Saat membuka mataku aku sudah berada didalam tubuh seorang tokoh Antagonis dalam novel yang berakhir tragis akibat mencoba mencelakai pemeran utama wanita.
sekarang aku yang berada didalam tubuh pemeran Antagonis tersebut dan mencoba membanting setir agar akhir baik untuk antagonis dan hidup bersama tokoh kedua protagonis pria kedua.
Hari-hari berganti ke Tahun aku hidup dalam novel dan berhasil merubah alur tersebut namun tidak dengan takdir, Tubuh yang ku tempati mati terkena racun dan jiwaku terlempar kembali ke masa depan.
Revisi :
Judul sebelumnya : Princess Vilainess
Judul Revisi : Transmigrasi Claudia
yuk ikutin perjalanan waktu bersama Claudia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia Chisuga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 14
Saat ini keluarga kerajaan sedang menyambut kedatangan pangeran kedua dengan mengadakan sebuah jamuan tentu saja Raphael dan juga Claudia datang, seluruh bangsawan juga diundang oleh kerajaan.
Walau tak disukai oleh raja namun banyak yang mendukung pangeran kedua untuk menggantikan posisi pangeran mahkota karna pangeran kedua lebih cekatan dan unggul daripada pangeran mahkota.
"Duke dan Duchess Effrand telah memasuki aula!" teriak pengumuman penjaga yang bertugas menerima tamu undangan.
Tak lama pintu yang berukuran besar terbuka lalu masuklah sang pemeran kedua pesta tersebut, ya tentu saja pemeran pertama dalam pesta adalah pangeran kedua.
Perhatian para bangsawan tertuju pada mereka berdua, apalagi para wanita bangsawan sangat iri pada Claudia karna Raphael sangat memperhatikan nya.
"kau duduklah disini, aku tinggal sebentar untuk menyapa bangsawan lainnya. jaga ibumu baik-baik ya sayang" ucap Raphael sembari mengusap perut Claudia.
"tentu saja ayah, aku akan menjaga ibu" ucap Claudia yang berbicara dengan suara yang dibuat-buat seperti anak kecil.
Raphael tersenyum lalu mengecup kening Claudia setelah itu pergi menyapa pria bangsawan lainnya.
"oh hai Duchess aku cari dari tadi ternyata disini" ucap seorang lady lalu duduk disampingnya, "jangan sendiri nanti seseorang akan mengacaukan mu" tambahnya yang tak lain adalah sahabat nya yaitu baroness Emilia atau bisa disebut Lady Diana.
"Lady Diana terimakasih" ucap Claudia senang.
"ahhh kalian tak mengajakku?" ujar seorang lady yang melangkah menuju Claudia dan juga Diana.
"lady violett, kemari kita tak bermaksud melupakan kalian hehe" ucap lady Diana.
"boleh aku menyentuhnya?" violet melirik kearah perut Claudia.
"haha tentu saja, kemarikan tanganmu" Claudia menarik tangan violet lalu menaruhnya diperutnya.
"wow seperti ada yang gerak, jadi ingin cepat-cepat menikah" ucapnya.
"kau ini suruh tunanganmu untuk segara menikahi mu" Sambar Diana.
Tak lama keluarga kerajaan memasuki aula tersebut.
"Yang mulia kaisar dan permaisuri, yang mulia pangeran mahkota dan putri mahkota serta pengeram kedua memasuki Aula!!"
Sontak seluruh tamu undangan berdiri lalu memberikan jalan untuk keluarga kerajaan begitu dengan Claudia ia juga berdiri ditengah kedua sahabatnya.
"aku tak pernah melihat pangeran kedua, dalam novel dia pergi saat Kyle menjadi raja dan tak disebutkan dalam novel lagi" batin Claudia.
Semuanya melihat kearah pilar dan menyambut acara pembukaan untuk kedatangan pangeran kedua.
"Terimakasih semuanya sudah datang ke acara penyambutan pangeran kedua, selamat menikmati acara spesial ini!" ucap raja dengan lantang.
