NovelToon NovelToon
Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Transmigrasi Leader Mafia Ke Tubuh Istri Culun

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:33.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alia Chans

Dikhianati sahabat dan kekasihnya, Clarissa Anggreni mati dengan membawa dendam.

Takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Alisha Kirana Maharani, seorang istri culun yang direndahkan keluarganya sendiri.

Mereka mengira Alisha lemah.

Mereka tidak tahu bahwa jiwa yang kini menghuni tubuh itu adalah seorang ratu mafia yang siap membalas semuanya.

Apakah ia akan berhasil membalas dendam??Atau kembali kehilangan segalanya??

⚠️ Cerita ini adalah karya asli Alia Chans. Dilarang keras menyalin, menjiplak, mengunggah ulang, atau mengambil sebagian maupun seluruh isi cerita tanpa izin penulis. Hormati karya dan hak cipta penulis. ❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alia Chans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membuat Sedikit Keributan

Hari yang ditunggu-tunggu Alisha akhirnya tiba, yaitu kesempatan untuk menghadiri pesta lelang bersama Giovan.

"Giovan!" panggil Alisha seraya mendekati suaminya.

Giovan menghentikan langkah kakinya saat melihat Alisha menghampiri dirinya.

"Apa?" tanya Giovan.

"Dasimu ketinggalan," jawab Alisha.

"Oh."

Giovan mengambil dasinya tersebut dan memakainya, lalu meninggalkan Alisha begitu saja.

"Ehh, Gov. Tunggu dulu!" tahan Alisha.

Langkah Giovan kembali terhenti dan membuat pria itu membalikkan tubuhnya.

"Ada apa lagi, Lis? Aku harus segera ke kantor!" ujar Giovan setengah kesal.

"Jangan marah-marah seperti itu, Gov. Aku hanya ingin mengingatkanmu bahwa nanti malam kau harus membawaku ke pesta lelang!"

"Untuk apa membawamu? Tidak, aku tidak mau membawamu!" tolak Giovan.

Raut wajah Alisha seketika langsung berubah menjadi kesal. "Kenapa?!!"

"Karena nanti malam aku akan pergi bersama Elena."

Alisha berdecak kesal. Wanita itu melipat kedua tangannya di dada. "Jadi kau tidak mau mengajakku?"

"Iya!"

"Kau memilih mengajak selingkuhanmu itu dari pada aku, istrimu?"

"Hm."

"Baiklah, kalau begitu aku akan adukan ini kepada Kakek!" ancam Alisha.

Alisha memutarkan tubuhnya untuk mencari Edward. Namun, belum juga Alisha melangkahkan kakinya, Giovan sudah lebih dulu menahan tangan Alisha.

"Oke, oke. Aku akan mengajakmu!" seru Giovan.

Membuat senyum Alisha melebar. "Anjing pintar!" ucap Alisha sambil menepuk-nepuk bahu Giovan, karena kalau kepalanya Giovan, Alisha tak sampai.

"Baiklah kalau begitu, aku ingin istirahat dulu. Bye!"

Dengan sengaja Alisha mengibaskan rambut panjangnya ke belakang hingga mengenai wajah Giovan.

"Huft, wanita itu!!" geram Giovan sambil menghembuskan napasnya.

Rasanya Giovan ingin sekali memasukkan Alisha ke dalam botol, lalu dia kocok-kocok, habis itu dia lemparkan botol tersebut ke dalam laut.

---

Krekk.

Alisha menatap pakaiannya satu per satu. "Hiss, baju Alisha kenapa enggak ada yang bagus sih!" gerutunya. "Kayaknya aku mesti belanja barang baru deh."

Alisha terdiam sebentar, lalu dia mengingat tentang suaminya yang kaya raya.

"Giovan! Ya, aku bisa memanfaatkan uang pria itu," gumam Alisha.

Dia segera mengambil baju yang sekiranya masih layak untuk dipakai, karena akan pergi ke kantor Giovan.

---

Di sisi lain, Giovan saat ini sedang rapat di kantornya. Dan tiba-tiba saja ponselnya berbunyi.

Drett, drett.

Edward yang kebetulan berada di sana seketika langsung menatap tajam Giovan, karena suara ponselnya sangat mengganggu.

