NovelToon NovelToon
Love Scandal 2

Love Scandal 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan Tentara
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Seorang gadis polos kehilangan harta warisannya akibat kelicikan saudara tiri, ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari keluarga perwira tinggi, namun pria tersebut pergi di hari pernikahan hingga akhirnya adik pria tersebut yang notabene seorang duda harus menyelamatkan nama besar keluarga dengan menyembunyikan identitas aslinya. Ayah gadis itu pun seorang tentara tapi seolah tak pernah menyayanginya.

Saat tau kabar kabur tentang identitas pria tersebut. Ibu tiri gadis itu menyesal dan iri setengah mati.

Kesakitan yang di alami gadis itu membuatnya trauma hingga sangat waspada dan sulit percaya. Kini pria tersebut harus berjuang sekuat tenaga untuk menembus tembok pertahanan hati istrinya yang selalu berpura-pura di balik tingkah randomnya, padahal ia tidak tau.. siapa pria yang bersamanya saat ini.

SKIP bagi yang tidak tahan dengan KONFLIK.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

13. Ku akui, tidak mudah mendidikmu..!!

Air dingin membasahi sekujur tubuh Bang Reigar. Panas yang tadinya menyesakann dada hingga kepalanya, kini perlahan terhempas, tergantikan oleh rasa dingin yang menusuk hingga ke tulang. Tapi gejolak di dalam dada terasa begitu kuat. Setiap kata yang baru saja terlepas dari mulut Jilly, setiap penolakan, masih bergaung jelas di telinganya, tajam dan menyayat hati.

Jemarinya mengepal kuat. Ada rasa yang sulit tersampaikan. Sekelebat ingatan masa lalunya tentang Reina terasa begitu menyiksa. Harga dirinya terinjak, wajahnya tertampar keras melihat Reina memadu cinta di kamar pribadinya bersama ajudannya sendiri.

Kini ia kembali tidak kuasa menahan perasaan pada seorang gadis yang baru saja di lihatnya kemudian di nikahnya.

Bang Reigar menyandarkan kedua tangannya ke dinding keramik yang basah, kepalanya tertunduk lemas. Di balik gemericik air, terdengar suara lirih dari bisik hatinya yang sedang bergelut pada nasibnya, pada Tuhan, dan pada apa yang ia rasakan saat ini.

'Apa ini, Tuhan??? Apakah Kau salah mengirim jodoh?? Kenapa Kau mendekatkan ku dengan gadis yang begitu polos. Jika aku salah mendidiknya, apa aku akan melihat Reina kedua, di depan mataku??'

Tubuhnya serasa lemas, mungkin juga karena rasa lelah dan penuhnya beban pikiran membuatnya seakan kehilangan energi.

"Apa kau kira Abang tidak paham situasinya, Dek???"

Bang Reigar bergumam pelan, matanya kembali terpejam rapat.

'Abang sangat sadar. Sangat sangat sadar, Abang adalah suami yang kau paksa di matamu. Abang sadar kamu menikahi Abang karena terjepit keadaan dan takut kehilangan segalanya. Abang sadar hatimu masih tertutup rapat, bahkan mungkin tak pernah sekalipun kamu berniat membukanya untukku karena pernikahan kita adalah sebuah perjodohan.. Ada bisnis nenek moyang di dalamnya.'

Jika dulu ia sangat marah melihat Reina memberikan tu*uh tel****ngnya pada sembarang pria hingga mengandung anak dari pria lain, tapi ia harus mengakui bahwa melihat Jilly di lecehkan rasanya ribuan kali jauh lebih sakit, tubuhnya kembali bergetar tak sanggup membayangkan Jilly di sentuh pria lain.

Perlahan ia membuka matanya. Terukir senyum licik di balik rasa yang penuh kepahitan.

***

Sejak kejadian semalam, belum ada sapa dari Bang Reigar ataupun Jilly. Paling hanya sekedar kode kecil dari Bang Reigar yang mengajak istrinya itu untuk sholat subuh.

Sekitar pukul sepuluh pagi, rumah Bang Reigar masih ramai dengan para anggota yang membantu 'membereskan kekisruhan' di rumahnya.

"Ada apa?? Banyak asap rokok disini." Tau sang istri sedang menghampirinya, Bang Reigar mengibaskan asap rokok.

"Jilly nggak suka vas bunga itu ada disana.... Bang." Ucap Jilly lirih.

Mendengar sapaan yang kini mulai berbeda, Bang Reigar tersenyum tipis kemudian menelannya kembali.

