Kebahagiaan tidak selamanya abadi begitu juga dengan kehidupan manusia, Rindu menikah diusianya yang ke-18 tahun dengan seorang duda yang berusia 41 tahun.
Perbedaan umur lebih dari 20 tahun membawanya kepada kehidupan yang cukup bahagia hingga pada suatu hari semua kebahagiaan itu berakhir.
Akankah kebahagiaan itu datang lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chika chiki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rindu 14
Maaf kalau masih banyak typo dalam penulisan 🙏🙏
💞Happy Reading 💞
Sejam berlalu kini mereka sudah berada dalam mobil lagi, tadinya Pram berencana lebih baik dia pergi sendiri mengingat banyak yang harus dibeli begitu juga dengan isi kulkasnya yang ternyata juga kosong melompong mau tak mau mereka sekalian keluar juga sekalian mencari makan malam karena belum ada bahan untuk memasak.
Hening tampaknya Rindu masih malu dan canggung hanya Pram lah yang lebih berdominasi membuka setiap percakapan mereka.
"Bisa masak,,?" tanya Pram
"Sedikit," jawabnya singkat
Pram pun tersenyum senang berarti akan ada yang membuat kan dia makanan untuk kedepannya tadinya dia berpikir pasti dirinya lah yang akan sedikit direpotkan dengan hal dapur mengingat usia gadis yang menjadi istrinya itu masih sangat muda ternyata yang diperkirakan dia berbanding terbalik dengan kenyataan ya walaupun belum mencoba masakannya tapi dia percaya pasti bisa dimakan itu lebih dari cukup, bukankah dengan seiring berjalannya waktu semua akan menjadi indah.
Sore mulai menyingsing mengantikan siang terik yang panas membara itulah salah satu negara kita yang memiliki iklim yang tropis, padahal udah sore tapi cuaca masih cetar membahana.
Tibalah mereka di sebuah hypermart yang tak terlalu besar tapi semua perlengkapan dan kebutuhan tersedia didalamnya jika dibandingkan mall tentu saja lebih besar yang namanya mall. Pram pun memasukinya area parkir dan memarkirkan mobilnya yang masih tersisa 3 bulan cicilan itu dan setelah cicilan mobilnya lunas dia berencana akan membuka tabungan khusus untuk anak-anak nanti.
Jauh kali rencana mu Bang padahal coblos aja belum 🤭🤭
Yaelah namanya rencana Neng makanya harus di rencanakan agar terealisasikan hingga tercipta keindahan masa depan yang penuh kebahagiaan.
Mengingat tabungannya juga tidak begitu banyak lagi setelah pembangunan rumah impian masa tuanya terealisasikan dan siapa sangka keberuntungan berpihak padanya hingga menepati rumah baru dan hokinya lagi juga mendapatkan seorang istri yang muda dan cantik ibarat bunga baru dipetik ketika mekar. Sungguh keberuntungan yang hakiki, ini adalah buah kesabarannya yang sabar menghadapi hidup balasan tahun setelah penghianatan istrinya dahulu.
Intinya sabar lah lebih dan lebih dan ikhlas seikhlas nya dan hasilnya juga luar biasa yang didapatkan.
"Kita beli perlengkapan mu dulu baru ke bagian kebutuhan dapur, bagaimana sayang?" tanya Pram
"Atur aja mas, Rindu ikut aja." jawabnya dan kami masih didalam mobil dan akan turun.
"Rindu belum pernah ketempat begini mas, di kota kami supermarket nya tidak sebesar ini" Rindu du menatap kagum bangunan di depannya padahal itu hanya hypermart 2 lantai dan tergolong minimarket bagi warga disini.
Pram terkekeh dan sudah menduga akan hal itu karena selama ke sana dirinya pun kesulitan menemukan Conter ATM beruntung dirinya membawa uang cash sisaan dari hasil uang perjanjian.
"Nanti lama lama juga akan terbiasa disini dan itu itu hanya sebagian kecil, nanti kapan kapan kalau liburan kita pergi ke mall pasti kamu akan sangat suka" kata Pram mulai mengambil tangan Rindu dan menggenggam erat seakan r
Rindu akan menghilang seperti anak kecil.
