat namun sedikit menyiksa.

''Aku rasa, bibir mu memanglah bagian terbaik.'' gumam Aorion, yang sekali lagi ******* bibir Queen, tidak kalah lembut dari sebelumnya.

Ciuman demi ciuman Aorion berikan, ia sangat ingin mengeksplore kekasihnya lebih jauh. Ia ingin menemukan setiap kenikmatan tersembunyi yang disembunyikan oleh tunangannya. Queen adalah kotak Pandora Aorion. Queen penuh dengan kejutan. Membuatnya berdebar, dan juga.. haruskah ku katakan yang sebenarnya?

Lidah Aorion sudah melesak masuk menjelajahi sederetan gigi yang rapi. Ia sangat bahagia karena Queen menerima ciumannya dengan sukarela.

Untuk sesaat, Aorion kembali menarik diri, untuk bernafas sejenak. Gairah kini telah berkumpul memenuhi dirinya, apalagi Queen yang hanya mengenakan piyama sedang berbaring di hadapannya. Benar-benar godaan yang luar biasa.

"Lilie, aku tidak akan menahan diriku, lagi pula kau adalah tunangan ku." Suara Aorion terdengar serak karena gairah yang kian meluap. Queen tak bisa memikirkan apa arti dari perkataan Aorion.

Ini adalah hal baru baginya. Ini kali pertama Queen di cium dengan begitu indah dan juga bergairah. Lagi pula Queen sungguh tak tau harus mengatakan apa pada situasi seperti ini.

Tak mendapatkan penolakan Queen, Aorion kembali mencium bibir Queen dan membawa wanita itu dalam pelukannya, Membuat Queen mengalungkan tangannya dengan sukarela ke leher Aorion.

Aorion menggendong Queen menuju pintu kamar tidur yang telah terbuka. Bodohnya Queen yang lupa menutup kembali tempat itu.

Tapi bagaimana lagi, ia juga telah terhanyut karena cumbuan Aorion.

Aorion yang masih menjaga kedekatan diantara keduanya, menatap mata Queen sekali lagi, saat tubuh Queen telah direbahkan di atas ranjang berukuran Queen size.

''Sungguh aneh melihat mu tidak membantah ku sedikitpun. Tapi sungguh tak perlu berdebat di saat seperti ini.'' ujar Aorion tersenyum manis.

Queen sedikit ragu, namun otaknya tak bisa berpikir. Benarkah ia telah jatuh untuk Aorion? pria Arogan yang tak pernah ia sukai?

Jika tidak, mengapa dirinya tak bisa menolak. Tubuh Queen seakan begitu ingin mengetahui apa yang akan Aorion lakukan pada dirinya.

''Karena kau benar-benar tak menolak, maka aku akan melakukannya.'' Dengan hasrat yang kembali menggebu-gebu Aorion kembali mencium Queen.

Tak ingin berlama-lama disiksa oleh kenikmatan yang tak tertahankan, tangan Queen pun turut dengan lincah membuka setiap kancing yang terpasang pada kemeja yang Rion gunakan.

Ya tuhan, lancang sekali tangannya.

Setelah semua kancing kemeja Rion lepas, kini tangannya beralih ke sabuk yang mengikat erat pinggang laki-laki itu. Seakan-akan Queen begitu handal dalam mengurus semua itu. semua kelembutan dan kecepatan tangan Queen membuat  Aorion melenguh dan menggumamkan nama wanita itu setiap kali bagian sensitifnya di sentuh.

Sesaat kemudian tubuh Rion sudah benar-benar polos, menampakkan cetakan-cetakan otok yang membentuk dengan sempurna, sementara itu Queen justru terlihat takjub juga penasaran saat memandang sosok yang ada di depannya.

Wajah Queen merona. ''Kau malu melihat ku? berapa usia mu, kita bukan remaja lagi.'' Aorion tersenyum jahil.

Dengan sekali gerakan, tangan Aorion dengan cepat menarik ikatan piyama yang menempel pada tubuh Queen hingga terlepas.

Dari sana, munculah sebuah pemandangan yang sangat luar biasa menggoda. Penampakan yang Aorion yakini tak akan bisa ditolak oleh laki-laki manapun. Inilah yang dinamakan godaan dari sang malaikat penggoda.

