Bella Anastasya Wijaya. Seorang gadis yang dulunya seorang artis terkenal, namun karena sebuah masalah dia harus mundur dari dunia artis nya, dan fokus sekolah saja.
Elang Saputra, kakak kelas, sekaligus keyos yang nantinya akan menjadi pasangan hidup Bella. Namun itu semua tidak berjalan dengan semudah hayalan. Karena hanya author yang maha membolak-balik kan jalan ceritanya, hehe😁
Novel ini bukan hanya tentang percintaan, tapi juga persahabatan yang pastinya akan membuat siapapun iri membacanya (author nya aja iri, hehe)
Solidaritas tinggi dan kekonyolan yang luar biasa menjadi bumbu pelengkap persahabatan mereka. Ada yang terjebak cinta juga dalam persahabatan mereka😁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Hukuman Apa
pagi hari nya di kediaman Bella, dia nampak kebingungan mencari keberadaan mang Ucok, supir nya.
"mang Ucok mana sih. Ini gue udah bangun pagi biar gak telat sekolah nya, eh dia malah ilang"
"Dor!!" Elang mengagetkan Bella
"Eh ayam goreng nya upin ipin mail fizi ijat" latah Bella, lalu memukul bahu Elang. "Apaan sih lo, masih pagi gak usah gangguin orang"
"Ya lagian lo, ngapain bengong" Elang mengusap bahu nya yang tadi dipukul Bella.
"Gue nyari supir gue" sahut Bella.
"Mau bareng gue aja gak? Dari pada lo telat lagi" tawar Elang.
"Nggak dah, makasih" Elang meninggalkan Bella setelah tau jawaban nya.
*******
"BOCIL KU!!" Suara nyaring tersebut membuat Bella yang sedang berjalan dilorong menuju kelas nya berhenti dan menoleh ke sumber suara. Menampilkan Sinta dan Ajeng disana.
"Kaget gue jing" ucap Bella saat Sinta dan Ajeng sudah dekat.
"Ya maap, kuy masuk kelas" Ajak Sinta.
Mereka masuk kelas bertiga. Suasana kelas memang sudah ramai, karena sebentar lagi bel masuk sudah berbunyi.
"Kalian bertiga kok bisa bareng" Tanya Angga
"Gak bareng bang, kebetulan aja tadi ketemu di depan" Sahut Bella.
Pelajaran pun di mulai dengan lancar, sampai akhir nya bel pulang berbunyi.
"Baru sekarang gue ngerasain sekolah dengan normal di SMA" ucap Bella sambil memasuk kan buku ke tas nya.
"Emang kemarin-kemarin gak normal cil?" tanya Ajeng.
"Gak normal? Gila dong" Sinta terkekeh geli mendengar ucapan nya sendiri barusan.
"Gimana mau normal. Orang gue nya dihukum mulu sama tuh ketos gila" ucap Bella.
"Eh btw, gue mau cerita. Sekarang si ketos ada di rumah gue" lanjut nya lagi.
Semua orang tercengang mendengar ucapan Bella. BRAKK. Sinta menggebrak meja. Sontak semua orang menoleh. Beruntung kelas dalam keadaan sepi, jadi tidak ada yang mendengar gebrakan nya, hanya Bella dkk.
"WHATT" Teriak nya setelah menggebrak meja.
"Biasa aja dong lo" Sungut Irfan kesal sambil menutup telinga nya.
"Ya mangap, kan kaget, hehe" Sinta menunjukkan cengiran nya.
"Kaget nya bisa bikin orang jantungan ya cyinn, untung akike kagak metong, hii serem" ucap Diki ala banci.
"Belajar bahasa banci dari mana lo bang" Bella tertawa dengan teman nya juga kecuali Diki yang kesal.
"Bukan belajar cil. Orang udah profesi Diki kayak gini. Kalo siang Diki, malam Dini" Ucap Sinta di tengah tertawa nya.
"Udah ah, kok malah bahas gue sih. Noh bahas si Bella" Diki kesal karena semau teman nya terus mentertawakan nya.
"Lah kok ngamok" Ucap Bella dengan logat jawa.
"Oh iya jadi salah fokus. Jadi gimana cil? Kok bisa kak Elang ada di rumah lo. Sejak kapan emang nya" Tanya Ajeng dan semuanya mulai serius mendengar cerita Bella.
"Bokap nyokap gue ada urusan di luar negeri selama 1 bulan, dan selama itu juga tuh ketos gila harus nginep di rumah gue, atas perintah bonyok gue. Dia udah mulai kemarin tinggal di rumah. Parah nya lagi, tuh orang ngeselin banget ***, bikin peraturan seenak jidat, harus belajar selama 1 jam, tidur malam maksimal jam 10. Gila gak tuh" Tutur Bella panjang x lebar.
