NovelToon NovelToon
CEO BUCIN

CEO BUCIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest
Popularitas:952.6k
Nilai: 5
Nama Author: Seolpa

Demi mengejar impian dan cintanya Ayuna rela meninggalkan kota kelahirannya berharap agar dia bisa menghapus kenangan buruk dan menyakitkan di masa lalu. Dan juga agar bisa dekat dengan tunangannya yang sudah lebih dulu bekerja di ibukota.

Namun siapa sangka jalan yang dia pilih malah menuntunnya bertemu dengan Alvaro Ivander, CEO yang terkenal dingin dan kejam.

Hubungan yang rumit diantara mereka malah membuat Ayuna semakin tidak bisa lepas dari genggaman Alvaro. Apalagi Ayuna adalah wanita yang selama ini dicari oleh Al.

~ Akankah kisah cinta mereka berjalan mulus??? Ikutin terus ya jangan di skip!!! ~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seolpa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 14

" Apa - apaan manusia es itu, kenapa juga aku harus ngikutin maunya dia " ayuna protes pada dirinya sendiri.

" Aku perhatiin akhir - akhir ini kamu sering ke ruangan tuan al, ada apa ? " siska penasaran kenapa yuna selalu di panggil ke ruangan al.

" H-hmm, gak ada apa - apa mbak hanya membahas masalah kerjaan " bohong yuna.

" Btw kamu hati - hati jangan sampai godain tuan al, kalau gak mau diamuk karyawan wanita di perusahaan ini " ujarnya.

" Ih, maaf ya mbak siapa juga yang mau godain manusia es begitu " ucap yuna dan meninggalkan siska.

" Dasar cewek songong " maki siska.

" Dasar mak lampir " ucap yuna saat berada di dalam lift.

" Belum apa - apa aja aku udah diserang sama fansnya gimana kalau sampai kabar ini tersebar aku bisa mati dikeroyok nih " ayuna bergidik sendiri membayangkan nasibnya ke depan.

" Lo lama banget sih ? " tanya gina saat yuna sudah di divisi keuangan.

" Kamu kan tau sendiri gak ada kata cepat jika sudah berhubungan dengan manusia es harus dikasih percikan api biar mencair " racau yuna.

" Apaan sih lo ntar kedengaran ke telinga tuan al nambah lagi hukuman lo " ucap gina.

" Sekarang bukan hukuman yang jadi masalah tapi hidupku yang dipertaruhkan " ayuna menyandarkan kepalanya di meja.

" Maksud lo ? " tanya gina tidak mengerti.

" Kamu gak akan paham " jawab yuna.

" Ya sudah kalau begitu kita kantin yuk yang lain udah pada duluan " ajak gina.

" Ayo, sepertinya kepalaku perlu disiram air dingin " ucap yuna dan bergegas mengikuti gina.

" Drrtt...drrtt...sebentar na " ayuna memeriksa ponselnya.

" Aku tunggu di star cafe " bunyi pesan masuk di ponsel yuna.

" Ya allah, aku lupa " ayuna menepuk jidatnya karena melupakan mahen.

" Ada apa ? " tanya gina.

" Maaf na, aku ada janji sama teman jadi gak bisa ke kantin bareng kamu, maaf ya " ucap yuna.

" It's ok " gina berjalan menuju kantin sementara ayuna bergegas keluar menuju star cafe "

🌸🌸🌸

Tidak butuh waktu lama untuk ayuna sampai di star cafe karena letaknya di dekat perusahaan dan star cafe terlihat ramai pengunjung mungkin karena sedang jam istirahat.

" Yuna " mahen melambaikan tangannya memanggil yuna.

" Maaf telat " ucap yuna.

" Gak masalah, aku juga baru datang " jawabnya.

" Kamu mau pesan apa? " tanya mahen saat salah satu waitress berada di meja mereka.

" Aku pasta dan jus strawberry aja " tunjuk yuna.

" Saya espresso " tambah mahen.

" Baik mohon ditunggu tuan " ujarnya pada mahen.

" Ada apa ? " tanya yuna.