Jilly tau, ia hanya bisa menentukan apa yang ia inginkan untuk penataan rumahnya, tapi untuk arahan selanjutnya tentu suaminya yang mengambil alih.

"Garo.. Tolong kau angkat vas bunga itu dan letakan di sudut kosong, di antara kedua sofa..!!" Perintah Bang Reigar pada Prada Garo.

Dengan sedikit arahan dari pemilik kuasa, vas tersebut sudah berpindah posisi. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, pekerjaan 'pria' memang sudah selesai. Kini dirinya hanya tinggal menata sisa interior rumah yang belum terselesaikan.

"Kamu masuk, dek. Jangan disini, Abang merokok." Kata Bang Reigar mengarahkan Jilly.

Jilly mundur tanpa banyak kata. Dari sikap dingin Bang Reigar, ia tau suaminya itu masih marah.

"Abang masih marah??" Tanya Jilly pelan.

"Nggak." Jawab Bang Reigar karena memang emosinya sudah sedikit lebih mereda.

"Ijin, Danton.. Pipanya memang sudah retak. Tidak bisa di pakai lagi. Hmmm......." Pratu Alfred seakan ragu untuk melanjutkan ucapannya lagi.

Bang Reigar memberi kode mata agar Jilly masuk ke dalam kamar. Jilly paham dan menjauh dari ruang tamu.

"Kenapa??" Bang Reigar kembali menyulut batang rokok yang baru.

"Ijin.. Mesin pompanya juga ada tanda terbakar, pipa terinjak. Danton memakai pompa khusus yang harus di datangkan dari Jawa. Kemungkinan sekitar dua minggu pengiriman, paling cepat satu minggu kalau ada transit atau nge-round pesawat angkut, Danton." Jawab Pratu Alfred yang dulu pernah menjadi ajudannya.

Bang Reigar menuju belakang rumahnya. "Lama juga ya. Istri saya manusia setengah ikan, suka mandi tapi nggak bisa renang." Bang Reigar berkacak pinggang menatap tembok pembatas antara hutan belakang, kantor Batalyon dan rumah dinasnya. Ia mencari akal agar air bisa sampai ke rumahnya.

"Siap. Ada tangki, Danton."

Asap rokok masih menguar menemani pikiran Bang Reigar yang sedang berputar. Ia melihat tangki air berkapasitas besar di rumahnya.

"Kalau beli air, kualitasnya bersih atau tidak?? Perempuan harus bersih. Lagipula istri saya nggak bisa pakai sembarang air." Gumamnya masih mempertimbangkan banyak hal.

"Haah.. Ohh.." Pratu Alfred memilih diam dan tidak membahasnya lagi.

"Memangnya istrimu, mandi lumpur pun tidak gatal." Sindir Bang Reigar yang sesekali masih kesal saat mengingat masa lalunya tapi tidak sesakit apa yang dirasakannya dulu.

Pratu Alfred juga tidak bisa menjawab karena dulu ia pun tidak bisa menahan diri saat berdekatan dengan istri Dantonnya itu.

Untuk beberapa saat Bang Reigar mondar-mandir memikirkan cara terbaik.

"Danu, kau beli air galon yang langsung dari mata air pegunungan. Saya pakai setengah tangky air apa saja nggak apa lah. Selama pompa air belum datang. Tugasmu atur pengiriman air. Dan tugasmu Garo.. Bongkar tembok, dan buat sungainya mengaliri belakang rumah saya. Mengerti??"

"Siap."

"Kerjakan..!!" Perintah Bang Reigar.

Tidak ada yang berani menyentuh aturan tugas dari Bang Reigar. Selain karena Batalyon sedang fakultatif beberapa hari ini, Letnan satu senior itu akan naik jabatan menjadi Danki, berpangkat Kapten.

Bang Reigar menggeleng, tak bisa di pungkiri, semua kekacauan ini juga berawal dari istrinya yang sok tau. Kemudian tak sengaja matanya melihat bor nya yang tergeletak sembarangan di samping kamar mandi.

"Danuuuuu.. Singkirkan benda itu jauh dari istri saya. Saya tidak mau ada 'mainan' milik saya jatuh di tangannya." Kata Bang Reigar.

"Siap.. Ijin.. Tapi ibu bawa gerinda ke dalam kamar." Jawab Prada Danu.

"Haaaaahh?????"

nnggggggiigggg... Bbbrrrrrrrtt...

"Aaaawwwwwwwhhhhh"

"Astaghfirullah hal adzim.. Lailaha ilallah.. Apa lagi ini??????" Bang Reigar berjalan cepat menuju kamarnya sambil menyentil sisa puntung rokoknya keluar rumah.

