NovelToon NovelToon
Keikhlasan Hati RAINA

Keikhlasan Hati RAINA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / Ibu Mertua Kejam / Pihak Ketiga / Pelakor / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Fantasi Wanita
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Uma shidqiyya

Raina adalah seorang istri yang sholikha, baik hati, dan selalu patuh terhadap suami.
Tidak hanya itu saja dia adalah sosok wanita yang lemah lembut.
Pernikahan nya dengan Nurman Hadiwinata awalnya berjalan dengan hangat dan penuh kebahagiaan walaupun sudah 5 tahun mereka belum memiliki seorang anak.
Namun kebahagiaan itu hancur saat ibu mertua Raina yang bernama Miranda datang mengusik kehidupan mereka.
Akankah Raina mampu menghadapi semua dilema kehidupan dengan ikhlas ataukah dia akan berhenti sampai disitu saja
yuk ikuti kisahnya

dan jangan lupa kasih dukungan
like
komentar
favoritkan
vote ya
dukungan kalian sangat berarti buat author
terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Uma shidqiyya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 14

Tak lama perbincangan Miranda dan Febi pun usai.

Mereka memutuskan sambungan telepon mereka.

Ditempat lain ya itu dikediaman Febi tampak Febi begitu senang karena rencana awalnya sudah berjalan seperti yang diinginkan.

"Aku akan pastikan kalau aku akan menjadi satu-satunya ratu dalam rumah kamu Nurman.

Akan aku buat kamu bertekuk lutut dihadapanku dan melupakan si Rania yang bodoh itu" senyum sinis Febi mengembang.

Tidak ada yang tahu rencana apa yang dibuat oleh Febi selama ini untuk keluarga Nurman.

Tapi Nurman sebenarnya sudah curiga dengan rencana tidak baik Febi, karena Nurman tahu siapa itu Febi.

Dia tidak akan berhenti sebelum tujuannya terwujud.

"Lebih baik sekarang aku berendam dan menyegarkan tubuhku" monolog Febi yang melenggang masuk menuju kamar mandi.

Senyum Febi selalu menghiasi wajahnya dan tak henti-hentinya dia bersenandung karena rencana awalnya sudah sesuai dengan harapannya.

Dikediaman Nurman tampak Miranda mama nya itu tersenyum lega.

Miranda berjalan menuju ke kamarnya.

"Akhirnya aku akan memiliki menantu yang berkelas dan aku pasti akan sering shoping dan kesalon berdua dengan Febi.

Tidak seperti Rania itu mana pernah dia manjakan aku dengan hal-hal itu" Miranda membayangkan kalau nanti memiliki menantu seperti Febi yang sesuai dengan gaya hidupnya itu.

Miranda tidak tahu sebenarnya Febi adalah wanita licik yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi segala keinginannya.

Sejak kepulangan Nurman dan Raina dirumah mereka Miranda tak sekalipun meninggalkan rumah mereka berdua.

Sengaja Miranda memilih tinggal dirumah Raina dan Nurman yang cukup besar itu dan meninggalkan rumahnya yang sebenarnya rumahnya juga bukan tergolong rumah yang kecil dan sederhana.

Memang semenjak Nurman sukses dengan usahanya dan membelikan rumah ibunya dikomplek perumahan orang-orang yang cukup berada sejak itu Miranda berubah menjadi wanita yang hedonis.

Pergaulan mamanya bak sosialita yang gak pernah kehabisan uang.

Perubahan 180 derajat dibanding dia yang dulu.

Semua keinginan Miranda maunya dipenuhi tanpa memikirkan perasaan dan kondisi orang lain.

Malam pun tiba terlihat Arini menata beberapa jenis masakan yang akan dibuatnya makan malam bersama keluarga.

Nurman sudah duduk manis dimeja makan dan terlihat Miranda mulai beranjak mendekati meja makan.

"Duduk ma, ini sudah aku buatkan makanan kesukaan mama" kata Raina sopan dan lembut.

"Masih tahu aja makanan kesukaanku" batin Miranda.

