menceritakan seorang anak gadis yg tomboy yang terpaksa menikah karna ke salah pahaman tetapi siapa yg menyangka jika yg menjadi suaminya adalah guru killer yang tampan dan ternyata cinta pertamanya
mereka hidup bahagia,, ,
hingga Verlita bertemu dengan masa lalu nya
ingin tau kelanjutan ya ikutin yuk
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lilis zulistia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 13
akhirnya mereka pun terlelap kedalam mimpi dengan posisi saling memeluk.azan subuh berkumandang Verlita pun terbangun dari tidurnya,dia merasa ada sesuatu yg berat menimpa di pinggang saat ingin melihat Verlita pun terkejut dan tanpa sadar menendang tubuh faris Hinga tersungkur
"kiaaa"teriak Verlita
"aduh sakit tau kamu kenapa si ver?sambil memegang bokongnya yg mencium lantai
"kamu kenapa bisa tidur di kamar aku,terus kenapa peluk-peluk aku?bukan muhrim tau"sambil emosi
"kamu lupa ingatan apa gagar otak ver?yg pertama ini kamar aku, yg kedua kamu itu istri aku dan yg ketiga kita sudah sah menikah ya udah muhrim lah ver"dengan nada tinggi
Verlita pun yg sudah ingat langsung nyengir menampilkan deretan gigi putih nya.."ia deh aku minta maaf ya sini aku bantu"faris pun yg sudah terlanjur emosi menepis tangan Verlita dan langsung ke kamar mandi untuk bersih bersih,Verlita pun yg melihat faris marah pun merasa bersalah,diapun langsung menyiapkan pakaian dan alat sholat untuk mereka.ketika faris keluar dari kamar mandi pun verlita tidak berani menatap wajah suaminya itu dia bergegas masuk kamar mandi.setelah selesai sholat subuh Verlita turun untuk menyiapkan sarapan untuk suaminya ini kali pertama dia masak sendiri karna biasanya dia hanya membantu ibunya Verlita pun hari ini memasak nasi goreng udang dan tak lupa membuatkan kopi untuk suami nya setelah semuanya selesai Verlita pun bergegas ke kamar mandi karena badanya lengket dan gerah.setelah selesai mandi Verlita pun langsung mengunakan seragam putih abu-abu dan langsung duduk di kursi meja makan di samping faris
Verlita pun dengan telaten menyajikan sarapan untuk suaminya,Verlita tidak berani menatap suaminya karena, pasti suaminya masih kesal atas sikapnya tadi pagi.
mereka pun makan dalam diam hanya ada suara dentingan sendok dan piring yg sesekali beradu,setelah selesai Verlita pun langsung pamit kepada suaminya
"mas aku berangkat dulu yaa?"sambil mengulurkan tangannya
"tunggu kamu berangkat sama siapa?"sambil mengulurkan tangan nya dan langsung mencium punggung tangan suaminya
"naik ojol mas"ucap Verlita asal karna dia juga bingung
"udah bareng aja tunggu saya habiskan kopi sebentar"tukasnya
"tapi mas nanti kalau ada yg lihat kita gimana?"
"udah tenang aja nanti kamu turun di tikungan oke"
Verlita pun hanya mengiyakan permintaan faris dan duduk kembali di sampingnya setelah menunggu beberapa menit akhirnya tandas juga kopi faris
"ayo berangkat"ajak nya
Verlita pun langsung mengikuti langkah kaki suaminya,mereka pun masuk kedalam mobil dan faris pun langsung menancap gas dengan kecepatan sedang 30 menit berlalu akhirnya mobil yg mereka naikin sampai di tikungan dekat sekolah Verlita pun celingukan ke kanan kiri setelah dirasa aman Verlita pun langsung pamit dan tak lupa mencium punggung tangan suaminya saat ingin turun tiba-tiba tangannya di tarik oleh faris Verlita pun langsung berbalik nengok kearah suaminya
"ada apa lagi mas?"tukasnya
faris pun membuka dompetnya dan memberi dua lembar uang kertas berwarna merah kepada Verlita
"apa ini mas?"tanyanya
"untuk jajan"jawab faris
"gk usah mas uang aku masih ada"jawabnya
"udah ambil saja anggap ini nafkah pertama aku ke kamu"sambil tersenyum Verlita pun langsung mengambilnya dan turun dari mobil faris.saat ingin jalan tiba-tiba ada mobil BMW yg berhenti di depannya
"ayo masuk ver"ucap mesi
"Verlita pun tanpa menjawab langsung masuk ke mobil sahabatnya itu
maaf lama up nya🙏🙏🙏
terimakasih yg sudah sabar menunggu
jangan lupa like komennya ya biar author semangat 😁😁😁😁
apalagi kalau beri vote dan hadiah tambah semangat up nya😋😋😋😋
terimakasih yg sudah mampir semoga menghibur🙏🙏🙏
Smngt thor