Lestari, adalah murid jurusan sastra tingkat pertama yang pendiam dan tertutup, ia menjalani hari-harinya tanpa pernah berniat menjadi pusat perhatian. Bersama dua sahabatnya, Indah dan Puspa, ia lebih nyaman menghabiskan waktu dengan aktifitas sama yang berulang dan terkesan monoton. walau demikian di jurusan sastra, lestari terkenal sebagai murid yang selalu ikut lomba sastra.
Berbeda dengannya, Galang merupakan murid IPS tingkat pertama yang ceria, aktif, dan terkenal hampir seluruh murid di SMA BlueSky. Galang juga aktif ikut lomba seputar jurusan, menggambar dan matematika
Pertemuan pertama bagi galang adalah ketika ia menyaksikan lestari diatas panggung, di pesta pengenalan murid baru.
walau awalnya lestari terkesan sulit didekati, namun perlahan hubungan mereka mulai menjadi dekat. Saat galang datang ke smp tempat dulu di bersekolah, atas permintaan gurunya dulu
galang malah kecelakaan dan hilang ingatan sementara. seperti apa hubungan cinta di antara mereka setelahnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yourclvl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
lestari langsung cemburu
"Tambahkan nama saya bu di fiksi fabel, saya mau ikut" ujar lestari
"lestari, kamu yakin? Kamu sudah mendaftar lomba cipta cerpen dengan minimal 80ribu kata. kamu sanggup nak?" tanya bu sekar, sedikit tidak yakin
"iya bu sekar, lestari yakin" ucap lestari mantap
"baiklah kalau begitu ibu catat ya namamu lestari, tanggal lombanya berbeda, jadi siapkan diri dan karya mu dengan baik" jawab bu sekar
Sekian lama berlalu, akhirnya semua lomba sudah terisi nama siapa saja yang akan ikut. lalu bu sekar pun mempersilahkan semua murid di kelas tersebut untuk pulang, dengan hati- hati
Tapi saat lestari akan beranjak dari tempatnya. Bu sekar menahannya.
"apa ibu masih ada perlu dengan saya?" tanya lestari
"kamu beneran yakin, lestari? Kamu akan sangat sibuk nantinya. Bagaimana dengan latihan tampil dengan partner kamu yang namanya galang ya kalau tidak salah? Apa kamu bisa membagi waktu?" dari ucapan bu sekar, terlihat jelas bahwa ia khawatir lestari aku kesulitan membagi waktu
"saya yakin bu, lagi pula saya juga tertarik dengan fiksi fabel, jadi saya ingin mencobanya, walau ini pertama kalinya" jelas lestari
"tadi ibu juga baru dapet kabar dan pak surya, guru pembimbing lomba galang dan teman- temannya. Katanya ia juga beberapa lomba. Dan beliau khawatir akan sulit bagi galang dan kamu untuk latihan tampil dance dan menyanyi itu" cemas bu sekar
"kalau untuk lomba, galang sudah memberitahu saya bu, makanya saya juga berani ikut lomba fiksi. Kalau pun saya diam, toh kita tidak punya banyak waktu untuk menyesuaikan kegiatan masing- masing"
"baiklah kalau begitu, kalian pulanglah hati- hati"
Lestari, indah dan puspa pun menuju parkiran dan pulang bersama menggunakan mobilnya puspa.
TING! (bunyi pesan masuk, ini dari handphonenya lestari)
Begitu ia lihat pengirimnya adalah galang. Galang bertanya akhir pekan nanti lestari bisa menemuinya setelah selesai lomba gambar peta. Rencananya galang akan mengajak lestari latihan, jika ia ada waktu.
Lestari pun mengiyakan ajakan tersebut. entah karna apa, terlintas di fikiran lestari untuk menanyakan lokasi lombanya. Ia tiba- tiba ingin datang nanti jika ada waktu. Galang pun dengan senang hati memberitahukannya.
Tanpa lestari sadari, ternyata ia sedari tadi terus tersenyum, saat membalas chat galang.
