NovelToon NovelToon
Suami Pilihanku

Suami Pilihanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Contest / Romansa-Percintaan bebas / Romansa Modern / Romansa
Popularitas:42.3k
Nilai: 5
Nama Author: TRIO A

Sebuah kisah cinta Andhara Trisha gadis tomboi berusia 23 tahun dengan seorang OB sebuah hotel,Bagas Pratama cowok berusia 25 tahun.

Di saat Bagas sudah siap untuk meminang Andhara, hadirlah seorang cowok dingin yang mendekati Andhara.

Bagaimana perjalanan kisah cinta mereka?
Siapakah cowok dingin tersebut?

Dan siapakah pelabuhan terakhir cinta Andhara?

Ikuti kelanjutannya ya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TRIO A, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13

Andhara yang tersadar Bagas memeluknya, segera melepaskan pelukannya.

"Apaan sih, kesempatan deh,"

"ya mau gimana lagi Dhara, kamu ketakutan."

Andhara terdiam, kemudian mengeluarkan ponselnya melihat jam di layar ponselnya.

"Sudah lewat jam sembilan, tapi hujannya masih deras."

"Sabar dulu, kalau udah agak reda, kita langsung cabut."

Andhara merasa khawatir kalau seandainya hujan tak segera reda, bisa jadi semalaman duduk berduaan dengan Bagas.

Kalau Bagas ya senang saja bersama Andhara.

******

Sementara di kosan, Yunita bermaksud memberikan sesuatu untuk Andhara. Yunita berulang kali mengetuk pintu, tentu saja tak dibukakan, karena Andhara belum pulang.

Dalam hati Yunita berpikir mungkin Dhara sudah lelap tidur.

Yunita memutuskan untuk kembali membawa makanan itu pulang. Hujan sudah mereda.

Ketika Yunita hendak masuk ke rumahnya, tiba-tiba terdengar suara mesin motor berhenti di gang.

Yunita menoleh ke arah suara mesin berhenti tersebut, ia sangat terkejut dengan siapa yang ia lihat.

Yunita mengurungkan niatnya masuk ke dalam rumah, tetap berdiri di depan pintu sambil memegang kotak makanan berisi kue.

Andhara berjalan perlahan ke kosan, sementara Bagas langsung pulang meninggalkan Andhara, karena memang waktu sudah malam.

Ketika Andhara telah membuka pintu kosan, Yunita mendatanginya.

"Kamu dari mana saja?"

Andhara terkaget sambil mengelus dadanya dan berkata,"Mbak Yuni bikin kaget aku saja. Ayo ngobrolnya di dalam sambil duduk."

"Ya maaf kalau bikin kamu kaget, tapi ngobrolnya gak lama-lama ya. Biasa suamiku lagi di rumah. Entar ngomel-ngomel."

"Beres Mbak,"

Yunita membuntuti Andhara masuk ke dalam kosan, Andhara menyalakan lampu sehingga tampaklah kotak makanan tetap dipegang Yunita.

"Mbak Yuni bawa apaan itu?"

"oh iya, sampai kelupaan. Ini tadi kan hujan, terus Riska minta dibuatkan bolu kukus pelangi, Mbak ingat kamu jadi sengaja aku bagi sedikit. Tapi saat ke sini gak dibukakan pintunya, ternyata dan ternyata kamu belum datang. Aku kira sudah tidur pulas."

Andhara tersenyum sambil berkata,"sudah ... penjelasannya, gantian aku ya Mbak. Katanya gak boleh lama-lama lha Mbak Yuni saja jelasin panjang lebar. Kalau dihitung berapa menit, berapa detik."

Wahyuni tertawa sambil menutupi mulutnya dengan tangan kanannya, hingga tampak kedua pipinya menggembung.

Andhara menceritakan dari awal sampai kenapa dia bisa pulang terlambat.

Wahyuni berdehem sesaat setelah Andhara selesai bercerita.

Ketika Yunita hendak bertanya lebih banyak lagi, seseorang datang dan berhenti di depan pintu.

"Masih mau lanjut atau gimana ini, pamit cuma sebentar. Ditungguin malah hampir setengah jam gak pulang-pulang," ujar Herman suami Yunita dengan muka cemberutnya.

Yunita mengurungkan niatnya agar suaminya tak tambah mengomel, dan memberi kode pada Andhara untuk lanjut besok saja.

Andhara tersenyum melihat tingkah Yunita yang mendekati sumainya dan menarik tangannya keluar sambil melambaikan tangan pada Andhara tak lupa mengucapkan salam.

Andhara segera mengunci kembali pintu, dan bergegas membersihkan diri. Baru sadar saat ini ia mengenakan jaket Bagas.