Disela-sela makan Miranda mulai berbicara.

"Nurman kapan kita akan kerumah kedua orang Febi?, Kita harus secepatnya kesana lho Nurman gak enak menunda-nunda lagi" kata Miranda.

"Kita sedang makan ma, bisa tidak gak usah membahas ini disaat makan" kata Nurman tegas dan sedikit kasar.

Nurman merasa terganggu dengan perkataan mamanya sehingga membuat selera makannya hilang.

Raina yang mengetahui itu di genggamnya tangan suaminya mencoba untuk menenangkan suaminya yang saat itu sedang tidak baik-baik saja.

Terdengar Nurman menghela nafas untuk meredakan amarahnya.

"Kamu tidak sopan sekali sama mama, sudah berani kamu sama mama.

Mau jadi anak durhaka kamu" hardik mama nya yang tak terima dengan nada suara nurman yang sedikit keras itu.

"Terserah mama mau ngomong apa?" jawab Nurman dan langsung meletakkan sendok nya kedalam piring sedikit kasar.

Nurman meninggalkan ruang makan dan menuju kamarnya.

"Ini semua gara-gara kamu Raina, Nurman jadi berani sama saya" sarkas ibu Nurman.

"Ma maafkan mas Nurman ma, mas Nurman mungkin sedang capek dan banyak pikiran jadi seperti itu" kata Raina mengalah.

"Capek apaan yang ada ini semua karena kamu.

Kamu sudah meracuni otak Nurman ya kan.

Kamu mengaku saja" cecar Miranda.

"Tapi aku gak pernah ngomong apapun ma sama mas Nurman.

Menang mas Nurman lagi kelelahan ma dan banyak pikiran.

Aku mohon pengertian mama" Raina masih saja kekeh meminta Miranda mengerti.

"Kamu istri yang gak berguna mengerti apa kamu.

Aku yang lebih mengerti anakku.

Tak pernah sekalipun Nurman berani kasar denganku.

Sejak sama kamu Nurman menjadi kasar sama aku" Miranda masih saja dengan pendiriannya uang sangat salah itu.

"Ma kalau kehadiranku memang buat mama tidak suka baiklah aku akan meninggalkan rumah ini" kata Raina pada akhirnya mengalah karena tidak mau membuat hubungan Nurman dan Miranda semakin buruk.

Saat Raina mau beranjak pergi Nurman datang dengan geram Nurman melangkah dan menggandeng istrinya itu.

"Ma, mama sangat keterlaluan.

Apa mama gak berpikir sebagai sesama perempuan bagaimana sakitnya hati orang karena ucapan mama.

Mana hati nurani mama.

Mama sudah dibutakan dengan ketamakan dan kesombongan.

Ingat ma sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan Raina" Geram Nurman yang sudah tidak bisa mentolelir atas apa yang diucapkan oleh mama nya.

"Keterlaluan bagaimana?

Apa yang mama ucapkan itu memang kenyataan ya kan.

Kalau bukan karena mama mana bisa kamu sesukses sekarang" ucap Miranda santai sambil memalingkan wajahnya.

"Baik kalau mama tetap menghina dan menyakiti Raina, jangan salahkan aku jika aku akan meninggalkan mama sendirian" kata Nurman memberi ancaman kepada mama nya.

"Mas tolong, jangan seperti itu.

Bagaimanapun dia mamamu mas.

Biarkanlah aku yang mengalah dan pergi dari sini.

Aku mohon mas, aku tidak mau mas jadi anak durhaka" mohon Raina dengan isak tangisnya yang sejak tadi dia tahan dan akhirnya tak terbendung.

"Sayang, please jangan menangis.

Aku mohon tetaplah bersamaku" pinta Nurman menangkup wajah Raina.

"Alah pasti hanya drama kamu saja biar anakku luluh sama kamu" sinis Miranda.

"Ayo sayang kita pergi dari sini.

Jangan hiraukan ucapan mama" ajak Nurman yang sudah menarik Raina untuk meninggalkan tempat itu.

