NovelToon NovelToon
JODOH OM REI

JODOH OM REI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Obsesi / Tamat
Popularitas:519k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya_BC

Setelah lulus kuliah, kamu mau ngapain nih bestie? Kerja? Lanjut S2? Atau bahkan langsung nikah?? Xixixi.

Buat yang lanjut S2 semangat, yang kerja ga usah lesu letih dan lunglai, yuk mampir baca kisah seorang tokoh yang berakhir di jodohkan, dan hidup bahagia (?) setelahnya.

Kirana Putri yang baru saja lulus dari pendidikannya, harus merelakan mimpinya dan menikah dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya. Lelaki penyayang, lembut dan setia, tentu saja bukan. Ia menikah dengan orang yang terlihat begitu membencinya, bahkan ia bukanlah wanita satu-satunya bagi suaminya. Mampu kah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga seperti itu? Atau justru ia akan menyerah dan kembali mengejar mimpinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya_BC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jalan-Jalan Di Paris

Pagi hari datang, Rei bangun dari tidurnya. Saat ia melihat sofa tempat Ran tidur, Ran tidak ada di sana. Ia bangun dan berjalan mengelilingi kamar yang megah dan mewah itu, mencari sosok Ran. Ia mendapati Ran yang sedang memasak di dapur kecil yang merupakan fasilitas dari kamar yang ia tempati.

"Ngapain?" Tanya Rei yang sedang memperhatikan Ran membuat sarapan.

"Masak" Jawab Ran singkat.

"Ngapain masak? Kan bisa beli"

"Ga papa, ini untuk sarapan"

"Mau masak apaan sih?"

"Roti bakar sama telur"

"Jangan lupa susunya" Pesan Rei dibalas anggukan oleh Ran.

Rei duduk di sofa dan menyalakan televisi yang ada di depannya. Tak lama, terdengar suara pintu yang di ketuk.

"Bang.."

Rei berdiri dan membukakan pintu untuk Regi. "Kenapa?"

"Ayo bang jalan-jalan?"

"Sekarang? Ga kepagian?"

"Mau nanti siang aja kah?"

"Jalan-jalannya yang deket dulu aja ya? Aku masih capek" Pesan Regi.

"Tumben cape, biasanya ga papa"

"Ga tau. Badan sakit-sakit"

"Jaga makan bang, udah mulai tua"

"Tua? Dua puluh delapan tahun kamu bilang tua?!"

"Hehehe~" Cengir Regi.

"Eh ada Regi" Ucap Ran dari dalam kamar.

"Iya mba, hehe"

"Sudah sarapan?" Tanya Ran.

"Belum"

"Mas, kalau Regi sarapan di sini boleh?"

"Hm, terserah"

"Tapi aku cuma masak roti Reg, ga papa?"

"Ga papa mba, makasih loh"

Rei perlahan berjalan menjauh, ia duduk di sofa dan kembali menonton televisi. Sedangkan Ran dan Regi berjalan menuju dapur.

"Kamu mau susu juga?" Tawar Ran.

"Itu susu putih ya?"

"Oh iya, kamu kan suka coklat ya... Aku ga ada"

"Air putih aja mba, ga papa. Makasih loh... Mba masak rotinya pakai telur?" Tanya Regi kepo.

"Iya, biasanya aku kalau sarapan begini"

"Oh iya ya.. Lupa, hehe"

"Kamu temenin mas Rei aja Reg, ntar aku antar rotinya ke sana"

"Siap mba"

***

"Bang, ikut nonton ya?" Regi menghampiri kakaknya yang sedang menonton tv.

"Nonton aja"

"Thanks bang"

"Reg" Panggil Rei setelah Regi duduk di sampingnya.

"Hm?"

"Kamu ga nyari pacar? Masih jomblo, kan?"

"Iya jomblo. Lagi ga mau ah bang, mau fokus kuliah dulu"

"Katanya mau ketemu temen? Ga jadi?"

"Nanti dia ke sini, ke kamarku kok bang, bukan kamar abang"

"Katanya waktu itu mau nembak cewek? Ga jadi?"

"... Engga bang, hehe"

"Kenapa?" Rei melirik raut wajah adiknya yang nampak tidak tertarik untuk membahas ini.

"Udah keburu sama orang, udahlah ga usah di bahas"

"Udah keburu jadi istri orang ya?" Rei tersenyum kecil lalu kembali menatap tv.

"Kurang tau" Jawab Regi singkat.

"Mas ini sarapannya" Ran membawa nampan berisi dua piring roti, segelas susu vanilla dan segelas air putih di atas meja.

"Hm, makasih"

"Makasih mba"

Setelah sarapan, mereka segera bersiap untuk jalan-jalan. Setelah beberapa menit berjalan mereka bisa melihat menara Eiffel yang sangat indah.

"Wah mas, ada komedi putar"

"Andai aku masih kecil.." Ucap Regi dengan cengirannya.

"Kita mau ke mana ini mas?"

"Kita jalan-jalan aja, makan, ke museum. Mau?"

"Mau!" Ucap Ran semangat.

Mereka naik bus dan berangkat menuju museum pertama, Museum Rodin.