Penuturan Bella membuat semua teman nya melongo.
"Double WOW!!" heboh Sinta.
"Bella 1 atap sama cowok cuy" teriak Angga tak kalah histeris.
"Se ngeselin apapun, gue akuin tu ketos emang ganteng sih, buktinya banyak banget yang jadi fans dia di sekolah ini. Gue yakin kalo anak-anak tau berita ini, mereka pasti histeris, bisa-bisa muka lo di cakar cil" Ucap Ajeng dengan nada serius.
"Atau nggak rambut lo dijambak" Tambah Diki, membuat Bella semakin bergidik ngeri.
"Atau bahkan mata lo dicolok cil" Tambah Sinta juga.
"Lo kata cilok, pake dicolok" Bella berusaha menenangkan fikiran nya, sebenarnya dia takut apa yang di katakan teman-teman nya jadi nyata.
"Tapi lo gak ngapa-ngapain kan cil sama dia?" Selidik Angga.
"B*ngke lo bang. Lo pikir gue cewek apaan? Boro-boro mau ngapa-ngapain, orang gak ada sehari dia dirumah, berasa mau pecah ni kepala, pusing gue" Tutur Bella
"Tenang cil, kita sebagai sahabat gak akan ngebiarin lo sengsara. Gimana kalo kita nginep dirumah Bella buat nemenin dia, setuju gak guys?" Ajak Irfan semangat.
"SETUJU" Yang lain juga tak kalah semangat.
"Eh tapi kita naik apaan? Kita kan gak ada yang bawa mobil" ucap Ajeng
"Selow aja lo di boncengan, kan ada gue" Sinta berbangga diri sambil menunjuk diri nya.
"Cil, telfon supir lo, kita naik mobil lo aja" Sambung nya lagi.
"Kampr*t gue pikir pake mobil lo, ternyata tetap aja Bella" Diki menjitak jidat Sinta yang dibalas dengan cengiran.
Bella mengambil hp berniat untuk menelfon supirnya, tapi dia teringat sesuatu.
"ASTAGA!!" Bella tepok jidat.
"Apa? Pulsa lo abis?" Sahut Diki.
"Bukan. Gue ada jadwal pemotratan sekarang, dan gue udah janjian sama manager gue. Gue duluan dah ya, Bye bye" Teriak Bella sambil meninggalkan teman-teman nya yang masih di dalam kelas.
"Terus nginep nya gimana cil?" Teriak Angga namun tak ada sahutan karena Bella sudah jauh.
"Emang si Bella model ya? Sejak kapan? Kok gue gak tau ya" Heran Sinta.
"Lo tanya gue, terus gue tanya siapa" jawab Diki
*******
"Hos hos sorry bang gue baru nyampek" Bella mengatur napas nya saat sampai di belakang Kevin yang sedang menunggu nya.
"Kemana aja sih dek, gue sampek lumutan nunggu nya" Omel Kevin
"Ya maaf bang, gak lumutan nih lo" Bella memicingkan matanya sambil melihat Kevin dari atas sampai bawah.
"Se merdeka lo dah. Sekarang mending kita cus berangkat dari pada tambah telat" ajak Kevin.
Kevin mengendarai mobil nya menuju lokasi pemotretan. Kevin terus saja mengomel, sedangkan Bella memilih untuk diam, karena tidak ada guna nya melawan manager nya yang cerewet itu.
25 menit, mereka sampai di lokasi. Lokasi nya indoor, di dalam gedung. Mereka berdua memasuki gedung dengan tergesa karena mereka sudah terlambat.
"Sorry kita telat" ucap Kevin pada semua orang yang ada, semuanya nampak sedang menunggu kedatangan Bella.
"Lo abis jemput model lo pulang sekolah, apa nungguin dia peka sih vin, lama amat" Omel sutradara sambil memperhatikan jam tangan nya.
"Kasian si ******, kena marah. Ni orang juga, marah nya kebangetan" batin Bella
"Gak udin bengong mulu cyinn, yuk ikut ekika, kita toch up touch up manjalita sekarang" Suara seseorang sambil menepuk bahu Bella.
"Ha?" Bella menggaruk tengkuk nya karena dia memang tidak tau apa yang dikatakan banci dengan dandanan mirip ondel-ondel barusan.
"Duh, cantik sih tapi gak ngerti bahasa eike, skip. Ayok ikut aku aja" Banci itu menarik tangan Bella ke ruang make up.
Disana Bella didandani oleh banci tersebut. Barulah dia sadar kalau banci tersebut adalah make up artis.
"Pake alat make up aku aja ya mas, aku gak bisa pake milik umum soalnya" ucap Bella yang memang merasa muka nya akan gatal jika memakai alat make up milik orang lain.