"Ahh, maaf, aku keluar sebentar!" ucap Giovan.

Giovan segera meninggalkan rapat dan melihat siapa orang yang meneleponnya itu.

"Elena?" gumamnya yang langsung mengangkat panggilan dari kekasihnya.

"Halo, Giovan, sayang."

"Iya, El. Ada apa?" tanya Giovan.

"Gov, temani aku belanja ya. Aku tidak mempunyai baju baru untuk nanti malam," jawab Elena.

"Astaga, El. Pakai saja baju yang ada."

"Tidak, aku tidak mau! Aku maunya shopping, kamu anter aku, ya!"

"Maaf banget, tapi aku tidak bisa antar kamu. Kamu pergi berbelanja sendiri saja, ya."

"Gov, kamu tega biarin aku belanja sendirian?!!"

"Aku lagi sibuk, El. Setelah rapat ini, aku akan meeting keluar."

"Ciih, ya sudah lah!"

"Jangan marah ya. Nanti aku akan transfer uang untuk kamu belanja."

"Hm."

Tut.

Panggilan dari kekasihnya terputus begitu saja dan membuat Giovan menghela napasnya dalam-dalam.

---

Di sisi lain, Alisha baru saja menginjakkan kakinya di perusahaan Vizcaya.

"Perusahaan ini sangat besar. Bagaimana kalau aku ambil alih?" batin Alisha seraya melangkahkan kakinya untuk masuk.

"MAAF, MBAK. TAPI PENGANTAR MAKANAN TIDAK DIIZINKAN MASUK!" ucap dua orang satpam yang menghalangi langkah Alisha.

"What?! Pengantar makanan?! Maksud Bapak, saya ini pengantar makanan?"

"Iya. Silakan telepon saja orang yang pesan makanan Anda itu!"

Alisha melongo. Apakah wajahnya terlihat seperti orang susah sehingga kedua satpam ini menyangkanya dia adalah pengantar makanan?

"Pak, saya ini bukan pengantar makanan! Tapi saya ini istrinya Giovan Salvatore Vizcaya!"

Kedua satpam tersebut saling tatap satu sama lain. Mereka berdua tampak tak percaya dengan apa yang Alisha katakan.

"Huft, mbaknya ngelawak ya? Orang bos kami belum menikah!"

"Iya, sakit jiwa nih mbaknya!"

Alisha berdecak. Gadis itu menyisirkan rambutnya ke belakang.

"Kalau bapak-bapak sekalian tak percaya, tak masalah! Tapi izinkan saya masuk!"

Kedua satpam itu kembali saling bertatapan. "Maaf, tapi orang luar dilarang masuk!"

"Astaga, saya ini menantu keluarga Vizcaya!"

"Mbak, mending mbak pergi deh!" usir satu satpam yang terlihat memang tengil.

"Enggak, saya enggak akan pergi sebelum saya ketemu suami saya!" kekeh Alisha.

"Dih, beneran gila nih. Ayo, Mal, kita usir keluar aja!"

"Tapi..."

"Udah, ayok!"

Kedua satpam itu tiba-tiba saja memegang kedua tangan Alisha.

"Ehh, apaan nih, sialan!"

"Ayo, mbak, pergi dari sini!"

"Cepat, Mal, gusur aja!"

Alisha memberontak. Gadis itu mencoba untuk melawan kedua satpam yang memegangi tangannya.

"Lepas, enggak!"

Dia berhasil menghentakkan kedua tangan satpam itu dan langsung berlari masuk ke dalam perusahaan Giovan.

"Giovan! Giovan!"

"Ehh, dia masuk. Ayo kita kejar!"

"Mbak, tunggu, mbak!"

Alisha berlarian untuk mencari lift. Namun, saat akan memasuki lift, tangannya kembali ditarik oleh satpam dan resepsionis di sana.

"Haha, kena kau, orang gila!" ujar satpam tengil tadi.

"Kurang ajar, aku enggak gila, ya!" sewot Alisha.

"Dengan kamu buat keributan di sini saja, kamu sudah terlihat layaknya orang gila!" ucap resepsionis itu.

"Wah, beraninya kalian mengatai aku gila! Lihat saja, aku akan pecat kalian berdua!"

Kedua satpam dan resepsionis itu tampaknya tak takut dengan ancaman Alisha. Malahan ketiganya tertawa.

