Kehidupan setiap orang tidak sama, jodoh, maut rezeki. Semua orang mendapatkan kadar yang berbeda.
Syaren, terpaksa menikah dengan Dimas, demi melindungi kakaknya, Yumna. Dia tahu, pernikahan ini bukan hal yang indah, Dimas hanya menginginkanya, hanya untuk bersenang-senang.
Bagaimana nasib Syaren? Apakah dia bisa menua bersama Dimas? Atau garis kehidupannya mengujinya lebih kejam lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13. Strategi
Jika orang lain menusuk satu jarum pada kita rasanya hanya satu kali tusukan. Bila keluarga sendiri menusuk satu jarum rasa sakitnya seperti sepukuh kali tusukkan. Namun bila orang yg kita cinta menusuk satu jarum, rasa sakitnya, seperti tertusuk seribu jarum.
Begitu juga rasa bahagia, berlipat kali ganda juga, jika di dapat dari orang terkasih.
******
Syaren sangat sakit hati, atas tuduhan Andrey padanya. Andrey sama sekali tidak percaya padanya. Pikiran Syaren melayang entah kemana.
Ucapan Andrey yang begitu kasar, membuat rasa cintanya pada Andrey pudar. Dirinya tengah sakit, bukan memberi semangat, atau memahami keadaannya, Andrey malah menorehkan luka baru di hatinya. Mengucapkan kata-kata yang amat memilukan.
...
Aura ketegangan nampak di lantai ter atas Gedung Wisma Carporation Group. Setelah mendengar laporan Joan.
Siapa lagi?? Kalau bukan laki-laki gila, yang sangat menginginkan kemolekan tubuh Syaren.
"Pokoknya kamu harus pastikan dia tidak kenapa kenapa!" Bentak Dimas.
"Sabar Pak, saya akan mengirim utusan untuk menjenguk Syaren," sahut Joan.
"Kenapa bukan kita yang menjenguk!!"
"Pak ... siapa kita bagi dia? Apa Pak bos ingin menampakan kebodohan di depan gadis itu?"
"Akkrgghhhh! Jangan sampai gadis itu mati, sebelum aku menikmatinya."
"Pak aku mohon tenang, aku akan utus seseorang yang membawa Camera agar bapak juga bisa melihatnya."
Dimas begitu berambisi untuk memiliki gadis itu, aku khawatir, gadis itu akan di siksa Dimas, untuk melampiaskan rasa sakit hatinya, karena gadis itu sekilas seperti Mey. Semoga saja tidak, kulihat, dia gadis yang istimewa. Joan bergumam dalam hati.
"Bagus! Cepat lakukan!!" Seru Dimas.
"Siap pak, utusan kita masih dalam perjalanan Pak!"
*****
Di rumah sakit.
Seorang wanita cantik berjalan santai menyusuri lorong rumah sakit, terlihat sangat anggun dengan setelan kerjanya, di tangannya nampak membawa bingkisan. Ia berhenti di suatu ruangan, lalu mengetuk pintu.
Pintu terbuka, seorang wanita yang sudah berumur membukakan pintu.
"Siapa bi Anik?" suara wanita dari dalam bertanya.
"Enda tau non ...." sahut Anik. Anik langsung mempersilakan wanita itu masuk.
"Maaf, selamat pagi semua, saya Ramona, panggil Mona. Saya penanggung jawab pegawai baru di Wisma Corporation Group." Mona memberikan bingisan yang ia bawa pada pembantu Syaren.
"Oh, maaf ... saya tidak tahu, silakan duduk bu," jawab Syaren.
Wanita itu fokus mendengari intruksi dari earphone yang teroasang di telinganya, meletakkan tas yang tertancap mini camera, sesuai arahan dari earphone yang dia dengari.
****
Wisma Corporation Group.
"Pak! Sudah terhubung!" seru Joan
Dimas segera duduk di depan komputernya. Nampak wajah Syaren sangat pucat. Jari-jemari Dimas membelai layar yang menampakkan wajah Syaren. Ia sungguh tak sabar untuk menjadikan wanita ini pelampiasan Nafsu, juga mainannya.
