NovelToon NovelToon
Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Mahkota Kegelapan: Pewaris Dewa Hades

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:763
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Arkanendra adalah seorang jaksa penuntut yang berdinas di kejaksaan agung, sepak terjangnya sebagai jaksa yang dingin dan tegas juga sering memenangkan kasus besar dan sulit, membuat Arka menjadi populer di kalangan penjahat. karena profesinya itu Arkanendra menghadapi bahaya yang sangat fatal, dia nyaris saja mati di racun oleh musuh nya.

sebuah pertolongan datang dari underworld, dia bisa tertolong namun dewa Hades memberikan syarat mutlak, Arkanendra harus menghisap energi hidup dari dewi Athena sebelum 40 hari, jika tidak maka dia akan mati dan binasa.

Dewi Athena yang tak pernah tertarik dengan pria, Dewi Athena yang lebih memilih menjadi Perawan seumur hidupnya, lalu apa yang terjadi ketika bagian dari kepingan jiwanya jatuh cinta pada Arkanendra yang notebene adalah kepingan jiwa dari Dewa Hades.

Apa sejarah akan berubah, atau jeratan cinta itu membuat Dewi perawan tak berdaya, cinta memang memiliki keajaiban luar biasa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34. Kasus pembunuhan misterius

Kejadian di lokasi pembunuhan beberapa hari lalu 

TKP lokasi pembunuhan**

Rumah besar bergaya eropah dan menjadi lokasi di temukan mayat bernama Maya Miranti, dua pelayan berseragam hitam tampak menangisi majikan mereka dan memberi kesaksian saat di interogasi oleh polisi penyidik.

Arka siang ini baru sampai di lokasi, langsung berbincang dengan bagian forensik yang mengumpulkan bukti bukti, dan akan membawanya ke Lab kepolisian untuk di selidiki.

"Sekilas memang mirip gantung diri, tapi aku setuju jika ini sebenarnya pembunuhan" Arka mengamati foto-foto korban yang di ambil pihak penyidik, dan berdiskusi dengan Brigjen Rangga dengan serius.

"Dia sudah meninggal sebelum tubuhnya di gantung di tali tambang, aku rasa kita harus menemukan sidik jari lainnya" Marcus yang berjongkok, menemukan sebuah gelang tali warna biru di dekat kolong meja rias.

"Bang coba liat, apa ini? Aneh kenapa ada bercak darah di gelang ini" Dia menunjukkan pada Arka, setelah mengambil gelang yang telah putus itu di kolong meja dengan penjepit besi, dan Arka langsung memasukkan ke plastik benda temuan mereka itu.

"Sepertinya ini gelang milik korban?" Analisis Arka.

"Atau bisa juga milik pelaku---" Marcus menimpali, berpikir keras dan masih mengamati gelang dalam plastik itu.

"Ada inisial nya KW aneh....nama korban bukan kah Maya Miranti? Kenapa inisial di gelang ini beda?" Mereka saling bertatapan heran, dan memutuskan mengumpulkan benda itu dengan bukti yang lain.

***

Waktu berputar cepat, barang bukti yang masuk ke bagian forensik tengah di selidiki, begitu juga mayat yang temukan kepolisian telah di kuburkan pihak keluarga korban. Identitas korban seorang pengusaha bidang tekstil dengan butik STYLE, dan tengah laris di pasaran. Wanita cantik berstatus janda itu pernah menikah dengan Kadir Wiryawan, dan bercerai setahun yang lalu karena ketidak cocokan.

"Sepertinya ada yang aneh dengan identitas pria ini bang?" Jaksa Krisna yang siang ini mengamati kertas informasi mantan suami korban menunjukkan pada Arka.

"Dia berasal dari Surabaya lalu bekerja di pabrik udang beberapa tahun lalu, sebagai buruh kasar dan di pecat karena kesalahan kerja, bagaimana mungkin pria semiskin ini bisa menikah dengan keluarga korban yang cukup kaya?" Marcus manggut manggut, dan mengamati foto seorang pria bernama Kadir itu.