"Hahaha, udah emang gila ini mah, Fir!" ucap si resepsionis pada Firman, satpam itu.

"Haha, iya. Berhayal terlalu jauh segala, mau memecat kita. Situ emang siapa, hah?!" tanya sang satpam sambil menoyor kepala Alisha.

Mata Alisha melebar. Dia tak terima kepalanya main ditoyor begitu saja.

"Bajingan!" sentak Alisha yang melayangkan pukulannya pada wajah Firman.

BRUK.

Tanpa berlama-lama, tubuh si satpam tadi sudah terjungkal ke belakang.

"Beraninya kau menoyor kepalaku!"

Alisha mendekati satpam itu dan menarik rambutnya, lalu...

Bug. Bug. Bug.

Kepala satpam itu dibenturkan berulang-ulang kali ke arah dinding hingga mengeluarkan banyak sekali darah. Bahkan cat tembok yang asalnya berwarna putih kini sudah berwarna merah, bercampur dengan darah si satpam.

"Ahhk, tolong, ada psikopat!" teriak pegawai lain.

"Kabur, heiii!"

"Ayo pergi!"

Sementara resepsionis yang tadi sempat mengatakan Alisha gila langsung ikut kabur juga setelah melihat aksi kekejaman Alisha.

"A-ampun..." lirih Firman, si satpam tadi.

Alisha menghentikan aksinya, lalu ia sedikit membungkukkan tubuhnya.

"Kau bilang apa?"

Mata satpam itu berusaha terbuka meskipun wajahnya sudah penuh dengan darah.

"A-ampun, maafkan saya," serunya dengan suara yang lirih.

"Maaf ya, sayangnya di kamusku tidak ada kata maaf selain si pelakunya harus merasakan sakit berpuluh-puluh kali lipat!"

BUGGH!

Kali ini Alisha membenturkan kepala satpam itu sangat kencang hingga membuat hidung si satpam penyok dan langsung tak sadarkan diri.

Alisha berdecak melihat tangan dan wajahnya terciprat darah. Ia berjalan ke arah meja resepsionis dan mengambil sebuah tisu. Lalu mengelap wajahnya dan juga tangannya yang penuh darah.

---

Giovan, Bramantya, dan Edward segera turun ke lantai bawah ketika mendengar ada penyusup yang melukai pegawainya.

Ting.

Saat pintu lift terbuka, ketiga pria itu langsung berjalan mendekati seorang wanita yang sedang membelakangi mereka.

Bramantya menatap satpamnya yang sudah tak sadarkan diri dengan darah di mana-mana.

"Siapa kau?" tanya Giovan.

Alisha memutarkan tubuhnya sambil tersenyum lebar. "Ahh, akhirnya kalian turun juga!"

"Hah, Alisha?!" pekik ketiganya.

Alisha mengembangkan senyumannya sambil membuang sampah bekas tisunya itu dan mendekati Giovan.

"Selamat siang, Daddy. Selamat siang, Kakek," sapanya.

"Siang."

"Alisha, kamu..." Edward bingung ingin bertanya bagaimana, tapi untungnya Alisha mengerti apa yang ingin ditanyakan kakeknya itu.

"Hehe, maafkan aku yang sudah membunuh satu satpammu, Kakek."

"Apa, jadi dia tewas?" tanya Bramantya tak percaya.

"Hm."

Giovan yang tak percaya segera mendekati satpam yang Alisha siksa itu, lalu memeriksa denyut nadinya dan...

"Ya, satpam ini betulan tewas!"