Museum Rodin adalah salah satu museum paling indah di Paris. Sebagian besar halaman, di mana sejumlah patung yang mengesankan dan akrab ditempatkan, terutama patung 'The Thinking Man'. Dari halaman terlihat kubah bangunan Invalides dan Menara Eiffel, mereka mengambil foto-foto patung yang spektakuler dengan latar belakang kubah atau menara. Di museum itu sendiri, sejumlah besar patung-patung indah terbuat dari berbagai bahan.

"Uwaaaah banyak patung" Ucap Ran kagum.

"Keren kan, mba?" Ran mengangguk penuh semangat.

"Kereeeen ayo foto lagi"

"Bang aku boleh foto sama mba?" Izin Regi pada kakaknya.

"Foto aja, ngapain izin" Ucap Rei ketus.

"Boleh nih ya? Makasih" Ran dan Regi sangat menyukai hal-hal bersejarah seperti ini. Saat masih kuliah, mereka sering pergi ke museum bersama.

Mereka melanjutkan perjalanan mereka ke museum selanjutnya. Museum Maillol.

Sebuah museum kecil di jantung Greater Paris. Di dalam nya terdapat banyak karpet sehingga tidak membuat kebisingan saat kita melangkahkan kaki dan mengganggu mereka yang tenggelam dalam sebuah karya. Tata letak sangat baik dengan teks ganda dalam bahasa Inggris dan Prancis. Terdapat restoran kecil di ruang bawah tanah dengan suasana nyaman dan menyenangkan.

"Huwaaaaa ga bisa berkata-kata!" Ran menutup mulutnya histeris.

"Abis ini ke mana, bang?" Tanya Regi.

"Kalau habis ini pulang gimana? Badan sakit semua"

"Eh? Badan mas sakit? Kenapa tadi ga bilang? Tau gitu tadi ga usah dulu"

"Udah terlanjur juga. Pulang?" Ran mengangguk setuju. Mereka kembali ke bus dan berangkat menuju hotel.

Sesampainya di depan hotel, Regi mendapatkan telepon dari temannya. Temannya akan segera datang, jadi dia segera masuk ke kamarnya dan membersihkan kamar.

Ran memasuki kemar, membawakan secangkir teh hangat untuk Rei. "Mas minum teh dulu" Ucap Ran seraya meletakkan secangkir teh di atas meja.

"Mananya yang sakit?" Tanya Ran.

"Semua badan sakit, tapi yang paling sakit ini nih, lengan" Rei menunjuk lengannya.

Ran duduk di samping Rei, mengoleskannya minyak angin pada lengan yang sakit itu. Setelahnya, ia memijat lengan Rei perlahan. Ran menatap wajah Rei yang ternyata juga sedang menatapnya. Rei segera memalingkan wajahnya ketika matanya dan mata Ran bertemu.

1
Eni Lestari
wah kebangetan si Dika pake nyulik si ran sm ank2😠😠
Eni Lestari
tuh kan dah ketebak tujuan Dika apa,kurang ajar Eman tu si Dika pngen gua tampol tu orng dsr gk da Ahlak emang😠😠
Eni Lestari
kyknya ini ulah Dika dech bukan suuzon,tp mungkin Dy sengaja mau ngancurin Rei,Dy pikir dgn ngancurin Rei dan buat Rei miskin Dy bisa dpetin si arka sekaligus sm RAN,Krn Dy suka sm ran
Eni Lestari
kayaknya hamil LG si RAN,syukurlah
Eni Lestari
dasar Sinina,jgn2 Dy terobsesi LG pengen dprin Rei,awas aja klo sampe kejadian 😠😠
Eni Lestari
aduh...ada calon pelakor LG nich kyknya,harti2 RAN sapa tau Nina ada mksd tertentu,nti tau2 ngerebut Rei dari kamu
Eni Lestari
akhirnya...Rei belah duren 😊😊
Eni Lestari
RAN kyknya dah trauma Krn perlakuan si Rei slma ini
Eni Lestari
iri..bilang booosss....😂😂😂😂
Yanik Bagas
gak ada tantangan bacanya,, stop sampai sini ajah 🙌
wikha Sandra
horang kaya msa mw mndi ngerebus air dlu,,kn gk lucu thoor
Bundanya REvan
ini gimana manggil ran kakak manggil rei kok om,,
si ratu drama nadine minta di baigon nie
Bundanya REvan
sie rei gesrek emng,, udah jelas² pcar matre pengennya dibeliin berlian terus beda sama istrinya yg hanya coklat,, bukannya sadar mlh tmbah gesrek tuhhh
Krisna New
rei bucin ama ran
ecaaa
geregetan thorrrr
pengen ku bunuh dua orang itu😭👍
ecaaa
kukira bakalan hilang ingatan thor,, ternyata lebih sadis thorr
ecaaa
kasiann Bambang yg gk tau apa apa jadi disalahin😭🤣
Naoki Miki
Haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
ig@imaaa_ayuuu
Uwuw, ceritanya keren 😘😘
christiana lestiyanti
Makin sukses yaa utk karya yg lain....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!