Rindu bergeming dan Pram pun terhenti sejenak menatap nya.
"Kenapa?" tanya Pram
"Tangan ku" gumamnya melirik tangan mereka yang bergandengan erat, Rindu malu dan wajahnya bersemu merah.
"Oh... hehehehe... sayang kamu masih baru disini dan tidak tahu apapun kehidupan disini. Nah saya gandeng biar gak hilang, ini kota besar takutnya ada kejahatan dan terjadi hal hal yang tidak diinginkan." Pram menjelaskan dan Rindu menunduk malu lalu mereka pun mulai berjalan memasuki pintu utama dengan disambut hembusan uap AC yang begitu dingin.
💞💞
Pram membawa Rindu menuju lantai dua yang tentunya lantai dua berisikan pakai semua khusus pria wanita dan anak-anak, menaiki eskalator mungkin biasa bagi orang kota tapi kali ini pertama untuk Rindu. Setelah tiba di depan eskalator Rindu gak bergeming sehingga Pram pun ikut terhenti menatap Rindu dan kini Rindu du menggenggam kuat tangan Pram karena merasa takut tapi tatapan mata Pram seolah mengatakan semua baik baik saja dan berharap Rindu mempercayai nya.
"Kenapa berhenti?" tanya Pram
"A... aku takut, lihat tangganya terus berjalan bagaimana bisa naik?" jujurnya.
Pram menepuk beberapa kali tangan dengan lembut "Ada aku tidak perlu takut oke, lihat mereka dulu baru kita ikuti" jelas Pram dan membiarkan kedua ibu ibu itu mendahului mereka agar Rindu bisa memperhatikan bagaimana naik tangga eskalator dan Rindu pun memperhatikan dengan tegang.
Pram terkekeh melihat kelakuan istri kecilnya dan akhirnya mereka bisa sampai diatas setelah melewati beberapa drama hingga akhirnya Pram mengalah dan mereka melewati tangga biasa di samping pojokan.
"Dikota besar semua canggih canggih ya mas? bikin jantungan." kata Rindu
"Kalau sudah keseringan tar juga jadi hal biasa. Apa lagi kamu itu masih ABG dan pastinya nanti kamu akan lebih sering ke tempat beginian" Pram.
"Benarkah?" tanya Rindu penasaran bahkan dia tak ada niat pun untuk kesini lagi karena menurutnya di tempat seperti ini terlalu rame dan dia tidak terbiasa belum lagi suara musik dan teriakan diskonan yang membuat telinga nya sakit.
"Hmm... kita lihat aja nanti." Pram
Pram memilih beberapa baju kaos biasa yang berbahan katun adem yang menurutnya pas untuk Rindu dan Rindu pun juga memilih beberapa potong kaos yang ia sukai kini dia mulai terlihat berbinar bahagia, baru kali ini dia merasakan seperti ini bisa berbelanja seperti orang orng yang dilihatnya dalam televisi.
Setelah memasukkan 7 potong baju kaos kedalam tas belanjaan yang disediakan oleh pihak hypermart kini Pram membawa Rindu u tumbuh membeli celana jeans, memilih 2 celana jeans panjang yang Keluaran model terbaru serta beberapa celana pendek juga tak lupa Pram juga memilih beberapa potong dress yang menurutnya bagus dan Rindu hanya menurut, dia terlalu pusing kelamaan disini membuatnya sakit kepala, yang awalnya tadi bersemangat sekarang jadi lemes. Hanya Pram yang bersemangat 45 tanpa Rindu sadari Pram diam diam memasukkan beberapa potong lingerie serta pakai dalam pun tak ketinggalan. Dia bener bener membelikan Rindu banyak pakaian.
Bagaimana gadis itu ya tentu saja dia tak tahu menahu dan dia hanya nurut saja tidak mau ambil pusing karena satu sisi dia juga kurang mengerti hal beginian dan itu bukan hal yang menyenangkan untuknya.