"ehm ada yang lagi kasmaran kah ini, indah" ledek puspa
"iya yah dari tadi senyum terus, bales chat siapa sih" indah menimpali, ikut menjahili lestari
"enggak ada"
"ohh enggak ada kok indah, kamu nih jahil deh, mungkin itu PACARNYA" ledek puspa, ia sengaja menekankan kata pacarnya diakhir
"hahaha ohh pacarnya lestari, ya puspa"
"iya ih gitu aja enggak paham"
Indah dan puspa pun tertawa puas saat melihat raut wajah lestari yang merah padam.
"siapa sih pacarmu itu lestari, kita kepo nih" ucap puspa
"bukan pacar, ini galang ngajak janjian sehabis dia lomba akhir pekan nanti, buat latihan perform yang waktu itu ditawarin sama ka ratih" jelas lestari, sambil ia menjawabnya sedikit malu
"jawabnya biasa aja kali lestari, malu- malu gitu kenapa, kayak diajak kencan aja" ledek indah
"indah, kamu gitu aja enggak paham? alasan aja itu latihan bareng, siapa tau mau nonton bioskop bareng, jalan- jalan bareng, atau quality time bareng" puspa sengaja menekankan kata bareng
Hal tersebut berhasil membuat lestari malu sampai menutupi mukanya dengan buku yang ia pegang. Melihat reaksi tersebut, lagi dan lagi indah serta puspa pun tertawa puas, karena berhasil menjahili lestari
"tapi kami enggak pacaran kok, kalian jangan jahil gitu" ucap lestari kemudian
"iya iya kita percaya kok, emang yang ga percaya siapa sih hahaha" ucap indah
"aduh enak ya indah, kalau ada yang deketin, aku jadi pengen juga di deketin sm cowok deh" keluh puspa
"kamu bukannya deket sama temennya galang ya puspa?" tanya lestari
"hah? Siapa? Kata siapa deh" ucap puspa, bingung
"itu yang namanya aga, ya? Kalau enggak salah, kalian kan lumayan deket tuh kelihatannya, aku beberapa kali pernah lihat kalian ngobrol, akrab gitu" ucap lestari
"kan, ngarang aja si lestari ini.. Bukan lah, itu karna aga nanyain kamu buat si galang. Dia kan lagi dipingit sama pak surya karna mau ada lomba gambar peta hahaha jagoannya pak surya si galang itu" jawab puspa
"enggak di pingit juga bahasa mu dong, puspa" ujar indah
"lagian, bahkan aga aja mengeluh katanya enggak bisa ketemu galang saking diawasi ketat latihannya buat lomba akhir pekan nanti" jelas puspa
"oh ya, aga nanti datang buat dukung galang di lokasi lomba kah?" tanya lestari, penasaran
"coba aku tanyain dulu ya"
puspa pun mengirim pesan pada aga untuk menanyakan hal tersebut, tak berselang lama, balasan dari aga pun, ia terima. Dikatakan bahwa aga dan top akan datang mendukung galang di lokasi lomba, akhir pekan nanti.
Mendengar jawaban tersebut, tanpa sadar lestari tersenyum tipis
"kenapa emangnya tari? Kamu mau dateng kah?" tanya indah
"enggak kok, galang kan bilang habis lomba mau latihan bareng, jadi aku cuman pengen tau aja" kilah lestari
"kok agak mencurigakan ya, indah" curiga puspa
"udahlah yuk cepetan sampe rumahnya, aku ngantuk" ujar indah
AKHIR PEKAN
setelah memikirkan dalam beberapa hari, akhirnya lestari memutuskan untuk datang ke perlombaan itu hari ini.
Lestari sengaja tampil berbeda dari biasanya. Jika biasanya ia akan pakai celana jeans dan kaos polos yang warnanya tak karuan. Hari ini ia sengaja menyesuaikan warna pakaiannya agar terlihat lebih cantik.
Lestari memakai rok pendek selutut berwarna biru muda, kemeja pendek putih dan best yang senada dengan roknya. Ia memakai sepatu cats berwarna putih, untuk memberi kesan sedikit santai pada tampilannya.
Sebenernya ia ingin berangkat sendiri, tapi kedua temannya memaksa ikut begitu mereka tau, bahwa ia akan menyusul ke tempat lomba galang.
didepan pagar rumah lestari, begitu indah dan puspa melihatnya. Mereka langsung berteriak saking terpesonanya.
