NovelToon NovelToon
Melody

Melody

Status: sedang berlangsung
Genre:Contest / Konflik Rumah Tangga- Terpaksa Nikah
Popularitas:16.7k
Nilai: 5
Nama Author: MA84

Masalalu,
Semuanya berasal dari masalalu.
Masalalu yang mengubah hidupku.
Mengobrak abrik hati yang telah lama tersakiti.

Sebuah rahasia yang berawal dariku, membuat berbagai macam pertikaian dan perebutan terjadi. Mencari titik celah untuk mendapatkan rahasia yang tersimpan rapat dalam memori.

Aku...
Adalah titik pemicu peperangan terjadi.
Barang berharga yang mereka incar yang telah lama hilang kini mulai terkuak kembali.
Memaksaku untuk melindungi diri dari para musuh yang berniat ingin mencelakai.

Dia...
Suamiku.
Pria yang dengan tulus mencintaiku, meski harus melalui masa panjang untuk akhirnya bersama.
Pun tak luput melindungiku hanya untuk harta berharga.

Apa aku...
Hanya barang yang diperebutkan?
Atau hanya manusia yang perlu dimusnahkan?

follow akun ig author : @maulidamaulida84

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MA84, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jawaban

Ting nong ting nong

Aku menekan nekan bell beberapa kali pada sebuah rumah mewah bertingkat tiga itu. " Tunggu sebentar! " tak lama kemudian, terlihat pria paruh baya yang kulihat terakhir kali berlari tergopoh gopoh membukakan gerbang untukku.

" Silahkan masuk neng April.. "

Aku tersenyum kecil lalu masuk kedalam rumah itu. Semuanya nampak sama saat terakhir kali aku menginjakkan kakiku di rumah ini. Masih terlihat wah untuk di pandang mata.

" Eh ada April?! Ayo duduk sayang... " wanita paruh baya yang terlihat masih cantik itu terlihat baru saja menuruni anak tangga. Dia menarik lenganku untuk duduk di sofa ruang keluarga.

" Ada apa sayang? Tumben kamu datang kerumah? " tanya tante Lucy basa basi. Aku meremas remas rokku saking gugupnya. Sungguh! Aku tidak ingin menikah, tapi keadaan yang memaksanya.

" Emm i-itu tante... saya mau ngasih jawaban atas lawaran tante tempo hari " ucapku tergagap.

" Apa jawabannya sayang? " mata tante Lucy nampak berbinar binar, membuatku semakin tak tega untuk menolaknya. Apalagi beliau sudah sangat berjasa karna pernah menyelamatkanku dari preman preman suruhan Naura.

" Bismillah, semoga pilihan ini tepat untuk hamba. Insyaallah saya terima lamaran tante. " plong seketika. Entah mengapa, pikiranku yang kacau beberapa hari ini akhirnya musnah. Ya Allah, sudah benarkah keputusan hamba ini?

" Akhh makasih sayang! Tante senang banget dengernya! " teriak tante Lucy langsung memelukku erat.

" Wiuhh ada acara apa nih sampe peluk pelukan gitu? Ikut dong... " dari arah sebuah ruangan, keluar seorang pria bertubuh atletis berjalan kearah kami dengan menggunakan hodie dan celana sebatas lutut.

Aku menyipitkan mataku sesaat merasa familliar dengan wajah jenaka itu. Itu... itukan Arkan si buaya kampus? Kok bisa dia ada di sini? Jangan bilang dia lagi yang tante Lucy bilang buat aku nikahi? Ihhh moga aja enggak. Sebenarnya aku tidak terlalu mengenalnya, hanya pernah bertemu beberapa kali dan itupun juga dia sering merayuku. Dan saat gagal aksi gombal, dia akan mengejekku tembok.

" Arkan, sini bentar deh. Bunda mau ngasih kabar yang menggembirakan! " tante Lucy bangun dan menarik tangan Arkan untuk duduk di depanku. Perasaan semakin tidak enak, semoga bukan dia.

" Apa sih bun? Kabar menggembirakan apa sampai sampai bunda aku yang cantik ini bisa segirang ini hm? Coba cerita sama Arkan. " gemasnya.

" Kenalin. Ini namanya April, calon kakak ipar kamu!! " jawab tante Lucy begitu bersemangat. Baru aku jadi calon, gimana kalau udah nikahnya? Bisa bisa malam pertamaku di recokin lagi. Tapi, saat mendengar kata kakak ipar membuatku mampu bernafas lega. Setidaknya apa yang aku takutkan tidak terjadi. Tapi tunggu!!

