NovelToon NovelToon
Menikahi CEO Muda

Menikahi CEO Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Berondong / CEO / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:41.3k
Nilai: 5
Nama Author: Andi Putri Yasmin

Elza adalah seorang gadis berumur 27 tahun yang dijodohkan dengan pria yang lebih muda 3 tahun di darinya, karena paksaan dari kedua orang tua, Elza tak dapat menolak perjodohan tersebut.

"What?! Apa dia calon suamiku?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andi Putri Yasmin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kecewa

"Mbak, jangan ngaku-ngaku jadi istrinya Devan, Dia itu udah punya pacar cantik. Namanya laras."

Ya, Allah. Laras siapa lagi ini? Devan, aku membencimu. Tidak, Nindy, Amel, sekarang Laras lagi? Siapa shi Laras itu.

"Maaf Kak, Bukannya Kakak bilang sama aku kalau Devan itu Adek sepupunya Kakak, ya?" celetuk seseorang yang kuyakini adalah Nindy teman semasa kuliah Devan.

"Iya, sebelumnya. Akan tetapi, sekarang aku istrinya, " jawabku santai.

"Ha ha." Mereka malah menertawaiku. Huft! Untung aku masih sabar.

Saat ini aku berada di Bali, entah kenapa bisa aku terdampar dalam situasi seperti ini. Rencananya tadi aku ingin makan. Namun, gerombolan orang ini malah membicarakan suamiku–Devan. Jelas dong, aku ikutan nimbrung. Main ngaku-ngaku aja kalau mereka pernah kencan sama Devan, pernah inilah dan itu. Kalian tahu, aku menemukan fakta jika Devan mempunyai seorang kekasih. Dia adalah mantan putri Indonesia 2017. Dia tinggal di Bali dan Ayahnya mantan gubernur Bali. Jelaslah, aku kalah sama dia. Akan tetapi, aku belum percaya jika ia kekasihnya Devan mungkin saja 'kan dia hanya mengaku-mengaku.

"Ya, sudah jika kalian tidak percaya. Aku tidak akan memaksa kalian," ujarku cuek kemudian ingin meninggalkan tempat mereka. Akan tetapi, satu di antara mereka menahanku. Maunya apa, sih? Sabar Za, ikuti saja apa maunya.

"Apa?" tanyaku pelan.

"Kamu jangan pergi gitu aja, kamu ngaku istrinya Devan 'kan? Tunggu pacarnya datang, dan kamu akan lihat siapa yang pantas untuknya," jelas wanita yang menahanku. Aku hanya memutar bola mata jengah.

"Ok, aku tunggu, tapi lepasin tanganmu. Aku mau pergi makan," pintaku dingin. Wanita itu langsung melepaskan tanganku. Aku kemudian mengambil tempat yang nyaman untuk makan tidak terlalu jauh dari meja para wanita sok kecantikan itu.

Tap! Tap! Tap!

kundengar suara heels yang bergesekan dengan lantai. Aku tidak terlalu perduli. Aku hanya kepikiran, sebenarnya Devan ke mana?

"Wah, Laras cantik banget,ya," ujar salah satu dari wanita itu yang masih mampu kudengar. Aku hanya mendengkus.

"Eh, itu Devan 'kan? Pft! Yang ngaku istrinya duh kasian cuman halu." Aku terdiam mendegar nama Devan disebutkan.

"Iya, benar itu Devan," timpal temannya yang satu sembari menatapku sinis.

Aku hanya memutar mata jengah, aku berbalik sedikit. Kulihat Devan berjalan beriringan dengan seorang wanita yang sangat cantik. Mungkin dia yang namanya Laras. Aku hanya fokus menatap Devan sembari menguap pelan. Bodo amat mau jaga image di depan dia. Ini bisa jadi kesempatan 'kan aku bisa kabur. He he, pemikiran yang cerdas Za.

"Dev, ini cewek sepupu lo 'kan?" tanya Nindy sembari menatapku meremehkan.

Aku hanya memutar bola mata jengah. Sementara itu, Devan dan wanita cantik itu—Laras menatapku dengan pandangan berbeda. Laras menatapku dengan penuh tanda tanya dan Devan menatapku bingung.

"Iya, saya Kakak sepupunya Devan. Kebetulan saya ikut liburan juga sama dia. Mengenai perkataan saya tadi itu cuman bohongan. Saya hanya tak ingin Adik sepupu saya di dekatin cewek gak bener," jawabku dengan intonasi yang tidak terlalu tinggi ataupun rendah. Devan? Dia hanya diam. Ck, ini ternyata wajah asli Devan? Untung aku belum malam pertama sama dia. Ih, amit-amit deh, tapi kamu kecewa 'kan Za sama Devan karena dia tidak membelamu, pikiran sialan!

