NovelToon NovelToon
Pedang Naga Api

Pedang Naga Api

Status: tamat
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:34.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ricky Wicaksono

Enam belas tahun lalu dunia persilatan digegerkan dengan kemunculan pendekar tanpa tanding bernama Suliwa.

Dengan pusaka Pedang Naga Api di tangannya, Suliwa membuat dunia persilatan berlutut kepadanya.

Suliwa mempunyai cita-cita mulia, yaitu menyatukan dunia persilatan agar tidak ada lagi permusuhan dan pertumpahan darah. Namun perlahan, sifatnya berubah seiring dengan semakin besar kekuatannya.

Ruh Naga Api perlahan mulai memakan jiwanya, sifat belas kasihnya hilang dan berganti menjadi haus darah dan peperangan. Dia menjadi musuh bersama dunia persilatan.

Hingga suatu malam, dia tersadar dari pengaruh ruh Naga Api dan mendapati dirinya telah menghilangkan ratusan nyawa. Rasa bersalah dan penyesalan, membuat dia memutuskan untuk menghilang dari dunia persilatan bersama dengan pedang Naga Apinya.

Enam belas tahun kemudian, seorang pemuda berbakat keturunan Raja Malwageni, sebuah kerajaan kecil di Nusantara, muncul mencari keadilan atas pembantaian ayah, ibu dan seluruh prajurit kerajaan Malwageni.

Akankah pedang Naga Api kembali muncul di dunia persilatan dan memakan banyak korban lagi?

Update setiap hari : Pagi dan Malam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ricky Wicaksono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kelompok Teratai Merah

Ki Ageng terlihat merenung di dalam kamarnya, dia masih terbayang perkataan Sudarta, tetua sekte Rajawali Emas tentang kemungkinan keberadaan Suliwa.

Ingatannya kembali saat terakhir kali dia bertemu dengan gurunya, sesaat sebelum menghilang gurunya pernah berpesan padanya.

“Ageng, selalu ada harga untuk ilmu hebat apapun di dunia ini. Ingatlah pesanku jangan ajarkan siapapun ilmu Api Abadi sampai tingkat tinggi atau akan ada Suliwa lainnya,” ucap Suliwa lirih.

“Bahkan pedang ini tidak pernah mengakuiku sebagai tuannya hingga detik ini. Aku menjual jiwaku pada pedang ini sebagai harga atas kekuatan pedang ini yang bahkan hanya separuh dari kekuatannya, sungguh bodoh jalan yang telah ku pilih,” Suliwa menunjuk pedang yang dibungkus oleh kain putih di genggamannya.

“Mundurlah dari dunia persilatan untuk sementara waktu, aku akan menghilang bersama pedang ini sampai ada orang yang benar benar bisa mengendalikan Pedang Naga Api," setelah berkata demikian Suliwa menghilang dikegelapan malam.

“Kelompok Teratai Merah ya? apa aku harus memastikannya?” gumam ki Ageng pelan.

Dia terlihat memejamkan matanya sesaat, “Guru apa yang harus aku lakukan? dunia persilatan semakin kacau, apakah sekte Pedang Naga Api harus terus berdiam diri?”

“Kakek, aku akan pergi ke hutan untuk beberapa hari,” suara Sabrang mengagetkan ki Ageng dari lamunannya.

Dia kemudian membuka pintu dan melihat Sabrang sudah berdiri dihadapannya.

“Pergi kehutan?” tanya ki Ageng heran.

“Aku akan berburu di hutan, aku harus makan daging yang banyak agar staminaku kuat. Belajar tenaga dalam sangat menguras staminaku kek," jawab Sabrang.

Ki ageng menatap Sabrang yang sudah siap dengan panah di tangannya. “Kau bahkan belum beristirahat nak, belajar ilmu tenaga dalam memang penting tapi kau juga harus mengistirahatkan tubuhmu sendiri."

Sabrang bersingut mendapatkan jawaban dari kakeknya, tetapi tekadnya sudah bulat, dia terus merengek pada ki Ageng. Kejadian penyerangan di sekte Rajawali Emas menyadarkannya bahwa ilmunya masih jauh dari harapan.

Dia benar benar ingin kuat agar dapat melindungi kakeknya dan semua anggota sekte Pedang Naga Api.

