NovelToon NovelToon
Mencintai Bodyguard Saleha

Mencintai Bodyguard Saleha

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Cintamanis / CEO / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir / Karir / Romansa / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.7
Nama Author: Hasma mahmud

Raina Salsadila tumbuh menjadi wanita mandiri. Demi menghidupi adik-adik nya dengan layak ia rela menjadi bodyguard CEO jutek.

"Wanita! Berani sekali kalian menjadikan wanita sebagai bodyguard ku. Pecat dia sebelum matahari terbenam. Jika tidak kau akan tahu bagaimana menakutkannya diriku." Bentak Sawn Praja Dinata.

Kisah pilu masa lalu membuat Raina bertahan menjadi bodyguard Sawn Praja Dinata.

Berapa lamakah Raina sanggup bertahan?

Mampukah kesaleha-han Raina Salsadila meruntuhkan ego Sawn Praja Dinata?

Yokkk kepoin keseruan kisah manis antara Sawn dan Raina...!

IG Author: Hasma_mahmud

Selamat membaca...💕💙💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasma mahmud, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bersikap Normal

Satu setengah jam berlalu sejak Shawn menunggu Mamanya di lantai dasar area parkir, ia mulai bosan dan kesal. Inilah sebabnya ia tidak pernah ingin terlibat dengan urusan keluarga kemanapun mereka pergi kecuali acara makan malam yang biasa mereka adakan setiap sebulan sekali.

Lirik lagu Tracy Byrd menemani suntuknya.

It was no accident, me finding you.

Someone had a hand in it.

Long before we ever knew.

Shawn memejamkan mata, ia membayangkan setiap rangkaian peristiwa pertemuannya dengan sosok Bodyguard barunya. Ada perasaan kesal bercampur ketakutan di dalam hatinya.

Kesal karena ada wanita lain yang berkeliaran di sampingnya selain sosok Angel Sasmita. Ia tidak ingin siapa pun mendekatinya, apalagi mencampuri urusan pribadinya, karena itulah ia lebih mememilih menjalani hidupnya sendiri tanpa campur tangan keluarga. Hidup sendiri di rumah besarnya bersama ke-empat asisten rumah tangga dan dua Security, tidak ada yang berani bertanya kapan ia pulang dan dengan siapa ia bergaul.

Lirik lagu Tracy Byrd kembali mengalun.

Now I just can't believe you're in my life.

Heaven's smilin' down on me.

As I look at you tonight.

Soft moonlight on your face oh how you shine.

"Sampai kapan aku akan menunggu di tempat ini? Haruskah aku menyusul ke dalam, atau sebaiknya aku meninggalkan Mama dan meminta Ujang untuk menjemputnya?" Shawn berucap dalam keadaan bosan.

Mama ada di Food Court, bisakah kau menyusul Mama? Mama menunggu mu! Isi pesan singkat Bu Hanum untuk putra juteknya, Shawn Praja Dinata.

"Huh." Shawn menghembuskan nafas kasar setelah membaca pesan singkat Mamanya. Ia menyadari tidak ada anak yang menjadi Bos jika menyangkut tentang orang Tuanya. Buktinya saja hari ini, Mamanya meminta di antar belaja, ia berangkat dengan suka rela walau sebenarnya ia benci berada di tempat keramaian.

...***...

"Rom, apa Raina sudah kembali?"

Bu Romlah menghentikan aktivitas menyetrikanya setelah mendengar pertanyaan Kakak perempuannya. Bu Romlah menoleh, ia menatap kearah Bu Rahayu yang masih berdiri di depan pintu.

"Belum, Mbak. Tadi, Raina sudah telpon katanya dia akan sedikit terlambat."

"Sedikit, apanya? Ini sudah malam, Rom. Apa anak itu membeli Swalayan sampai dia harus pulang terlambat?"

Bu Romlah menggelengkan kepala mendengar ucapan Bu Rahayu. Sejak sore, Bu Rahayu terus saja bertanya 'Apa Raina sudah pulang, dan apa yang sedang dia lakukan' sampai-sampai Bu Romlah kehabisan stok untuk menjawab pertanyaannya.

"Apa Mbak Yu tidak capek dari tadi berdiri di depan pintu? Mbak bisa menunggu Raina dengan tenang. Lagi pula, ini baru tiga jam sejak Raina pergi. Sebentar lagi dia pasti kembali." Ucap bu Romlah sambil melipat baju setrikaannya.