Cukup lama Aorion memandang tubuh Queen. Mengagumi setiap keindahan yang ada di depannya, sungguh sangat indah. Dada Queen membusung dengan begitu menakjubkan, membuktikan bahwa wanita itu juga bergairah karena dirinya.

Merasa malu dengan tatapan Aorion, Queen mengangkat tangannya bermaksud menutupi bagian tubuhnya, namun segera di cegah Rion.

"Jangan lakukan itu Lilie, kau indah.'' gumam Rion dengan pandangan takjub.

''Karena aku indah, kau ingin melihat ku sepanjang malam?"

Itu dia. Mulut kekasihnya ternyata sudah bisa berfungsi, membuat Aorion tertawa kecil.

''Tentu tidak sayang. Tapi Aku ingin membuat mu merasakan bahwa bukan hanya aku yang menginginkan mu, tapi kau juga menginginkan ku sama besarnya seperti aku.'' Aorion menyentuh Queen perlahan.

Membelainya dengan begitu hati-hati, mengirimkan segelenyar hasrat yang saat ini Aorion rasakan. Queen begitu menikmati buaian tangan Aorion, terbukti dengan matanya yang sudah memejam, karena merasakan kenikmatan.

''Lakukan apa saja Rion.. Jangan hanya gunakan tangan mu.'' Queen melenguh dan mengerang secara bersamaan.

''Kau ingin sesuatu yang lebih?" Aorion bersuara lembut.

Tak ingin menunda terlalu lama dengan hanya saling tatap penuh puja, perlahan Rion kembali menghampiri Queen yang telah menyiapkan dirinya. Apa kekasihnya benar-benar tak keberatan melakukan ini?

Seperti Aorion yang sudah terbiasa bercinta dengan Sonya, mungkinkah Queen juga sudah? Sial. Pikiran itu mulai merusak gairah Aorion.

Aorion bergerak kesamping, dan beranjak dari atas Queen. ''Kau pernah melakukan ini Lilie? kau terlihat tidak keberatan..?" Suara Aorion terdengar datar.

''Melakukan ap- apa?" Queen juga bangun dari posisinya, dan menutup kembali piyamanya. Queen tersinggung dengan tuduhan Aorion. Dasar manusia perusak suasana. Pria menyebalkan!

''Apa yang kau pikirkan sebenarnya Aorion? kau mengatakan aku melakukan apa, hubungan seperti apa yang kau maksud?" Queen benar-benar kesal.

Seharusnya, ia tidak membiarkan pertahanan dirinya menurun, sehingga ia tidak harus mendengarkan tuduhan memalukan seperti ini.

''Maafkan aku Queen. Sesuatu mengangguku, dan tiba-tiba saja aku memikirkan hal bodoh lainnya. Maafkan aku.'' kata Aorion menghampiri Queen.

''Jangan sentuh aku. Sebaiknya kau pergi dari sini.'' - Sial. Queen benar-benar merasa terhina dengan apa yang Aorion katakan. Meskipun itu hanya pertanyaan biasa, Queen juga tidak perlu semarah ini.

Hanya saja, Aorion lah yang menyentuhnya. Aorion juga yang membangkitkan gairahnya, Aorion juga yang memulai semuanya, lalu disaat seharusnya mereka...

Argh!

''Pergilah. Lupakan apa yang sudah terjadi malam ini. Aku juga akan melakukan hal yang sama.'' Queen ingin pergi menuju kamar mandi untuk menenangkan dirinya, tapi Aorion lebih cepat untuk menahan tubuh Queen.

''Sungguh,- maafkan aku.'' bisik Aorion yang telah memeluk Queen dengan erat. Queen masih bisa merasakan dengan jelas bahwa Aorion masih bergairah pada dirinya.

''Aku sungguh telah melakukan kesalahan. Aku menginginkan mu Lilie. Sangat menginginkanmu.'' Aorion mencium ceruk leher Queen dan menghirup aroma tubuh Queen dalam-dalam.

Aorion membalik tubuh Queen, dan sekali lagi melingkarkan tangannya untuk mendekat pada Queen. Ia menatap mata Queen dalam, semacam mencari jawaban di dalamnya.

''Kau tidak membenci ku Lilie?" tanya Aorion membelai lembut wajah Queen, mengusap pelan rambutnya yang masih sedikit basah.

