NovelToon NovelToon
Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Penguasa Elemen Tak Terkalahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Kaelen Voss, pemuda yang dianggap sampah karena tak memiliki kekuatan apa pun seketika mendapatkan kekuatan legendaris Sistem Penguasaan Elemen. Dia mampu mengendalikan segala elemen, dari dasar hingga yang terkuat. Melalui perjalanan dan pertempuran, dia bangkit dari keterpurukan, mengungkap rahasia masa lalu, dan akhirnya mengalahkan penguasa kegelapan untuk menjadi sosok terhebat yang menguasai segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ucapan Dan Tantangan Kaelen

Minggu-minggu berlalu dengan cepat. Kabar tentang persaingan antara "Anak Desa" melawan "Kelompok Bangsawan Tinggi" telah menjadi pembicaraan hangat di seluruh akademi. Sebagian besar siswa bertaruh bahwa Kaelen akan hancur lebur. Lagi pula, bagaimana mungkin seorang anak miskin dari desa terpencil bisa melawan keturunan bangsawan yang telah ditempa kekuatan sejak bayi dan memiliki sumber daya tak terbatas?

Namun ada juga sekelompok kecil siswa dari kalangan rakyat biasa atau bangsawan rendah yang mulai menaruh harapan pada Kaelen. Mereka juga sering diperlakukan semena-mena oleh Kelompok Mahkota Emas, dan diam-diam mereka berharap ada seseorang yang bisa menekan kesombongan para bangsawan itu.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba yaitu Ujian Penyisihan Bulanan.

Hari itu, Arena Pertarungan Besar Akademi dipenuhi sesak oleh ribuan siswa, guru, dan pejabat kerajaan yang diundang khusus. Arena itu luasnya seperti sebuah lapangan kota. Dikelilingi tribun penonton bertingkat-tingkat yang terbuat dari batu putih berkilauan. Di tengahnya terdapat panggung pertarungan berbentuk lingkaran besar dengan lantai yang diperkuat oleh sihir agar tidak mudah hancur akibat benturan energi.

Di tribun kehormatan, duduk para Guru Besar dan Dewan Akademi. Di sisi kanan, menempati tempat terbaik. Dan paling depan, duduk rombongan Kelompok Mahkota Emas.

Reynald duduk tegak dengan wajah dingin dan penuh keyakinan akan kemenangan.

Geraldo tertawa-tawa sambil menunjuk ke arah panggung dengan nada meremehkan.

Selena membetulkan rambutnya dengan santai, seolah keberadaan Kaelen hanyalah debu yang akan mereka sapu bersih hari ini.

Di sisi lain, di antara kerumunan siswa biasa, Kaelen berdiri berdampingan dengan Lira dan Dimas. Kaelen mengenakan jubah akademi standar berwarna abu-abu.

Namun Kaelen telah membetulkan kerahnya dan berdiri dengan sikap yang sangat tenang. Matanya menatap lurus ke arah Reynald di kejauhan. Tatapan yang bertemu dan saling mengunci. Tidak ada rasa takut. Hanya ada tantangan diam-diam yang menggetarkan udara.

"Kau siap?" bisik Dimas di sampingnya. Tangannya mengepal erat, siap untuk turun membantu jika terjadi hal buruk.

Lira menggenggam ujung lengan baju Kaelen dengan cemas namun matanya menatap penuh dukungan. "Ingat janjimu, tunjukkan pada mereka siapa dirimu yang sebenarnya. Aku percaya padamu, Kaelen."

Kaelen mengangguk pelan, lalu melangkah maju saat nama pertamanya dipanggil.

"Pertandingan Babak Penyisihan yaitu Kaelen Voss melawan Tuan Geraldo Van Croyden!"

Suara penyiar menggema ke seluruh penjuru arena. Riuh rendah suara penonton meledak. Geraldo! Salah satu pengikut terkuat Reynald, pengguna elemen Petir tingkat Menengah ke atas! Lawan pertama Kaelen saja sudah sekuat itu, jelas-jelas merupakan rencana Reynald untuk menyingkirkan Kaelen secara menyakitkan di babak awal agar dia dipermalukan habis-habisan.

Geraldo melompat masuk ke atas panggung dengan gerakan lincah dan angkuh. Tubuhnya dikelilingi kilatan listrik berwarna kuning menyilaukan. Suara desis dan bau belerang langsung tercium. Dia menatap Kaelen yang baru berjalan masuk dengan senyum menyeramkan.