"Nah, 'kan. Maaf ya Mbak kita nuduh Mbak yang tidak-tidak," ujar Nindy meminta maaf. Aku hanya mengangguk sebagai jawaban.

"Kalau gitu, aku deluan ya. Soalnya ada janji sama temenku, kalian lanjutin aja acaranya," timpalku. Kemudian ingin cepat berlalu dari hadapan mereka–Devan terutama. Jujur aku sakit hati ya, liat dia dekat dengan wanita lain selain aku. Munafik, jika aku tidak sakit hati.

Namun, saat aku melewati Devan, dia malah menahan pergelangan tanganku. Aku sontak saja berhenti dan menatapnya penuh tanda tanya? Benar-benar seperti tidak terjadi apa-apa.

"Aku temani," tutur Devan.

"Gak usah An, kamu temenin mereka aja. Aku ada janji tadi." Aku melepaskan tanganku dengan paksa. Aku tidak memperdulikan lagi keberadaan mereka.

Setelah itu, aku pergi meninggalkan kafe yang terletak di pinggir pantai itu. Rasa llapaku sudah tak terasa lagi, yang ada hanya rasa sakit. Seperti ada ribuan jarum yang menusuk tepat di hati, sangat sakit dan juga ngilu.

***

Di sini aku sekarang, di kamar hotel kami. Aku sudah sangat lelah rasanya. Air mata di pipi terus saja mengalir tanpa diminta.

"Ma, Yah, Elza ikut. Elza gak mau sama Devan, Devan jahat ya," curhatku entah pada siapa. Hati ini rasanya sangat sakit. Bisa kalian rasakan bagaimana di posisiku. Suami kalian lebih memilih jalan dengan wanita lain dan parahnya lagi wanita itu lebih cantik darimu.

Ceklek!

Kudengar suara pintu kamar hotel dibuka. Mungkin dia Devan. Aku buru-buru menutup mata—berpura-pura tertidur. Ingin rasanya aku tanyakan siapa Laras itu. Namun, egoku tak mengizinkannya.

"Sayang," panggilnya lembut. Aku bergeming.

"Sayang." Devan memanggilku lagi. Namun, aku masih saja bergeming. Kurasakan Devan mengelus lembut kepalaku.

"Laras itu salah satu wanita yang pernah Mama jodohin sama aku, kita pernah dekat, tapi itu dulu. Aku mencoba untuk membuka hati untuknya. Namun, tak bisa mungkin hati ini sudah dicuri terlebih dahulu olehmu bahkan sebelum kita bertemu sudah ada tempat untuk mu di hati ini." Devan mulai bercerita. Ternyata bukan hanya aku yang pernah dijodohkan sama Devan dan ternyata yang beruntung mendapatkannya adalah aku.  Aku masih diam, menunggu kelanjutan dari ceritanya.

"Aku tadi meninggalkanmu karena dia tiba-tiba menelponku. Katanya ada proyek yang ingin dia bahas denganku dan itu sangat urgent jadi aku terpaksa." Lanjutnya dengan intonasi pelan.

"Lain kali jangan pergi jika masalahnya belum selesai. Jadilah Elza yang dewasa dan mampu menghadapi mereka semua." Devan diam sejenak. Dia masih mengelus rambutku penuh kasih.

"Bangun yuk, Sayang. Kamu belum makan loh, aku bawain nasi goreng kesukaan kamu, setelah makan kita jalan-jalan. Mau?" tanyanya. Namun, aku masih bergeming menutup mata ini.

"Bangun yuk, kalau gak mau bangun aku yang bakalan bangunin kamu," ancamnya. Akan tetapi, aku tidak peduli. Aku masih sjaa menutup mata ini rapat-rapat.

"Ok, kalau kamu gak mau bangun," tuturnya.

Devan kemudian beranjak dari tempat tidur. Entah apa yang akan dia lakukan. Aku tidak ingin melihatnya. Namun, mata ini gatal untuk tidak mengintip.

"Emh, Sayang banget nasi goreng ini, aku buang aja kalau gitu. Soalnya Nona Elza gak mau makan, tapi sayang banget. Ah, gak pa-pa deh, 'kan yang bersangkutan gak mau makan," curhatnya pada makanan itu. Aku kasihan juga sih, apa lagi dia sekarang masang wajah imut.

"Ya udah, aku buang deh," lanjutnya kemudian ingin membuka pintu hotel. Namun, aku cegah.

"Jangan!" tahanku. "Iya, aku mau makan asalkan kamu yang suapin," putusku tidak ingin dibantah.