''Aku membenci mu.'' sahut Queen, membuat Aorion tertawa. ''Itu baru wanita ku. Tidak akan menyenangkan lagi jika kau melunak. Aku lebih menyukai dirimu yang seperti landak.'' ujar Aorion masih dengan tawa, yang entah kenapa Queen suka melihatnya.

''Tetaplah seperti ini Lilie. Wanitaku yang sangat berharga.'' Aorion mencium Queen, dan ********** dengan gairah yang lebih besar dari sebelumnya. Aorion tak ingin melakukan kesalahan lagi.

Aorion tak ingin melukai perasaan kekasihnya. Meskipun Queen membencinya, tapi Aorion tak bisa menyakiti perasaan wanita itu begitu saja. Perasaan yang harus tetap di jaganya dengan sangat hati-hati.

Entahlah, sekeras apapun Queen menolak, ia tetap kalah akan setiap gelenyar asing penuh candu yang ditimbulkan oleh sentuhan Aorion..

Setiap kecupan dan juga belaian dari tangan ajaib laki-laki di hadapannya ini, selalu saja membuatnya gila. Membuat Queen selalu menginginkan lebih.

Lebih intim, lebih dalam, dan lebih lagi dalam mencapai sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya..

Apakah ini awal dari kegilaan itu?

Sepertinya begitu. Queen benar-benar tak bisa menolak, bahkan kini ia yang meminta agar Aorion memberinya sesuatu yang belum ia ketahui apa itu. Kenikmatan sebenarnya yang sedang Queen nantikan.

''Aku sungguh tak bisa menahan ini lebih lama sayang. Aku sangat membutuhkan mu sekarang.'' bisik Aorion dengan suara serak, sarat akan gairah yang telah membuncah.

"Aku juga menginginkanmu, Rion. Saat ini, disini." pinta Queen, dengan tatapan berkabut.

"Aku bahkan lebih menginginkanmu, Lilie.''

"Dan ingatlah sayang, setelah ini kau tidak boleh lagi menolak untuk menikah denganku, agar ini menjadi lebih sempurna."

''Jangan memerintahku Rion, aku tetap tidak akan menikah dengan mu.''

''Tapi tubuh mu akan merindukan aku. Dan akan ku pastikan itu.''

''Diamlah, dan lakukan saja apa yang harus kau lakukan. Sekarang!''

...❄️...

...❄️...

...❄️...

1
Santhi Agung
suka cerita karakter ceweknya tangguh
titi arti
okeeee bingutts,sy suka komplit action romance humor
Wirda Wati
thank you thort..
Wirda Wati
sedih dg kejujuran Queen dg David...
dan perasaaan cinta David yg TDK bersambut.
oleh queen.tapi...
selamanya sahabat sejati...tiada yg mengkhianati.semuanya selesai dg baik dan masing masing dpt menerima keputusan nya.
senang lihat queen bersatu dg Rion.
pokoknya ceritamu thort....
membuatku termehek mebel..
Wirda Wati
aku pikir waktu di pantai Rion palsu.
syukurlah ternyata bukan.
Hidup memang misteri....
yg penting kita jalani aja semampu kita.
Wirda Wati
deg degan bacanya kaya nonton film
aku suka karyamu thort.
TDK membosankan bcnya.
penuh misteri...ada juga lucunya...🥰🥰🥰
Wirda Wati
lanjuuuut
Wirda Wati
mengerikan....tapi suka
Wirda Wati
lanjuut
Wirda Wati
lanjuuut
Wirda Wati
😭😭😭😭
Wirda Wati
masih bingung
Wirda Wati
meguelkah orangnya queen.
bukan rion
Wirda Wati
Romero adalah Miguel...
aku curiga...
tapi kenapa dia melindungi qieeen
atau taktiknya aja
Wirda Wati
mengerikan.....tapi penasaran mn🤣🤣🤣🤣
ku rasa Romero adalah megguel
Wirda Wati
zanda kekasih Kevin...
ceritamu kerennn thort
cuma aku ngga tau siapa kamu thor...
kurang jelas
Wirda Wati
luar biasa....benar katamu Frank Jane memang sesuatu.....ada faktor X nya.
rahasia apa di balik pertunangan queen dan Rion...
Wirda Wati
kayaknya Frank cocok dg zanda
Wirda Wati
jangan jangan lilie hamil
Wirda Wati
visualnya thort
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!