Malam pertama?

ASTAGA KENAPA AKU MELUPAKAN ITU!! Bagaimana jika calon suamiku itu meminta haknya nanti? Masa iya ku kasih gitu aja? Aku belum siap!

" Eh? Si muka tembok! Jadi lo yang bakal jadi kakak ipar gue? Wah wah.. lengkap sudah. Bisa bisanya bunda nyatuin dua beruang kutub, bisa bisa rumah ini jadi kerajaan es lagi gegara lo berdua. " ledek Arkan ku hadiahi dengan tatapan datar.

Sekarang aku ingat, putra sulung tante Lucy itu juga 11 - 12 denganku. Kami memiliki kesamaan yaitu sama sama introvert.

" Kamu kenal sama April sayang? "

" Siapa yang gak kenal coba bun? Orang tiap hari liat terus. Kan tembok! " ujarnya dengan sengaja menekan kata tembok!

" Buaya kampus " gumamku menatapnya dingin dengan aura mengintimidasi, sehingga mampu membuat tawanya hening seketika.

" Baguslah kalo kalian sudah saling kenal, jadi nanti kalo kalian tinggal seatap gak canggung. Oh ya ril, berhubung kamu udah terima lamaran tante. Minggu depan kami akan melamarmu secara resmi kekota asalmu ya. " ucap tante Lucy gembira.

" Iya tante. "

" Eits! Mulai sekarang panggil tante BUNDA! kan April calon menantu tante, jadi wajib panggil tante Bunda. Oke? "

" Iya. Bu-bunda.. "

" Ya udah, kalian ngobrol ngobrol dulu aja ya. Bunda mau telfon Erlang dulu, buat ngasih tau kalo kamu udah setuju. " pamitnya lalu pergi menaiki anak tangga sambil bersenandung ria.

" Cielah... lo mau maunya aja nikah sama bang Er. Sama gue yang pandai bikin kata kata manis aja lo gak mau, apa kabarnya bang Er? Dia mah orangnya dingin, irit bicara, dan yang pasti. Manusia yang tidak kenal kata romantis! " ejeknya.

" Gue mau nikah sama bang lo gak minta ada adegan romantis. Gue nikah sama dia, karna gue yakin, dia jodoh dari Allah. " jawabku tenang.

" Iyain biar cepat! " dia berlalu pergi setelah menghabiskan satu gelas air saat kebakaran jenggot karna kalah adu mulut lagi denganku. Inilah jika kami bertemu. Memang tidak sering, bahkan bisa hitung pake jari karna jurusan dan mata pelajaran di jam yang berbeda. Kami paling bertemu saat satu kelompok dalam bertugas memenuhi acara acara kampus.

" Huft..."

1
Mada
semoga jangan lupa ingatan
Mada
makasih kaka uda bikin novel ini
Mada
banyak banget yg suka sama aril
Kang Haluuuuu
😍😍😍
Gcheol/Gyoo
Aduh nyosor aja ril😌
Gcheol/Gyoo
bener-bener yah kamu Er,
bikin aku gemes.
jadi pengen masukin ke kantong,
buat dibawa pulang.
Gcheol/Gyoo
Arkan, pemikiran kita sama deh😂
'yes lampu ijo'
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻👍🏻
Darah Biru (Bangsawan)
👍🏻
Maulida84
sebenarnya udah mau pengen chat pihak mt/nt buat promosi,,, cuman mereka masih off jd gak sempat minta dijadikan remondasi di beranda
Gcheol/Gyoo
aduh Er kok kamu bikin teriak-teriak sendiri sih😫,
Thor novelnya gak dipromosikan?
padahal bagus loh
Gcheol/Gyoo
April: Dingin Dingin kok bikin malu sih?
Me : Dingin Dingin bikin meleleh ya, ril?😆
Gcheol/Gyoo
berapa cowok tuh ril?😆
Gcheol/Gyoo
Thanks author😊
tetap semangat nulisnya.
Aku suka dengan gaya bahasanya
Gcheol/Gyoo
up lagi dong kak😦,
ku udah ngirim kopi untuk kakak
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut,,
Kirana
lanjut kak
Kirana
lanjut kak,,
Kirana
lanjut lg kak,, udh penasaran nih...
semangat.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!