" Gak, aku cuma pengen makan siang bareng kamu " ucap mahen sambil tersenyum.

" Ya ampun itu lesung pipi sejak ketemu selalu muncul " batin yuna terkesima melihat mahen.

" Kenapa lihatnya begitu, naksir ya ? " ucap mahen dengan pedenya.

" Ih, apaan sih " ayuna tersenyum malu.

" Oh iya, kamu sering ke ruangan al ? " tanya mahen.

" Gak juga, terkadang " bohong yuna.

" Terus kalau boleh tau apa hubungan kamu dengan jhosua?" mahen mencoba mencari tau.

" Ya kamu kan tau dia atasanku " jawab yuna jujur.

" Bukan maksud aku, apa kalian ada hubungan pribadi ? " tanyanya.

" Ngaco kamu, ya nggaklah siapa juga yang mau sama beruang kutub begitu " ayuna menjawab seenaknya.

" Beruang kutub ? " mahen tersenyum mendengar panggilan dari yuna.

" Iya " jawab yuna.

" Kenapa jo jadi beruang kutub ? " mahen senyum - senyum sendiri.

" Abis kalau ditanya diam, orangnya dingin dan kaku begitu" jelas yuna.

" Bagaimana dengan al ? " mahen penasaran apakah al juga punya panggilan dari wanita di depannya ini.

" Kalau buat aku mereka itu 11/12 yang satunya lagi manusia es berada di dekatnya serasa kita lagi di antartika " ucapan yuna spontan membuat mahen tertawa.

" Yuna, kamu ini jujur banget sih jadi orang, gak takut sama mereka ? " tanya mahen disela tawanya.

" Kenyataannya memang begitu, btw kamu ngajak aku makan bareng ada perlu apa ? " tanya yuna kembali ke pokok masalah.

" Aku kan sudah bilang cuma mau makan bareng kamu, lagian gak asyik makan sendiri dan yang pasti aku mau lebih mengenalmu " ucap mahen.

" Maksudnya ? " tanya yuna tidak mengerti.

" Begini, sejak pertama kita ketemu sepertinya aku tertarik ke kamu dan sepertinya takdir juga mendukung kita " mahen menjelaskan pertemuan mereka yang selalu tidak disengaja.

" Ha...ha..ha..itu hanya kebetulan " ayuna tertawa mendengar penjelasan mahen.

" Kamu gak percaya ? " mahen menatap yuna dengan senyuman manisnya.

" Ya gak lah, kamu ada - ada aja " ujar yuna.

" Dan lagian kalau kamu tertarik sama aku mendingan lupain aja karena aku sudah punya tunangan " tegas yuna.

" Serius ? " mahen kaget.

" Ini " ayuna mengangkat tangan kirinya memperlihatkan cincin putih yang ada dijari manisnya.

" Yah, aku terlambat " mahen menunjukan wajah sedih, tapi bukannya membuat ayuna merasa iba malah membuat yuna tertawa. Karena ekspresinya seperti emoticon yang ada di ponsel.

" Tapi aku masih ada harapan sebelum janur kuning melengkung " ucap mahen entah hanya sekedar candaan atau serius ayuna tidak bisa membaca raut wajahnya karena mahen selalu tersenyum saat bersamanya.

" Emang mau dicap pebinor ? " tanya yuna.

" Gak apa - apa kalau yang mau direbut itu berkualitas " ucapnya dan seketika mereka berdua tertawa.

Tapi tawa yuna terhenti saat dia melihat pemandangan di luar cafe. Terlihat angga sedang bersama seorang wanita dan mereka berjalan bergandengan.

" Mas angga, dengan siapa ? Kenapa begitu mesra ? " batin yuna.

" Kamu kenapa na ? " mahen menyadari perubahan yuna.

" A - aku gak kenapa - napa " ucap yuna dan matanya masih memandang dua sejoli yang berjalan menuju ke mobil angga.

" Kamu lihat apa sih ? " tanya mahen penasaran.

" Mahen maaf, aku ada urusan " yuna pamit dan bergegas mengejar angga.

