NovelToon NovelToon
Legend Of Lightning Warriors

Legend Of Lightning Warriors

Status: tamat
Genre:Fantasi / Action / Petualangan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:11M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nnot Senssei

"Aku akan berusaha melawan badai yang akan menerpaku kapanpun itu. Aku siap menerima serangan badai yang besar sekalipun. Aku tidak takut kepada besarnya badai, aku tidak gentar terhadap ganasnya badai. Aku juga tidak akan menyerah walau badai itu terus menggulungku. Aku akan berusaha berdiri di atas badai itu. Aku akan menghadapi badai itu. Aku akan melawan badai itu. Aku akan menari diatas badai itu pula. Hingga pada akhirnya, badai itu bisa menyatu dengan diriku. Aku adalah badai dan badai adalah aku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nnot Senssei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Penyerangan I

Fu Wai lalu pergi dari ruang rapat tersebut, dia akan pergi ke sekte aliran hitam yang sekiranya mau diajak bekerja sama.

Fu Wai pergi memberitahu sekte aliran hitam seorang diri, dia terbang dengan kecepatan tinggi. Fu Wai saat ini berada pada tahapan Pendekar Dewa tahap empat, jadi dia bisa terbang layaknya seekor burung. Seseorang yang sudah mencapai tahap Pendekar Dewa pasti akan bisa terbang dengan waktu yang cukup lama.

Tak perlu waktu lama, Fu Wai sudah sampai di gerbang sekte Kelelawar Hitam. Sesuai dengan namanya, semua anggota sekte Kelalawar Hitam memakai seragam warna hitam dan memakai cadar.

Melihat kedatangan Fu Wai, penjaga gerbang segera memberikan hormat kepada Fu Wai.

"Selamat datang di sekte Kelalawar Hitam senior Fu." ucap penjaga itu sambil member hormat.

Fu Wai hanya menanggapinya dengan anggukan kepala, lalu dia menanyakan kepala tetua Kelalawar Hitam, Chen Peng.

"Dimana Kepala Tetua Chen Peng? Antarkan aku ke ruangannya. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," kata Fu Wai kepada para penjaga.

Lalu penjaga itu membawa Fu Wai menuju ke ruangan Chen Peng. Chen Peng sedang bermeditasi di dalam ruangannya. Merasa ada yang datang Chen Peng pun mengakhiri meditasinya.

"Lapor Kepala Tetua, senior Fu Wai ingin bertemu dengan Anda. Dia berada diluar," ucap salahsatu penjaga.

"Suruh dia masuk, jangan biarkan menunggu lama. Setelah itu, kalian segera pergi ke tempat masing-masing!" perintah Chen Peng.

"Baik Kepala Tetua." jawab penjaga tersebut.

Tak lama Fu Wai masuk ke dalam ruangan Chen Peng. Dia melihat Chen Peng sedang berdiri untuk menunggu kedatangannya.

"Senior Fu," hormat Chen Peng.

"Kenapa tidak mengabariku dulu, kalau aku tahu, pasti aku akan menyiapkan jamuan untuk menyambut kedatangan senior," ucap Chen Peng dengan hormat.

"Tidak perlu seperti itu Chen Peng. Aku datang kesini memang mendadak, ada sesuatu penting yang ingin aku bicarakan padamu," ujar Fu Wai kepad Chen Peng dengan nada serius.

"Apa sesuatu itu senior? Aku siap mendengarkan, bila butuh bantuanku aku akan siap membantu senior," jawab Chen Peng.

"Memang aku perlu bantuanmu. Apakah kau mau bergabung dengan Lembah Beracun untuk menyerang Kekaisaran Wei? Kita akan menyerang dan mengambil alih kekuasaan. Saat ini, kekaisaran sedang dalam keadaan terpuruk. Ini menjadi kesempatan kita untuk melakukan serangan. Apakah kau mau membantuku?" kata Fu Wai.

"Ah senior, dengan senang hati aku akan membantumu. Aku siap mengerahkan seluruh pasukan Kelalawar Hitam. Selama ini Lembah Beracun sudah banyak membantuku dan sekte Kelelawar Hitam. Bagaimana mungkin aku tidak akan membantu. Kapan penyerangan itu akan dilakukan? Dan siapa saja yang akan ikut menyerang kesana senior?" tanya Chen Peng.