Lalu semuanya melanjutkan acara tersebut, ada yang berdansa dan ada juga yang memainkan musik.
Claudia kembali duduk kembali tapi saat ini hanya seorang diri karena kedua sahabatnya tengah berdansa bersama pasangannya masing-masing.
"lihatlah bukankah itu duchess Effrand, dan siapa itu yang menghampirinya?"
"hais bukankah itu mantan rivalnya duchess yaitu putri mahkota?"
"benar, apa mereka sudah berdamai?"
"tidak tahu juga, kali ini aku yakin duchess tidak akan berbuat apa-apa karena dia sedang mengandung"
ucap para wanita bangsawan yang ada di aula tersebut.
Disisi lain Raphael dan juga pangeran kedua sedang minum bersama.
Pangeran Arest :
"bagaimana hubungan paman dengan dengan duchess? apa baik-baik saja?" tanya penasaran.
pletak....
Raphael mendarat kan jarinya di kening pangeran Arest.
"ah paman ini sakit sekali!".....
"anak kecil tidak perlu tahu hubungan pamannya dengan sang istri" ucap dingin Raphael.
"tapi paman kita cuman beda 4tahun saja!" tegas Arest.
"sama saja itu tidak boleh ditanyakan pada orang tua! besok kau harus ke kediamku ada yang ingin ku sampaikan padamu" ucap Raphael dengan serius.
Prankkkkk.......
Terdengar suara benda pecah belah jatuh kelantai. Semua mata tertuju kearah sumber suara acara itu pun menjadi sangat ribut.
"Lihatlah itu, bukankah sangat keterlaluan?!"
"benar! ini sangat keterlaluan tak bisa dimaafkan!"
Semua tamu undangan menjadi sangat ribut akan kejadian tersebut, termasuk Raphael yang sangat terkejut akan hal itu.
Flashback on.
Dilain sisi Raphael dan pangeran kedua sedang berbincang, Claudia yang duduk tenang sendiri kedatangan tamu yang tak diundang yaitu Regina.
Wanita tersebut duduk disamping Claudia yang sedang memakan camilan yang telah disediakan di acara tersebut.
Lalu Regina memberikan segelas anggur merah kepada Claudia, namun Claudia menolaknya karena ia tengah hamil.
"kakak, hanya seteguk saja tidak akan mempengaruhi janinmu" ucap regina dengan lembut.
Aneh sekali Regina tiba-tiba menyebut Claudia dengan sebutan kakak, Claudia mengerutkan keningnya bertanda bingung akan tingkah Regina.
"Terimakasih akan kebaikan mu adik Regina!" ia sedikit menekan perkataannya diakhir kata, "tetapi aku dilarang minum alkohol oleh suamiku" tambahnya.
Terlihat jelas pada sorot mata Regina dipenuhi dengan api cemburu dan tidak senang jika Claudia senang.
Namun Regina tak kehabisan akan untuk menjebak Claudia lalu ia mengambil segelas jus jeruk pada tangannya.
"ah maafkan aku, kau minum saja jus ini" Regina memberikan gelas yang ditangannya kepada Claudia.
"hm baiklah, terimakasih atas kebaikan yang mulia putri mahkota" ucap Claudia tenang seakan tau rencana lawan bicaranya itu.
"apa kau ingin jalan-jalan? aku lihat kau sedari tadi hanya duduk saja pasti sangat jenuh" ucap Regina ingin membantu Claudia untuk berdiri.
Claudia menganggukkan lalu meraih tangan Regina untuk berdiri.
"lihatlah apa yang akan ku lakukan kakak!" bisik Regina pada telinga Claudia.
Regina menarik tangan Claudia yang tengah memegang segelas jus lalu senga menumpahkan isinya pada gaunnya.
Namun gerak gerik Regina telah terbaca oleh Claudia, hah tentu saja drama klasik ini sering terjadi pada drama ataupun novel yang ia baca.
Regina pikir kejadian ini akan berhasil karna waktu itu pernah berhasil sekali pada pesta teh yang diadakan oleh Baroness Emilia. Siapa yang tahu Claudia yang tak kalah cerdik walau harus mengorbankan tangan mulusnya.