" Yuna tunggu " teriak mahen dan ingin mengejar yuna.

" Tuan ini pesanannya " ucap waitress yang baru datang membawa pesanan mereka.

" Maaf " ucap mahen dan meninggalkan beberapa lembar uang merah di atas meja.

" Yuna tunggu " panggil mahen mencoba menghentikan ayuna yang sudah berada di area parkir.

" Mas angga dengan wanita lain ? Maksudnya apa ? Aku harus tanya langsung ke dia " ayuna meencoba untuk menghubungi angga, tapi ponsel angga sedang tidak aktif.

" Ada apa yuna ? kenapa kamu berlari kesini ? " mahen bingung melihat yuna yang seperti sedang mengejar sesuatu.

" Ayuna " panggil mahen kesekian kalinya.

" Iya " jawabnya.

" Kamu kenapa ? " tanyanya lagi.

" Gak kenapa - napa " ucap yuna.

" Maaf ya gara - gara aku kita gak jadi makan siang " sesal yuna.

" It' s ok, kita bisa atur lain waktu " jawab mahen.

" Kalau begitu aku balik ke kantor dulu " ayuna tersadar kalau jam istirahatnya sudah hampir selesai.

" Ayo aku antar " ujar mahen.

" Gak usah ntar malah ngerepotin kamu " tolak yuna.

" Gak apa - apa, aku malah khawatir kalau kamu balik sendiri " ucap mahen, lalu berjalan ke arah mobilnya terparkir. Ayuna mengikuti mahen dari belakang tapi hatinya masih galau dan bertanya - tanya.

" Ayo naik " mahen membukakan yuna pintu mobil.

" Terima kasih " ucap yuna.

Sepanjang perjalanan ayuna lebih banyak diam, mahen bingung dengan perubahan sikap yuna.

" Siapa wanita itu ? Apa mas angga punya wanita lain ? " perasaan yuna masih berkecambuk.

" Lebih baik ntar aku coba chat dia " batin yuna.

" Sudah sampai " ucap mahen menghentikan lamunan yuna.

" Eh, maaf aku gak fokus " ucap yuna merasa sungkan dengan mahen.

" Gak apa - apa " jawab mahen.

" Makasih ya dan aku masuk dulu " pamit yuna.

" Yuna " panggil mahen menghentikan ayuna membuka pintu mobil dan berbalik menatap mahen.

" Kalau kamu butuh seseorang untuk tempat bersandar dan bercerita jangan segan untuk menghubungiku " ujar mahen.

" Aku pastikan aku akan selalu ada untukmu " ucap mahen tulus.

" Iya " jawab yuna kemudian membuka pintu mobil dan segera masuk ke ivander group.

" Semoga kamu baik - baik saja " ucap mahen pada dirinya sendiri dan mulai mengendarai mobilnya meninggalkan ivander group.

" Jo, kamu cari tau kenapa mereka bisa bersama ? " tanya al yang melihat ayuna keluar dari mobil mahen.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Ilalagagi Gagi
Lumayan
Haposan Parningotan
lanjut dan semangat untuk karya menginspirasi
Yuaridewi
ceritanya sangat jelek..muter" gk jelas
Fatmaa Atie
aku kok nek lihat mahen ya
Agus Perdana
semangat tor makin dalem makin bagus cerita nya semangatttz
Agus Perdana
Masi baca alurr nya se jauh ini oke sihh
Agus Perdana
semangat Yuna
dan buat Author semangat juga nulis nya😊
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
krna Dy hanya bs menyentuhmu
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
emng modus si Al😂😂
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
🤣🤣🤣🤣
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
cwe selingkuhan tunangnmu
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
semangat mas bro
Ayu Nuraini Ank Pangkalanbun
widih ada yg jeles nh🤨🤨
kania_pesek
Yuna Yuna bodoh lu ke bangetan amat sihhh ihh ngenes gw lama2
Syafa Aldera
iini mana kelajutanya lgi seruh ni
Qipty Devastya
lm g up
Desi Rizal
upnya dong..
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Qipty Devastya
lm g up
Atin Aza
j
Atin Aza
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!