Andhara melepas jaket dan menggantung di dekat kamar mandi.

Melihat kasur yang menggoda, Andhara menghempaskan tubuhnya dan membalikkan badannya, melihat ke sudut ruangan, tampak jelas jaket tergantung.

Bayangan saat ia memeluk Bagas masih belum bisa hilang dari hadapannya.

Rasa kantuk dalam sekejap telah membuat dirinya tertidur.

******

Sementara di rumah Bagas, orangtua Bagas sudah tidur. Sedangkan Bagas masih rebahan membayangkan kembali saat dirinya memeluk Andhara.

Suasana kamar Bagas masih sama, hanya sudah berganti sprei motif batik.

Foto-foto Andhara masih terpajang di dinding. Bagas tak henti tersenyum seorang diri. Betapa senangnya malam ini. Pelukan dadakan, suatu kejutan tersendiri buat Bagas.

"Andhara ... kutunggu kau sampai kita resmikan hubungan ini," ucap Bagas pada selembar foto Andhara yang ia keluarkan dari dalam dompet.

"Aku akan merubah penampilanmu menjadi perempuan seutuhnya seiring berjalannya waktu."

Malam semakin larut namun Bagas belum juga tertidur, ia membolak-balikkan badannya di atas kasur. Membayangkan Andhara seolah masih dalam pelukannya.

Suara langkah kaki mendekati kamar Bagas yang jarang dikunci saat malam hari.

"Belum tidur juga anak Ibu,"

"eh Ibu, belum bisa tidur. Ibu sendiri kok terbangun,"

"tadi Ibu nunggu kedatangan kamu, pengen tahu gimana ceritanya kamu sama Andhara, tapi karena Ibu mengantuk berat. Ibu tidur duluan, dan barusan terjaga dari tidur mau ke kamar mandi. Ibu lihat kamar kamu masih terang, jadi Ibu masuk."

Bagas memeluk Ibunya, Ningsih membalas pelukan putra kesayangannya dengan berulang mengusap rambutnya dan mengecup kening.

"Bu, malam ini Bagas senang sekali. Baru kali ini dapat kesempatan dipeluk Andhara."

Ningsih yang sangat antusias melepaskan pelukannya dan berkata," yang benar Nak, kamu dipeluk Andhara. Berarti Andhara sudah siap menerima pinangan kamu."

Bagas senyum-senyum, dan kembali memeluk Ibunya.

"Bagas belum selesai ceritanya, tadi pas perjalanan pulang kita kehujanan dan aku putuskan untuk berteduh, karena hujannya sangat deras. Kebetulan kita berteduh di teras rumah kosong sepertinya dan duduk di kursi papan. Saat itu ada petir dan Andhara sangat takut, sehingga tanpa ia sadari tangannya memeluk erat aku Bu. Ya aku tak mungkin menyia-nyiakan kesempatan itu. Kubalas lah pelukan Andhara dengan penuh semangat."

Ningsih merasa sangat senang dengar kabar yang menurutnya sangat menggembirakan buat putranya. Tak menutup kemungkinan Bagas segera bisa menikahi Andhara.

Bagas belum juga melepaskan pelukannya dari Ningsih. Memang Bagas sangat manja dengan Ibunya, maklum Ningsih dan Prayitno selalu memanjakan Bagas karena memang cuma Bagas seorang karunia pernikahan mereka selama ini.

Ningsih berulang kali mengusap punggung Bagas sambil mencium keningnya.

Dan seperti halnya anak kecil yang dibina bobokan, ia tertidur dalam pelukan Sang Ibu.

Perlahan Ningsih melepaskan pelukannya, dan memposisikan Bagas di tempat tidurnya. Kemudian menyelimuti dan meninggalkannya.

******

Minggu pagi yang cerah di rumah Yunita sudah berisik, karena Riska minta diajak jalan-jalan sedangkan Sang Ayah ingin beristirahat karena merasa kecapekan karena semalam habis bermain di atas ranjang dengan Sang Ibu. Maklum pasangan masih muda bisa melakukan berulang kali, apalagi Riska semalam tidurnya nyenyak.

"Ya sudah, Riska main ke Mbak Dhara saja, malas di rumah cuma gini saja," ujar Riska sambil berlari keluar rumah.

Yunita membiarkan putrinya bermain, karena mainnya gak pernah jauh cuma ke kosan Andhara.

Mendengar suara Riska pamitan ke kosan Andhara, Herman segera bangun dari tidurnya dan mendekati Yunita yang masih sibuk membersihkan rumah.

Tiba-tiba Herman memeluk tubuh Yunita dari belakang dan berulang mencium lehernya.

Yunita hanya tersenyum merasakan perlakuan suaminya, kemudian ia meletakkan kemoceng yang masih ada dalam pegangan.