"Siap, Tuan Putir," jawabnya sembari tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang rapi. Entah kenapa aku seperti ini, hanya melihat wajah sedihnya, aku sudah luluh. Masalah Laras nanti aku cari tahu sendiri. Bisa-bisanya tuh Tante girang masih deketin suamiku. Nyata-nyatanya mereka gak jodoh.

"Tapi, aku masih marah sama kamu, An. Kamu gak ada bela aku atau sebut aku sebagai istri kamu di depan mereka, aku kecewa," ucapku pelan sambil menatapnya.

"Maafin aku ya, Sayang. Jangan marah, aku baru mau jelasin tapi kamu keburu pergi,  sekarang makan ya kamu belum makan apa pun dari pagi," balas Devan lembut yang kubalas anggukan saja.

***

Dewinta Larasati seorang  wanita berusia 25 tahun, ia adalah seorang mantan peserta putri Indonesia 2017. Dia juga putri mantan bupati Bali dua periode. Laras sangatlah loyal di kalangan masyarakat Bali. Tutur sapanya yang lembut, perilakunya yang satun serta etikanya yang sangat baik membuatnya banyak di sukai. Dia juga berprofesi sebagai model, dan dia meminta bantuan Devan untuk membuat sebuah resort di Bali. Namun, sebenarnya Devan sudah tak ingin menjalin hubungan ataupun kerjasama dengan Laras. Akan tepati, wanita itu sangatlah kekeuh. Perangainya yang baik, bahkan tiada cela sedikit pun tidak membuat hati Devan tergerak untuk wanita itu. Devan mencoba membuka hatinya, Namun, dalam kurung waktu satu tahun tak ada rasa yang singgah. Dia hanya menganggap Laras seperti kakaknya sendiri. akan tetapi, sepertinya Laras masih tak menerimanya. Meskipun itu tak ia tunjukkan di luar.

Elza membaca deretan informasi yang  dia dapatkan dari temannya yang seorang detektif. Gadis itu hanya tersenyum simpul karena ternyata Devan tak menjalin hubungan apa pun dengan wanita itu.

1
Vitri Aditya
kedewasaan memang gak bisa diukur dengan usianya. kelihatan disini devan yg lebih muda tp lebih dewasa. dan Elza yg lebih dewasa malah kekanakan
Ade Bunda86
kayaknya si Amel suka sama Devan deh,.ihhhh
Ade Bunda86
mulai berani y
Ade Bunda86
seru bgt nih ceritanya ....lanjut Thor....
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: siap" Terima kasih udah baca ya😭☺
total 1 replies
Ayu Kartika II
gk jelas ngkunya istri tpi ma suami songong giliran ada cewe deket" suaminya cemburu,,aneh nih orang critanya yg jelas thorr,,,
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: hrap sabar ya☺🙏
total 1 replies
Ade Bunda86
walau LBH tua tp masih ori y bang Dev...heheheh
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: hehe😌🤫
total 1 replies
Dida Sa'diah
knp Elza selalu berpikiran gitu sih,kan aku jadi kesel sendiri dengan sikap Elza😡
Dida Sa'diah: 😊😊 ya kakak
total 2 replies
Dida Sa'diah
Elza yang lebih dewasa tapi yang manja nya Elza,,tapi gak papa sama suami sendiri,jadi lucu sendiri baca nya
Ayu Kartika II
elza koq kyk anak kecil masa iya pikirannys sampe sejauh itu apa coba motifnya devan mau bunuh kmu gk masuk akal dehh
bisa gk sih torr critnya agk sdikit dipersingkt gtu gk diulang" jdi kurang seru gitu thorr critanya itu biar ringkas padat dan berisi gtu lho,,😊🙏
faula Ana
lanjut donk
😘 sweet baby😘
haduuhhh.... makin rumit aja thor 😏😏
Sri Wigati
lanjut
Fha Fisha
cepat satu kan Elza lagi tor
Imer Merlin
geram pengen ku jambak2 tuch si setan Laras yg GX tw diri😤😤😤😤😤😤
𝘑𝘶𝘯𝘨 𝘑𝘪𝘯𝘨𝘺𝘪: sabar, zheyeng. tapi auhtor salut sama Laras dia rela lakuin apa pun demi mendapatkan seorang yg dicintai
total 1 replies
Egik
moga Elsa cepat di temukan devan
😘 sweet baby😘
up lg donk thor.. pinisirin akuh 👍
Imer Merlin
jangan lma2 misahin Elza sama Devan Thor, kasian tw😞😞😞😞😞😞
Imer Merlin
keren Elza, ngadepin pelakor emang harus cerdik,, jangan oke emosi👍👍👍👍👍
Egik
moga devan bisa secepatnya menemukan Elsa
Fha Fisha
next

cepet temukan Elza dan Devan kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!