Seorang perempuan bernama Olivia Al Farish, ia adalah seorang ibu dari putri bernama Yasmin Putri Permana.
Olive sudah berpisah dengan mantan suaminya, sejak delapan bulan yang lalu.
Banyak orang yang mempermasalahkan dengan status "Janda" memang apa yang salah dengan status seperti itu.
Tidak ada yang menginginkan rumah tangganya hancur, dan mendapatkan status seperti itu.
Olive atau pun orang lain tidak ada yang menginginkannya sekali pun.
Seberat dan sepahit apa pun, hidup ini harus terus berjalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FitriRahayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dirawat
Dirumah bude Yani.
Jam 17.00 WIB.
Olive sampai dirumah bude Yani, dilihatnya putri kecilnya sedang tidur. "Assalamualaikum..." Olive masuk kerumah bude...
Bude dari dalam menjawab salam Olive. "waalaikumsalam."
Olive duduk disamping putrinya. "Anak mama kok udah tidur gini hari."
Yasmin yang sedang tidur, mendengar suara mamanya, jadi terbangun. Dipeluk erat tubuh mamanya dengan tangan mungilnya.
"Yasmin panas, Liv. Tadi bude udah kasih obat penurun panas. Sampai sekarang belum turun panasnya." Bude menceritakan tentang kondisi Yasmin.
"Kamu bawa Yasmin keklinik ya.. mumpung masih sore."
"Ya bude."
Olive memesan ojek online.
Olive terus mengendong tubuh Yasmin. "Yasmin sayang cepat sembuh ya, nak."
Lima menit menunggu, akhirnya ojek online datang kerumah bude.
"Dengan mba Olivia." Panggil bapak ojek online.
"Ya pak, tunggu sebentar ya." Olive mengambil tas, disangkutkannya tas dileher. Tangannya terus mengendong tubuh Yasmin.
Olive pun menaiki ojek online dan pergi menuju keklinik xxx.
Diklinik ..
Jam 17.30 WIB.
Olive sampai diklinik dan segera membawa masuk untuk mendapat perawatan.
Ia segera mengambil nomor antrian. Dilihatnya nomor antrian ternyata nomor sepuluh.
"Sayang kamu yang sabar ya, bentar lagi diperiksa sama dokter."
Olive duduk dikursi tunggu memangku Yasmin.
Ada ibu-ibu yang baik hati memberikan nomor antrian pada Olive. "Ini Bu, pakai nomor saya saja, tukeran. Kasihan anaknya dari tadi menangis terus."
"Baik bu. Terima kasih." Olive kembali mengendong Yasmin masuk keruang dokter.
Dokter memeriksa tubuh Yasmin.
"Kalau panasnya belum turun juga, silahkan cek darah setelah tiga hari. Ini saya kasih resep tolong ditebus." Dokter memberikan secarik kertas yang berisi resep kepada Olive.
Olive menerima resep itu. "Baik dok, terima kasih." Olive memberikan resep kepada bagian apoteker.
Ia harus menunggu selama lima menit untuk mendapatkan obat buat Yasmin.
Panggilan pun datang.... "Yasmin Putri Permana."
Olive bangun dan menghampiri petugas apoteker. "Iya mba, Yasmin Putri Permana."
Petugas apoteker menyerahkan beberapa obat kepada Olive.
"Bu, ini obat penurun panas diminum tiga kali sehari lima mili, yang ini antibiotik diminum tiga kali sehari juga lima mili. Terima kasih semoga lekas sembuh."
"Terima kasih." Balas Olive. Ia kemudian mengendong Yasmin kepelukannya dan pulang dengan ojek online yang telah dipesannya.
Jam 19.00 WIB.
Olive sampai dirumah..
Olive membaringkan Yasmin ditempat tidur..
"Sayang minum obat dulu, ayo bangun." Membangunkan putrinya yang sedang tidur untuk minum obat.
"Princess mama, sekarang tidur ya."
Olive meninggalkan putrinya yang sedang tidur, ia membersihkan diri dikamar mandi.
Selesai mandi ia berjalan kedapur, dicarinya sisa makanan tadi pagi. Perutnya lapar tapi pikirannya tidak tenang, ia melanjutkan kekamar mendekati Yasmin.
"Sayang cepat sembuh ya, mama kangen cerewetnya Yasmin." Ucap Olive. Olive pun mengusap rambut putrinya.
Jam sepuluh malam Olive tertidur pulas disamping Yasmin. Disaat itu Yasmin mengigau, menyebut papanya.
Olive yang mendengar putrinya mengigau, kemudian terbangun. "Sayang, kamu kenapa!"
Dipegang kening Yasmin, ternyata panasnya belum turun juga.
Olive panik karena panas Yasmin belum turun juga, ia mengambil ponselnya yang ada didekat gelas. Segera menekan nomor yang dituju. Ia mulai menghubungi bude...
..."Assalamualaikum bude, Yasmin panasnya belum turun. Sekarang malah mengigau terus. Aku mau kerumah sakit aja tapi sama siapa......
bude pun menjawab...
..."Olive nanti bude coba kesana ya. Kamu tunggu sebentar."...
