Sudah genap dua puluh tahun pangeran Syah Hang diungsikan. Kini saatnya dia harus kembali ke Kerjaan untuk mengambil hak tahtanya yang sedang diperbutkan oleh dua saudara tirinya. Yaitu Pangeran Hang Djie dan Hang Tsu anak dari selir ayahnya. Karena keserakahan dari selir Tsu En, pangeran asli pewaris tahta harus terasingkan. Tapi takdir kebaikan akan selalu mencari jalannya. Hingga sampailah di hari pangeran Syah Hang pewaris tahta asli kembali dan mendapatkan tahtanya dan memimpin Kerjaan dengan kebijaksanaan.
Tapi kedua saudara tirinya tidak mau tinggal diam. Keduanya bersekutu untuk menjatuhkan pangeran Syah Hang dari tahtanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anand Mehra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sang Pewaris Kipas 102 part 2
"Sebaiknya gunakan saja senjata anda tuan" pangeran bertopeng memberi saran pada tuan Lau sang pendekar pedang kembar.
"Baiklah tuan bertopeng. Jika tuan juga memiliki senjata gunakanlah" pendekar pedang kembar pun mengambil pedangnya.
"Sayangnya aku hanya memiliki kipas, itupun dicuri oleh orang" pangeran bertopeng terkekeh pelan.
Sejurus kemudian, pendekar pedang kembar kembali menyerang pangeran bertopeng dengan pedangnya. Dan kembali pangeran bertopeng dengan lincahnya menghindar dan balas menyerang dengan tangannya. Pertarungan panjang mereka jalani. Duel yang sangat menghibur ratusan pasang mata yang melihatnya.
Sorakan, teriakan silih berganti mengiringi duel dua pendekar yang terlihat sangat mahir. Dan yang sangat menakjubkan pangeran bertopeng dengan tangan kosongnya kembali mampu menjatuhkan pendekar Lau Liu Bhe sang ahli pedang kembar.
SIIIUUUUUTTTT......
ZAAAPP...... SREEEGHHH.....BLEEETTAAAKK!!
PRAAANG...!!
Kedua pedang kembar pendekar Lau jatuh ke lantai gelanggang panggung.
"Benar-benar pendekar sakti" perdana menteri Dong Zhang dibuat terkesima.
"Ayah.... pendekar bertopeng itu sangat hebat" putri Zhang Haire terlihat sangat antusias memperhatikan pengeran bertopeng.
"Tuan bertopeng, aku mengaku kalah. Anda memang hebat" Lau Liu Bhe pendekar pedang kembar mengakui kehebatan pangeran bertopeng.
Pendekar Lau Liu Bhe memberikan hormat pada pangeran bertopeng. Penghormatan sebagai bentuk pengakuan bahwa dirinya mengaku kalah dari pangeran bertopeng.
Lalu tuan Lau Liu Bhe pun turun dari panggung dengan sekali salto.
"Hidup pendekar bertopeng....!!" teriakan para penonton langsung riuh mengelu-elukan pangeran Syah Hang alias pangeran bertopeng.
"Tuan perdana menteri Dong Zhang, ijinkan aku yang akan menjajal ilmu pendekar bertopeng itu"
Pendekar Xhan langsung melompat dengan ringan ke atas panggung. Tanpa basa-basi pendekar Xhan langsung mengeluarkan kipas sakti 102 hasil curiannya.
"Bersiaplah menerima kekalahan mu pendekar bertopeng!" pendekar Xhan langsung menyerang pangeran bertopeng.
Keduanya pun saling menyerang. Pendekar Xhan memang tidak bisa diremehkan. Dia tangkas dan juga kuat. Kali ini pangeran muda Syah Hang terlihat sedikit keteteran meladeni serangan-serangan dari pendekar Xhan. Beberapa kali pangeran bertopeng terkena pukulan.
Tubuh pangeran bertopeng sempat limbung dan hampir saja roboh. Tapi dengan sigap pangeran bertopeng kembali menguasai dirinya dan balas menyerang dengan lebih gesit.
BEEET....BEEETT.....ZAAAPP.......
WUUUUSSSSHHH.....SREEEGGHHH.......
BLEEETTAAAKK!!! BLAAARRRR.....!!!
Pendekar Xhan terpental hingga nyaris keluar dari atas panggung.
"Energinya sangat besar" pendekar Xhan mengusap ujung bibirnya yang keluar darah merah segar.
"Anda tidak cocok dengan kipas sakti 102 itu tuan Xhan" pangeran bertopeng tersenyum di balik topengnya.
"Bedebah!! Aku belum kalah"
HIIIIAAAATTT...!!!
Pendekar Xhan melompat ke udara dan menghunjam pangeran bertopeng dengan jarum-jarum beracun yang keluar dari sela-sela kipas sakti 102.
WAAASSSHHH......WIIISSSHHHH...... WUUUSSHHH.....
Dengan cekatan pangeran bertopeng menangkap jarum-jarum beracun itu dengan jari-jemarinya. Sejurus kemudian jarum-jarum itu dilemparkannya kembali ke arah pendekar Xhan. Dan...
WAAASSSHHH..... WIIISSSHHHH.....
"Aarrgghhh...!!" pendekar Xhan terjatuh ke lantai gelanggang dengan mengerang kesakitan.
"Ini tidak mungkin" Iblis Shiu mendesis menahan kecemasan melihat kehebatan pangeran bertopeng.