"Cukup tampan, usianya masih sekitar lima puluh tahun, pantas saja dia bisa menikahi wanita yang masih berumur tiga puluh lima tahun"

"Dia sepertinya akan menjadi saksi penting kepolisian, Sopir keluarga itu mengatakan pria itu pernah menemui Bu Maya seminggu sebelum wanita itu tewas"

"Kita harus menemukan orang itu, dia saksi yang sangat penting selain Sopir dan dua pelayan di rumah korban"

Arka menggulung lengan kemejanya, dalam waktu dekat dia dan Nayyara akan menikah, karena itu dia harus menyiapkan banyak hal sementara dia tak bisa cuti sama sekali dari pekerjaannya.

Arka mengambil jas hitamnya, sore ini dia ada janji dengan Nayyara akan membawa pacarnya itu berkunjung ke rumah kakak sulungnya, jadilah dia harus pulang cepat sore ini.

"Kamu mau ke mana pak Arka?"

"Dia ada janji kencan dengan Choco nya hehehe" ledek Marcus asal. 

"Yak..setan jahil jangan mulai lagi aish!"

"Kekeke--- maaf hanya saja aneh jika janji akhir pekan kamu hanya main ke rumah kakak sulung hahaha"

"Diam setan jelek! Aku pergi dulu, kalian tak usah lembur karena ini akhir pekan, sampai jumpa lusa" Arka melambai, tersenyum jahil mengedipkan matanya pada Marcus dan Krisna dua rekannya. "Huh mentang mentang dia yang paling tua, malah pergi duluan"

"Benar paling tua dan tak laku laku aish menyebalkan, dasar teri jelek sialan!"

Krisna Berubah terbahak karena makian Marcus tadi, sendirinya saja padahal belum menikah juga.

****

Setelah menyelidik seminggu lebih dimana keberadaan tersangka, akhirnya kepolisian bisa menemukan lokasi apartemen ini.

"Kamu yakin informasi dari intel kepolisian itu benar?"

"Iya Pak Marcus, DPO memang tinggal di gedung apartemen ini"

"Wow, ini apartemen mahal, dia bahkan lebih kaya daripada perkiraanku" Marcus menggeleng kagum, saat ini dia bersama AKBP Syarif dan perwira Irwan, mereka membawa surat panggilan kepolisian pada pak Kadir sebagai saksi pembunuhan dari Maya 

Ting nong ...

Pada bel kedelapan, belum ada siapapun yang muncul di balik pintu, Marcus jadi kesal juga, mana Arka hari ini tak ikut kesini karena ada kerjaan di gedung pengadilan.

"Uh di mana penghuninya sih? Kenapa membawa saksi saja sesulit ini?"

Jaksa muda tampan itu menggerutu, dan Syarif tiba-tiba berteriak, menunjuk seseorang dengan jas abu-abu berlari ke pintu unit apartemen.

"Itu dia Kadir Wiryawan!" Melihat ada lima pria yang beberapa nya berseragam polisi, membuat pria berjas abu-abu tadi terkejut, dia panik berbalik arah dan mengambil langkah seribu.

"Yak kenapa dia malah lari!?' Pak Kadir berhenti!! Marcus kaget sekali.

"Pak jangan kabur!! Kami dari kepolisian!" Mereka terpaksa mengejar pria itu yang langsung masuk ke lift.

"Oh sial! Rif, kita kejar ke tangga darurat ayo kamu sebelah sana!!" Marcus berseru kesal, dia berlari bersama perwira Irwan menuruni cepat tangga darurat, dan Syarif masih memeriksa ke mana lift itu turun agar dia bisa menyusul.

"Pak Marcus dia turun ke parkiran basement!" Teriak Syarif.