Bude pun menutup panggilannya.
Olive berjalan mondar mandir, pikirannya tidak karuan.
"Seandainya kamu ada mas, semua ga akan sesulit ini. Yasmin sekarang panas, kamu ga tau bagaimana aku harus bawa Yasmin kerumah sakit." Olive terus saja mengerutu.
Sudah satu jam lebih Olive menunggu bude, tapi tidak kunjung datang, ia akhirnya menhubungi bude lagi.
..."Assalamualaikum bude, jadi kesini ga?"...
Bude menjawab...
..."Liv, maaf bude ga berani keluar, diluar sepi. Bude tadi minta tolong sama sebelah, tapi ga bisa. Terus bagaimana ya!"...
Olive yang panik binggung harus menghubungi siapa. Apa aku hubungi mas Adnan saja, tapi... Batin Olive.
Ia pun memberanikan diri mencoba menghubungi Adnan.
..."Assalamualaikum mas Adnan, mas aku bisa tolong anterin aku kerumah sakit. Yasmin sakit.."...
Adnan pun menjawab..
..."Iya baiklah, kamu tunggu dirumah."...
Mereka berdua menutup panggilannya. Lima belas menit menunggu belum datang.
Suara ponsel Olive berbunyi 🎶.
..."Assalamualaikum Liv, aku ga bisa anter kamu."...
Adnan langsung menutup panggilannya.
Olive binggung kepada siapa lagi, ia harus minta tolong.
Olive mengendong tubuh Yasmin untuk keluar rumah. Dibawanya uang secukupnya didalam tas. Ia berjalan dikesepian malam, air mata jatuh dipipinya.
Dengan sekuat tenaga ia sampai juga diujung jalan menunggu ada mobil yang lewat.
Olive terus berjalan mencari angkot atau mobil yang lewat.
"Awww...." Teriak Olive ketika terjatuh sandal yang dipakai putus. Untung saja dengan sekuat tenaga, tangannya memegang tubuh Yasmin.
"Maafin Mama sayang, sebentar lagi kita sampai. Kamu yang kuat ya." Ucap Olive pada Yasmin.
Ia terus berjalan tanpa memakai alas kaki. Ada sinar lampu yang menyorot mata keduanya. Berhenti pas didepannya.
"Olive." Panggil Arjuna.
"Kamu ngapain malam disini? Dan ini siapa?" Mata Arjuna terus menatap Olive yang sedang kelelahan, napasnya tidak teratur. ko
"Mas, tolong aku. Yasmin sakit." wajah yang memelas terus menatap Arjuna.
Arjuna membuka pintu belakang mobilnya, "masuklah."
Olive dan Yasmin masuk kedalam mobil. Dibaringkan tubuh Olive dijok mobil.
"Liv, boleh aku periksa gadis ini." Arjuna mulai mendekat ke Yasmin untuk memeriksanya.
"Sudah berapa hari sakitnya." Tanya Juna.
"Dari tadi pagi, ada apa?" Tanya Olive yang penasaran dengan perkataan Arjuna...
"Kita harus membawanya kerumah sakit." Arjuna segera menjalankan kerumah sakit xx.
Setengah jam perjalanan Mereka tiba dirumah sakit.
Arjuna langsung mengendong tubuh Yasmin yang kecil dan membawanya kebagian IGD.
"Dok, tolong anak ini. Suhu badannya tinggi sekali." Ucap Juna. Yang berdiri didekat Olive.
Dokter memeriksa tubuh Yasmin. Setelah selesai dokter pun berkata. "Siapa orang tuanya? Mari ikut saya!"
Olive menjawab.
"Saya mamanya, dok! Ada apa dengan anak saya?"
"Begini bu, anak ibu harus dirawat disini. Kondisinya sangat lemah. Panasnya juga tinggi sekali." Ucap dokter.
"Bagaimana, bu?"
"Baiklah dok, kalau itu yang terbaik buat anak saya." Olive hanya bisa pasrah dengan keadaan itu.
"Ini bu, silahkan urus administrasinya kebagian kasir rawat inap." Olive berdiri dan berjalan mencari ruangan bagian administrasi.
"Maaf saya mau mengurus admimistrasi atas nama Yasmin Putri Permana." Menyerahkan selembar surat yang diberikan suster.
"Ini bu tolong diisi datanya, terus biaya dimuka satu juta lima ratus dulu. Selebihnya nanti diberitahukan lagi." Ucap pegawai bagian administrasi.
"Mba, uangnya harus ada sekarang ya. Saya cuma bawa tiga ratus ribu. Bagaimana?"
Ucap Olive yang binggung tidak tau harus mendapatkan uang sebanyak itu dari mana.
Arjuna yang mendengar itu, ia langsung mendekati Olive dan mengeluarkan uang yang dibutuhkan Olive. "Mba ini saya bayar atas nama anak ibu ini.
harus nya itu olive yang di bela bukan nya Wina,
harus nunggu di suruh bapaknya baru berangkat,jd greget saya Thor 😂
heeeee warbinasahhhh bengalnya andah pak!!!!