"Dasar sampah. Nasib sialmu habis hari ini," geram Geraldo dengan suara berat. "Pangeran Reynald berjanji akan memberiku hadiah besar jika aku membuatmu keluar dari arena ini dengan kaki terbungkus."

Kaelen berdiri sepuluh meter di hadapannya. Tangannya santai di samping tubuh. Tidak ada kilatan cahaya. Tidak ada energi yang terlihat keluar. Dia tampak kosong dan lemah persis seperti saat pertama kali masuk akademi.

"Kau terlalu banyak bicara, bangsawan sombong!" jawab Kaelen dingin. "Keluargamu dan kau sendiri, kalian semua sama saja. Bersembunyi di balik gelar dan kekuasaan. Berpikir kalian adalah tuan atas segalanya. Hari ini aku akan ajarkan kalian satu hal penting yaitu Bahwa apa yang kalian miliki hanyalah pinjaman. Dan apa yang aku miliki adalah hak warisan mutlak yang tak ada yang bisa merampasnya."

Geraldo menggeram marah. "Kau berani!! Hancurlah! Halilintar Menghancurkan!"

Dengan teriakan keras, Geraldo mengangkat kedua tangannya ke atas. Langit di atas arena yang tertutup sihir perlahan menjadi gelap. Kilatan petir raksasa sebesar lengan manusia turun menyambar ke arah Kaelen, diikuti oleh ratusan anak panah listrik yang melesat tajam ke segala arah.

Serangan itu cepat, ganas, dan mematikan. Bagi siswa biasa, satu sambaran saja sudah cukup membuat mereka pingsan seumur hidup.

Di tribun penonton, Lira menjerit kaget menutup mulutnya. Dimas berdiri tegap. Matanya melotot menahan napas. Reynald dan Selena tersenyum puas. Para Guru Besar pun ikut berdiri, siap melakukan intervensi jika nyawa Kaelen terancam.

Namun di tengah cahaya kuning yang menyilaukan itu, sosok Kaelen tidak bergerak mundur selangkah pun.

Di dalam benaknya, sistem bekerja dengan kecepatan luar biasa.

[ANALISIS ELEMEN PETIR: TERDETEKSI. KECEPATAN TINGGI, TEGANGAN TINGGI, TAPI RENTAN TERHADAP PENGALIHAN ARUS.]

[REKOMENDASI: GABUNGKAN ELEMEN ANGIN DAN ELEMEN AIR UNTUK MEMBENTUK MEDAN PENYERAP.]

Saat sambaran petir itu tinggal satu inci lagi menyentuh tubuhnya, Kaelen mengangkat tangan kanannya perlahan. Tidak ada teriakan. Tidak ada gerakan berlebihan. Hanya satu gerakan tangan yang tenang.

Seketika itu juga, pusaran Angin Hijau yang bercampur dengan uap Air Biru muncul di sekeliling tubuhnya. Berputar begitu cepat hingga menciptakan dinding kabut tebal.

DUARRR..

Suara ledakan dahsyat mengguncang seluruh arena. Asap dan debu mengepul memenuhi panggung. Seluruh penonton terdiam. Menatap kaku ke arah kabut yang perlahan menghilang.

Dan saat pandangan kembali jelas, mulut semua orang terbuka lebar tak percaya.

Kaelen berdiri tegak di tempatnya semula. Pakaiannya tidak robek sedikit pun. Wajahnya masih sama tenangnya.

Dan yang paling mengerikan di tangannya, Kaelen sedang memegang gumpalan Energi Petir yang masih menyala dan mendesis-desis, seolah-olah dia sedang memegang bola karet biasa.

Geraldo yang berdiri di seberang sana terbelalak ketakutan. Kakinya gemetar hebat. Dia tahu persis seberapa kuat serangannya tadi. Itu adalah jurus terkuatnya.

Namun bukan saja tidak melukai musuhnya, energinya justru seolah ditangkap begitu saja seperti burung yang terperangkap jaring.

"Kau... apa yang kau lakukan?!" teriak Geraldo histeris.

Kaelen tersenyum. Senyum yang kini terlihat begitu mengerikan di mata para bangsawan itu. Dia mengangkat bola petir itu lebih tinggi, lalu perlahan tangannya mengepal. Energi petir itu bergetar, berteriak, lalu... terserap masuk ke dalam telapak tangan Kaelen tanpa sisa.

