NovelToon NovelToon
Lord Of The Void

Lord Of The Void

Status: sedang berlangsung
Genre:Iblis / Action / Fantasi
Popularitas:281
Nilai: 5
Nama Author: Pendeta Merah

Ren Abraham, seorang anak laki-laki yatim piatu bertekad untuk menjadi kuat setelah desanya di hancurkan oleh para penyembah iblis.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pendeta Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bilah Aura

Malam hari.

Ren duduk di depan meja makan yang di atasnya terdapat makanan sederhana namun mengenyangkan, nasi putih dengan tambahan sosis, kacang-kacangan, dan ikan yang sudah di potong-potong.

Suasana di ruang makan penginapan mirip dengan bar, di depan semua orang terdapat meja tinggi dengan seorang gadis di belakang.

Gadis tersebut memiliki wajah yang lembut dan sedikit bulat, dia terlihat hangat dan lemah lembut, namanya Lottie, putri nyonya Smir.

Seorang pria paruh baya masuk kedalam ruang makan, saat dia melihat Ren, anak laki-laki yang tidak pernah dia lihat sebelumnya, dia dengan cepat menghampirinya.

" Hei teman, ini pertama kalinya aku melihatmu disini, apa kau penginap baru? "

Pria tersebut memiliki tubuh yang kurus dan wajah biasa dengan tulang pipi menonjol, rambut hitamnya sangat acak-acakan.

" Ya, aku datang sore ini "

" Begitu ya... namaku Johan, dan kau? "

" Ren Abraham "

Johan tersenyum" Nama yang bagus, karena kau baru disini, sebagai senior aku akan mengajarkan beberapa hal yang perlu diperhatikan di area sekitar sini "

Pendapat pertama Ren tentang Johan adalah orang yang mudah akrab dengan orang lain, dia juga mahir dalam berkomunikasi yang membuatnya terlihat seperti pekerja yang sering berkomunikasi dengan seseorang.

Tapi melihat penampilannya, seperti Johan bekerja pekerjaan yang berat, tubuhnya kekurangan gizi.

" Apa itu? "

Karena Ren penasaran dengan hal itu jadi dia memilih untuk mendengarkan Johan sebentar.

Johan melihat sekeliling seolah sedang mewaspadai sesuatu" Apa kau tahu tentang geng Hunting Dog? "

" Tidak "

" Hah...apa ini pertama kalinya kau datang ke kota ini? "

" Tidak juga, ini kali keduaku tapi saat yang pertama aku hanya mampir sebentar sebelum akhirnya pergi "

" Aku mengerti, patas saja "

" Geng Hunting Dog adalah geng kriminal yang berkuasa di area ini, di kota bagian selatan "

Ren menyipitkan matanya, dia heran kenapa kelompok kriminal ini masih belum di basmi oleh para kesatria.

" Mereka sangat kuat, katanya mereka memiliki dukungan seorang bangsawan dan orang-orang kaya, pekerjaan utama mereka adalah pembunuhan, penculikan, pemerasan, dan kekerasan lainnya "

" Mereka akan membunuh siapapun yang menggangu pendukung mereka, itulah kenapa mereka menamai diri mereka Hunting Dog "

Johan menghela nafas panjang" Dulu pernah ada orang disini yang mencoba melawan mereka, dia adalah seorang petualang muda yang penuh dengan energi, saat dia pergi untuk menemui geng Hunting Dog, dia tidak lagi kembali ke penginapan ini "

" Setahun berlalu, aku menemukannya di dekat pasar kota bagian Utara, dia menjadi budak seks "

"..."

" Sungguh gadis yang malang..."

" Ah bukan, dia seorang laki-laki, dia menjadi pelayan malam para pria yang memiliki selera miring "

Ren tidak bisa berkata-kata, nasip orang itu sungguh sangat sial, jika dia masih hidup, Ren berharap agar dia mendapatkan kebebasan, jika sudah meninggal, Ren berharap dia akan mendapatkan ketenangan.

" Apa hanya itu saja yang harus di perhatikan di daerah ini? "

" Tidak, ada geng lainnya tapi mereka tidak seberbahaya Hunting Dog "

" Lalu bagaimana dengan daerah utara? "

Johan menggelengkan kepalanya dengan wajah sedih" Disana juga sama berbahayanya dengan daerah ini, disana di kuasai oleh geng bernama Red Viper "

" Mereka adalah sekelompok pria aneh yang suka berpenampilan seperti perempuan, mereka menyukai para laki-laki yang memiliki penampilan menarik..."

Setelah mengatakan itu, Johan menatap Ren dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"...Kau mungkin menjadi salah satu favorit mereka "

"..."