"Mbak masih takut. Rom. Takut Raina pulang dalam keadaan terluka seperti kemarin. Seharusnya Mbak bertanya pada anak itu, dia kerja apa dan di mana? Siapa teman-temannya? Jika Mbak tahu semua itu, Mbak tidak akan sekhawatir ini!" Keluh Bu Rahayu dengan wajah di penuhi ketakutan. Bu Romlah berjalan mendekati Kakaknya, di rangkulnya tubuh Kakaknya itu sambil berbisik di telinganya 'Mbak jangan khawatir, Gusti Allah akan menjaga orang-orang yang selalu berbuat baik'

Mendengar ucapan Adiknya, Bu Rahayu jauh lebih tenang. Segala kekhawatiran yang menyesakkan dadanya seolah menghilang tanpa menyisakan duka dan kesedihan sedikitpun.

Bukankah kami telah melapangkan dadamu.

Dan kami pun telah menurunkan bebanmu darimu.

Yang memberatkan punggungmu.

Dan kami tinggikan sebutan namamu bagimu.

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.

Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. (Ash-sharh 1-6)

"Ya Allah, maafkan hamba. Kekhawatiran hamba sebagai seorang Ibu telah membuat hamba lalai dan lupa pada ayat-ayat cintamu." Bu Rahayu melepaskan pelukan Bu Romlah, ia mencoba tersenyum walau air matanya terus saja menetes membasahi wajahnya.

...***...

Shawn menatap wajah Mamanya yang terus saja tersenyum, ada kehangatan dan kebahagian yang menjalar di sekujur tubuhnya. Selama ini ia jarang melihat Mamanya sebahagia itu.

"Siapa wanita itu?" Shawn mengerutkan keningnya, ia mempercepat langkah kakinya.

"Kenapa Mama lama sekali, aku masih punya banyak pekerja-an." Shawn menelan salivanya, terkejut dengan sosok di depannya. Pandangan mereka kembali bertemu, ini untuk kedua kalinya.

"Kau datang? Duduk, sayang." Bu Hanum menarik lengan putranya dan memintanya duduk di samping Raina.

Shawn berusaha menguasai dirinya, tidak ingin bersikap konyol di depan karyawan yang berhasil membuatnya merasakan getaran yang sudah lama tidak pernah ia rasakan.

Lirik lagu Tracy Byrd seolah menggema di dadanya.

Soft moonlight on your face oh how you shine

It takes my breath away

Just to look into your eyes

Shawn mencuri pandang wajah teduh Raina, mencoba mencari jawaban di sana. Jawaban dari rasa gundahnya. Sayangnya, ia tidak menemukan apa-apa karena wajah yang ia pandangi itu terus saja menatap kearah Mamanya. Dan mencoba mengalihkan pandangan darinya.

"Apa kamu mencoba menceritakan keburukanku pada Mama ku karena sering membentakmu?" Seperti biasa, Shawn bicara ketus sambil mengetuk meja.

"Tuan salah sangka, saya tidak pernah melakukan hal seperti itu." Ucap Raina tegas. Ia memberanikan diri untuk menatap sosok rupawan yang duduk di sebelahnya.

Cesss!

Dada Raina kembali berdebar.

"Mama yang mengajaknya. Mama hanya ingin mengucapkan terima kasih padanya." Ucap Bu Hanum membela Raina. Ia mencubit lengan putranya hingga Shawn mengaduh kesakitan.

"Untuk apa Mama berterima kasih padanya? Itu sudah menjadi tugasnya. Toh dia mendapatkan uang dari tindakan beraninya." Cicit Shawn datar. Bu Hanum kembali mencubit putranya, kali ini di bagian perut. Bu Hanum melotot, membuat Shawn diam seribu bahasa.

"Tuan benar, Nyonya. Anda tidak perlu berterima kasih. Itu sudah menjadi tugas saya sebagai seorang pengawal." Setelah mengatakan semua yang di perlukan, Raina berdiri dari tempat duduknya. Berpamitan kemudian pergi. Ia melangkahkan kakinya menjauh dari Ibu dan anak itu dengan perasaan canpur aduk, antara senang dan kecewa.

Itu memang sudah menjadi tugasku, tidak seharusnya aku kecewa pada ucapannya. Lirih Raina sambil berjalan keluar meninggalkan Swalayan dengan segala aktivitas jual belinya.

...***...

"Assalamu'alaikum, aku pulang." Raina melangkahkan kakinya memasuki rumah sederhananya, ia menenteng plastik barang belanjaan. Mendengar suara Raina, Bu Rahayu langsung bergegas, ia berlari menghampiri putri yang sejak tadi beliau tunggu kehadirannya.