---

Bersambung

1
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝖿𝗅𝖺𝗌𝗁𝖻𝖺𝖼𝗄 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝖾𝗉𝗎𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗍𝖾𝗋𝖻𝖺𝗅𝗂𝗄
Alia Chans: itu cerita berlanjut kk, kalo baca dari awal tanpa skip pasti nyambung😉
total 1 replies
Memyr 67
𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗆𝖺𝗂𝗇 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝗋𝖺𝗍𝗎 𝗆𝖺𝖿𝗂𝖺. 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝗆𝗂𝗇𝗍𝖺 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗇𝗀 𝗋𝖺𝗍𝗎
Memyr 67
𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽. 𝗂𝗍𝗎 𝖼𝗅𝖺𝗋𝗂𝗌𝗌𝖺. 𝗁𝖾𝗁𝖾
Memyr 67
𝖺𝗒𝗈 𝖿𝗂𝗈𝗇𝖺. 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗆𝖺𝗎 𝗇𝗀𝖾𝗋𝗃𝖺𝗂𝗇 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺? 𝗌𝗂𝖺𝗉 𝖽𝗂𝖻𝗎𝗇𝗎𝗁 𝗌𝖺𝗆𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝗒𝖺?
Memyr 67
𝗄𝖺𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗇𝖾𝗆𝖻𝖺𝗄 𝗉𝗂𝗋 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗒𝗀 𝖽𝗂𝗍𝖺𝗍𝖺𝗉 𝖺𝗉𝖾𝗅? 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗎𝗅𝖺𝗉 𝖻𝗎𝗄𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗁𝗂𝗋 𝖺𝗉𝖺?
Memyr 67
𝖻𝖺𝗌? 𝖻𝖺𝗀𝖺𝗂𝗆𝖺𝗇𝖺 𝖽𝖺𝗋𝗂 𝖻𝗋𝖺𝗆𝖺𝗇𝗍𝗒𝗈 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝖽𝗂𝗉𝖺𝗇𝗀𝗀𝗂𝗅 𝖻𝖺𝗌?
Memyr 67
𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍 𝗅𝖺𝗀𝗂. 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗅𝗂 𝗅𝖺𝗀𝗂 𝗍𝗒𝗉𝗈 𝗇𝖺𝗆𝖺 𝗇𝖺𝗆𝖺𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗄𝗎 𝖻𝖺𝖻𝖺𝗒
Memyr 67
𝖺𝗄𝗎 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝖻𝖺𝗂𝗄 𝗂𝗇𝗂. 𝗆𝖾𝗆𝖻𝖾𝗋𝗂 𝗅𝗂𝗄𝖾 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝖾𝗉𝗂𝗌𝗈𝖽𝖾 𝗂𝗇𝗂. 𝗇𝗀𝗀𝖺𝗄 𝗍𝖺𝗎 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂 𝗇𝖺𝗇𝗍𝗂
Memyr 67
𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗍? 𝗍𝖺𝖽𝗂 𝗏𝗂𝗓𝗄𝖺𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗄𝖺𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗏𝗂𝗌𝖼𝗈𝗎𝗇𝗍? 𝖻𝖺𝗋𝗎 𝗆𝗎𝗅𝖺𝗂 𝖽𝖺𝗁 𝗍𝗒𝗉𝗈
Alia Chans: pliss, kecepatan ngetik kk /Smile/
total 1 replies
Memyr 67
𝖻𝗂𝗇𝗀𝗎𝗇𝗀 𝖺𝗄𝗎. 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝗂𝗍𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺 𝖺𝗍𝖺𝗎 𝗄𝖺𝗄𝖾𝗄𝗇𝗒𝖺 𝗀𝗂𝗈𝗏𝖺𝗇𝗂? 𝗄𝖾𝗇𝖺𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗎𝗌𝖺𝗁𝖺𝖺𝗇 𝖾𝖽𝗐𝖺𝗋𝖽 𝖽𝗂𝖻𝖾𝗋𝗂𝗄𝖺𝗇 𝗄𝖾 𝖺𝗅𝗂𝗌𝗁𝖺?
Alia Chans: Kan mereka pasutri kk🤭😉
total 1 replies
nia_minyoongi
sukses selalu yaa.... makasih sudah mampir di novelku 😊
nia_minyoongi
suka yang alurnya mafia gini, 😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
nia_minyoongi
hi... aku mampir...
😍😍
Alia Chans: thank you😉
total 1 replies
Liflow White
bukannya prabu sudah mati kok hidup lagi, aku gak faham.
Alia Chans: blum mati kk🤭

mereka di bab sebelumnya kabur😉
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
ada ya racun itu beneran gt
Alia Chans: ada mungkin🤭
total 1 replies
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bikin cinta lalu hempaskan gt
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
bener tuh di catok biar lurus mulutnya eh sekalian otaknya di catok
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
NNT jadi pekara kalau gio ketemu El ya kan
❤️⃟Wᵃf✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🤎❥␠⃝ ͭ🍁𝓷𝓲ѕ⍣⃝✰
🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!