"Nurman kalau sampai kamu berani melangkah pergi dari rumah ini jangan salahkan mama kalau mama tidak menganggap mu anak lagi" ancam Miranda saat Nurman pergi dan sebelum jauh meninggalkan tempat itu.

Nurman tak menghiraukan apa yang dikatakan mama nya.

Dia tetap melangkah pergi meninggalkan mamanya sendiri.

Dikendarai mobilnya besama istrinya menuju hotel yang ada di kota itu.

"Mas kembalilah, kasihan mama.

Aku mohon biar aku yang mengalah saja, karena aku tidak mau mas durhaka sama mama mas.

Hanya mama satu-satunya orang tua yang mas punya sekarang.

Tolong mas, aku mohon.

Aku berjanji tidak akan meninggalkan mas tapi kembalilah mas" mohon Raina.

"Kenapa kamu sangat baik sih sayang.

Terbuat dari apa hatimu sayang.

Padahal kamu sudah dihina dan direndahkan tetapi kamu masih saja membela mama yang salah" kata Nurman yang merasa istrinya itu benar-benar sangat istimewa.

"Mas, aku yakin suatu saat nanti mama akan bisa menyayangiku dan menyadari kesalahannya mas.

Kita doakan saja semoga mama mendapat hidayah.

Sekarang mas kembalilah biar aku sendiri menginap di rumah aisyah" Raina mencoba membujuk suaminya.

"Jangan menginap di sana sayang, aku tidak mau kamu menjadi beban mereka.

Aku juga tidak mau orang tahu masalah kita" kata Nurman

"Tapi mas" belum sempat Raina meneruskan sanggahannya Nurman kembali berbicara.

"Biarkan hari ini seperti ini dulu sayang,

Mas janji besok mas akan kembali ke mama tapi sekarang biarkan hatiku tenang.

Aku ingin sekarang kita menginap di hotel dan besok aku akan menyuruh Nicko mencarikan rumah untuk kamu tinggali" kata Nurman

"Tapi mas, apa nanti mama tidak akan marah" takut Raina.

"Sudah sayang pokoknya ini adalah keputusanku.

Kamu harus menurut karena bagaimanapun juga kamu istriku dan karena kamulah aku bisa sampai seperti ini.

Kamu segalanya bagi aku sayang" Nurman sudah memutuskan.

"Baiklah kalau itu mau kamu, aku akan mengikuti apa kata kamu" kata Raina.

Akhirnya mereka melaju dan menuju hotel yang telah dipesannya melalui aplikasi online nya itu.

1
but
lama bener terbongkar nya
Shidqiyya Qia: sabar ya kak ditunggu kelanjutannya ya kak.
terima kasih atas dukungannya
total 1 replies
Shidqiyya Qia
cukup menarik
Faa
jangan lupa mampir di Novel aku kak🙏😊
Faa
jangan lupa mampir di novel ku kak "Akhir Penantianku"

semangat terus updatenya kak
Faa
Semangat Update kak
Helen Apriyanti
lnjuttt... smngtttt up lg yh kak
Helen Apriyanti
lnjuttt smngtttt up lg yh kak
Helen Apriyanti
good nurman... smoga dg brlibur ny ke bangka blitung pulng" raina ny hamil yh kak hee..
Helen Apriyanti
lnjuttt smngtttt up lg yh kak
Helen Apriyanti
duuchhh jdulnya juga ikhlas... hrs ikhlas yh raina.. bhagia suatu hari nnti oleh authornya hee..
gdeg sm mmhnya nurmn .. bner" ichh mrtua kek gtu mit amit .. jgn smpe lh ... ckup d dunia novel aj hee
Helen Apriyanti
lnjuttt smngtttt up lg yh kak
Helen Apriyanti
wahhh jgn" sbnrnya mas Nurman nich yg mndul .. mknya blm d karuniai anak
Helen Apriyanti
makin seru crita nya & penasaran kak ..
Helen Apriyanti
lngsung msukin fav..
Helen Apriyanti
smngtttt up nya yh kak
Helen Apriyanti
mampir... nyimak dl
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!