"Argh, kenapa dia malah kabur, begitu melihat kita?! kenapa sih?!" Marcus bicara dengan polisi itu lewat alat di telinga sebagai komunikasi jamak, dia berlari cepat lewat di tangga, saat mereka berdua sampai di parkiran basement, dia melihat Kadir Wiryawan itu berlari cepat. 

"Wan, kamu lari di sebelah kiri saja!! cepat kejar!!"

"Kadir Wiryawan jangan kabur!! Kami petugas hukum!!" Marcus berteriak lagi.

Dor....

"Shit dia punya pistol!!!"

Irwan terkejut karena tiba tiba ada letusan peluru di tembakkan ke arahnya, untung saja dia sempat sembunyi di tembok. "Semuanya situasi siaga, target berbahaya dan membawa pistol! jangan sampai dia kabur!"

"Baik pak Marcus!" Bisik Syarif menyusul turun ke parkiran dengan cepat.

"Kalian tunggu di sana kami akan segera menyusul" Syarif bersama dua polisi berseragam berlari setelah masuk ke dalam lift, dan mencari dua rekannya itu.

"Pak Marcus kamu di mana?" Syarif masih berkomunikasi dengan yang lain.

"Aku di belakang pria itu, kalian lindungi aku, akan ku coba menyerang nya dari belakang" Para polisi dan satu jaksa itu berkomunikasi memasang strategi.

Dor...

Dor...

Dor...

Adu tembak terdengar ramai di parkiran mobil yang sepi itu, dan Irwan juga telah menghubungi tim High kepolisian mengabarkan situasi gawat saat ini.

Marcus melepas dasinya, satu-satunya cara adalah menyerang dari belakang, dia mengigit dasinya dan mengendap pelan di belakang Pria paruh baya itu, yang tengah beradu tembak, dengan empat rekannya yang lain.

Grep....

"Ahk ahk.... eeggh"

"Mampus kamu!! Menyerah lah penjahat!"

Marcus menjerat leher pria itu dengan dasinya, dan mereka jadi beradu kekuatan bergulingan di lantai, pelurunya telah habis, sialnya dia tak membawa peluru cadangan, jadilah pergulatan dua orang itu terjadi makin seru.

Dor....

Sebuah pistol meletuskan peluru, dan dua orang itu berguling makin cepat.

"Argh!!!"

"Pak Marcus!!" Tubuh Marcus terguling di lantai setelah saling bergulat dengan Kadir, lalu jaksa itu itu membulatkan matanya saat meraba ada darah mengalir di bahu kirinya.

"Argh aku kena tembak, argh sial-----"

"Pak Marcus, kamu kenapa??!! Panggilkan tim medis cepat!! Pak Marcus tertembak!!"

Syarif yang panik menepuk pipi jaksa muda yang pingsan itu.

"Ya ampun pak Marcus kenapa kamu nekat begini?!" Beruntung Kadir Wiryawan yang akan kabur tadi langsung di borgol oleh Irwan dan tersungkur di tanah.

"Kamu di tangkap karena penyerangan terhadap aparat hukum!! Kata-kata mu itu simpan lah untuk di pengadilan tuan Kadir"

1
Ananda Boy
next kak 😍
Vedyta: siap kak😍
total 1 replies
Ananda Boy
ketahuan istri kan 😭🤣
Ananda Boy
weess wes 😭😭
Ananda Boy
lhoo ternyata 🤭😄
Ananda Boy
ketinggalan 🤭
Ananda Boy
knp next
Ananda Boy
ini Henry yg tmen nya Dimas ka?
Vedyta: iya bener ka
total 1 replies
Ananda Boy
lanjut ka 😍
Ananda Boy
keren 👍
Ananda Boy
next kak
Ananda Boy
seru banget 😍
Ananda Boy
seruuu banget 🤭
Ananda Boy
next thor
Ananda Boy
kak kasian Naya🥹
Ananda Boy
lanjut ka author 😘🥰 buku ini bagus banget genre ini aku sukaaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!