"TARII IHH TARI CANTIK BANGET" teriak puspa
"IYA IHH TARI CAKEP BANGET DEH" indah menimpali
"ini mah enggak mungkin si galang, enggak naksir" goda indah
"takut banget tari langsung dibungkus sama galang aaakkkk takutnya" ucap puspa sambil berteriak di akhir kalimatnya
"udah deh kalian jangan berlebihan, ayo jalan" ucap lestari yang malu karena pujian kedua temannya
SAMPAI DI TEMPAT LOMBA GALANG
[diparkiran sekolah tempat lomba gambar peta diadakan]
"tari ini kita kemana dulu? Kamu tau tempatnya?" tanya puspa
"hehe enggak sih... Enggak berani nanya soalnya, kan aku cerita mau datang diem- diem" ucap lestari
"hadeh udah ketebak, yaudah bentar aku tanya aga dulu" ujar puspa
"ih jangan, nanti kalau mereka bilang ke galang gimana" ucap lestari, khawatir
"enggak, sebelumnya aku udah bilang ke mereka, tenang aja, bentar ya"
tak butuh waktu lama, aga pun memberi tahu, bahwa lombanya diadakan di lantai dua sekolah itu. Di sekolah tersebut ada tiga lantai. Kata aga nanti mereka di suruh cari saja ruangan 5. Kalau dari tangga belok ke kanan, 4 ruangan dari tangga.
Lalu mereka bertiga pun mengikuti arahan yang di berikan oleh aga. Begitu sampai di lantai dua, aga langsung melihat lestari
"eh ada les.."
"psstt" isyarat puspa
"ada apa ga? Les apaan?" saut galang, yang sudah masuk di ruangan tersebut, tapi baru di bagian depannya.
Ia pun lalu keluar untuk menghampiri aga. Reflek lestari dan kedua temannya pun bersembunyi di dekat tangga, agar tidak ketahuan galang
"ahh itu loh ada les anu apa deh top"
Briefing dulu kek?? - batin top
"ada les apaan top?" tanya galang
"les bahasa inggris, noh tulisannya ada di lantai satu tadi si aga baru ngngeh, biasalah agak kabur pandangannya lang" kilah top
"oh yaudah aku masuk dulu kalau gitu ya, mau cepet- cepet selesai, mau nemuin my girl my sunshine" ujar galang kegirangan
Saat akan masuk, pergelangan tangan galang ditahan oleh seorang perempuan. Begitu ia menoleh ternyata itu fitri, mantan galang saat smp kelas dua.
"hai galang" sapa fitri
"oh ya ada apa" jawab galang dingin
"dingin banget, kayak enggak pernah pacaran aja kita" ucap fitri, canggung
"kalau enggak penting, aku masuk dulu"
"eh tunggu galang" fitri menahan pergelangan tangan galang, lagi
"kalau ada urusan langsung bicara aja" ucap galang yang sedikit jengah dengan sikap bertele- tele fitri
"ehm nanti selesai lomba ini, kamu ada acara enggak? Kita pergi nonton yuk" ucap fitri
Sebelum sempat menjawab, lestari datang dari persembunyiannya dan menyapa galang
"hai galang" sapa lestari
"loh my girl? Kok kamu disini" kaget. Jelas saja, tidak pernah disangka bahwa lestari akan datang
"my girl? Dia siapa kamu galang" tanya fitri
"hai salam kenal ya, aku lagi deket sama galang hihi" bukan galang yang menjawab, melainkan lestari yang menjabat tangan fitri sambil tersenyum
MY GIRL? MY DARLING? AAKKKK MY GIRL MENGAKUI AKU KAH INIII - TERIAK GALANG DALAM BATIN
Walau yang teriak adalah batinnya, tapi raut wajah galang yang menahan teriakan iti terlihat jelas di mata semua orang
"ini calon pacarku lestari, dia belum terima cintaku jadi aku baru berani memperkenalkan dia calon pacar" jelas galang
"oh iya kamu masuk aja galang. Nanti kan kita masih ada urusan keluar. Berdua." lestari sengaja menekankan kata berdua.
