[SUDAH TERBIT]
Ingin beli, chat me atau DM di @diagaa11
Dengan sengaja aku menggantikan kakakku di hari pernikahan kakakku. Namun pada akhirnya aku kehilangan pria yang kucintai, inikah karma?
***
Zora: Aku ini istrimu apa peliharaan yang selalu di kurung?
Gavin: Sekali kau menjadi milikku, jangan berharap orang lain bisa menyentuhmu
Cek lanjutannya...
Note: Part tidak lengkap karena untuk kepentingan penerbitan.
#My Third Novel#
Ig: @diagaa11
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DiAgaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Makan Malam
Viola
Kau bisa mengubah identitas mu. Memang masih ada kemungkinan kalau Gavin mengetahuinya, tapi tak ada salahnya mencoba
Zora
Baik kak
Zora membaringkan tubuhnya, sebenarnya ia sudah tak sanggup jika harus dikurung lebih lama lagi. Tapi apa yang bisa Zora lakukan.
*****
Besoknya
Seperti biasa, Gavin bekerja sejak pagi dan Zora berangkat kuliah. Tapi sebelum berangkat kuliah, Zora pergi menemui Radit.
"Dit..." panggil Zora
"Ada apa Ra?" tanya Radit
"Aku gak bisa lama-lama disini, Louis mengikuti ku. Langsung saja, andai jika aku bisa pergi dari sisi Gavin, apa yang akan kau lakukan?" tanya Zora
"Tentu aku akan menyusulmu, kita menikah dan membangun keluarga bersama," ucap Radit
"Aku sudah menemukan kakakku," ucap Zora
"Benarkah?" kaget Radit
"Iya Dit," jawab Zora senang
"Ya sudah, semoga kita bisa cepat pergi," ucap Radit
"Tapi bagaimana jika Gavin mengejar?" tanya Zora
"Aku akan selalu melindungimu!" ucap Radit
"Ya udah, aku pergi kuliah dulu!" ucap Zora
"Kuliah yang bener!" ucap Radit
"Iya," ucap Zora
Cup...
Kecupan manis mendarat di dahi Zora, hal itu membuat Zora merasa hangat dan dicintai.
"Sana kuliah," ucap Radit
"Eh uhm iya," kaget Zora
*****
Di Kantor Gavin
"Andy, cari tau semua informasi lengkap tentang Zora Agustin!" ucap Gavin
"Bukankah itu istri anda boss?" tanya Andy
"Iya cari tau saja!" kesal Gavin
"Uhm baiklah," jawab Andy
Setelah cukup lama, Andy kembali dengan beberapa berkas dan tablet ditangannya.
"Sudah boss," jawab Andy
"So?" tanya Gavin
"Zora Agustin, gadis berusia 21 tahun, mahasiswi Jurusan Seni di Kampus seni terbaik London. Putri satu-satunya dari Tuan Agustin dan istri keduanya," ucap Andy
"Istri kedua?" kaget Gavin
"Iya, menurut yang aku dapatkan. Istri pertama tuan Agustin dulu divonis tidak bisa memiliki anak, jadi istrinya memaksa Tuan Agustin menikah lagi, namun setelah menikah dan istri keduanya hamil, istri pertamanya ternyata juga sudah hamil 6 bulan," jelas Andy
"Menarik juga latar belakang gadis ini," ujar Gavin
"Namun Zora ikut tinggal dengan ayahnya setelah ibu kandungnya meninggal. Awalnya Zora tinggal dengan ibu kandungnya di Korea. Ibunya meninggal karena sakit-sakitan saat Zora berusia 10 tahun," jelas Andy
"Korea?" kaget Gavin
"Iya boss, ada apa?" tanya Andy
"Cari lebih detail lagi!" perintah Gavin
"Tidak ada boss," jawab Andy
"Tidak ada?" bingung Gavin
"Hanya itu yang bisa aku temukan," ucap Andy
"Bagaimana bisa?" gumam Gavin
*****
Di Kampus
"Zora!" panggil Jennie
"Hai Jen," sapa Zora
"Gimana skripsi?" tanya Jennie
"Baru aja buat udah ditanyain," jawab Zora
"Cari referensi di perpus yuk," ajak Zora
"Berangkat!" ucap Zora
Zora dan Jennie bisa lulus lebih cepat tahun ini karena nilai yang selalu di atas rata-rata. Namun saat di perpustakaan, Gavin mengirimkan pesan ke Zora.
Gavin
Hei, nanti malam temani aku makan malam
Zora
Kemana?
Gavin
Dandan yang cantik!
Zora
Kan aku tanya kemana?
Pesan itu tidak dijawab oleh Gavin, Zora benar-benar ingin membunuh Gavin, kalau perlu di santet sekalian biar merasakan sakit. Setelah cukup lama di perpustakaan, Mike menjemput Zora diam-diam.
"Zora.. Zora! Pstt..." panggil Mike
"Oh hai Mike ada apa?" tanya Zora
"Shhh... Jangan keras-keras, nanti fansku kesini bahaya!" ujar Mike
"Oh ada apa?" tanya Zora pelan
"Kak Gavin menyuruhku menjemputmu!" ucap Mike
"Oh baiklah, tapi aku masih bersama temanku!" jawab Zora pelan
Buak...