Jika mereka datang, Ren bersumpah jika dia akan menebas leher mereka jika berani melakukan sesuatu yang aneh, dia lebih baik mati daripada berhubungan dengan mereka.

" Kenapa para kesatria tidak menangkap mereka, apa karena mereka memiliki dukungan seorang bangsawan? "

" Itu juga salah satu alasannya, yang lain adalah karena memiliki banyak Mage yang hebat, kau tahu, orang yang bisa mengeluarkan api dari mulutnya tidak bisa di lawan oleh orang biasa "

" Meskipun ada kesatria sihir? "

" Ya, entah kenapa kesatria sihir berakhir kalah dengan Mage yang bergabung dengan kedua geng itu "

Meskipun semua orang memiliki inti sihir, tidak semua orang bisa menjadi Mage, itu karena kesulitan untuk mengubah inti sihir menjadi Akar Sihir, singkatnya ini masalah bakat.

" Kau banyak tahu tentang daerah ini ya Johan "

" Itu karena aku adalah pemulung, aku harus tahu dimana tempat yang aman untuk mengambil rongsokan "

" Aku mengerti "

Johan sama sekali tidak malu dengan pekerjaannya, mungkin karena dia sudah terbiasa.

" Oh iya, apa kau sibuk malam ini Ren? "

" Tidak, kenapa memangnya? "

Senyuman terbentuk di wajah Johan, itu adalah senyuman nakal.

" Ingin pergi bersama ke rumah bordil, hari ini Dalia, wanita tercantik di kota ini akan tampil dengan tariannya yang luar biasa "

Ren terdiam, bisa tidak berhenti membahas tentang porno, telingaku sakit mendengarnya.

" Tidak, terimakasih "

" Yah membosankan, sebagai anak muda kau seharusnya menikmati masa mudamu dengan kecantikan "

' Dan sebagai pria dewasa kau seharusnya sadar dengan usia dan situasimu! '

••• ••• ••• •••

Pagi hari.

Ren terbangun karena mendengar keributan di kamar sebelah, itu adalah pertengkaran suami istri yang tinggal disana, menurut Johan,pasangan ini memang sering bertengkar, hal ini di sebabkan mereka menikah di usia yang masih belum cukup muda.

Si suami yang masih muda gagal dalam pekerjaannya, menyebabkan sang istri marah setiap hari karena tidak memiliki uang.

" Hahh..."

Ren berdiri lalu mengambil handuk, dia keluar dari kamar lalu pergi ke kamar mandi setelah mengunci pintu.

' Entah itu disini ataupun asrama, keduanya sama-sama berisik dengan cara yang berbeda '

Setibanya di kamar mandi laki-laki yang ada di lantai 1, dia melihat banyak orang sedang mengantri disana, sepertinya metode bangun lebih awal tidak berguna di tempat ini, banyak orang yang bangun pagi untuk pergi bekerja.

'....Dan sama-sama mengantri untuk mandi '

Ren tidak melihat Johan, karena dia adalah seorang pemulung, besar kemungkinan dia mulai bekerja pada siang hari, atau dia sedang tidur di kamarnya sekarang.

Setelah mengantri selama dua puluh menit, Ren akhirnya bisa masuk ke dalam kamar mandi, di dalam dia mengutuk karena seberapa bau tempat itu.

Selesai mandi, Ren kembali ke kamarnya, mengambil kemeja putih dan celana hitam, setelah memakainya dia membuka jendela untuk melihat situasi di luar penginapan.

' Kemungkinan besar Efil datang setelah waktu sarapan pagi, aku masih memiliki waktu untuk mencoba apa yang aku pikirkan saat itu '

Ren mengeluarkan Oblivion dari lemari, membuka kain yang menutupinya, lalu turun untuk keluar dari penginapan, tujuannya adalah halaman depan penginapan.

Di bawah, Ren bertemu dengan nyonya Smir yang sedang menyapu halaman.

" Oh Ren kecil, kau membawa sesuatu yang menarik disana "

" Seseorang setidaknya harus memiliki sedikit pertahanan untuk tetap hidup di dunia ini "

" Ya, kau benar, sihir memang hebat tapi itu bukanlah segalanya, pedang masih bisa di gunakan untuk menakut-nakuti anjing "

Ren menunjuk halaman di samping" Apa boleh aku berlatih disana? "

" Ya, gunakan sesukamu "

Setelah mendapat izin dari nyonya Smir, Ren pergi ke halaman bagian kiri penginapan.