Sedang Joan terus berpikir, untuk menjebak Syaren, agar bisa menjadi milik bosnya.
****
Di Rumah sakit.
Mona sibuk dengan catatannya, Syaren terus memandangi wanita yang sibuk menulis itu.
"Maaf, dari mana anda tahu saya sakit?" Tanya Syaren ke Mona.
"Oh, tadi pagi ada seorang laki-laki datang ke kantor, dia meminta izin atas nama anda, katanya anda pegawai yang baru diterima kemarin. Walaupun anda baru bekerja, namun perusahaan harus memberi kebijakan, jika memang benar anda di rawat di rumah sakit, sebab itu juga saya ada di sini, saya di utus perusahaan untuk mengecek langsung." Jawab Mona.
"Terima kasih," ucap Syaren lirih.
Mona nampak sibuk, dia terus menulis.
"Anda sakit apa nona?" Tanya Mona.
"Maag, tadi malam maag saya kambuh bu."
"Hemm okey, apakah anda keberatan saya menulis laporan di sini?" tanya Mona.
"Oh tentu tidak, lakukan tugas anda bu." sahut Syaren.
"Pagi ...." suara Reyhan mengejutkan semuanya. Reyhan datang bersama Ainah, mereka membawa banyak barang.
Mona berdiri dan memperkenalkan dirinya pada Reyhan. Reyhan menyambut uluran tangan Mona, dan mengenalkan dirinya
Mona pun kembali duduk dan sibuk menulis.
Reyhan mendekati Syaren, ia duduk di samping Syaren. Syaren merebahkan dirinya di pelukan kakanya. Reyhan tersenyum dan menyambut kemauan Syaren, dia menciumi pucuk kepala Syaren.
""""
Wisma Corporation Group.
Wajah Dimas tampak memerah, menahan marah, target incarannya begitu nyaman bersandar di tubuh laki-laki lain.
"Siapa dia!!" Teriak Dimas.
"Itu kakaknya, namanya Reyhan, dia seorang petani modern," Joan menyebutkan data-data Reyhan.
Dimas kembali tenang, dia memandangi layar itu kembali.
*****
Di rumah sakit.
"Silahkan diminum," Ainah menyuguhi Mona minuman.
Mona tersenyum, sambil menerima gelas yang di suguhkan padanya, Mona minum dengan santai, sambil mengulur waktu.
karena tak ada intruksi dari yang mengutusnya untuk keluar dari kamar itu.
"Boleh saya menjelaskan tentang pekerjaan nona nanti?" kata Mona.
"Tapi adik saya belum dapat bekerja waktu dekat ini," sahut Reyhan.
"Iya saya tahu,.saya hanya menjelaskan tentang pekerjaannya nanti," seru Mona
"Silakan bu," Syaren menyela pembicaraan Reyhan dan Mona.
Mona mulai menceritakan apa saja tugas Syaren. Syaren dan Reyhan begitu fokus menyimak penjelasan Mona.
"Bagaimana, apa anda mengerti?" Tanya Mona.
"Saya mengerti," sahut Syaren.
Ramona mendengari perintah dari earphonenya, kalau tugasnya selesai.
"Tugas saya sudah selesai, saya harus kembali ke kantor, semoga cepat sembuh nona Syaren," Kata Mona.
"Terima kasih," sahut Syaren.
Mona bersalaman dengan semua orang, dia segera pamit dari kamar Syaren.
"Wisma Corporation memang luar biasa, pantas Yumna betah kerja di sana," Reyhan berguman.
***
Di Gedung Wisma Corporation.
"Joan, bagaimana caranya menyeret wanita itu ke pelukanku? Dia bukan wanita sembarangan, uang ku tak akan ia terima, mengingat siapa dia." Lirih Dimas.
"Saya akan menyusun strategi terbaik bos, semoga bos bisa menunggu sebentar lagi"sahut Joan.
Salah satu strategi adalah, melarang pekerja baru berbicara dengan para pekerja lain kecuali masalah kantor. Hal ini ia atur, untuk membatasi Andrey, agar tidak bisa mendekati Syaren.
gampil bingittt