"What mas? Udah cantik gini kok di panggil mas" omel banci tersebut.
"Panggil MBAK SISKA aja" Sambung nya dengan nada centil.
"Masak mbak sih, Kak aja deh gimana?" tawar Bella.
"Ya udin deh gak papa, eike nurut aja untung situ cantik" ucap banci itu.
"SISKA, MODEL NYA UDAH SIAP BELOM?" Suara teriakan dari luar.
"IYA BENTAR TINGGAL GANTI BAJU" Teriak Siska juga tak mau kalah.
"cepetan dong sis, lama amat" orang tersebut langsung masuk, ternyata dia adalah tim kreatif.
"SABAR WOY" Siska mengeluarkan suara laki nya membuat tim kreatif tersebut kicep dan langsung sama. Bella sebenarnya juga takut dengan perubahan MUA nya ini.
"Jangan tegang gitu muka nya cyinn. Eike ngeluarin suara lekong pada situasi yang tepat kok, kayak barusan misal nya. Sekarang cuss kanua ganti baju, biar makin cucok" Ucap nya sambil memberikan baju ganti pada Bella.
15 menit kemudian Bella keluar dari ruang ganti.
"Lama banget sih kanua, panasonic ekika" Siska membuka kipas tangan nya sambil melihat Bella.
"Ya maaf kak" ucap Bella
"Ya udin, mending kamunya sekarang kesandro aja cyin" Siska mending tubuh Bella menuju tempat pemotretan.
Dia diam saja, sebenar nya dia sendiri bingung dengan bahasa banci barusan "jane uwong iki ngomong opo seh. Aku sing guob**k opo bahasa ne sing terlalu tinggi"
*******
Di rumah Bella, Elang nampak frustasi dengan Bella yang belum pulang. Dia mondar-mandir di teras dengan rasa cemasnya, karena sekarang sudah menunjukkan pukul 8 malam dan Bella belum pulang.
Sesekali dia memencet panggilan telfon kepada Bella, namun tak ada jawaban dari Bella. Elang sudah menghubungi nya sebanyak 100 kali lebih, tapi tetap saja Bella tidak mengangkat telfon nya. Elang mendapatkan nomer Bella dan Doni yang kebetulan sedang mencari Bella tadi.
"Woy bang, ngapain diluar, nungguin abang tukang baso?" Teriak Doni dari balkon kamar nya.
"Berisik" Teriak Elang
"Gak tau apa ya gue lagi cemas gini"
"Lo kemana sih bel. Udah jam segini lo belom pulang. Kalo bonyok lo nanya gue harus jawab apa*?" Elang mengusap wajahnya kasar.
*******
Di sebuah kafe, nampak Bella sedang duduk dengan seorang pria. Dia adalah Aldo, anak sutradara nya tadi. Mereka sempat berkenalan lalu memutuskan untuk mampir ke kafe sebentar.
Sedikit info tentang Aldo, dia adalah pria tampan 20 tahun yang enggan sekali untuk berkecimpung di dunia entertaint sekaligus dia anak sutradara. Dia lebih memilih untuk fokus dengan kuliah nya.
ting
Suara hp Bella menandakan ada pesan masuk. Sebenarnya dia malas untuk membuka nya, karena dia berpikir pasti pesan dari nomer tidak dikenal yang sedari tadi menelfon nya. Ternyata dugaan nya salah, Kevin lah yang mengirim pesan
Pulang yuk dek, udah malem.
Dilirik nya jam tangan nya, memang sudah malam, sudah jam 21.35. Lalu dia mengangguk ke arah Kevin. Kevin memilih untuk duduk terpisah karena tidak mau mengganggu momen perkenalan Bella dengan Aldo.
"Do gue pulang dulu an ya, udah malem nih" pamit Bella saat melihat Kevin sudah berdiri.
"Mau gue anter aja gak bel?" tawar Aldo
"Ga usah, gue sama manager gue kok. Kita duluan ya, bye" Bella melambaikan tangan nya.
Kevin dan Bella pun pulang dengan mobil yang di kemudi kan Kevin.
"******" panggil Bella.
"Hm?" Sahut Kevin.
"Gue kemaleman gak sih bang pulangnya" Tiba-tiba Bella teringat Elang yang sedang ada dirumahnya.
"Maksudnya" Kevin mengerutkan dahi nya.
"Gue takut, ntar diomelin Elang, terus diaduin ke bokap nyokap gue. Ntar gue gak boleh ikut pemotretan lagi gimana?" panik Bella, karena dia sudah mulai menyukai profesi nya sekarang.
"Santuy dek, kan ada gue" Kevin mengusap rambut Bella.
