Hidup tak pernah memberi pilihan mudah pada Regatta Aulia, atau yang biasa dipanggil 'Ega'. Dia adalah seorang gadis berusia 21 tahun, yang tumbuh di dalam lingkungan sebuah panti asuhan sejak dilahirkan.
Suatu malam, Ega berhasil menyelamatkan seorang pria. Pria itu adalah Raka Adinata (27 thn), seorang pengusaha muda kaya raya yang baru saja kehilangan segalanya akibat pengkhianatan orang-orang terdekatnya.
Ega hanya berniat untuk menyelamatkan pria tersebut, namun dia tidak menyangka ... jika usahanya malam itu malah menjebaknya di dalam putaran arus kehidupan pria itu lebih dalam.
Di tengah pertengkaran, rahasia masa lalu, perebutan perusahaan, dan perasaan yang perlahan tumbuh, Regatta dan Raka mengerti akan satu hal:
"Keluarga bukan selalu tentang darah, akan tetapi tentang seseorang yang memilih untuk tinggal."
↔ UPDATE 2X SEHARI, JAM 12 SIANG DAN JAM 3 SORE.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PITB - 13.
...꧁✿ 🅷🅰🅿🅿🆈 🆁🅴🅰🅳🅸🅽🅶 ✿꧂...
Keluarga kecil itu langsung menuju ke Penthouse mereka, sementara para tersangka penculikan dibawa ke kantor polisi terdekat.
Kesokan harinya, Raka dan Regatta mengurus segala urusan kasus semalam dengan menyerahkan semua bukti yang baru mereka dapatkan kepada pengacara terbaik mereka.
Setelah semuanya selesai, mereka berdua sepakat untuk membawa ketiga bocah itu untuk liburan ke luar negeri.
Mereka butuh suasana baru yang damai dan menyenangkan, guna menghapus sisa-sisa 'trauma' akibat kejadian mengerikan di dalam gudang tua itu.
Sebelum mereka berangkat, Raka memanggil tangan kananya, Xion, dan Regatta memanggil Lodra sebagai wakilnya selama dia pergi.
"Kami titipkan semua urusan di Jakarta kepada kalian berdua, karena kami ingin membawa Triple D liburan ke Jepang selama beberapa minggu ke depan. Pastikan semuanya berjalan lancar dan aman, agar tidak ada lagi yang berani berbuat ulah di sekitar kita," pesan Raka dengan nada tegas.
"Siap, Tuan! Kalian bisa liburan dengan tenang, karena kami akan meng-handle semua urusan di sini selama kalian pergi. Kami harap Triple D akan kembali ceria sepulangnya dari sana ..." jawab Xion dengan nada mantap.
"Dan, Lodra ... awasi setiap pergerakan dunia bawah! Laporkan setiap ada gerakan yang mencurigakan kepadaku. Terutama untuk para Mafia sombong itu! Jika mereka memiliki niat buruk terhadap keluarga baruku, segera laporkan semuanya dengan detail kepadaku! Jangan lengah!" perintah Regatta kepada Lodra.
"Siap laksanakan, Queen!"
...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...
Dua hari kemudian, mereka pun berangkat dengan tiket 'First Class' ke Jepang bersama dua pengasuh andalan si Triplets.
Ketujuh orang itu siap bepergian ke Jepang dengan nyaman dan mewah. Di awal perjalanan, suasana terasa sangat damai.
Triple D sudah kembali ceria, karena mereka sibuk melihat pemandangan awan dari dalam jendela pesawat sambil memakan cemilan sehat yang disiapkan oleh Regatta.
Perjalanan mereka dari Jakarta ke Jepang sekitar 8 jam, karena mereka mengambil penerbangan langsung tanpa transit.
Mereka akan mendarat di Bandara Narita, Chiba-Tokyo, sekitar pukul 20.00 JST (Japan Standart Time). Karena mereka berangkat jam 10.00 WIB dari Jakarta.