Walau lestari tersenyum saat berbicara, tapi entah kenapa perasaan galang agak sedikit mengganjal. Tidak mau berfikir panjang, galang pun segera masuk keruangan
"oh iya nona fitri disini, mau ketemu galang kah?" tanya lestari berusaha ramah
"enggak niat, cuman kebetulan aja ketemu, tadi aku nganterin temenku yang dateng buat lomba juga" jawab fitri
"oh begitu ya"
Setelahnya suasana mendadak terasa sangat canggung, walau dari luar lestari terlihat murah senyum
Galang, semoga kamu bisa melewati hari ini dengan baik ya. Muka lestari kayak mau membalikkan bumi soalnya - tangis indah dalam batin
Semoga galang besok masih bernyawa, amin - batin puspa
Top dan aga yang melihat puspa dan indah hanya diam sambil sesekali memejamkan mata seperti berdoa pun, berpindah ke sisi mereka dan berbisik
"kalian kenapa" tanya aga
"semoga galang masih hidup sampai besok" jawab puspa, tangannya seperti berdoa
"hah? Jelasin singkatnya plis kita enggak ngerti" tanya top yang kebingungan
"jelasnya tari pas ngomong sama cewek sebelah tadi itu, kayak mau melahap dunia seisinya. Kalian enggak bakalan paham deh kalau belum akrab sama dia" jelas puspa
"waduh, ini peluang galang hidup sampe besok berapa persen dong?" tanya top
"maximal 2%" jawab indah
"waduh, bro galang, semoga amalmu diterima sama tuhan ya" doa top
"iya galang, semoga kamu bisa melewati petaka ini" imbuh aga, ikut mendoakan galang
Fitri yang melihat keempat orang itu komat- kamit itu pun keheranan dibuatnya
"kalian berempat kenapa?"
"biarin aja, mereka lagi mendoakan kemenangan buat galang palingan" jawab lestari, dingin
"oh padahal mah kalau lomba gambar peta enggak perlu khawatir, galang selalu juara satu dari smp" ucap fitri
"wah iya kah? Kamu tau banget ya soal galang"
"iya dong, aku kan mantannya. Kamu kalah mau tau soal galang, bisa tanya sama aku juga kok, pasti nanti aku jawab"
"enggak perlu repot, fitri. Tari kalau mau nanya soal aku kan bisa sama akunya langsung" jawab galang yang tiba- tiba keluar dari ruangan
"kamu kok udah keluar? Perasaan baru sebentar lombanya" tanya fitri
"emang udah selesai? Kok kamu keluar?" tanya lestari, berbarengan
"udah kok udah selesai, sama panitianya galang diizinin keluar ruangan" jawab galang, tapi ia menghadap lestari
"oh ya kita mau langsung jalan aja? Ini udah boleh pulang kok" ucap galang
"seriusan? Nanti kalau ada pengumuman penting gimana?" tanya lestari
"ada pak surya didalam, beliau yang ikut mengawasi lomba juga sebagai perwakilan sekolah kita, ada top sama aga juga kok, jadi enggak apa- apa" ucap galang
"oh yaudah ayuk, tapi indah sama puspa gimana?" tanya lestari
"udah kamu bareng mobilnya galang aja, nanti top sama aga pas pulang biar bareng kita aja enggak apa- apa kok" jawab indah
"enggak perlu kok indah hehe, nanti sopirnya galang nganterin mobil kesini buat aku sama aga" jawab top
"iya kamu enggak usah khawatir" ucap galang pada lestari
"yaudah" ucap lestari yang kemudian pergi lebih dulu, dan disusul galang di belakangnya
"semangat ya bro, menenangkan macan" ucap aga dan top menyemangati
"lang, kamu pasti bisaa, semangat!!" indah dan puspa pun ikut menyemangati
DIPARKIRAN AREA LOMBA
"silahkan masuk tuan putri" ucap galang membukakan pintu untuk lestari
Lestari pun duduk dengan tenang. Lalu galang segera berjalan ke bagian kemudi untuk masuk dan melajukan mobilnya. Tapi baru menutup pintu kemudi, dari arah jauh terlihat fitri yang berteriak memanggilnya
"galanggg"
"galanggg tunggu dulu dongg"
Fitri sampai di samping mobil, di bagian yang diduduki lestari dengan terengah- engah.
"kenapa?" tanya galang
"aku boleh ikut nebeng enggak ya? Aku enggak ada barengan" ucap fitri, memohon
Kelihatan banget mau ganggunya - batin lestari