Ren memegang Oblivion lalu mengalirkan Auranya, setelah itu dia berhenti dan langsung mengayunkan Oblivion dengan ringan.

Aura yang alirannya terputus itu melayang di udara karena gaya inersia sebelum akhirnya menghilang, melihat hal itu membuat Ren tersenyum, jika idenya ini berhasil, dia akan mendapatkan serangan jarak jauh, sesuatu yang sangat di dambakan oleh Warior yang bertarung jarak dekat.

" Seperti yang kupikirkan, jika aku menyamakan Aura dengan air, dengan sedikit kontrol, aku bisa menggunakan gaya inersia untuk membuat Aura lepas dari pedang dan terbang di udara! "

Ren mengalirkan Aura sekali lagi, kali ini dia mengontrol Aura yang menyelimuti Oblivion menjadi setipis mungkin, dan terbentuk dengan sempurna, setelah itu dia dengan ringan mengayunkannya.

Aura berbentuk bilah melesat di udara sebelum menghilang, Ren tersenyum, dia akhirnya berhasil membuat serangan jarak jauh menggunakan Aura, meskipun masih belum sempurna karena sangat lemah dan hanya menjangkau jarak yang sangat dekat, Ren tetap senang.

' Karena berasal dari Aura dan bentuknya mirip bilah tajam, aku akan menyebutnya Bilah Aura! '

Selain mendapatkan teknik serangan jarak jauh, hal ini juga membantu Ren dalam mengontrol Aura, dia harus mengisi dan melepas di saat yang tepat.

Setelah itu, Ren terus berlatih untuk menyempurnakan teknik barunya, teknik Bilah Aura, sampai waktu sarapan pagi tiba.

Di ruang makan, Ren duduk bersama Johan, kali ini pria itu memakai pakaian yang membuatnya lebih mudah bergerak.

" Aku dengar jika pedangmu bisa mengeluarkan cahaya biru, apa kau seorang Mage? "

Ren sudah menduga jika akan ada satu atau dua orang yang melihatnya berlatih, aneh jika tidak yang melihatnya berlatih di halaman depan, tempat dimana orang-orang lewat.

" Seperti itulah "

Karena tidak ingin menjelaskan panjang lebar, Ren memutuskan untuk menjadi Mage gadungan.

" Seperti yang kuduga..."

Johan menunjuk dirinya sendiri dengan senyuman lebar" Lihat aku, apa aku memiliki bakat untuk menjadi Mage? "

"..."

" Entahlah, aku masih sangat pemula dan belum bisa melihat bakat di dalam diri orang lain "

" Begitu ya..."

Melihat wajah sedih Johan, Ren merasa kasihan padanya, malangnya dirimu karena bertanya pada Mage palsu sepertiku.

" Apa memang tidak ada cara untuk menggunakan sihir? "

Ren berhenti memakan makanannya, dia melihat sekeliling lalu berkata dengan suara rendah.

" Sebenarnya ada jika itu hanya untuk menggunakan mantra tingkat rendah "

" Apa, benarkah? "

" Ya, caranya adalah dengan menggambar lingkaran sihir secara manual dengan tangan, setelah itu menyebutkan nama mantranya untuk mengaktifkannya "

Karena teknik ini hanya bisa di gunakan untuk sihir dasar, jadi Ren berpikir tidak masalah untuk memberi tahunya pada Johan.

Selain itu, teknik ini membutuhkan bakat menggambar, pengetahuan tentang bahasa Hersia kuno dan simbol, melihat situasi Johan, sangat sulit baginya untuk bisa menggunakan sihir dengan teknik gambar.

Nyonya Smir masuk ke ruang makan dan memanggil Ren.

" Ren kecil, pemandu kecilmu sudah datang "

" Aku mengerti, terimakasih karena sudah memberi tahuku "

Mengetahui Efil sudah datang, Ren mempercepat mengunyah makanannya, dia tidak ingin membuat seorang gadis kecil menunggu.

Di luar, Ren melihat Efil, pakaian yang dia pakai sama dengan yang kemarin.

" Kamu benar-benar datang? "

Efil tersenyum bangga" Sebagai gadis yang baik, aku tidak akan melakukan sesuatu yang merugikan orang lain, selain itu, kakak sudah berbaik hati memberiku pekerjaan "

' Kakak... sungguh gadis yang polos '

" Jadi hari ini kakak ingin pergi kemana? "

" Aku masih belum memiliki ide, bagaimana jika kamu mengajakku berkeliling dulu, jika ada yang menarik kita akan berhenti "

" Oke, serahkan padaku! "

Dengan itu, Ren pergi bersama Efil untuk berkeliling kota.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!