Sebuah buku mengenai punggung Mike dengan keras.
"Aww...." keluh Mike
"Lagi apa? Mau jahatin Zora?" tanya Jennie
Buaakk... Buuakkk.... Buakk...
"Aww... Sakit woi, gue temennya Zora!" ucap Mike
"Oh temennya? Sorry," ucap Jennie
"Sakit tau!" kesal Mike
"Jennie aku mau pergi bersama Mike," ucap Zora
"Kemana?" tanya Jennie
"Suaminya menyuruhku membawanya ke salon!" ucap Mike sambil menutup mulutnya
"Gak usah kayak gitu, gue juga udah tau," ucap Jennie
"Dia udah tau masalah Gavin," ucap Zora
"Oh, ke salon kan? Aku ikut dong, bayarin dulu ya Ra," ucap Jennie
"Nggak bisa, enak aja main bayarin-bayarin," ucap Mike
"Mike nggak papa," ucap Zora
Tapi tumben ada yang baru kenal denganku dan tidak tertarik denganku sama sekali - Batin Mike
*****
Di Salon
"Maaf nona, anda harus melepaskan wig anda," ujar pegawai salon
"Oh its okay," jawab Jennie
"Wig?" tanya Zora
"Tentu, mana mungkin rambut hitamku ini asli," ucap Jennie
Jennie melepaskan wig nya, seketika rambut panjang pirangnya tergerai. Mike terkejut melihat penampilan Jennie yang seperti ini, sangat cantik. Itu yang ada di mata Mike.
"Kau bukan warga asli sini?" tanya Mike
"Tentu, kau juga bukan kan? Rambut coklat, mata coklat terang, kulit putih pucat, badan tinggi besar, sepatumu juga berukuran besar," ucap Jennie
"Bagaimana kau tau?" tanya Mike
"Mungkin kita satu negara?" tanya Jennie
"Are you came from London?" tanya Mike
"Oh really happy can talk with english language," ucap Jennie
"Ya kau asli London, bagaimana kau bisa disini?" tanya Mike
"Itu tak penting," ucap Jennie
*****
Malam Hari
"Jadi mau kemana?" tanya Zora
"Jangan banyak tanya," ucap Gavin
Setelah perjalanan singkat, mereka sampai disebuah restoran mewah. Dan mereka masuk ke tempat VVIP. Terdapat pria tua berkacamata dan satunya pria gendut duduk di kursi menyambut Gavin.
"Selamat Datang tuan Adhitama," ucap pria gendut itu
"Terima kasih Tuan Wisnu," jawab Gavin
"Ini siapa Tuan Gavin? Cukup cantik walau berkacamata," ucap pria tua
"Ini temanku Tuan Aji," ucap Gavin
"Mari duduk," ucap Wisnu
Mereka bertiga duduk, berbincang-bincang sambil minum tidak untuk Zora. Seringkali kedua pria itu melirik genit kearah Zora yang membuat Zora risih dan jijik.
"Apa kau tidak mabuk minum sebanyak ini?" bisik Zora
"Aku kuat minum," ucap Gavin
"Saya permisi ke toilet sebentar," ucap Zora
Zora pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya dengan air karena sebenarnya Zora sudah mengantuk sejak tadi. Lalu Zora kembali ke meja.
"Mari minum lagi Tuan Gavin," ucap Wisnu
Sialan, seperti aku sudah mencapai batasku - Batin Gavin
"Tidak, sepertinya aku terlalu banyak minum," ucap Gavin
"Baiklah, ini yang terakhir," ucap Aji
"Baiklah," jawab Gavin terpaksa
Saat Gavin hendak meminum minuman yang diberikan oleh kedua pria itu, Zora menyahut gelasnya.
"Tunggu, kau sudah cukup banyak minum! Aku yang akan minum," ucap Zora
"Tunggu..." ucap Wisnu
"Tapi..." cegah Aji
Mereka bertiga tidak bisa mencegah Zora, sebenarnya Zora tidak mau minum sama sekali. Tapi ia cukup kasihan melihat kondisi Gavin yang mulai mabuk karena ulah kedua pria tua itu.
"Baiklah, aku sudah meminumnya! Kami akan pulang!" ucap Zora ketus
Zora langsung menarik Gavin untuk keluar dan pulang.
"Sialan, rencana kita berantakan!" kesal Wisnu
"Dasar wanita sialan!" gerutu Aji
*****
Di Parkiran
"Lou, antar kami pulang!" ucap Zora lemas
"Baik, apa tuan mabuk?" tanya Louis
"Sepertinya," ucap Zora
Mereka berdua masuk ke mobil dan duduk bersebelahan, perlahan Zora merasa lemas dan gerah.
Apa ini efek dari minum? Atau aku mabuk karena minum tadi? Tapi kan hanya sedikit - Batin Zora
"Kenapa panas sekali," ucap Zora
"Panas bagaimana? Ini dingin," ucap Gavin
"AC nya juga menyala Tuan," ucap Louis
Zora mengipas-ngipaskan tangannya, "Aku benar-benar merasa gerah dan panas Gav..."
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
Happy reading:)
Rasain tuh Vin,saat kamu di tinggal baru kamu tau arti kehilangan dan penyesalan..😡😡