[SERAP BERHASIL. ELEMEN PETIR: TINGKAT DASAR 100% — NAIK KE TINGKAT MAHIR.]

[KEMAMPUAN BARU DIPEROLEH: KENDALI LISTRIK, KECEPATAN CAHAYA, SENGATAN MUTLAK.]

"Kau bertanya apa yang aku lakukan?" ucap Kaelen pelan.

Suara Kaelen terdengar jelas ke seluruh penjuru arena karena dibantu oleh Elemen Angin yang dia kendalikan.

"Aku hanya menunjukkan padamu bahwa elemen apa pun, termasuk Petirmu yang kau banggakan itu, pada dasarnya adalah milikku."

Kaelen melangkah maju selangkah. Langkah itu terasa seperti gunung yang bergerak mendekat. Tekanan udara yang luar biasa berat menimpa seluruh panggung membuat Geraldo sulit bernapas hingga jatuh berlutut.

"Kau bilang aku sampah? Kau bilang aku tidak pantas di sini?" Kaelen terus berjalan mendekat. Setiap langkahnya membuat tanah panggung retak perlahan akibat energi yang meluap-luap. "Hari ini, Geraldo. Aku akan buat kau merasakan betapa menyakitkan menjadi debu yang diinjak-injak. Dan kau, Reynald....!"

Kaelen menoleh tajam ke arah tribun kehormatan tempat Reynald duduk. Tatapan mata mereka bertemu lagi, dan kali ini Reynald merasakan keringat dingin mengalir di punggungnya.

Di mata abu-abu Kaelen. Reynald tidak melihat pemuda desa yang lemah. Dia melihat bayangan sosok raksasa kuno yang menguasai segalanya. Sosok yang selama ribuan tahun ini nama dan kekuatannya berusaha mereka hapus dari muka bumi.

"...bersiaplah. Setelah aku selesai dengan anjingmu ini, giliranmulah yang akan merasakan amarah keturunan Voss yang sesungguhnya."

Di panggung itu, di hadapan ribuan saksi mata, legenda baru mulai ditulis. Anak yang dihina. Yang dianggap sampah. Kini berdiri tegak dengan aura kekuasaan yang mutlak. Dan pertempuran ini hanyalah permulaan dari perjalanan panjangnya untuk meruntuhkan kerajaan yang dibangun di atas pengkhianatan, dan mengembalikan takhta yang seharusnya menjadi milik keluarganya.

1
whiteblack✴️
Tekat yang bagus kae
whiteblack✴️
Rasakan tuw setan bayang ...enak tidak balasan Kae
whiteblack✴️
nah gitu dong kae...tekat harus kuat lebih dari baja😌...
whiteblack✴️
lanjutkan kae..
whiteblack✴️
Keren sekali " Mana" kae..
whiteblack✴️
Kae kuharap.. niat kamu baik awal & saat ini untuk Membawa Nama keluarga Vogs bangkit kembali
whiteblack✴️
hey setan bedeba mimpi loe terlalu tinggi😒...Kae akan membalas loe setan bedeba penghianat!!!
whiteblack✴️
hey setan bedeba..loe takut...ayo maju...sampai mana "" kekuatan Mana" mu melawan Kae😌
whiteblack✴️
Ray setan...Rasakan...tuw Kae lebih Unggul 😌...bisa mematahkan kesombonganmu.😌
whiteblack✴️
Hhooorreeew...Selamat ya Kae...💃💃💃🪊🪊🪊
whiteblack✴️
di rayakan dong keberhasilan kae...
whiteblack✴️
wow Kae Keren😌...apa masih membutuhkan yg lain kae
whiteblack✴️
benar sekali kae...tapi ingat...tiap berjuangan pasti ada pengorbanan
whiteblack✴️
good job kae....
whiteblack✴️
perjalanan kae masih berlanjut...tapi tiap moment.. ada kejutan ...eufhoria dag dig dug
whiteblack✴️
wow...keren kae...
whiteblack✴️
suasananya tegang...,Khawatir apa kae berhasil?? aap bisa bikin guru + kawan"nya terkejut??

seperti biasa kakak selalu putus tengah jalan😩...suasananya seru+ kepo tau..../Scream/
whiteblack✴️
wow..kae keren.. tingkat" mananya " tinggi stabil...
whiteblack✴️
itulah nama seorang legendaris di lupakan
whiteblack✴️
keren kae....lanjutkan ya...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!