“Aku akan beristirahat di hutan kek sambil berburu, dalam dua hari aku akan pulang,” rengek Sabrang.

Ki Ageng menggeleng pelan, dia tidak dapat berbuat banyak, dia sangat paham sifat Sabrang yang keras kepala. Jika dia melarangnya maka Sabrang akan pergi diam diam seperti beberapa tahun lalu.

“Baiklah, kakek tidak dapat memaksamu tapi ingat pesan kakek jangan masuk ke hutan kematian atau kau akan tersesat,” ucap Ki ageng memperingatkan.

“Baik kek, Sabrang akan ingat pesan kakek,” dia memeluk kakeknya.

***

Di sebuah ruangan yang sedikit gelap terlihat seorang wanita berambut putih sedang duduk sambil memejamkan matanya. Wajahnya terlihat cantik dan umurnya sekitar empat puluh tahun.

Saat suara langkah kaki terdengar mendekati ruangannya dia membuka matanya.

“Guru, aku izin menghadap,” seorang wanita muda berumur sekitar tujuh belas tahun berdiri tepat di depan pintu.

“Apakah sudah ada kabar dari kakak seperguruanmu?” suara lembut terdengar dari dalam ruangan.

“Maaf guru, kami belum mendapat petunjuk apapun tentang keberadaan kakak, tapi menurut kabar, dia terlihat di serang oleh beberapa pendekar Iblis Hitam sebelum menghilang,” wanita muda tersebut berbicara dengan nada khawatir.

Namanya adalah Tantri salah satu murid paling berbakat Kelompok teratai merah.

“Tua Bangka itu masih belum menyerah mengincar Kitab Dewi Obat milik Teratai Merah, suatu saat aku harus memberinya pelajaran. Kirim beberapa orang untuk mencari informasi keberadaan kakak mu," perintah Wanita itu.

Tantri mengangguk pelan, “Baik Guru."

“Jika tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan, kau boleh pergi."

Tantri masih berdiri didepan pintu ruangan gurunya, dia agak ragu ingin menyampaikan sesuatu tetapi karena menurutnya sangat penting, dia pun memberanikan diri mengatakannya.

“Guru, sebenarnya ada kabar satu lagi yang ingin aku sampaikan. Beberapa hari ini dunia persilatan sedang hangat membicarakan kemunculan kembali sekte Pedang Naga Api, tapi aku belum berani menjamin kebenarannya," ucap Tantri pelan.

Wanita berambut putih tersebut sedikit terkejut mendengar kabar yang disampaikan muridnya sebelum tersenyum kecil.

“Jika kabar itu benar maka semua akan semakin menarik, si tua itu pun pasti akan kaget mendengar berita ini," balas wanita itu.

1
Imam Hasanudin
cerita sangat bagus
Ardiy Anto
di awal guru candra kurama n mahawira adalah krisna
agak ketengah berubah jadi indra
Ardan
sangat terharu dengan sikap bijak dewasa sang penguasa malwageni, seruuuu bangettttt👍👍👍👍
Ardan
nah gituhhh bambang, ngertikan mbang 🤣
Indri Yudiawan
novel pedang api yang dukungan semua menjadi dulu karya tulis novel lainnya baru 💪🙏
Riwanda Didi
gundala Mulu dah,
Dicky Marshell.
sangat luar biasa
Ardi Muhammad
wah semakin seru
Andi Budiyanto
ntapss....
Soeryono Tangerang
Sabrang di puji2 pendekar terkuat nyata nya menghadapi Agam aja keteter....thor thor gimana ?
Soeryono Tangerang
Sabrang lor di mana ko ga nongol2
Penulis Receh ˢⁿᵃ: wa aja kang...
total 1 replies
Rafly Rafly
si Ahmad Soleh ini suruh saja jualan obat kuat di pasar..
kali kurang puas suruh buat novel sendiri /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Aifa 2 Jeddah
salah sasaran
Rafly Rafly
pasti yg di Kalimantan nanti kota saranjana
Aifa 2 Jeddah
kerren....(aku 2 kali lihat kemamang)
Aifa 2 Jeddah
mantap
Aifa 2 Jeddah
Don Juan Jadul........
Aifa 2 Jeddah
Don Juan Jadul.....
Aifa 2 Jeddah
makin keren....
Aifa 2 Jeddah
keren.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!