Namun, ketenangan itu mulai terusik saat seorang wanita yang duduk tidak jauh dari mereka terus saja melirik ke arah Raka dengan tatapan penuh minat yang tidak wajar.
Wanita itu berpakaian sangat minim dan mencolok, seolah-olah dialah yang paling istimewa di sana.
Benar-benar definisi seorang wanita yang tidak tahu malu sama sekali.
Berkali-kali lewat sambil tersenyum ke arah Raka, menjatuhkan barang dekat kursi Raka, bahkan dia berani tersenyum manja sambil mencoba untuk mengajak Raka mengobrol, seolah Regatta dan ketiga minions itu tidak terlihat jelas di matanya.
"Hai, Tampan ... sepertinya kita akan pergi ke tujuan yang sama, ya? Ah, sungguh sebuah kebetulan yang indah! Apakah Anda tidak keberatan, jika saya duduk dekat Anda untuk mengobrol sebentar?" cerocos wanita itu tanpa henti, sambil menaik-turunkan alisnya dengan gerakan menggoda.
"Hei, Jangan diam saja dong! Perjalanan ini terasa membosankan jika sendirian, tahu ..." lanjutnya dengan tidak tahu diri, sambil menggigit bibir bawahnya dengan gaya manja yang amit-amit.
(Jujur aja, Author juga geli nulisnya 🤣)
Dia bahkan berani mengulurkan tangannya, dengan tujuan hendak menyentuh lengan Raka.
Syuuut!
Plak!
Sebelum tangan genit itu menyentuh lengan Raka, Regatta langsung menepisnya dengan wajah dingin.
Dia menatap wanita itu dengan sorot mata tenang namun sangat tajam, sebuah tatapan seorang 'Queen Relia' yang sedang mengincar mangsanya, membuat siapapun yang melihatnya akan langsung menciut ketakutan.
"Jika mata Anda hanya dibuat untuk pajangan saja, maka saya akan mencongkelnya keluar, Nona!" desis Regatta dengan nada intimidasi yang kuat.
"Apakah Anda tidak melihatnya, jika pria yang Anda goda itu sudah berkeluarga dengan anak tiga di sini, hm?! Tolong jaga sikap Anda, Nona! Ini adalah pesawat kelas utama, bukannya 'Club' tempat Anda bisa menggoda pria seenaknya!" lanjut Regatta dengan nada rendah.
"Benar, Mommy! Colok saja matanya biar buta sekalian!" dengus Dewanta, kesal.
"Ulat bulu menjijikkan!" sambung Dionata dengan wajah datar.
"Basmi saja ulat bulunya, Mommy!" dengus Dewinta, sambil mendelikkan matanya.
Raka hanya memejamkan matanya, dimana dia merasa geli sendiri, saat Istri dan anak-anaknya menegur wanita kega-talan itu.
Wanita itu malah mendengus kesal, saat di serang dengan kata-kata seperti itu.
Lalu dia menatap remeh Regatta dari atas sampai bawah, matanya mendelik tidak suka.
"Kalian sarkas sekali, sih?! Saya hanya sekedar menyapa saja kok, kenapa kamu malah seperti orang yang cemburu buta begini? Anak-anaknya diajar bicara yang baik, Nona! Jangan sampai menyakiti perasaan orang lain!" ujar wanita itu dengan nada sinis.
"Mereka tahu, mana yang baik dan buruk. Tidak perlu saya ajarkan lagi. Lagipula, mereka adalah anak-anak saya, wajar jika mereka membela Ibunya untuk melindungi Daddy mereka ..." jawab Regatta dengan nada santai.
"Ibunya? Hahahaha! Jangan bercanda! Anda mungkin hanya seorang pengasuh saja! Saya dan dia terlihat lebih serasi untuk menjadi pasangan, bukan wanita seperti Anda yang hanya seorang ... pengasuh!" ujar wanita sambil tertawa meremehkan.
Mendengar ucapan meremehkan wanita itu kepada Ibu mereka, Dewanta dan Dionata langsung menegakkan badan mereka, menatap wanita itu dengan raut wajah tidak suka.