"Sayang berapa ukuran sepatu mu?" Tanya Pram yang masih bersemangat kini mereka sudah di bagian sepatu dan sendal.
Rindu sudah manyun saja dari tadi menandakan moodnya benar benar sudah tidak enak. Tanpa bertanya lagi Pram jongkok dan membawa kaki Rindu untuk mencocokkan kaki Rindu dengan sepatu sneakers yang berukuran size 38 dan akhirnya cocok dan ia pun membeli 1 pasang sepatu dan 2 pasang sandal lainnya yang cantik.
Banyak pasang mata yang menatap mereka iri dan tak jarang juga yang mencibir tapi tak dihiraukan Pram dan Rindu toh mereka juga tak saling kenal.
"Mas udah, ini sangat banyak nanti uang mu habis dan lain kali kan masih ada waktu dan kesempatan" kesel rindu yang melihat Pram masih mau mengambil tas padahal sudah ada 2 tas di troli mereka. sekarang bukan tas lagi yang isi baju baju karena Pram terlalu semangat membelikan Rindu baju hingga dirinya yang khilaf.
"Tenang saja sayangku, setelah ini aku akan lebih giat dan rajin lagi mencari uang yang banyak untuk mu" Pram berkata sambil menaik turunkan alisnya menggoda Rindu dan yang digoda pun tersipu malu dengan senyuman tertahan. Setelah di kasir Pram melakukan pembayaran. Bayar dengan kartu debit nya dan itupun sepertinya tidak akan mengurangi semua uang tabungan nya karena mereka masih akan berlanjut ke lantai bawah berburu bahan makanan dan bumbu dapur.
Sang kasir wanita hanya tersenyum senyum menatap pasangan di depannya itu yang satu masih semangat dan satu sudah cemberut dari tadi, bukannya senang di berikan banyak barang tapi masih kurang bersyukur sepertinya. Wanita kasir itu hanya bisa terkekeh berpikir mungkin anak itu baru bertemu dengan ayahnya setelah sekian lama sehingga sekarang ayahnya memberikannya banyak pakaian dan perlengkapan serta banyak kebutuhan wanita lainya.
💞
Troli pertama sudah dititipkan ditempat penitipan barang sekarang troli kedua hampir penuh dengan berbagai macam makanan dari makanan kaleng, daging seger serta sayur-sayuran dan berbagai macam bumbu dapur lainnya dan diperkirakan cukup untuk stok beberapa hari kedepan. Mengingat istrinya yang masih baru di kota ini pastinya butuh beberapa waktu untuk mengenali jalan agar bisa beraktivitas berpergian ke pasar.
Berbelanja pun selesai kini mereka sudah memasukkan semua belanjaan mereka kedalam mobil dan Pram berencana mengajak Rindu untuk mencari makan malam jadi malam ini tidak perlu repot memasak dan pastinya mereka membutuhkan istirahat.
"Mas terimakasih banyak." ucap Rindu.
Pram tersenyum hangat memandang gadis kecilnya sambil menggenggam tangannya.
"Kita makan malam dulu didepan sana ada resto siap saji, sudah lapar hmm? " tanya Pram lembut.
"Iya mas Rindu ikut aja" jawabnya pasrah karena sudah lelah.
"Sayang duduk disini aja ya pasti capek, biar mas aja yang kesana pesan kan ya" ucap Pram dan Rindu hanya nurut saja ia sudah terlalu capek untuk hari ini.
Beruntung keadaan resto cukup sepi sehingga pesanan mereka cepat dan mereka pun makan dengan tenang, Pram hanya pesan nasi goreng spesial untuk dirinya dan untuk Rindu dia memesankan ayam goreng kremes paket komplit beserta minuman teh manis saja.
Bersambung... 💞
udah aku masukin fav yaa
Semangat terus kak🤛🤛
senior galak hadir maaf lama gak mampir.
Semangat
Ditunggu karya barunya ya 🤗
“Silence” hadir bersama “Cinta dan Dendam” 🥰