"Ibu kenapa, Apa ada masalah?" Raina menatap Bu Rahayu dengan tatapan heran.

"Tidak ada yang salah, Nak. Ibu hanya ingin mendengar jawaban mu secara langsung." Balas Bu Rahayu dengan tatapan tajam.

"Sekarang ceritakan, kenapa kamu pulang dalam keadaan terluka."

Raina mematung mendengar ucapan Ibunya. Inilah yang ia takutkan, tidak ada yang bisa ia lakukan selain bersiap untuk mendengar omelan Ibunya.

"Bu. Sebenarnya, pekerjaan ku sangat beresiko. Aku bekerja sebagai pengawal pribadi dari pemilik perusahaan Genius Group. Terjadi insiden kecil di Hotel karena itulah aku mendapatkan luka ini." Tunjuk Raina pada wajahnya.

"Insiden kecil katamu? Segera berhenti dari pekerjaan ini." Cecar Bu Rahayu kesal sambil meninggalkan Raina yang masih berdiri mematung.

"Ibu." Raina berusaha mengejar Bu Rahayu namun berhasil di hentikan oleh Budenya, Bu Romlah menggelengkan kepala mengisyaratkan 'Jangan' pada Raina. Ia tahu jika Kakaknya marah akan sangat sulit untuk membujuknya.

Sementara itu, di kediamannya. Shawn langsung memasuki kamar dan berbaring di atas ranjang empuknya. Ia sudah berpesan pada asisten rumah tangganya agar tidak ada seorang pun yang mengganggu istirahatnya.

"Tuan? Wanita itu memanggilku Tuan! Tapi aku, aku malah salah tingkah di hadapannya. Apa pesonaku kurang kuat untuk menggetarkan jiwanya? Sebenarnya dia wanita seperti apa?" Shawn bertanya pada dirinya sendiri.

"Apa ucapan ku terlalu menyakitkan sampai membuat senyum yang ia tampakkan di hadapan Mama tidak ia tampakkan di hadapanku?"

"Aku berusaha bersikap normal di hadapannya, tidak bisakah ia merasakan itu? Lagi pula, untuk apa aku bersikap normal?Perasaan apa ini?" Shawn kembali bertanya pada dirinya, pertanyaan yang tidak akan pernah menghadirkan jawaban. Ia terlelap bersama perasaan yang belum ia pahami. Egonya yang terlalu besar membuatnya tidak menyadari sudah waktunya ia melupakan masa lalu.

...***...

1
Siti Sopiah
Rania ni pun satu .terlalu lemah banyak nangis .keluar sj dr rumah aialan tu cari KRJ lain
Siti Sopiah
dasar laki2 pengecut bodoh kau soang
Siti Sopiah
dasar munafik kau angsa
Siti Sopiah
senjata makan tuan
Matsani
Lumayan
Siti Sopiah
keep going Thor 💪💪💪💪💪
Evi Lusiana
di kira smuany bs d tukr dg uang,tdk dg hrg diri seorang rheina
Evi Lusiana
kapok gk tuh boss jutek
Evi Lusiana
lihatlah shawn wanita yg kau remehkan justru penyelamatmu
Sastri Dalila
👍👍👍
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose/
falea sezi
kn bner bekas cium bibir angel dih
falea sezi
jd ini cwok yg dlu di maksd Zain yg berdua ma angel di thailand dih pasti mereka nganu2 moga gk jd ma yuna jijik loo
falea sezi
agak gmna pasti Zain uda pernah donk tidur atau cium2 angel dih kek jijik gt mending cari lain donk tujuan Zain aja g baik dr awal
falea sezi
males kayak g ada laki lain aja dpet bekas jalang angel
falea sezi
najis dpet Zain bekas jalang
falea sezi
jelasin woy flashback nya biar g bingung pembaca emank kita peramal bisa nebak jalan cerita/Sleep/
Lila
Author, ejaannya bbrp kurang tepat.

d menjadi t
p menjadi f
f menjadi t

maksut seharusnya maksud
detektip seharusnya detektif
budak jambi
hukum mati la penjht tu.kl perlu dalg ny skalian.masa dak ada cctv kan orkay
budak jambi
wanita iblis seperti angel di cintai.bodh...tp cock la dgn Shawn yg kasar tu..kasihan Rania di pasg dgn Shawn yg kasar tu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!