"Bang.. Gerindanya gerak sendiri." Teriak Jilly panik.

"Allahu akbar, Deek..!!!!!"

braaaakk..

Kaki-kaki ranjang pun patah, ranjang hampir menimpa Jilly, mata gerinda sudah mengarah pada istrinya itu.

Tangan Bang Reigar cepat menyambar stop contact. Mata Bang Reigar membulat besar melihat tingkah istri kecilnya yang di luar nalar.

"Sebenarnya apa yang mau kamu buat???????" Bentak Bang Reigar, tangannya mengepal kuat tapi wajahnya sudah teramat pucat.

"Cuma mau potong kaki tempat tidur, Jill takut lihat kolong tempat tidur. Takut ada setan, memangnya Abang nggak takut."

Bang Reigar menarik nafas lalu membuangnya perlahan. Darahnya berdesir tak karuan. Ia mengusap dadanya berdebar kencang, jantungnya juga berdenyut cepat. Ia membantu Jilly yang berdiri dengan wajah lugunya. "Daripada setan, Abang lebih takut kamu.. KAMU..!!!! Kamu pengen buat suamimu mati muda???? Nggak kuat jantung Abang, dek."

"Jill hanya bantu Abang."

Emosi Bang Reigar naik turun, Letnan garang itu mengigit kecil hidung istri kecilnya karena terlalu gemas. "Kalau mau bantu, Diam..!!!! Diaam dan tenang..!!! Apa kamu kurang sibuk menghabiskan satu karung camilan yang Abang belikan???" Tunjuk Bang Reigar pada satu karung camilan di sudut dinding yang ia beli di koperasi tadi pagi.

"Nggak ada bakso???" Tanya Jilly.

"Okee.. Garooo..!!! Ini, kamu DP baksonya Pak Kumis..!!" Perintah Bang Reigar sambil mengambil uang dari dompetnya. "Datangkan Pak Kumis sekalian sama gerobaknya..!!!!!! kerjakan.. Sekarang..!!!!!"

"Siap, Danton."

Bang Reigar mengambil gerinda yang tergeletak di lantai. "Sekali lagi kau berani lancang, Abang banting betul kau di tempat tidur..!! Abang buat kau kapok sampai mual" Ancam Bang Reigar. Ia menyerahkan gerinda itu pada Prada Danu lalu menelan dua butir obat dan meneguk air minum tepat di samping tempat tidur mereka.

.

.

.

.

1
Tanti
suka deh....mba Nara pst suka bikin teka teki...👍👍👍makin tambah penasaran
dyah EkaPratiwi
apa benar anak papa rinto
Tanti
Reina...reina...tobato yoooo
Bang Huda sabar yaaa...
Tanti
weesss no coment bang🤭🤭
Maysuri
bang huda..... 💪💪💪
Maysuri
hhhhhhhhhh
dyah EkaPratiwi
nggak bener ini reina udahlah bang Huda di kasih lampu hijau tu
Ana
Mantap kali Maju bang Huda semoga dapat perempuab yg baik😄

bang rakit semoga kau juga dapa wanita yg sholeha..amin🙏

dosa klo cinta sm istri abang sendiri🙏
Maysuri
🤣🤣
Tanti
sabar Bang....harap dimaklumi🤭🤭
dyah EkaPratiwi
salah mu sendiri bang reigar, ngerjain istri
Tanti
Dirimu Jiiilll TV segede gaban dipsg dikamar....g bs bayangin itu kamarnya segede apa itu mba Nara???blm prnh bertamu di asrama, mskpn rmhq deket asrama🤭🤭😄
Tanti
Bang Reigar: "apa sih yang nggak buat kamu Jill..."/Kiss/
Jilly : ( pipi udah semerah tomat) 🤣🤣🤣🤣🤣
bayangke sambil ngekekkk/Kiss//Kiss/
Tanti
Mantapp Bang Reigarrr...tnyt dy jg seorang sultan🤭
lanjt mba Nara👍👍👍
dyah EkaPratiwi
🤣🤣 love sekebon bang reigar 😍😍
Maysuri
jill ...tenang saja,masalah pasti terselesaikan,percaya deh am suamimu pasti akan aman dan terkendali....semangat💪💪
dyah EkaPratiwi
semangat Jill percaya sama bang reigar
Esti 523
mancap guliccap ka,abang ganteng gentle bgt aq suja aq suka
Tanti
kok kamu sensi banget sih Jill??🤭🤭
kyknya ada tanda-tanda nih dr Jill... ati² ya Bang Reigar🤭🤭🤭
dyah EkaPratiwi
🤣 semangat bang reigar 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!