"Aku bukan dalang dari kematian orang tuamu"
Diasuh oleh kedua orang tua orang lain sejak kecil karena kematian orang tuanya, namun anak dari orang tua asuhnya mencintainya sehingga mereka menjadi sepasang kekasih, hubungannya mereka sempurna karena mendapatkan restu dari orang tuanya.
Namun, hal buruk menimpa keluarganya, tiba-tiba seseorang datang ke rumahnya dan membunuh kedua orang tuanya, dan mengatakan kalau ini adalah Siska, salah satu anak angkatnya.
Hal ini membuat Devan (anak kandungnya +kekasih Siska sendiri) menjadi membencinya, sudah berulang kali Siska katakan bulan dia pelakunya namun Devan tak pernah percaya.
Penuh misteri, apakah kebenarannya akan terungkap, siapakah pembunuh yang sebenarnya?
Akankah Devan terlambat?
Mampukah Siska tetap bertahan di sisi Devan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon naaaaaaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Siapa dia?
Siapa dia?
pagi hari pun tiba...............
Sesuai rencana bibi dan Anton kini, bibi bangun jam 5 pagi dan mulai memasak lebih pagi bersama pembantu yang lainnya.
bibi segera menyiapkan bahan masakan untuk hari ini.
bibi segera pergi ke dapur dan membuka kulkas besar di samping tempat mencuci piring .
"kriet....." suara pintu kulkas terbuka.
bibi membuka satu persatu pintu kulkas untuk mencari-cari bahan masakan.
"apa persediaannya habis?"
tanya bibi pada yang lainnya
"mungkin saja, seingat ku sudah lama sekali kita tidak berbelanja bulanan"
"jadi,wajar saja jika itu habis" sahut salah satu pembantu disana
"wah.....sial sekali padahal aku sudah bangun pagi"
"tidak apa ini masih sangat pagi kita bisa membelinya sebentar saja" kata pembantu di sebelah bibi.
"bagaimana kalau aku yang berbelanja?"
"bibi bisa pergi menuliskan apa saja yang perlu di beli"
"itu terlalu merepotkan biarkan aku saja yang pergi untuk berbelanja"
"sementara itu siapkanlah nasi,meja makan dan keperluan lainnya" ungkap bibi lalu pergi meninggalkan rumah.
sementara itu bibi pergi diantar oleh Anton agar perjalanan lebih cepat dan pembantu lainnya menyiapkan hal lain untuk sarapan pagi ini.
bibi dan Anton lupa memberitahu kan yang lain kalau Siska tidak boleh keluar kamar apalagi kalau sampai masuk ke dalam kamar Devan.
"prang......" salah seorang pembantu tidak sengaja menjatuhkan sebuah piring sehingga menimbulkan suara yang cukup keras.
"maafkan aku ......aku benar-benar tidak sengaja" kata pembantu itu.
"tidak masalah....cepat bereskan, semoga tuan dan nyonya tidak terbangun" kata pembantu yang lainnya karena mereka tidak tau kalau ada orang lain di dalam kamar Devan.
siapa lagi kalau bukan wanita pemuas nafsu itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
sementara itu, di dalam kamar Siska , dirinya terbangun oleh suara yang ditimbulkan dari suara pecahan piring itu.
"suara apa itu?" tanya Siska sambil melirik jam yang ada di dinding.
"ini masih pagi sekali"
"aku periksa saja,lagian aku rasa aku sudah benar-benar sehat sekarang" lalu Siska beranjak dari kasurnya dan pergi keluar untuk melihat keadaan di sana.
terdengar suara samar-samar dari dapur dengan cepat Siska berjalan ke dapur.
"apa kami membangunkan mu nona?"
"maafkan kami" kata salah satu pembantu yang melihat kedatangan Siska .
"ah .... tidak sama sekali"
"aku hanya ingin meminum air saja" kata Siska mengelak sambil tersenyum manis.
dia tidak ingin merusak hati orang lain apalagi sampai membuat mereka merasa bersalah.
"baiklah nona....ini saya ambilkan airnya"
"terimakasih....."
"ngomong-ngomong kenapa masaknya pagi sekali?"
"lay dimana bibi dan Anton?" tanya Siska penasaran, karena sebelum-sebelumnya tidak ada yang pernah memasak sepagi ini.
"kami juga tidak tau nona...."
"tapi, bibi dan Anton sedang pergi berbelanja stok bahan masakannya sudah habis"
"oowh ..... baiklah"
"apakah Devan sudah bangun?"
"belum nona,mungkin tuan masih tidur"
"baiklah aku pergi dulu....."
"cari aku jika bibi dan Anton sudah kembali, aku ingin masak bersama" kata Siska mengingatkan.
"sebaiknya aku pergi sebentar ke kamar Devan"
"semoga saja dia tidak marah" lalu Siska pergi ke kamar Devan.
"cklek" Siska membuka pintu kamar Devan.
"HA!"Siska terkejut melihat apa yang ada di sana, diri nya berteriak keras melihat seorang perempuan dengan tanktop mini memeluk Devan yang bertelanjang dada.
teriakan itu berhasil membuat seisi rumah terkejut begitu juga dengan Devan dan wanita itu.
Devan membuka matanya melihat Siska berdiri diambang pintu dengan ekspresi terkejut.
namun, Devan lebih terkejut lagi saat melihat wanita itu tidur di sebelahnya dengan keadaan yang tak dapat dijelaskan lagi namun Devan berhasil menutupi rasa terkejutnya lalu memandang dingin ke arah Siska.
"APA YANG KAU LAKUKAN!"
"SIAPA YANG MENGIJINKANMU MASUK!"
"KELUAR!" Devan berdiri dan mendorong Siska hingga keluar kamar lalu menutup pintu dengan keras.
"siapa wanita itu?"