Saat tangannya ditarik dan jus itu tumpah pada gaun Regina dengan sigap Claudia pura-pura terpeleset dihadapan Regina hingga gelas yang ditangannya ikut terjatuh.
Flashback off
Prakkk...
Semua mata terjutu pada Claudia dan Regina mereka terkejut melihat keadaan Claudia yang tersimpuh di hadapan Regina.
Raphael segera menolehkan kepalanya pada sumber suara, betapa terkejutnya dia melihat istrinya sedang terduduk dengan posisi menunduk dihadapan Regina, ia langsung lari ke arah regina.
Tak mau kalah lagi Claudia berakting sakit pada perutnya padahal tangannya juga terluka akibat terkena pecahan gelas.
"ahhh..... sakit sekali! aku tak sengaja mengotori gaunmu" ucap Claudia sembari memegang perutnya.
"maafkan ibu telah memanfaatkan mu, kalau tidak begini kita akan dalam bahaya terus menerus" batin Claudia.
Raphael dengan sigap menggendong Claudia lalu menatap tajam kearah Regina.
"jika terjadi sesuatu pada istri dan calon anakku, kau tidak akan pernah lepas dari targetku sekalipun kau adalah calon ratu masa depan Lady Fernandez!" ucap murka Raphael pada Regina.
Ia langsung membawa Claudia ke ruang istirahat dengan terburu-buru.
Seluruh tubuh Regina saat ini tengah bergetar mendengar ancaman dari Raphael ditambah semua mata tengah mengutuknya.
Tak lama Raja memerintahkan untuk tenang dan menyuruh pengawal untuk segera memanggil dokter kerajaan untuk memeriksa keadaan Claudia. tak melupakan keberadaan Regina, raja langsung memanggil Menantunya itu lalu membawanya ke ruangan yang telah dipersiapkan untuk mencegah terjadinya pertambahan kekacauan.
"kenapa wanita itu selalu membuatku kesusahan!" gumam pangeran mahkota diikuti dengan mengepalkan tangannya lalu mengikuti Regina untuk menghadap Raja.
Ditempat Claudia berbaring saat ini ia tengah ditangani oleh dokter kerajaan
"sshh... ini sangat sakit suamiku! aku takut terjadi sesuatu pada anak kita, Luca juga pasti akan sangat sedih" ucap Claudia sembari menangis.
"tenanglah sayang, tidak akan terjadi sesuatu pada bayi kita" ucap Raphael sembari menggenggam tangan Claudia dengan erat. "Dokternya mana?!" bentak Raphael pada orang-orang yang berada diruangan tersebut.
Saat ini dalam lubuk hati yang paling dalam, Claudia sangat senang dan harus diberikan penghargaan the best aktris pada tahun ini.
"Maafkan aku suamiku, aku telah memanfaatkan mu juga" batinnya.
Dokter pun datang langsung cek keadaan Claudia lalu mebalut luka yang ada ditangannya.
Lima belas menit kemudian dokter kerajaan selesai mengecek keadaan Claudia. "janin yang dikandungnya tidak kenapa-kenapa hanya kontraksi karna mungkin bayinya ikut terkejut saat ibunya terjatuh lalu luka ditangannya sedikit dalam tetapi saya sudah mengobatinya, Duchess memerlukan istirahat selama 3hari kedepan jangan biarkan melakukan pekerjaan berat" ucap dokter tersebut lalu pamit untuk keluar.
Raphael sedikit lega mendengar ucapan dokter lalu ia langsung mengecup kening Claudia, "untung saja kau selamat, kita akan pulang dengan segera" ucapnya mengusap air mata Claudia.
💢💢 Haii jangan lupa, Like,komen dan tambahkan novel ini menjadi favorit kalian🤗🤗 Terimakasih 💢💢
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa
aku aja kecewa sama kamu raphael palagi claudia..😣😣
AAA, SUMPAH KESAL BANGET AKU LIHATNYA!!!