Bijaklah dalam memilih bacaan.
Berisi konten tentang pernikahan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon snjan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Menikah
Ternyata waktu begitu cepat berlalu, hari ini layla akan melangsungkan pernikahan nya dengan abbas.
waktu subuh tiba, tapi layla belum bangun juga, tidak biasa nya layla kesiangan, itu karena semalaman layla susah tidur, kepikiran gimana besok acara pernikahan nya, gimana layla harus bersikap di depan abbas, saat sudah sah jadi istri abbas, gimana pas malam pertama nya, abbas akan lancar gak ngucapin ijab kabulnya, berbagai pertanyaan mampir di benak layla, dengan perasaan nano-nanonya membuat layla sulit memejamkan mata, padahal ini bukan kali pertama layla menikah, hingga entah jam berapa layla ketiduran.
"la bangun udah subuh "ucap mamanya layla di depan pintu kamar layla.
Sudah beberapa kali ibunya layla mem-bangunkan layla di depan kamar nya, tapi tak juga layla membuka pintu, ibunya layla membuka pintu kamar layla dengan pelan, dia menghembuskan napas pelan saat melihat putri nya, masih tidur nyaman dengan selimut nya, tidak biasa nya layla kesiangan, apalagi saat terdengar azan subuh pasti layla langsung bangun, tapi entah kenapa layla sekarang.
Lala pasti lelah karena menyambut banyak tamu kemarin"fikir mamanya layla.
Mama layla duduk di sisi ranjang layla, dan mengusap tangan layla pelan.
"la sudah subuh, bangun" Layla merasakan usapan, tangan ibunya malah semakin membuat nya nyaman.
"lala" ucap mamanya sedikit keras.
"eh mamah? "uncap layla sambil mengusap matanya.
" udah subuh, itu MUA nya udah dateng, lagi nunggu di luar, cepet bangun." ucap mamanya layla.
"Iya mah"ucap layla sambil bangun dan pergi ke kamar mandi. Setelah mandi dan solat subuh, layla di rias oleh penata rias. Layla memang tidak ingin mengadakan resepsi pernikahan, tapi ayah layla sebagai pak lurah, di desa tempat nya tinggal jadi banyak warga yang berdatangan ingin mengucapkan selamat pada layla, jadi orang tua layla men-dekorasi rumah nya, dan membuat panggung kecil di depan rumah untuk dangdutan, layla tak bisa berbuat apa-apa jika ayah nya sudah bicara seperti itu, katanya buat hiburan warga.
Selain banyak pikiran semalam layla tak bisa tidur, suara bising di luar karena pengecekan speker juga membuat nya sulit tidur.
Setelah di rias layla di bantu penata rias memakai kebaya berwarna putih yang di sewanya, karena menikah nya juga dadakan dan hanya di pakai sekali jadi layla lebih memilih menyewa saja, sayang uangnya.
Karena tubuh layla yang langsing, dan kulit putih, juga hidung mancung nya, dengan meke up, kebaya plus hijab senada dengan kebayanya membuat layla tampak cantik dan anggun.
Setelah pukul delapan pagi, rombongan pria datang layla di gandeng ibunya dan tante nya yang juga menghadiri pernikahan layla. Saat sampai di lantai bawah, semua mata tertuju pada nya.
Layla duduk di dekat abbas, abbas tersenyum padanya begitupun lagi membalas senyum abbas.
Ibu nur ibunya layla memakaikan selendang di kepala abbas dan layla, saat berjabat tangan dengan ayah nya layla, abbas nampak gugup terlihat banyak nya keringat di dahinya.
"saya nikahkan ananda abbas zainal muttaqin dengan putri kandung saya layla hidayati binti abraham hidayat dengan mas kawin seperangkat alat solat dan uang senilai 1 m dibayar tunai "ucap ayah layla, layla syok, bahkan layla lupa meminta mahar pada abbas, kenapa abbas memberikan nya mahar sebanyak itu pikir layla.
" saya terima nikah nya, layla hidayati binti abraham hidayat dengan mas kawin tersebut di bayar tunai"ucap abbas dengan satu Tarikan napas.
"bagaimana saksi "ucap penghulu.
" sah"
Setelah kata sah pak penghulu membimbing doa untuk pengantin, dan menyuruh layla mencium tangan abbas dan Abbas mencium kening layla.
Meskipun ragu, karena ini pertama kali nya layla bersentuhan dengan abbas, layla mengambil tangan abbas dan mencium nya khidmat, abbas juga mencium kening layla.
Abbas menyerah kan mas kawin nya dengan di bimbing penghulu untuk bicara, dan Abbas mengikuti apa yang di katakan bapak penghulu.
Dan giliran layla yang mengikuti kata-kata yang di katakan penghulu.
"saya terima mas kawinnya " dan layla menuruti apa yang di katakan pak penghulu,
" dan"ucap penghulu
"dan"ucap layla
"sebagai gantinya "
" Sebagai gantinya"
"mas abbas boleh minta padaku "
Perasaan layla sudah tak enak mendengar kata - kata pak penghulu, tapi layla mas mengikuti nya.
" mas abbas boleh minta padaku "ucap layla
" nanti malam "ucap pak penghulu, layla tak mengikuti kata-kata pak penghulu yang itu. karena layla sudah terlanjur malu, dengan godaan pak penghulu, begitupun juga abbas dengan wajah sudah merah. Entah karena udara yang panas atau malu juga.
Semua orang sudah tertawa melihat wajah pengantin baru itu.
Acara berjalan lancar, setelah zuhur layla pergi ke kamar nya untuk mandi dan melaksanakan sholat zuhur, begitupun juga abbas ikut ke kamar layla, ada rasa canggung di antara mereka, layla mandi lebih dulu di susul oleh abbas, layla menggunakan gamis dan hijab yang senada dengan gamis yang ia kenakan, lengkap dengan meke up tipis, karena masih ada acara lagi setelah ini.
Sorenya akan di adakan solawatan, dan malamnya tausiah dari ustadz yang di undang ayah layla.
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya Caraku Menemukanmu
kalo berkenan mampir juga di karya ku "Lihat Aku, dan Buka Hatimu
jangan lupa mampir