"Bukannya semalam sudah lebih dari sekali Mas,"

"iya sih, tapi aku masih kepingin sekali lagi mumpung Riska main, boleh kan."

Yunita menganggukkan kepalanya dan membalas ciuman Herman dengan lembut.

Herman mengunci pintu sebelum membopong Yunita masuk ke dalam kamar untuk melancarkan aksinya.

Bersambung

Jangan lupa like, ketik komentar dan kasih hadiah maupun vote buat Author ya ...

Terimakasih

Salam Manis

TRIO A

1
Monica
apa gk jomplang tuh Bagas dan Laura..pasti Laura yg gk mau ...kecuali Bagas jd manager..uppss🤭🙏
Monica
ceritanya bagus..tapi yg like sedikit..tetap semangat ya kak..sukses selalu😊🙏
Momy
Akhir nya kembali juga kemarin ke sasar yah thor hingga ga pulang ekh mksudnya ga ada up🤣
wehhh pakaian dinas malam yg membuat Pandya panas dingin 🤪
⨀⃝⃟⃞☯æ⃝᷍𝖒 𖣤​᭄Mamakeᶬ⃝𝔣🌺
akhirnya kembali setelah sekian purnama tak bersua thorrr,, semangat selalu thorrr nulisnya💪💪💪💪💪
𝗩⃝🌟Sitirah🍓🍒🐉❤🕊️𝕯🐒💳🏁
up up up kak
hadi haryono: Aswkiw8kw882ug29o2💞💞💗AsqkowlowAswoowAawkow
total 3 replies
𝗩⃝🌟Sitirah🍓🍒🐉❤🕊️𝕯🐒💳🏁
aq sll suka novelmu kak
𝗩⃝🌟Sitirah🍓🍒🐉❤🕊️𝕯🐒💳🏁
like banyak kak trio
𝗩⃝🌟Sitirah🍓🍒🐉❤🕊️𝕯🐒💳🏁
semangat kak tri... alhamdulillah baru bisa baca lagi... salken dr sitirah
𝗩⃝🌟Sitirah🍓🍒🐉❤🕊️𝕯🐒💳🏁
semangat...
кคกīค❁︎⃞⃟ʂ𝕰𝖘𝖙🗻𝖕𝖚𝖈🌱🐛
next semangat up nya kakak
Яцяу
akhirnya muncul lagi... dengan sifat pandya yg kurang respect sama ibu mertua ... tp kasian juga ya ibu lestari udh cape cape masak buat sarapan malah sarapan diluar.. hadeuh sakitnya tuh disini
Momy
akhir nya....up yg rutin yah thor biar aku ga digantung terus ma dirimu digantung itu sakit thor🤭
nah lo siapa yg minta tolong
Momy
wah pandya liat apaaan yg menggoda yah??
pandya habis jalan* nanti makan masakan ibu mertua mu yah awas klw ga ku jewer nanti kamu yah🤭🤣
⨀⃝⃟⃞☯æ⃝᷍𝖒 𖣤​᭄Mamakeᶬ⃝𝔣🌺
masih setia menunggu up mu thorrr makasih udah up kembali semoga,,lancar lg upnya🤭🤭😍😍😍😍😍😍😍
кคกīค❁︎⃞⃟ʂ𝕰𝖘𝖙🗻𝖕𝖚𝖈🌱🐛
next
Yukity
Salken..
like♥️

Saling dukung ya
Mampir di novelku
GADIS TIGA KARAKTER
кคกīค❁︎⃞⃟ʂ𝕰𝖘𝖙🗻𝖕𝖚𝖈🌱🐛
semangat up
⨀⃝⃟⃞☯æ⃝᷍𝖒 𖣤​᭄Mamakeᶬ⃝𝔣🌺
mas pandya lihat siapa coba dirumah kosong ???die kan bisa lihat yg kasat mata y🙈🙈🙈🙈🙈🙈

mas makanlahhh masakan ibu mertuamu walau tidak sesuai seleramu hargailahhh toh kamu kan tidak setiap hr disitu
mama angga
pandya jika mama mertua masakin ya dimakan dong itu kan sebagai bentuk penghargaan kita sebagai tamu dan menantu yg baik makan sedikit aja gpp ..klo mau nikmatin masakan istri ya nanti aja dirumah toh berkunjung kerumah mertua hanya sekali kali gak setiap hari
⨀⃝⃟⃞☯æ⃝᷍𝖒 𖣤​᭄Mamakeᶬ⃝𝔣🌺
amin amin ya rabbal alamin🤲🤲 doa yg sama teruntukmu thorrr,,makasih udah up lagi sudah lama sekali menanti andahra n mas pandya ini🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!