"Hiduuup pendekar bertopeng!!! Hidup kesatria bertopeng!!!" para penonton kembali bersorak sorai menyaksikan aksi pangeran bertopeng mengalahkan pendekar Xhan.
"Kemampuannya diatas seluruh pendekar yang hadir disini" pendekar seruling emas terus saja memperhatikan pangeran bertopeng.
"Aku....belum kalah..." pendekar Xhan berdiri dengan kepayahan.
"Sebaiknya akui saja kekalahanmu tuan Xhan" pangeran bertopeng alias pangeran muda Syah Hang mengulurkan tangannya untuk membantu pendekar Xhan.
"Cuuiiihh .... Aku belum kalah, ayo kita mulai lagi" Pendekar Xhan mengeluarkan jurus andalannya.
"Jurus Kaki baja" ujar pangeran bertopeng dengan tetap tenang.
"Dia sungguh gagah dan hebat" More semakin menggatal melihat kelihaian panglima bertopeng.
"More!!" putri Zhang Haire mendelik dengan sinis ke More.
Aura kecemburuan sudah kentara sekali menyelimuti putri Zhang Haire. Ini kali pertamanya dia dibuat jatuh cinta pada pandang pertama.
"Mari kita liat, sampai dimana kemampuan anda pendekar Xhan" pangeran bertopeng langsung menggebrak dengan pukulan bayangan.
Pendekar Xhan langsung terpental tersungkur ke tanah hingga muntah darah.
"APA?!!" perdana menteri Dong Zhang kembali lagi terperangah.
Badannya terasa dikunci di tempat. Wajahnya pucat pasi karena apa yang terjadi benar-benar diluar dugaannya.
"Dia benar-benar hebat. Dari awal pertandingan pun dia sebenarnya bisa mengalahkan pendekar Xhan. Pendekar bertopeng yang hebat" utusan Ming mata-mata menteri Yank Haq menyaksikan kehebatan pangeran bertopeng dari tribun tamu undangan Istana Dong Zhang.
"Katakan, siapa anda sebenarnya?" pendekar Xhan meringis menahan sakit di sekujur tubuhnya.
"Aku adalah pangeran bertopeng dari lembah damai"
"Perguruan lembah damai? Ketua Putih?"
Pangeran Syah Hang alias pangeran bertopeng mengangguk pelan.
"Ketua Putih adalah ayahku" katanya dengan suara yang jelas.
Mata pendekar Xhan membulat penuh. Dia sangat terkejut mendengarnya.
"Pantas....pantas saja jurus dasar yang anda gunakan adalah jurus perguruan lembah damai. Tapi energi anda sangat kuat dan garang" pendekar Xhan berdiri dengan setengah limbung.
"Pendekar bertopeng itu benar-benar hebat" putri Zhang Haire berdiri dari duduknya.
"Apa aku boleh menjajalnya ayah?" putri Zhang Haire langsung melompat ke panggung.
"Zhang Haire!!"
Perdana menteri Dong Zhang ikut melompat turun ke panggung pertandingan. Tak akan dibiarkannya putri semata wayangnya itu untuk berbuat konyol.
"Tuan perdana menteri Dong Zhang" pangeran bertopeng memberi salam.
"Anda sangat hebat tuan bertopeng" balas perdana menteri Dong Zhang.
"Tuan bertopeng, izinkan aku menjajal kehebatan anda" putri Zhang Haire langsung menyerang pangeran Syah Hang.
"Zhang Haire!!"
Perdana menteri Dong Zhang langsung menarik tangan putrinya itu.
"Lepaskan ayah" putri Zhang Haire malah menyerang perdana menteri Dong Zhang.
Dengan cepat pangeran bertopeng melerai putri Zhang Haire. Pangeran muda Syah Hang memposisikan diri tepat di tengah-tengah putri Zhang Haire dan perdana menteri Dong Zhang. Tangan putri Zhang Haire menghantam dada dari pangeran Syah Hang.
BLAAARRRR....!!
Putri Zhang Haire pun terpental hingga hampir saja terlempar dari panggung. Bersamaan dengan itu, pangeran bertopeng dengan cepat menahan tubuh putri Zhang Haire agar tetap berada diatas panggung.
"Terima kasih tuan bertopeng" perdana menteri Dong Zhang langsung memberi hormat tanda terima kasih pada pangeran Syah Hang.
"Berhati-hatilah tuan putri" lalu pangeran Syah Hang melepaskan pegangan tangannya di pinggang putri Zhang Haire .
"Haire..! jangan buat ayahmu malu"
Sorot mata perdana menteri Dong Zhang terlihat sangat nanar. Ada kemarahan yang ditahannya. Putri Zhang Haire pun hanya diam. Lalu ia segera kembali ke tribun aula istana.
"Maafkan putriku tuan bertopeng"
"Jadi sekarang aku boleh meminta hadiahnya?"
Tanpa basa-basi pangeran bertopeng alias pangeran Syah Hang meminta hadiah sayembara yang dijanjikan oleh perdana menteri.
Pendekar Xhan yang masih berada disana pun terkejut mendengar perkataan pangeran bertopeng.
"Aku pasti akan tepati janjiku tuan. Tapi sayembara ini belum selesai" perdana menteri Dong Zhang menoleh ke arah tribun dimana pendekar Wang Wei berdiri.
"Ayah pasti akan mengadu kak Wei dengan pendekar bertopeng itu" ujar putri Zhang Haire dengan tatapan sinis ke Wang Wei pendekar Golok Kembar.