Sementara Dewinta, dia langsung merayap ke atas pangkuan Raka dan langsung memeluk leher Ayahnya dengan erat, sambil menatap tajam wanita itu.
"Kamu jahat sekali! Jangan berani-berani bicara kasar sama Mommy kami! Dan jangan dekat-dekat Daddy kami! Daddy hanya milik kami dan Mommy saja! Pergi sana jauh-jauh! Aku kesal sekali melihat kamu!" bentak Dewinta dengan berani, membuat wanita langsung tertegun sejenak.
Raka yang sejak tadi terdiam pun langsung berdiri perlahan, dia menatap wanita itu dengan wajah datar dan dingin.
Aura yang dia keluarkan membuat suasana disekitarnya menjadi terasa sangat berat.
"Maaf, Nona. Saya hanya memiliki satu Istri yang sangat saya cintai dan hormati sepenuh hati. Dia adalah wanita yang ada dihadapan Anda sekarang. Dia bukanlah pengasuh seperti yang Anda sebutkan, dia adalah ISTRI saya!" ujar Raka dengan menekankan kata istri.
"Saya sangat terganggu dengan sikap tidak sopan Anda ini, yang sudah mengganggu kenyamanan kami, apalagi Anda sudah berbicara buruk tentang Istri saya!" lanjutnya dengan nada rendah, namun dapat menggetarkan hati siapapun yang mendengarnya.
"Jika Anda tidak bisa menjaga sikap dan manners Anda, saya terpaksa akan meminta Pramugari yang bertugas untuk memindahkan duduk Anda ke bagian lain di pesawat ini, agar tidak bisa mengganggu perjalanan kami!" tambah Raka dengan nada tegas.
Wajah wanita itu langsung pucat-pasi, dia merasa luar biasa malu karena menjadi tontonan gratis penumpang lain dengan wajah meremehkan.
Dia akhirnya kembali duduk dengan wajah tertunduk, tanpa berani macam-macam lagi sampai pesawat itu mendarat nanti.
"Huuuft! Untung saja dia mau mengerti kata-kata Mas Raka, jika tidak ... mungkin lehernya sudah patah sekarang!" gumam Regatta, pelan.
Raka hanya bisa menggelengkan kepalanya pelan, saat mendengar gumaman Istrinya itu.
...꧁༺✿ 💚 ✿༻꧂...
Setelah kejadian itu, suasana di dalam kabin pesawat kelas satu kembali tenang dan damai.
Regatta tersenyum bangga menatap suami dan anak-anaknya itu, karena mereka sekarang selalu berdiri bersamanya.
Pesawat mereka akhirnya tiba di Bandara Narita, Chiba-Tokyo sekitar jam 20.00 JST.
Kedatangan mereka disambut dengan pemandangan malam yang indah, dan kota yang sangat bersih, bebas polusi itu.
Semua lelah karena gangguan sebelumnya langsung hilang, terbawa udara sejuk Negeri Sakura itu.
Esok hari, mereka siap untuk menjelajah Jepang dengan semangat baru. Semoga anak-anak mereka akan bisa melupakan 'trauma' buruk sebelumnya.
Namun Regatta sadar, jika dibalik kedamaian ini, dia tidak boleh mengendurkan kewaspadaan sedikitpun.
"Ribuan kilometer bukan berarti aman, mungkin saja akan ada kejadian-kejadian yang tidak teduga di Negara ini ..." gumam Regatta dalam hatinya.
Lalu dia mengetikkan sesuatu di ponselnya, sebuah perintah dari seorang Queen Relia.
"Shadow Squad, Kalista, dan Kaylin, jangan lengah! Jepang adalah tempatnya YAKUZA, dimana ada salah satu kelompok mereka yang pernah bersinggungan dengan kita! Keamanan Triple D dan Raka adalah yang utama! Apalagi besok kita akan menelusuri tempat-tempat wisata di Negara ini, paham?!"
"Kami mengerti, Queen!"
...🍃☀†๏ вэ ¢๏и†เиµэ∂☀🍃...