Tak lama, mereka telah sampai. Bella turun disusul oleh Kevin. Dengan langkah berat Bella memasuki rumahnya. Dilihatnya Elang sedang duduk diruang tamu sambil membaca buku
"Tenang bel, calm. Lo gak perlu sepanik itu. Lo bukan maling yang lagi ke gep tuan rumah" Batin Bella berusaha menenangkan dirinya.
"Dari mana aja lo?" Ucap Elang dengan pandangan yang masih fokus ke buku.
"Dari..." Belom selesai Bella ngomong, sudah di potong oleh Elang.
"Duduk!" perintah nya dengan suara dingin.
"Serem amat bok, berasa mau di vonis hakim gue" Batin Bella.
"Inget pulang lo?" Lanjut Elang setelah Bella duduk
"Iya lah, ini kan rumah gue" Sahut Bella berusaha untuk tenang.
"Dari mana aja lo. Kenapa baru pulang? Dan kenapa gue telfon gak diangkat?" Elang mencerca nya dengan rentetan pertanyaan.
"Gue abis pemotretan. Udah ya gue capek, pengen istirahat" Bella hendak melangkah kan kaki nya menuju kamar.
"Kalo lo pengen gue laporin ke bonyok lo, silahkan pergi" Elang berkata dengan santai nya namun sukses membuat Bella berhenti lalu duduk kembali.
"Oke fine gue kalah, sekarang mau lo apa" ucap Bella pasrah.
DEG.
Elang mendekat ke arah Bella. Dia berlutut di hadapan Bella yang sedang duduk, menatap dengan seringai licik nya. Bella yang diperlakukan seperti itu terkejut namun Tetap diam, tak bisa bergerak.
"Ma mau apa lo" Tanya Bella ragu.
Elang menyeringai sambil memajukan wajah nya hingga tepat di depan Bella. Aroma parfum Elang bisa tercium dengan jelas di hidung Bella, karena jarak keduanya sangat dekat sekarang.
"Lo tanya gue mau apa?" Bella hanya mengangguk lemah tanpa berani bergerak, karena sedikit saja ada pergerakan, dapat dipastikan wajah mereka akan menempel.
"Gue mau lo hargai keberadaan gue, jangan mempersulit tugas gue, dengan sikap lo" Setelah mengatakan nya, Elang mundur kembali duduk di sofa nya
fyuhhhh Bella dapat bernapas dengan lega sekarang.
"Gue gak mempersulit lo disini" ucap Bella berusaha tenang.
"Dengan kelakuan lo hari ini, dan lo masih bilang lo gak mempersulit gue?" jawab Elang dengan menampilkan senyum miring nya.
"Gue kerja. Gue baru pulang pemotretan. sorry tadi gue lupa gak ngabarin orang rumah dulu" ucap Bella menunduk.
"Apa orang tua lo udah gak bisa ngasih lo uang jajan sampai lo harus kerja?" Elang menampilkan senyum miring nya.
"Gak gitu. Gue ngelakuin ini karena gue suka, bukan karena gue butuh duit"Sanggah Bella.
"Kalo gue kasih tau bokap nyokap lo, apa mereka bisa menerima?" ucap Elang sambil mengambil hp nya.
"Elang please, jangan kasih tau mereka. Gue takut merka akan ngelarang gue" Bella memohon sambil memegang tangan Elang.
Elang menaruh lagi hp nya "Oke, gue gak akan ngelapor, tapi lo harus nurutin kemauan gue"
"Apa kemauan lo? Bilang" jawab Bella cepat.
Elang bangkit dari sofa nya, dia memilih untuk duduk di samping Bella dengan jarak sangat dekat, bahkan menempel. Elang menatap Bella lekat. Wajah Elang kian mendekat sekarang, membuat Bella secara otomatis memundurkan kepala nya.
"Lo yakin pasti bisa nurutin kemauan gue?" Bella hanya mengangguk.
"Mampus gue sekarang, ni orang mau apa sih, siapapun tolong gue" Batin Bella.
***Terimakasih sudah baca, jangan lupa like, vote, dan komen ya***
lanjutin dong Thor kok lama bener sihhhh
Terimakasih utk support kalian selama ini🤗
mohon maaf ya, karena suatu kendala author tdk bisa melanjutkan novel ini. Hp author ke restart, dan aku gk inget kata sandi email buat login di akun ini😭
Jadikan aku buat akun baru😉 Dimohon utk support di karyaku di akun yg baru ya, Terimakasih 😘
"Aku Hamil Anak Pacarku."
Mampir yuk ke ceritaku. Dijamin seru👌
Menceritakan kisah gadis SMA berprestasi yang hidupnya hancur karena mengandung anak pacarnya.
wih jejak ku disetiap bab ada,bakal ada yg protes ga sie,soalnya dinopel sebelah ada yg ngegas gara2 jejak aku berserakan disetiap bab,,🤣🤣🤣