Mendengar jawaban Chen Peng, Fu Wai menjadi senang, "Sekitar satu minggu lagi, kita akan membentuk aliansi dengan sekte yang mau bergabung dengan Lembah Beracun. Aku harap kau mau menyebarkan kabar ini kepada sekte yang lain," ucap Fu Wai.

"Baik senior, aku akan segera memberitahu hal ini kepada yang lainnya, percayakan saja padaku masalah hal ini." jawab Chen Peng.

"Baiklah, lebih cepat lebih baik. Kalau begitu aku pergi dulu." ujar Fu Wai, tak lama dia segera pergi dari ruangan Chen Peng. Lalu terbang dengan kecepatan tinggi kembali ke Lembah Beracun.

Tiga hari telah berlalu

Semua sekte yang bersedia untuk bekerjasama dengan Lembah Beracun berkumpul di dalam ruangan untuk membicarakan penyerangan yang akan dilakukan empat hari lagi.

"Selamat datang di Lembah Beracun. Terimakasih sudah menghadiri undangan yang aku berikan," Fang Yun membuka suara dihadapan semua Tetua yang hadir dalam rapat tersebut.

"Suatu kehormatan bagi kami semua bisa mendapatkan undangan dari senior Fang Yun." kata Chen Peng mewakili semua tetua, lalu di iringi anggukan dari tetua yang lainnya.

"Baiklah, tidak perlu basa-basi lagi. Aku akan langsung bicara kepada poin penting dalam rapat ini," Fang Yun bicara dengan nada yang sangat serius.

1
Aura Ayu
MC model kek gini nih yang bikin emosi, masih sedikit naif, untuk apa coba ngasih senjata segala, dia yng nolong dia yang ngasih hadiah aneh😑setidaknya kasihlah ke orang yang menurut mu paling deket kelak, jangan asal ngasih, ya gw tau lu kaya skrng tapi kan itu, berkat pemberian guru, bukan mutlak jernih payahmu sendiri kan😑hedeh, tapi coba deh baca lebih lanjut, kalau terus gini tak ada ke naikan sikap, mending skip aja lah🥱
Asiana Tyas
bagus thor
long pu
novel sampah🤢
Aura Ayu: ra suka skip aja
total 1 replies
Zul Fiandi
kok jarang sayaliat tiap membunuh lawan nya jarang mengabil cicin penyimpanan lawan nya tor apa terlalu kaya guru nya zenzui itu😄
Rusdi Bintang
coba ikutin ceritanya dulu kalo hiatus mending tinggalin
⚔️ KING HELL ⚔️
Kirain ceritanya bagus, nggak taunya sampah juga 😁
⚔️ KING HELL ⚔️
Ceritanya ngelantur kemana-mana 😀
Eriksilvi
peran mcnya sangat tidak pas sangat tidak berperan seperti nya peran MC hanya sekedar saja. 🤭🤭😄
Aliff Aiman
next time buat novel kurangkan bercakap benda yang tidak perlu , sikit sikit okay . lama lama orang baca jadi rasa mahu maki saja 🐒
Aliff Aiman
ini lah masalah kalau dah ada perempuan , macam bodoh 🐒
Ferdy Palit
cara berperang bertele tele ya ...pendekar apaan..
Roni Sakroni
terima kasih atas cerita ini thour
Roni Sakroni
sudah tahu efek bertarungnya bisa menghaturkan sekitarnya. malah bertarung di lokasi istana.
Roni Sakroni
Yun mei lebai aaahhhh.....
Roni Sakroni
makan mlulu
Roni Sakroni
seharusnya sang Phoenix disuruh ambil jamur seribu hasiat itu. biar cepet selesai.
Roni Sakroni
emang KLO sudah lihat wanita cantik siapapun terlena.....
Roni Sakroni
apa karena cantik sehingga melawan dengan terpaksa sih
Roni Sakroni
wiihhh mantep mantep tuh
Roni Sakroni
cemburu ceritanya nih.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!